
Pagi-pagi sekali, Kaylo sudah berada di kantornya. Dia berkutat dengan berkas yang kemarin belum selesai dia teliti. Kevin menghampiri Kaylo dengan sedikit berlari.
"Bos!"
Teriak Kevin menggema di seluruh ruangan. Kaylo langsung menutup kedua telinganya. Dia menatap tajam Kevin.
"Maaf bos," ucap Kevin penuh rasa bersalah.
"Kau tak sopan."
"Bos, anda harus tahu kabar ini."
"Jangan bertele-tele, katakan."
Kevin mendekat ke arah Kaylo. Dia menatap takut Kaylo.
"Tuan Maheswari, dia kehilangan gadis yang bernama Skylova."
Kaylo tersenyum. Dia ingat gadis yang bernama Sky. Gadis yang mengaku takut padanya.
"Baguslah, biar dia dapat ganjarannya."
"Gadis itu meninggal bos, bukan hilang di culik."
"Apa?" teriak Kaylo sambil berdiri dari tempat duduknya.
Kevin menutup telinganya. Suara teriakan. Kaylo sangat keras sekali. Gendang telinganya berasa panas.
"Kau jangan asal bicara."
Kaylo masih tak percaya. Gadis unik yang baru sekali dia temui, meninggal begitu cepat.
Kevin menyerahkan beberapa lembar foto. Di foto itu, terdapat proses pemakaman. Tak hanya itu saja, ada foto yang menujukkan bahwa, Baitu sangat frustasi dan merasa kehilangan.
"Sepertinya, dia sangat mencintai gadis itu," gumam Kaylo sambil meletakkan foto itu.
Kevin mengambil foto itu, dan memasukkan kembali ke amplop coklat yang telah dia bawa.
Tiba-tiba, Kaylo datang dan merebutnya. Dia membuang semua foto itu dan membakarnya.
"Jangan beritahu Angel. Dia sedang hamil. Aku tak mau kehamilannya terganggu."
Kevin mengangguk dan langsung pergi dari ruangan Kaylo. Sedangkan Kaylo menatap abu foto yang terbakar.
"Ini yang terbaik. Aku berharap kau mengerti, Bai," gumam Kaylo.
Empat Bulan kemudian
__ADS_1
Kandungan Angel semakin membesar. Janin yang ada di perutnya sudah mulai bergerak aktif. Kini, Angel sedang duduk istirahat di sofa sambil menonton acara ibu hamil.
Kaylo menghampiri Angel. Dia duduk di samping Angel. Dia mengelus rambut Angel dan menaruhnya di pundak Kaylo.
"Apa kau lelah?"
"Aku bahagia, mereka membuatku senang, sayang."
Semenjak kehamilannya, Angel menjadi sangat manja. Berbagai makanan dia minta. Untung saja bukan makanan yang aneh. Pernah sekali, Angel meminta buah naga. Dan pada waktu itu belum musim buah naga. Kaylo sampai rela membeli ke luar jakarta meski merogoh harga fantasi. Semua yang Kaylo lakukan adalah demi kedua calon buah hatinya dan juga Angel.
"Aku akan belanja di Mini Market," ucap Angel sambil berdiri dan meraih tasnya.
Kaylo langsung ikut berdiri. Dia akan pergi bersama Angel, karena hari ini adalah hari Minggu. Jadi, dia tak pergi bekerja.
Semenjak Angel memasuki usia kehamilan ketiga, Kaylo sering berada di rumah. Dia sangat khawatir dengan Angel. Sesekali mama Kaylo datang menjenguk Angel.
Sebulan yang lalu Jenifer pulang dari Jerman. Dia memukuli Kaylo karena tak memberi tahu perihal kehamilan Angel.
"Sayang, jangan jalan cepat-cepat."
Kaylo mengikuti Angel. Dia merangkul bahu Angel. Mereka berjalan beriringan. Banyak orang yang iri akan kemesrahan mereka.
Sementara itu, Stevara lari menuju hutan. Dia berhasil keluar dari penjara bawah tanah. Wajah Stevara benar-benar pucat. Rambutnya saja acak-acakan. Bajunya kusut tak karuan. Stevara persis seperti orang gila.
"Aku harus balas dendam. Aku akan mencari Angel dan Kaylo. Karena Angel, aku jadi seperti ini," gumam Stevara.
Stevara sampai di sebuah gubuk. Dia masuk ke gubuk itu. Di gubuk itu, ada beberapa pakaian. Tanpa pikir panjang lagi, dia berganti pakaian dan merubah sedikit penampilanya.
"Sempurna, tak ada yang akan mengenaliku."
