ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

**NENG MAKSA NIH JANGAN LUPA VOTE NYAK YAK, KALAU GAK NGEVOTE NENG NGAMBEK NIH. CIIIIUUUSSS GAK BOOONG!


LANJUT**..


" Jaga matamu Bass". Ya ampun manik safir itu terus mengintimidasi lelaki muda yang ada di hadapan nya saat ini.


Jack hanya terkekeh melihat adik angkat nya dapat teguran keras dari sang kakak angkat karena sedari tadi manik hijau Basstian tidak lepas dari Aqilla yang tengah menyiram bunga di depan halaman.


Sore itu semenjak kejadian fitnah memfitnah yang belum terselesai kan, Dominic menghubungi kedua Adik angkat nya yang masih berada di rumah Aldi di kota. Sebenarnya mereka sore ini hendak terbang ke Kanada tapi karna sang kakak sekaligus Boss nya meminta untuk datang ke desa sang kakak ipar mau tidak mau mereka membatalkan penerbangan mereka.


" Silahkan di minum". Deva datang membawa 3 cangkir kopi hitam yang masih mengepul kan asap, bersama 2 toples rengginang dan kembang goyang.


"Bapak kemana Yank." Deva menoleh saat sang suami menanyakan sang bapak.


" Ke kebun sama emak mau ngambil sape( singkong) katanya." Dominic hanya mengangguk walaupun dia tidak tau apa itu ' sape' yang penting intinya bapak sama emak sedang pergi kekebun.


Deva bergegas pergi kedapur sambil membawa nampan, dia ingin segera memasak untuk kedua adik angkat suami nya karna dia yakin mereka sudah kelaparan. Entah mereka akan menyukai nya atau tidak Deva berharap mereka berdua akan suka terutama Basstian yang baru pertama kali kemari. Tidak seperti Jack yang sudah pernah menikmati yang namanya nasi dan sayur.


" Jadi bagaimana, kau mendapatkan nya." Dom menyesap kopi hitam di hadapan nya entah kenapa semenjak Deva membuatkan kopi hitam dia makin menyukai minuman berwarna hitam itu.


kraauuukkk...Kraaauuukkk...Krraaauuukkk...


Jack terus mengunyah rengginang ketan yang di sediakan Deva tadi, seperti nya Jack menyukai makanan ringan berbahan nasi ketan itu. sedangkan Basstian entah apa yang sedang iya pandang di luar rumah sana. Manik hijau nya terus saja memandang ke arah halaman tanpa mendengar pertanyaan sang kakak. Sampai sampai Jack menyikutnya.


" Aahh...ya ... Apa kak." Basstian tergagap saat sikutan Jack terasa ngilu di perut nya.


" Jaga pandangan mu Bass, aku tidak berniat untuk menjadikan mu sebagai iparku. Sudah cukup kau menjadi adik angkatku. Begitu saja kau tidak bisa di atur." ( anggap aja mereka lagi ngomong inggris yak pemirsa) Dominic terus menggerutu pada Basstian . Dominic tahu kalau Basstian tengah memperhatikan Qilla sedari tadi.


Basstian hanya berdecak, sedangkan Jack tersenyum geli di buatnya.


Basstian adik angkat Dominic, dia diangkat adik oleh Dominic saat berusia 10 Tahun. Saat ini usia nya 22 tahun, 4 tahun lebih muda dari Jacob. Nama belakang Vins sudah tersemat di belakang nama mereka. Biarpun Dominic suka di buat pusing oleh adik nya yang satu ini tapi Dom mempercayakan semua urusan bisnis nya tidak hanya pada Jack namun pada Basstian juga.


" Foto ini hanya editan kak, wanita yang ada di foto ini sudah di akhirat. wajah mu di edit dengan wanita yang sudah mati kak haa..... haaa...." Basstian malah meledek sang kakak sampai sampai Jack menghentikan kunyahan nya perlahan.


' Dasar bocah cari mati, apa dia ingin uang jajan nya di potong.' Jack kembali merogoh toples rengginang itu entah sudah berapa buah rengginang yang renyah dan gurih itu masuk ke dalam perut nya. Yang pasti toples yang ada di hadapan nya sudah hampir setengah habis nya.


" Aku sedang tidak ingin bercanda Basstian". Dominic menggeram menekan setiap kata kata nya membuat Basstian terdiam seketika dari tawanya.


" Ehem... Maaf kak. Ya begitulah wanita yang ada di foto itu sudah mati. Aku membobol akun nya , dia bernama Lilis. Tapi dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karna overdosis." Dengan santai Basstian menjelaskan tentang wanita itu sembari menyomot toples berisikan kembang goyang yang ada di hadapan nya.


Dom hanya menghela napas, dia yakin besok dia sudah bisa pergi ke Maldives untuk berbulan madu.


