You Are My Angel

You Are My Angel
Episode 62 S2


__ADS_3

Mempunyai buah hati adalah hal yang didambakan bagi setiap keluarga. Begitu juga Angel dan Kaylo. Keluarga mereka akan terasa lengkap jika buah hati sudah lahir. 


Tidak terasa, kehamilan Angel sudah memasuki bulan kesembilan. Itu artinya, tak berapa lama lagi statusnya akan berubah. Tentu dirinya tak sabar untuk segera melihat anaknya. 


Angel duduk di taman sambil mengelus perutnya yang kian membesar. Kaylo pun menghampiri dan duduk di sampingnya. 


"Masuklah, Sayang. Udaranya dingin."


Angel mengangguk dan berdiri, "Aku akan ke kamar mandi."


"Biar aku yang mengantarmu," Kaylo merasa sangat bersalah melihat Angel kesusahan dalam berjalan. 


"Jangan menyalahkan dirimu," ucap Angel. 


"Apakah terasa berat? Mereka tidak nakal, kan…?"


Angel tersenyum, "Aku bahagia. Jika nanti harus memilih di antara kami. Kau pilihlah mereka." 


Deg


Jantung Kaylo seakan berhenti mendengar perkataan Angel. Ia kemudian memegang erat bahunya. "Kau tidak akan kemana - mana?" 


Angel meringis, "Jangan memegangnya erat. Sakit…!" 


Kaylo langsung sadar, "Maafkan aku, Sayang."


Angel berhenti dan menatap Kaylo. "Aku sangat mencintai mereka. Kau harus menyayangi mereka."


Kaylo menatap Angel heran, "Kita akan menyayangi mereka berdua."


Angel mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Kaylo pergi mengambil ponsel di kamar. Ia akan menghubungi Jenifer. 


Belum sempat menghubungi Jenifer, Kaylo mendengar suara teriakan Angel. Dengan perasaan was - was, ia berlari menuju kamar mandi.


"Apa yang terjadi, Sayang," ucapnya sambil membuka pintu.


Deg


Deg


Jantung Kaylo langsung berhenti berdetak melihat Angel bersimbah darah. Ia berteriak, "Sayang!" 


Angel meringis kesakitan, "Sa..sakit. Aku… aku terpeleset. Anak kita..." 


Kaylo segera menggendong tubuh Angel dan berterikak, "Kevin! Ke rumah sakit sekarang.


Kevin langsung berdiri syok melihat Angel bersimbah darah. Ia kemudian langsung lari panik. 


"Bertahanlah, Sayang," ucap Kaylo sambil meneteskan air mata dan masuk mobil


Kaylo takut kehilangan Angel untuk selamanya. Ia tak akan kuat menjalani hidup tanpa dia. Tetes demi tetes menghiasi pipi pria itu. Perasaan cemas, takut menjadi satu. 


"Jangan menangis. Aku tak apa - apa," ucap Angel lemah. 


"Stt… jangan bicara lagi, Sayang."

__ADS_1


Angel tersenyum, "Aku ingin anak kita selamat."


Kaylo semakin meneteskan air matanya. Ia tak berdaya melihat kondisi Angel. 


"Lebih cepat sedikit, Kev."


Tidak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit. Kaylo berteriak memanggil dokter untuk segera menangani Angel. 


"Tenang, Tuan. Kami akan berusaha," ucap Dokter itu. 


Tubuh Kaylo lemas di depan ruang IGD. Tangannya gemetar hebat melihat darah Angel yang begitu banyak. Ia tak sanggup jika harus kehilangan Angel. 


Beberapa menit kemudian, Dokter itu keluar. Kaylo langsung berdiri dipapah oleh Kevin. "Nyonya kritis."


Deg


Bagai dihantam ribuan pisau sampai merasa tercekik tak berdaya. 


"Kami akan melakukan operasi karena Nyonya pendarahan"


Deg


"Anda bisa masuk sebentar untuk menyemangatinya."


Dengan langkah tertatih, Kaylo masuk ruangan. Ia melihat wajah Angel yang pucat pasi. Jantungnya bagai teriris oleh pisau yang tajam. Perlahan, ia mendekati Angel.


"Sayang," ucap Kaylo dengan bibir bergetar. 


Angel tersenyum hangat, "Aku baik - baik saja."


Angel menyentuh wajah Kaylo. "Andai aku tak selamat. Beri nama mereka Kellano dan Keysara. Aku sangat menginginkan mereka hidup."


Kaylo langsung menolak. "Kau akan selamat. Jangan berpikir demikian."


"Kita harus melakukannya sekarang," ucap Dokter itu tiba - tiba. 


