
Baitu menghampiri Angel dan mengelus puncak kepalanya. Sang empu yang di elus pun kaget dan menoleh.
"Om lama sekali. Om tidak melakukan apa-apa kan padanya?"
Baitu hanya menggelengkan kepala. Angel yang mendengar itu merasa lega.
"Jangan menangis. air matamu sangat mahal."
"Aku tidak menangis, aku hanya...."
"Sssttt... tidurlah, Angel. Sudah malam. Tidak bagus bagi anak gadis tidur malam-malam."
"Om keterlaluan...hwaaaaa... hwaa... hiks hiks."
"Hei, kenapa kau menangis? sudah berhentilah menangis. Besok, aku akan mengajakmu bertemu dengan si Beltran itu."
Angel sangat senang mendengar hal itu. Sejujurnya, dia sangat merindukan Kaylo. Kata pedasnya, muka flat nya dan juga ciuman manisnya. Piikiran Angel mendadak kotor. Angel segera membuang pikiran kotor itu jauh-jauh.
Angel bersorak kegirangan dan lompat-lompat tidak jelas seperti dapat segepok uang dari langit. Menyanyi kesana-kemari, kaya artis. Baitu pun tertawa melihat tingkah konyol Angel. Bucin memang buat orang aneh.
Angel masih berputar-putar tidak jelas kemudian, dia sadar bahwa Baitu yang super menjengkelkan itu mengawasinya. Angel jadi salah tingkah.
"Sudah puas. Nggak nangis lagi?"
"Enggak, makasih Om .Angel sayang plus sama Om." Angel memeluk Baitu.
"Tapi ada syaratnya. besok kau harus jaga imejmu."
"Kenapa harus di jaga? Aku tidak mau. Aku lelah kalau pura-pura jadi orang lain."
"Ikuti aja mau Om. Atau kau tidak bisa melihat dia selamanya."
Jeder
Bagai di sambar petir di malam hari buat olah raga jantung sebelum tidur. Angel kaget setengah mati. Dia marah di ancam oleh Baitu. Tangannya mengepal, mukannya merah padam. Rambutnya seperti keluar asap.
Bom
Angel kalau marah selalu bersikap anarkis. Dia mudah kehilangan kontrol emosinya. Tidak tua, tidak muda selalu dia samakan. Sifat ini menurun dari Loka Sasendri bahkan Loka lebih parah lagi. Loka sangat suka memukul jika marah seperti orang yang jago berkelahi.
__ADS_1
Angel menatap Baitu tajam dan menghampirinya. Dia tersenyum devil. Baitu yang melihat perubahan Angel mulai kebingungan. Kenapa keponakannya berubah jadi aneh seperti ini? Kaya kurang sesaji saja.
Tiba-tiba, Angel berdiri di depan Baitu. Dia mendongak ke atas mengamati Baitu dengan sangat tajam seperti menusuk mata. Baitu hanya cengar cengir tak jelas.
Baitu tidak menyangka bahwa Angel akan menginjak kakinya dengan keras. Seperti di remas kuat-kuat. Angel sengaja menginjak kaki Baitu sampai mengaduh. Tapi, Baitu hanya diam saja. Karena tidak ada respon, Angel menginjak kaki satunya lagi. Kali ini sampai berbunyi. Kekuatan dari mana coba.
"Au...hei, kau mau mematahkan kaki ku, Angel. Berhenti!" Angel masih tak bergeming.
"Lepas, hei....!" Baitu berusaha melepaskannya.
Akhirnya baitu terlepas dari Angel. Seram juga kalau Angel marah.
"Pokoknya, aku tidak mau berpura pura. Sakit kalau pura-pura. Dan aku akan selalu bersamanya. Nih... mau aku injak lagi."
Baitu menggeleng sambil duduk tertatih-tatih. Astaga benar sakit. Besok Beltran sialan itu pasti menertawakannya. Baitu hanya menggelengkan kepala. Punya keponakan satu saja repotnya minta ampun.
"Iya, terserah kau saja. Aku menyerah." Baitu keluar dengan menyeret kaki.
Kasihan juga kalau di pikir. Tapi masa bodoh. Yang penting dia happy. Sepeninggalan Baitu, Angel berbaring di ranjang miliknya. Dia tersenyum tanpa henti sampai tertidur
--------
Kaylo menatap foto Angel. Sudah beberapa hari dia sulit tidur. Bayangan Angel selalu memenuhi pikirannya. Besok adalah hari yang di nantikan. Dia harus berhasil membawa Angel pulang. Karena larut Kaylo tidak sadar jika Frans duduk di sampingnya.
"Ayah, apa salah jika aku ingin membawa Angel pulang? Aku mau merendahkan diriku untuk memohon kepada Tuan Maheswari, aku sangat mencintainya, Dad. Bag ku Angel adalah my Angel." Kaylo menatap sendu foto Angel.
