
Tidak ada yang tahu batas usia hidup seseorang. Rejeki, jodoh, kematian hanya berada di tangan Tuhan. Kita boleh berencana, tetapi semua tergantung dari yang kuasa.
Rasa sedih ditinggal pergi oleh pasangan hidupnya membuat siapa saja pasti hancur. Begitu juga dengan Kaylo. Jiwanya yang menjadi satu dengan Angel seakan sirna. Separuh hidupnya menjadi tak berarti.
Semilirnya angin membuat sejuk hati seseorang. Namun, tidak dengan Kaylo. Hatinya panas, sakit, lemah, runtuh kala melihat proses pemakaman Angel.
Semua orang diam menatap dalam tangis. Begitu juga dengan Baitu Maheswari. Ia sempat tak percaya bahwa Angel pergi untuk selamanya.
Kenapa secepat ini kau pergi, Angel?
Batin Baitu sambil mendekat ke arah Kaylo. Ia menatap Kaylo yang tengah berderai air mata tanpa suara.
"Dia sudah tenang. Ikhlaskan…," ucap Baitu sambil meneteskan air mata.
Kaylo menoleh dan berusaha tersenyum, "Ini hanya mimpi. Besok dia akan kembali."
Setelah pemakaman selesai, semua orang pergi. Kini, tinggal Baitu dan Kaylo yang masih berada di sana.
Kaylo langsung merosot dan menyentuh nisan Angel. Ia meraung menangis dengan keras tanpa memperdulikan Baitu yang ada di sampingnya.
Baitu ikut menangis dan menyentuh bahu Kaylo. "Jika kau seperti ini, dia tak akan tenang."
Kaylo menggeleng, "Dia...dia hanya tidur, kan? Dia akan kembali ke sisiku."
"Tenanglah, Kay. Dia sudah tenang disisi Tuhan."
Kaylo menggelengkan kepala kuat dan memeluk batu nisan milik Angel. Wanita itu adalah satu - satunya penerang hidupnya. Kenapa Tuhan begitu kejam merenggut semua yang ada. Padahal, dirinya baru saja bahagia.
"Aku tak bisa meninggalkannya disini. Dia pasti kedinginan."
Tes
Tes
Awan yang mendung menjadi saksi bisu kepergian wanita yang amat dicintainya itu. Tetesan hujan mulai membasahi tanah pemakaman. Ia kemudian berteriak, "Kenapa kau ambil Angel dariku?!"
Gluduk
Gluduk
Hanya gemuruh hujan yang menyahut teriakan Kaylo. Dengan langkah tertatih, lelaki itu berjalan membelah hujan. Baitu hanya bisa melihat nanar kepergian Kaylo.
Kaylo masuk mansion dengan basah kuyup. Semua orang yang berada di sana hanya bisa diam dan tak berani bertanya.
Jenifer tak tega melihat putranya seperti tak bernyawa. Ia kemudian bangkit dan menghampiri Kaylo. Namun, dicegah oleh Frans.
"Dia butuh waktu untuk sendiri," ucap Frans.
Jenifer langsung duduk dan meneteskan air mata. "Aku tak bisa membiarkannya sendiri."
__ADS_1
Frans mengusap air matanya. "Jika kau menangis lagi. Angel tak akan tenang.
sementara itu, Kaylo berjalan perlahan menuju kamar dan berhenti di depan pintu. Tangannya bergerak membuka dan masuk ke dalam. Lelaki itu menatap segala sudut ruangan yang ada. Semua kenangan Angel masih jelas di ingatannya.
Canda, tawa, senyum dan kelembutannya masih terasa di dekat Kaylo. Perlahan, ia menghampiri ranjang dan merabanya. Kemudian, menatap foto wanita yang dicintainya itu.
Dengan erat, Kaylo memeluk foto milik Angel dan menangis tanpa henti. Kini, cintanya sudah pergi. Hidupnya jadi tak berarti. Angelnya meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Bagaimana dirinya nanti hidup tanpa Angel? Kaylo tak bisa membayangkan hal itu. Ia tak rela jika harus menanggung beban seberat ini.
"Kau terlalu kejam padaku, Tuhan. Apa salahku? Kenapa kau mengambilnya? Aku ingin dia kembali padaku. Bersamaku sampai tua," gumam Kaylo menangis pilu.
Lelaki itu ingin marah kepada sang pencipta. Namun, semua pasti akan sia - sia. Meski marah sekalipun, Angelnya tak akan kembali bersamanya.
