
Angel sangat khawatir, karena Kaylo tak kunjung keluar dari kamar mandi. Angel menunggu Kaylo di depan pintu kamar mandi sambil mondar mandir.
"Sayang...Apa kau baik-baik saja?"
Tak ada jawaban.
"Sayang...Kenapa tak menjawab pertanyaanku?"
Cklik
Kaylo membuka pintu kamar mandi dengan wajah pucat pasi. Angel merasa bersalah karena telah memaksa Kaylo makan gado-gado. Angel memapah Kaylo ke sofa.
"Aku ambilkan air dulu. Kau tunggu di sini." Angel pergi mengambil air.
Tak lama kemudian, Angel sudah datang dengan segelas air hangat. Dengan telaten dia membantu Kaylo untuk minum.
"Maafkan aku, aku sungguh menyesal." ucap Angel sambil menunduk.
Kaylo mengelus lembut surai hitam milik Angel. Dia tersenyum lembut dan memegang dagu Angel, lalu mengangkat dagu Angel.
"Aku tidak apa-apa sayang."
Tiba-tiba Angel menangis tersedu-sedu. Dia tak tahu kalau perbuatannya sampai membuat Kaylo menderita.
"Hei..! Jangan menangis. Lihat! Aku baik-baik saja."
Kaylo menenangkan Angel agar berhenti menangis. Tiba-tiba Angel berdiri. Dia menatap Kaylo dan tersenyum.
"Ayo tidur."
Angel menggeret paksa tangan Kaylo menuju kamar pribadi mereka. Setela masuk Angel meminta Kaylo untuk telanjang dada.
"Sayang! Bukankah kau sangat malu jika aku telanjang dada?"
Angel mendengus kesal. Dia langsung menuju ranjang dan menaik selimunya dengan kasar.
"Oke! Aku akan menurutimu. Sekarang buka selimutmu."
Angel membuka selimutnya dengan perlahan. Dia melihat Kaylo yang sudah telanjang dada.
"Oh...Tuhan. Dia memang sangat tampan. Badannya bagus. Semuanya mempesona. Aku jadi ingin. Astaga Angel! Buang pikiran mesum mu itu."
Angel menggelengkan kepalanya agatlr dia berhenti berpikir mesum. Namun tetap tak bisa. Pandangannya lurus ke depan menatap Kaylo dengan penuh hasrat.
Kaylo menghampiri Angel. Dia duduk disisi kiri Angel. Namun sebelum duduk dengan benar, Kaylo sudah diterjang oleh Angel. Kini posisi Angel berada di atas perut Kaylo.
"Sayang....! Kau agresif sekali."
Angel hanya diam. Dia melancarkan aksinya. Mulai dari meraba dan mencium Kaylo dengan penuh hasrat yang menggebu.
Kaylo sedikit keheranan. Angel tak pernah berinisiatif untuk melakukan hubungan suami istri dengannya.
"Ada apa dengannya? Tak seperti biasanya Angel memulai lebih dulu. persetan. Aku menyukainya."
Kaylo terbawa suasana. Hasratnya juga ikut memuncak. Kali ini Angel yang memimpin penyatuan mereka. Berbagai erangan terdengar di seluruh ruangan. Mereka melakukan perlepasan berkali-kali. Angel dan Kaylo terengah-engah ketika mencapai puncak bersama untik sekian kalinya.
__ADS_1
Angel langsung tidur di dalam pelukan Kaylo. Kaylo sangat senang sekali, karena Angel telah memuaskannya berkali-kali.
"I love you sayang."
Kaylo mengecup dahi Angel, lalu dia memejamkan matanya. Dan langsung tertidur pulas.
------
Pagi sudah tiba. Angel berada di ruang makan. Dia menyajikan sarapan untuk Kaylo.
"Nyonya, bekal ini ditaruh di mobil tuan atau di sini saja."
"Taruh di situ saja Al. Dan panggil Anton kemari. Kita sarapa bersama."
Ali langsung bergegas pergi memanggil Anton. Ali sangat senang ketika Angel menjadi nyonya Beltran. Suasana apartemen menjadi lebih hidup.
Kaylo menuruni tangga. Dia langsung bergegas menuju ruang makan. Kaylo melihat Angel yang masih menyiapkan sarapan dimeja makan. Kaylo pun memeluk Angel dari belakang.
"Morning sayang." sapa Kaylo
"Morning to. Jangan seperti ini. Aku sangat malu."