Stevara keluar gubuk. Dia kemudian langsung pergi menuju aparteman Kaylo. Sampai di apartemen Kaylo, Stevara tak melihat keberadaan keberadaan Kaylo. Dia kemudian berjalan keluar apartemen. Dari kejauhan, dia melihat Angel dan Kaylo belanja di Mini Market.
"Aku menemukanmu, Angel. Tak kusangka, kau sudah hamil. Seharusnya, Kaylo menikah denganku," gumam Stevara.
Stevara memakai topi hitamnya. Dia berjalan menghampiri kedua pasangan suami istri itu.
"Sayang, aku ke toilet dulu ya."
Kaylo mengangguk. Dia ingin mengantar Angel, tapi Angel menolaknya. Sebab jarak toiletnya sangat dekat.
Angel berjalan menuju arah toilet. Sedangkan Stevara, mengikutinya dari kejahuan. Angel masuk ke bilik toilet. Setelah selesai, dia mencuci tangannya dan memegang perutnya.
"Aktifnya sayangku, baik-baik ya di sana," ucap Angel sambil mengelus perutnya.
Stevara masuk dalam toilet, dia melihat Angel yang sedang mengelus perutnya. Stevara menghampiri Angel dan membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. Angel langsung pingsan. Stevara menaruh tubuh Angel di dekat tempat cuci tangan.
Stevara pergi keluar toilet untuk mengambil kursi roda yang telah dia siapkan. Dia masuk dan menaruh tubuh Angel ke atas kursi roda itu.
__ADS_1
"Kau akan menikmati penderiataan yang sama denganku, Angel," gumam Stevara sambil tersenyum devil dan mendorong kursi roda itu.
Stevara keluar kamar mandi tanpa ada yang curiga. Keadaan Mini Market saat itu sangat sepi. Toilet berada di luar Mini Market. Hal itu memudahkan Stevara untuk beraksi.
Sedangkan Kaylo melirik jam di tangannya. Sudah lima belas menit, Angel belum kembali. Dia kemudian menyusul Angel ke toilet. Kaylo melihat seseorang mendorong kursi roda dari jauh. Dia mengamatinya sebentar. Seseorang itu memasukkan orang yang pingsan dalam mobil. Kaylo kaget, ketika dia tahu bahwa orang yang pingsan adalah Angel.
"Sial," ucap Kaylo sambil lari mengejar mobil yang itu.
Mobil sudah melaju, Kaylo masih mengejarnya. Dari kejauhan, Max melihat Kaylo yang berlari. Dia kemudian menghampirinya.
"Kau sedang olah raga malami, Kay," sapa Max.
Kaylo langsung berhenti. Dia memaksa Max keluar dari mobilnya.
"Hei, aku sedang buru-buru."
"Hubungi Baitu Maheswari, sekarang!" teriak Kaylo.
"Katakan padaku, apa yang terjadi?"
"Angel di culik, aku tak mau dia terluka. Apa lagi dia sedang mengandung."
Max langsung paham. Dia kemudian menghubungi Sandra. Sedangkan Kaylo mengejar mobil Stevara.
Kaylo kehilangan jejak mobil tersebut. Dia kemudian berbalik arah menuju kantor pusat CCTV yang ada di dekat daerah apartemennya.
Dengan tergesa-gesa Kaylo menghampiri petugas tersebut. Petugas tersebut langsung paham dan mempersilahkan Kaylo masuk.
"Undur rekamanan setengah jam yang lalu," ucap Kaylo sambil mengatur napasnya.
Kaylo kaget, ketika dia tahu siapa yang telah menculik Angel. Dia mengepalkan tangannya kuat.
Kevin datang ke kantor pusat CCTV setelah mendengar kabar dari Max. Dia melihat Kaylo yang sedang melihat video penculikan tersebut.
"Bos," sapa Kevin.
Kaylo menoleh, wajahnya tak bisa di baca. Aura menyeramkan keluar dari sekitar tubuhnya.
"Lacak nomer kendaraan itu. Waktumu lima belas menit, Kev," ucap Kaylo dingin.
Kevin menelan ludahnya kasar. Dalam waktu lima belas menit, dia harus mendapatkan lokasi dari mobil tersebut.
Kaylo pergi meninggalkan Kevin. Dia berjalan sedikit gontai ke mobilnya. Dadanya sangat sakit sekali. Tapi dia harus bertahan. Agar, calon anak-anaknya dan Angel bisa selamat.
Lima belas menit telah berlalu. Kaylo menatap ponselnya. Tak ada panggilan atau pun sms dari Kevin.
"Shit, ini terlalu lama. Kevin tak becus kerja."
__ADS_1
Hampir setengah jam Kaylo menunggu dengan gelisah. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dia mendapat pesan dari Kevin. Kaylo langsung pergi menuju lokasi Stevara saat ini.