Hati Kaylo tak bisa digambarkan ketika melihat kondisi Angel. Jiwanya rapuh seketika dan runtuh. Rasa sesak menatap belahan jiwa membuat tak kuasa menahan tangis. 


Dokter kemudian membawa Angel ke ruang operasi. "Apapun yang terjadi. Selamatkan mereka," ucap Kaylo.


Dokter itu mengangguk, "Kami akan berusaha."


°°°°


Satu jam telah berlalu, Kaylo menunggu dengan perasaan cemas. Ia menatap pintu ruang operasi tanpa henti. Tak lama kemudian, Dokter itu muncul. Kaylo bergegas menghampirinya. "Bagaimana keadaan mereka?" tanya Kaylo cepat.


Dokter tersenyum, "Selamat. Anda memiliki dua anak kembar."


Kaylo bernafas lega, "Istri saya?" 


"Dia masih lemah. Anda bisa-."


Tiba - tiba ucapan Dokter terpotong oleh suster. "Dok, pasien kritis."


Deg

__ADS_1


Kaylo melotot kaget tak percaya dengan apa yang dikatakan suster itu. "Kau jangan bohong?" tanyanya penuh emosi.


Dokter itu langsung kembali menuju ruang operasi. Ia mencoba sebisa mungkin untuk membuat Angel kembali ke normal. Sungguh keajaiban, Angel langsung membuka kedua matanya. 


"Anda bangun," ucap Dokter itu tak percaya. 


"Aku ingin bertemu dengannya," ucap Angel lirih sekali. 


Dokter langsung memerintahkan kedua perawat untuk mengambil bayi dan meminta sang suami pasien masuk. 


Setelah Kaylo masuk, Dokter itu memberi ruang kepada mereka. 


Kaylo sangat senang melihat Angel sadar. "Aku yakin kau kuat."


Angel mengangguk," Anakku."


Suster memperlihatkan kedua bayi Angel dengan bahagia. 


Angel tersenyum, "Mereka tampan dan cantik."


Kaylo memegang tangan Angel dan melotot kaget merasakan tangan Angel yang dingin. "Sayang, kau baik - baik saja?" tanyanya penuh khawatir. 


"Jaga mereka," ucap Angel sambil menutup mata tersenyum.


Deg


"Sayang!" jangan tinggalkan aku!" teriak Kaylo.


Bunyi detak jantung Angel sudah berhenti. Dokter langsung mengambil alat pengejut jantung dan terus berusaha membuatnya kembali. Namun, usahanya sia - sia. Angel tak bisa kembali lagi. Pergi untuk selamanya.


"Waktu kematian, Jumat pukul 9 pagi," ucap Dokter itu sambil menutup tubuh Angel.


Kaylo langsung merosot ke bawah dengan pandangan kosong tak berdaya. Angel sudah pergi dan tak kembali. 


"Tidak mungkin," gumam Kaylo. "Selamatkan dia, Dok!" teriak Kaylo.


Dokter itu membantu Kaylo berdiri sambil menuntun Kaylo untuk melihat Angel terakhir kali "Anda harus sabar," ucapnya sambil membuka selimut."


Deg


Kaylo langsung menangis meraung memeluk tubuh Angel yang sudah tidak bernyawa. Kehilangan Angel membuat dirinya tak kuasa. Dunianya sudah runtuh. Kebahagiannya di renggut paksa oleh Tuhan.


Salah apakah dirinya? Kenapa Tuhan membencinya? Cobaan hidup Kaylo sangat berat. Di tinggalkan oleh orang yang di cintai untuk selamanya. Padahal, mereka baru bersama membina rumah tangga. 


Sesak, sungguh sangat sesak. Hatinya hancur berkeping - keping. Ia menangis memohon kepada Tuhan agar Angel kembali ke sisinya. Namun, Angel tak kunjung kembali. 


Tidak ada yang berani untuk mendekati Kaylo yang sedang memeluk tubuh Angel. Frans dan Jenifer yang baru datang hanya melihatnya dari jauh. Mereka juga merasakan kesedihan yang sama atas kepergian Angel. 


"Tuhan tak adil dengan putra kita, Frans," ucap Jenifer sambil meneteskan air mata. 


Frans memeluk Jenifer, "Jangan menangis, dia akan bersedih jika kau menangis."


Jenifer tak bisa membendung air matanya lagi. Angel sangatlah berarti dalam hidup Kaylo. Setelah di tinggal, bagaimana Kaylo akan bangkit dan menjalani hidupnya? 


Kali ini, tak ada obat yang bisa membantu Kaylo. Angel pergi untuk selamanya dan tidak akan kembali lagi. Dia sudah pergi menghadap sang pencipta. 

__ADS_1


__ADS_2