🍑🍑🍑


" Qilla tolong potongan tempe na nyak, teteh arek nyien sambel surawung na heula." ( Qilla tolong potongin tempe nya dulu ya, teteh mau bikin sambel kemangi nya dulu)


Qilla yang sedang berada di kamar mandi pun segera keluar, dia mencuci tangan nya karna kotor habis menyiram tanaman di depan dan di belakang rumah.


Deva berencana membuat tempe penyet sambel kemangi, dengan nasi putih hangat, terus ikan gurame bakar serta lalapan mentah untuk pendamping nya.


Deva juga menyiapkan buah buahan mulai sekarang selain untuk suaminya dia juga menyiapkan untuk tamu nya.


" Teh tamu aa bule nu make baju hideng masa nempokeun Qilla weh hanyuh sih ti tatadi pas qilla ekeur nyiram kembang." ( Teh tamu aa bule yang pakai baju hitam masa lihatin Qilla terus sih dari tadi pas Qilla lagi nyiram bunga)


Deva yang mendengar curhatan adiknya langsung menoleh.


" Bogaen panon atuh Dek, bae kunaon sih." ( punya mata Dek, gak papa kenapa sih)

__ADS_1


" Ihh teteh mah, panon na bolotot bae ka Qilla jiga nu erek ngadahar. Sien jadina." ( Ihh teteh tuh, mata nya melotot terus ke Qilla kayak mau nyaplok, takut jadinya)


Deva malah terkikik mendengar curhatan adiknya, jangan aneh Aqilla gadis remaja yang di kenal judes dan songong kalau berbicara. Tapi kalau sudah akrab dia akan memperlihatkan ke konyolan nya.


" Bae atuh Dek, kasep loh . Jiga na bogohen kamaneh."( Gak papa dong dek, ganteng loh. Kayak nya suka kamu)


Qilla melempar kan sepotong tempe kepada sang kakak membuat Deva malah tertawa keras.


"Qilla teu doyan bule jiga teteh, Qilla beki na oppa oppa. ukur oppa Jimmin nu aya dina jero hate Qilla." ( Qilla gak doyan bule kayak teteh, Qilla doyannya Oppa Oppa. Cuma oppa Jimmin yang ada di dalam hati Qilla)


Deva hanya mendengus mendengar penuturan sang adik yang mengatai nya doyan bule, tapi he'eh sih kalau bule nya macam suaminya mah, hayuk ahhh.


" Heh..!! ati ati nanti benci jadi cinta."


" Kayak Teteh." Deva kalah telak oleh Aqilla.


***


" Silahkan di makan singkong goreng nya Nak." Basstian dan Jack hanya mengangguk mereka memang belum paham apa yang di bicarakan oleh mertua kakak nya itu, namun mereka tau bapak mertua kakak nya mempersilahkan mereka memakan makanan yang ada di hadapan mereka saat ini.


" Sepertinya masalah tadi siang besok pagi sudah bisa terselesaikan pak." Bapak menoleh pada sang menantu saat setelah menyesap kopi hitam pahit kesukaan nya.


" Kamu sudah menemukan pelakunya." Bapak terlihat senang saat masalah ini akan selesai.


" Belum, tapi saya sudah tahu siapa wanita yang ada di foto editan itu. Dia bernama lilis dan sudah meninggal beberapa tahun lalu. Wanita itu nemang warga kampung sebelah tapi dia meninggal di kota karna overdosis." Bapak hanya mengangguk kan kepalanya.


" Besok pagi kita akan ke balai Desa untuk menyerahkan segala bukti ini pada pak kades." Dom menyerahkan satu buah amplop dan laptop pada Bapak.


" Baiklah besok pagi kita kesana." Mereka ber 4 pun menikmati malam indah di depan rumah , duduk di bale bale sambil menikmati singkong goreng buatan emak dan jangan lupa rengginang serta kawan kawan nya.


***


Emak nyelonong masuk begitu saja kekamar Qilla membuat Aqilla terkejut.


" Astagfiroulohalazdhim.... Emak ah ngagetkeun bae." ( Emak ah ngagetin aja)


Emak hanya terseyum tanpa dosa


" Hayuk pindah, kamu tidur malam ini sama emak dulu ya."


" Kunaon( kenapa) ?" Aqilla benar benar mager untuk bergerak


" Kamar kamu mau di tempatin adik angkat nya aa bule dulu, besok pindah lagi."


" Ck.. Ih emak mah, kunaon teu suruh sare di hotel weh atuh. Kudu di kamer Qilla, lamun qilla sare jeng emak Qilla moal bisa ngimpikeun aa jimmin." ( Ck...Ihh emak tuh, kenapa gak suruh tidur di hotel aja sih. Harus di kamar Qilla, kalau Qilla tidur sama emak Qilla gak bisa ngimpiin aa jimmin)


Aqilla tidak beranjak dari tidur nya.


" Kunaon teu bisa ngimpiikeun aa jimmin, lamun sare jeng emak ." ( Kenapa gak bisa mimpiin aa jimmin, kalau tidur sama emak)


Aqilla pun terbangun dari tidur nya saat mendengar perkataan emak.


