You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 58 S2


__ADS_3

Angel menuntun Kaylo duduk di sofa dan saling berhadapan. Dia menatap wajah Kaylo dengan seksama. Rasa khawatir tersirat dalam wajah Angel. Meski Kaylo tersenyum, tapi masih terlihat kesedian di raut wajahnya.


"Kau bisa cerita semua kepadaku, Sayang," ucap Angel dengan nada lembut.


Kaylo mengelus rambut Angel dan menyelipkan di belakang daun telinga.


"Aku tidak mau membebanimu. Apalagi kau sedang hamil, Sayang."


Angel menghela nafas halus dan berkata, "Aku adalah istrimu. Bukankah seorang istri harus mengetahui permasalahan suaminya?"


Tidak ada pilihan lagi bagi Kaylo. Dia sepertinya harus mengingat masa lalunya.


(Flashback)


Kaylo melihat ke arah jendela dan mengintip seorang anak berusia 5 tahun. Dia langsung menghampiri Jenifer dan memeluknya.


"Kau sudah pulang sekolah rupanya," ucap Jenifer sambil melepaskan pelukan Kaylo.


"Mom... ini siapa? Kenapa Mommy membawanya kemari. Aku tidak suka."


"Kaylo... mulai hari ini, Juna akan tinggal di sini. Kau harus menjaganya. Karena dia sepupumu."


Kaylo hanya mendengus kesal melihat Juna yang tersenyum padanya. Dia langsung pergi ke kamar dan duduk di ranjang dengan perasaan jengkel.


"Kenapa mukamu di tekuk seperti itu, Kay? Kay kelihatan tidak senang," ucap Max sambil bermain game.


Kaylo merebut game yang di mainkan oleh Max dengan kasar.


"Hey... kembalikan! Aku masih ingin main!" teriak Max.


Kaylo membanting game tersebut dan menginjaknya berulang kali.


"Hentikan, Kay! Itu sudah rusak," ucap Max. "Apakah ada yang mengganggu pikiranmu? Ceritakan padaku. Bukankah kita teman?" imbuh Max sambil memegang bahu Kaylo.


"Mom membawa orang asing ke mansion. Aku tak suka," ucap Kaylo dingin.


"Mungkin dia saudaramu. Kau sudah tanya pada Mommy Jenifer."


Tiba-tiba Jenifer datang bersama Juna dan meminta Kaylo untuk mengajaknya bermain.


"Mommy harus pergi menjemput Daddy. Jagalah dia baik-baik. Juna adalah sepupumu, Kay," ucap Jenifer sambil mengusap rambut Kaylo.


Kaylo mendengus kesal dan membuang muka.


Setelah Jenifer pergi, Juna menatap Kaylo dengan tatapan mengejek.


"Mom Jenifer akan lebih sayang padaku. Jika Mom Jenifer sayang padaku, kau harus mau menjadi kakakku."


"Oho... memangnya kau bisa," ejek Max.


"Tentu saja,"


Max menyeret lengan Kaylo untuk menjauh dari Juna.


"Sepupumu itu sepertinya serius."


"Aku tidak mau Mommy berpihak padanya, Max."


"Kita tunggu saja beberapa hari," sambung Max.


Setelah kejadian itu, Kaylo melihat interaksi Juna dan Jenifer yang sangat dekat. Kaylo merasa tersisihkan. Dia hanya mengurung diri di kamar.

__ADS_1


Jenifer masuk ke kamar dan mendekatinya.


"Mom mau kau memberikan sebagian mainan yang kau miliki kepada Juna. Hari ini dia menangis karena kau tidak meminjaminya Kay."


Menyebalkan! Dia bahkan main sampai puas. Sedangkan aku hanya membersihkan dan menatanya kembali. Dasar mulut tak bisa di percaya.


Kebencian Kaylo semakin menjadi ketika Juna tidak berkata jujur pada Jenifer.


"Berikan semuanya. Aku tidak butuh," ucap Kaylo dingin.


Jenifer sangat senang mendengar hal itu. Dia langsung berteriak memanggil Juna.


"Juna sayang... Kakakmu mau memberikan mainannya kepadamu, Kemarilah!" teriak Jenifer di ambang pintu kamar.


Juna langsung lari mendekati Jenifer dan masuk kedalam kamar Kaylo. Dia langsung membawa semua mainan itu tanpa tersisa sedikitpun. Jenifer membantu Juna untuk membawa semua mainan ke kamar Juna.


Kaylo hanya menatap nanar sampai tubuh mereka menghilang. Aura dingin menyelimuti tubuh Kaylo. Semakin lama kebencian itu kian menumpuk.


Lima belas tahun kemudian Kaylo masih menahan rasa sakit tidak di perhatikan oleh Jenifer. Bahkan ketika Kaylo lulus universitas dengan predikat terbaik, Jenifer hanya diam memberi pelukan begitu saja. Sedangkan Juna di beri berbagai hadiah oleh Jenifer ketika lulus SMA


Frans selalu mengawasi gerakkan Kaylo selama ini. Dia mendekati putra semata wayangnya itu.


"Bekerjalah di perusahaan Daddy, Kay."


"Aku belum memikirkannya, Dad," ucap Kaylo sambil menatap Frans.