Hati Frans menghangat mendengar perkataan jujur Kaylo. Dia tidak percaya, bahwa Kaylo sudah banyak berubah semenjak kenal dengan Angel.
"Tidurlah, kau pasti lelah." Frans menepuk bahu Kaylo.
Frans meninggalkan Kaylo sendirian yang masih menikmati foto Angel. Dia besok harus berusaha lebih keras lagi.
-------
Hari yang di nanti telah tiba. Rasa gelisah Kaylo semakin menjadi. Sudah satu jam lebih, Kaylo dan Frans menunggu. Sungguh tidak tepat waktu. Namun tiba-tiba, ada seorang gadis yang tidak di kenal Kaylo memeluknya dari belakang. Kaylo hanya diam membatu. Dia merasa jijik. Belum sempat dia melepaskan pelukan gadis yang tidak di kenalnya. Terdengar suara orang yang di nantikannya.
"Dasar buaya. Menyesal aku kesini!" teriak Angel.
Tanpa pikir panjang lagi, Angel pergi begitu saja. Kaylo sangat marah dan mendorong gadis yang memeluknya dari belakang. Dia berteriak.
__ADS_1
"Dasar j*l*ng. Jangan sentuh aku!" Kaylo membuka kaos yang di kenakan dan melemparnya ke lantai.
Frans yang melihat itu sudah paham betul. Bahwa kejadian ini adalah drama yang di buat oleh Maheswari. Baitu yang melihat itu tersenyum senang.
"Boy, tenanglah! Kejar Angel."
Kaylo sadar dan segera mengejar Angel dengan bertelanjang dada. Semua orang yang ada di sana melihat Kaylo teriak histeris. Tapi Kaylo menghiraukannya. Tujuannya adalah Angel.
Baitu menghampiri Frans dan menyuruh gadis itu pergi. Dia menggunakan kursi roda karena kakinya retak. Dia tidak mau susah-susah berjalan. Kalau saja Angel tahu apa yang di lakukannya? Kemungkinan bukan saja kakinya yang retak. Melainkan seluruh badannya.
"Kau mendapat karma rupanya," ejek Frans
"Kau mengejekku, bagus sekali. Nyali mu tinggi juga."
"Sudahlah... hentikan drama ini. Biarkan mereka bersama."
"Jangan harap. Aku tak akan menyerah."
"Kau tak berubah sama sekali, Baitu. Putraku sangat mecintai Angel. Bahkan dia berencana untuk meminta maaf padanya."
"Ha Ha Ha. Apa kau bercanda? Kau saja tak pernah minta maaf padaku. Putra mu tak mungkin minta maaf pada keponakanku."
"Keponakan," beo Frans.
Frans kaget. Angel adalah keponakannya Baitu. Jadi, Baitu bukan anak tunggal dari keluarga Maheswari.
"Maafkan aku, Baitu," ucap Frans.
Baitu membelalakkan matanya kaget. Frans meminta maaf padanya. Seorang Beltran yang terkenal sombong dan angkuh tunduk padanya. Baitu menghela nafas panjang. Dia sebenarnya enggan memaafkan Frans.
Frans pernah menyembunyikan Diana Beltran. Diana Beltran adalah adik semata wayang dari Frans sendiri. Diana memang sengaja minta tolong kakaknya untuk menjauhkan dirinya dari Baitu Maheswari. Karena Diana sedang mengidap penyakit kangker darah. Diana tidak mau orang yang di cintainnya bersedih jika dia akan pergi.
Waktu itu, Diana memutuskan hubungannya dengan Baitu. Baitu sangat mencintai Diana. Baitu tidak tahu jika Diana mempunyai penyakit yang mematikan. Diana tidak pernah bilang mengenai penyakit yang ada di dirinya. Bahkan, Frans pun tidak di beri tahunya.
Frans sebenarnya sangat marah. Tapi apa daya, ini permintaan adiknya. Mungkin Baitu sengaja balas dendam melalui putranya. Mengingat dulu dia memisahkan Baitu dan Diana.
Bahkan ketika Diana meninggal, Baitu tidak di beri tahu oleh Frans. Walaupun itu keinginan Diana, Baitu sangatlah marah. Akhirnya, dia pulang lagi ke Indonesia. Tapi tetap berbisnis dengan Frans. Walaupun mereka bekerja sama, Baitu selalu menggagalkan kontrak klien milik Beltran Company.
Puncaknya adalah hari ini. Baitu dengan sengaja membuat drama. Dia berusaha memisahkan Kaylo dengan Angel.
__ADS_1
Baitu masih larut dalam bayangan Diana ketika kata maaf terlontar dari Frans. Sebenarnya ,dia sudah mengikhlaskan semua semenjak satu tahun yang lalu. Dia tahu kalau Diana sengaja melakukan itu. Dari mana dia tahu?
Dari orang suruhannya. Orang itu membawa bukti bahwa Frans tidak bersalah.