" Dak emak na ngorok gandeng."( karena emak nya ngorok berisik) Qilla secepatnya kabur dari kamar nya pasti sebentar lagi suara emas sang emak menggelegar.


1


2

__ADS_1


3


" Aqillaaaaa........!!!"


Tuhkan bener saat Qilla sampai di ruang tamu suara emak berdendang merdu.


Qilla malah cekikikan , tanpa sadar sepasang manik hijau menatap intens pada wajah imut gadis remaja jutek itu.



(AQILLA RAHMA 15 Tahun)


🍑🍑🍑


" Pak, hayuk masuk kita makan malam dulu." Emak berseru saat Bapak , Dominic ,Jack dan Basstian masih asik bercengkrama di luar rumah.


Mereka pun beranjak dari duduk nya, secepat mungkin masuk kedalam rumah sebelum suara emas milik emak berdendang lagi.


kini mereka ber 8 tengah duduk bersila di lesehan dengan berbagai macam makanan berada di tengah tengah mereka.


" Ayo di makan nak." Jack dan Basstian mengikuti cara makan orang orang yang ada di sana, kecuali kakak nya dia malah bermanja dengan sang istri yang tengah menyuapi nya dengan tangan nya langsung.


Qilla terlihat menikmati makanan nya tanpa canggung, nasi satu piring penuh sudah berada di hadapan nya. Tanpa rasa sungkan Qilla melahap masakan sang kakak dengan lahap menggunakan tangan nya tanpa sendok.


manik mata hijau itu terus mencuri pandang pada gadis remaja di hadapan nya.


Qilla tanpa rasa malu dia menambah porsi makanan di piring nya membuat si mata manik hijau itu mengerutkan dahi nya.


' makan nya banyak, tapi badan nya kecil. Di buang ke mana makanan itu' Basstian bermonolog dalam hati saat melihat ketidak canggungan Aqilla . Padahal biasanya gadis seperti Qilla menjaga image di hadapan lawan jenis, tapi Aqilla ? Sabodo teing!


Aqilla yang menyadari tengah di perhatikan pun mengangkat kepalanya dan saat bersamaan manik hijau itu bertabrakan langsung dengan manik coklat bulat milik Qilla.


' kunaon sih nempokeun bae ti tatadi, emang na aya nu aneh nya ' ( kenapa sih lihatin terus dari tadi, memang nya ada yang aneh ya)


Aqilla pun melanjutkan makan nya tanpa menghirau kan tatapan penuh arti pria bule muda di hadapan nya itu.


Basstian terlihat mengulum senyum saat Aqilla mengabaikan nya. ' Gadis kecil yang menarik'


🍁🍁🍁


"Besok kita siap siap untuk ke Maldives." Deva membalikan tubuhnya menghadap pada sang suami saat mendengar itu.


" Besok ? Bukan nya Abang belum boleh bepergian dulu ya dari kampung." Dom merengkuh tubuh mungil Deva agar semakin mendekat pada nya dan tidak lupa satu kecupan di kening Deva saat dia mendongakan kepalanya.


" Besok pagi Abang akan menyelsaikan semua nya, kau tidak perlu khawatir. Sekarang ayo tidur, atau mau olah raga malam." Deva mengerenyitkan dahinya ' Olah raga malam' Tentu Deva bukan gadis bodoh yang tidak tau artinya.


" Abang mau, hayuk!" Eh Deva malah kembali menggoda nya sekarang, ya ampun Dominic gelagapan.


" Tidur sayang, ini sudah malam." Dom membungkus tubuh mereka berdua dengan selimut berwarna biru kesayangan Deva


" Abanggg...". Deva mulai lagi saat Dominic terlihat memejam kan matanya. Tangan Deva bergelayar di dada dan perut keras penuh otot milik Dominic. Walaupun masih terbalut kaos ketat berwarna abu abu tapi sentuhan lembut tangan Deva membuat Mr. Cau Boma berdiri subur.


" Persetan!!!" Dom mengumpat dan melempar jauh jauh selimut biru itu, dengan cepat dia menyergap bibir sexy yang sejak tadi terus menggoda iman nya itu.


Dominic menyesap lembut bibir manis milik Deva. Deva pun terbawa suasana dia dengan sadar mengalungkan tangan nya keleher sang suami. Dia menikmati setiap sentuhan yang di berikan Dominic. Namun tiba tiba Dominic melepaskan tautan bibir mereka dan sesekali mengecupnya ringan.


" Tidurlah sayang, Abang masih bisa menahan nya sampai kita di Maldives." Deva pun mengangguk dan menyerukan wajahnya ke dada bidang yang berotot itu. Bukan apa apa, Deva hanya takut mengecewakan suaminya walaupun Dominic sudah bilang dia masih bisa menahan hasrat nya untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai suami.

__ADS_1


HATUR NUHUN...


__ADS_2