Kaylo tersenyum. Di melepas pelukannya. Ali dan Anton pun datang. Mereka langsung duduk.
"Karena sudah berkumpul. Ayo kita sarapan."
Mereka menikmati masakan Angel yang enaknya tiada tara. Kaylo sangat senang sekali bisa makan masakan rumahan seperti ini.
"Sayang..Aku ikut ke kantor." ucap Angel.
"Hem...! Tumben sekali. Nanti aku ada klient. Apa kau juga akan ikut sayang?" tanya Kaylo.
"Tentu saja. Kemana pun kau pergi aku ikut."
Ada yang aneh dengan Angel. Sifatnya sangat berubah. Kaylo merasa senang tentunya. Tapi ini seperti bukan Angel yang biasanya.
"Baiklah."
Kaylo tak mau melihat Angel marah. Maka dari itu, dia menyetujui permintaan Angel.
Angel sangat senang. Dia langsung bergegas menuju kamar untuk mempersiapkan diri. Angel memakai gaun merah maron polos. Rambutnya terurai indah. Dia memakai sedikit make up untuk menambah kesan segar pada wajahnya.
"Sempurna." gumam Angel saat bercermin.
Angel langsung pergi keluar kamar dan menuju mobil. Angel masuk mobil. Di dalam mobil sudah ada Kaylo. Kaylo terpesona melihat kecantikan Angel.
"Ayo berangkat."
Tak ada jawaban.
"Sayang! Kok diam! Ayo berangkat." ucap Angel sambil menepuk bahu Kaylo.
Kaylo langsung sadar. Dia menyalakan mesin mobilnya dan langsung tancap gas.
Sampai di kantor. Kaylo memeluk posesif Angel. Dia tak mau Angel sampai di lirik oleh pria lain. Para karyawan pria menatap Angel tanpa berkedip. Kaylo menyadari tatapan mereka terhadap Angel.
__ADS_1
"Sayang... Masuklah dulu. Aku ada urusan."
Angel mengangguk dan langsung pergi keruangan Kaylo. Setelah Angel benar-benar pergi. Kaylo melancarkan aksinya.
"Kalau kalian menatapnya lagi. Akan ku pastikan mata kalian buta selamanya. Kembali bekerja!" teriak Kaylo menggema di seluruh penjuru lobby.
Para Karyawan langsung lari terbirit-birit. Mereka sangat takut amarah Kaylo.
Kaylo masuk lift dengan emosi memuncak. Dia sangat marah karena mereka menatap Angel penuh minat.
"Sialan! Seharusnya aku tak mengajaknya kemari." gumam Kaylo.
Sementara itu Angel sedang asik menonton TV yang ada di ruang kerja Kaylo. Di sana sudah ada Max.
Max menatap heran Angel. Sedari tadi Angel tak berhenti makan.
"Kau bisa gemuk." ucap Max tanpa dosa.
Angel sangat kesal. Max bilang dia gemuk.
Plak
Angel memukul keras kepala Max
"Jangan memukul kepalaku. Sakit!"
"Rasakan! Karena kau mengolokku."
Max mendengus kesal. Dia sangat tak suka kalau kepalanya di pukul oleh seseorang.
"Aku akan mengadu pada Kay."
Angel hanya diam menikmati acara TV sambil makan-makanan ringan.
Cklik
Kaylo membuka pintu. Dia kaget melihat ruangannya yang berserakan. Berbagai bungkus makanan tercecer di lantai. Kaylo memijat pelipisnya untuk meredakan rasa nyeri di kepalanya.
(Marah mulu sih!)
"Sayang...! Kapan ku beli ini semua?" tanya Kaylo.
Angel menoleh. Dia menatap Kaylo dan tersenyum.
"Aku membawanya dari rumah. Ali yang membelikannya."
Kaylo menghampiri Angel dan mengambil makanan ringan di tangan Angel. Angel kaget melihat makanannya di rebut.
"Dengar! Aku lapar. Berikan itu!"
"Sayang! Kau bisa makan bekal yang kau bawa tadi. Lagi pula ini masih pagi. Seharusnya kurangi makanmu."
Angel menatap Kaylo. Dia menahan air matanya. Namun tetap keluar.
"Kau mengejekku gemuk seperti Max. Hiks." Angel menghapus air matanya.
__ADS_1
Kaylo bingung. Dia tidak berkata kalau Angel gemuk. Kenapa pikiran Angel menjadi sempit. Sepertinya dia harus konsultasi kepada ibunya. Pasti sang ibu tahu penyebab Angel berubah sifat.