5 Tahun Kemudian
Kedua anak berlari menuju kamar untuk membangungkan sesorang yang tengah tertidur pulas. Dengan malas, orang itu membuka kedua bola matanya. Senyum mengembang kala dua anak itu memeluk dirinya.
"Cepat mandi, Dad," ucap anak lelaki bermata hitam.
"Daddy akan mandi kalau kalian menciumku," ucap lelaki yang tak lain adalah Kaylo.
"Tidak mau," jawab anak perempuan bermata biru."
Kaylo tersenyum menatap kedua anak itu. Ia turun dari ranjang sambil mencium mereka.
"Selamat pagi, Kellano. Selamat pagi Keysara."
Keysara Alexa Beltran dan Kellano Alexander Beltran adalah nama dari anak Kaylo dan Angel. Mereka kembar, namun memiliki sifat yang berbeda.
Kellano bersifat periang, lembut dan penyayang. Sedangkan, Keysara dingin seperti kutub es. Meskipun begitu, keduanya saling memahami satu sama lain.
Kedua anak kembar itu menuruni tangga menuju ruang makan. Mereka disambut oleh Jenifer.
"Selamat pagi, cucu Grandma…," sapa Jenifer lembut.
"Selamat pagi, Grandma," jawab Kellano dengan ceria.
Keysara hanya membuang muka dan memilih duduk di samping Frans.
Jenifer hanya menghela nafas panjang. Cucu perempuannya itu lebih mirip dengan Kaylo. Cuek dan dingin.
Tak lama kemudian, Kaylo masuk dan duduk. Ia langsung menyambar roti yang sudah di siapkan di meja.
"Dad, "panggil Keysara.
Kaylo menoleh, "Ada apa."
"Kita menjenguk Mom sekarang."
__ADS_1
Deg
Ketegangan terjadi di antara mereka. Tak ada yang mau bicara untuk merusak suasana hening itu. Kaylo pun menghentikan acara makannya dan langsung berdiri dan pergi. Sedangkan, kedua anak kecil itu mengikutinya dari belakang.
"Seharusnya, kau bilang itu setelah Daddy selesai makan," bisik Kellano.
"Aku ingin kesana. Daddy sudah berjanji."
°°°°°
Kedua anak kembar itu turun dari mobil membawa bunga kesukaan Angel. Mereka berjalan bergandengan tangan menuju tempat peristirahatan ibunya.
Dengan senyum mengembang, keduanya menaruh bunga di depan nisan itu. Mereka tahu, kalau nisan yang ada di foto adalah ibunya yang bernama Angel.
"Mom, aku Keysara dan ini Kellano," sapa Keysara sambil meneteskan air mata.
"Kami datang, Sayang," ucap Kaylo tiba - tiba.
Kedua anak itu menoleh dan berkata, "Daddy…."
Kaylo mengelus rambut kedua buah hatinya dengan lembut. Sesuai janjinya, ia akan mengajak mereka kalau sudah berumur 5 tahun.
Sangat berat menjalani hidup tanpamu, Angel. Kau adalah wanita yang sangat hebat. Terimakasih, sudah memberikan dua malaikat kecil kepadaku.
"Mom pasti berada di surga," ucap Kellano.
"Iya, Kel. Malaikat seperti Mom pasti berada di surga."
Keysara menghapus air matanya, "Mom adalah malaikatku, Dad."
"Benar, Mom adalah malaikat kita semua."
Kedua anak itu menggandeng tangan Kaylo bersamaan. Mereka melambaikan tangan dan berbalik arah keluar dari pemakaman.
Tampah cahaya putih berbentuk manusia menatap mereka yang tengah pergi. Dengan tersenyum, ia menghilang secara perlahan.
Di dunia ini tak ada yang abadi. Meski kita berencana matang untuk merancang kehidupan kita. Namun, segala sesuatunya harus dapat persetujuan dari yang kuasa.
Kaylo berharap, ia hidup bahagia dengan Angel sampai kakek dan nenek. Akan tetapi, Tuhan berkehendak lain. Angel di renggut darinya dengan paksa.
Lelaki itu sangat terpukul ketika cintanya pergi selamanya. Ia sempat terpuruk jauh ke dalam lautan dalam. Karena sentuhan dari buah hatinya, matanya terbuka dan mulai bangkit.
Ending
**Salam dari author
Terimakasih untuk para reader yang setia dengan novel author yang berjudul You Are My Angel. Semoga, novel ini selalu membekas di hati kalian.
__ADS_1
Baca juga novel author yang lain ya**….
😘😘😘😘😘