"Mommymu memang keras kepala. Aku tahu kau terluka. Daddy sudah mendirikan perusahaan untukmu. Tinggallah di Apartemen dan menetaplah di sana."


Kaylo memeluk erat tubuh Frans. Meski Frans kelihatan diam, dia sudah mempersiapkan semua selama ini.


"Bersiaplah, Daddy akan mengantarmu," ucap Frans.


"Hai, Kak. Aku sudah mendapat kasih sayang dari Mom Jenifer. Kau harus jadi Kakakku," ucap Juna penuh antusias.


"Nikmatilah sampai kau puas. Aku tidak peduli. Kau bisa memiliki seutuhnya," ucap Kaylo dingin.


"Kau cemburu kepadaku, Kak."


"Cih! Kau terlalu berlebihan, Juna. Minggirlah! Jangan halangi jalanku."


Jenifer menghampiri kedua saudara yang sedang berdebat itu. Dia tersenyum ke arah Mereka.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Jenifer.


"Tidak ada," Jawab Kaylo dingin dan ketus.


Plak


"Aku ini Mommymu. Jangan seperti itu," ucap Jenifer.


"Sakit, Mom....! Kaylo memegangi kepalanya.


Meskipun hatinya sakit, Kaylo masih berusaha untuk menutupi di depan Jenifer. Dia berusaha tersenyum dan menikmati hidupnya.


"Aku harus ke kamar," ucap Kaylo.


Kaylo langsung berjalan ke kamar begitu saja. Jenifer merasa ada yang aneh dengan Kaylo. Dia menatap tajam Juna.


"Kau tidak berbuat sesuatu yang membuatnya kecewa, kan....?"


"Tidak," jawab Juna cepat.

__ADS_1


"Awas saja! Kalau sampai terjadi sesuatu. Kau akan ku kirim ke Australia," ucap Jenifer sambil berkacak pinggang.


Jenifer memang selalu berpihak pada Juna. Namun, cara mendidik keduanya sama.


Kaylo berjalan keluar kamar dengan membawa koper dan tas kecil. Dia masih melihat Jenifer dan Juna berbicara. Karena mendengar suara koper di seret, Jenifer dan Juna langsung menoleh dan terkejut.


"Apa yang kau bawa itu, Sayang," ucap Jenifer sambil berlari kecil ke arah Kaylo.


"Dia akan tinggal di Apartemen milik keluarga kita," sambung Frans.


Jenifer mendengus kesal dan berkata, "Kau mengambil keputusan sepihak, Frans."


"Ini saatnya putra kita hidup mandiri, Sayang."


Maafkan aku, Sayang. Aku ingin melihat, sampai kapan kau sadar kalau anak kita itu membutuhkan dirimu. Kau selalu mengabaikannya semenjak kehadiran Juna. Semoga... kau bisa langsung sadar.


"Aku tidak setuju!" teriak Jenifer.


Kaylo memegang tangan Jenifer dan menatanya lembut. Meskipun hatinya terkadang sakit, tapi rasa sayang itu tidak pernah pupus.


"Mom, mengertilah...! Sudah ada Juna yang ada di sampingmu. Kau bisa dengan bebas bersamanya."


Deg


Hati Jenifer merasakan sakit ketika Kaylo berkata seperti itu. Dia tidak menyangka putranya menyimpan rasa kesedihan di setiap kata yang terlontar.


"Aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik, Mom," ucap Kaylo sambil menyeret kopernya kembali dan menatap Juna sebentar.


Kenapa kau pergi dari mansion ini? Apakah karena kehadiranku, Kak. Aku sayang padamu. Aku hanya ingin kau dekat denganku.


Jenifer menatap nanar kepergian Kaylo. Kakinya lemas seketika. Dia mengeluarkan air matanya dan menangis terisak.


Frans menghela nafas panjang dan menuntun Jenifer untuk kembali ke kursinya.


"Jangan menangis, Sayang."


"Kau jahat! Kau membuatku terpisah dengannya."


Frans berdiri menghampiri Juna dan berkata, "Tenangkan Mommymu. Aku harus mengantar Kaylo ke Apartemennya."


Frans meninggalkan kedua orang yang tengah berada di ruang tamu itu. Juna menghampiri Jenifer yang tengah menangis.


(Flashback End)


Kaylo berdiri di depan Jendela dan menikmati indahnya langit yang mulai sore. Angel menghampiri dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa sifat dinginmu itu masih melekat saja," ucap Angel membuyarkan lamunan Kaylo.


Kaylo tersenyum dan membalikkan tubuhnya menghadap Angel.


"Aku selalu hangat di depan keluarga dan teman dekatku, Sayang. Tapi tidak dengan orang lain," ucap Kaylo sambil mengelus perut Angel.


Angel mencium lembut pipi Kaylo dan berbisik, "Sepertinya aku akan pulang terlebih dahulu."


Angel langsung menuju pintu keluar dan menoleh ke arah Kaylo.


"Jangan pulang malam, Sayang," teriak Angel sambil pergi.


Kaylo tersenyum mendengar teriakan Angel.


"Bebanku sedikit berkurang. Terimakasih. Kau telah mengirim malaikat seperti Angel, Tuhan..." ucap Kaylo.

__ADS_1


__ADS_2