ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Duel Hidup dan Mati


__ADS_3

DEG....


Deva membulatkan matanya saat melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


"Lalaki eta( laki laki itu)"


Pria itu tersenyum sinis pada Deva yang masih setia terdiam di atas motornya yang masih menyala


prok


prok


prok


"Wow.... Aku sungguh tidak menyangka wanita manis seperti mu menjadi sangat sexy saat mengendarai sebuah motor trail." Pria itu berdecak entah itu meremehkan atau malah terkagum pada Deva


"Apa mau mu!" Kali ini Deva berani membuka mulut nya yang sudah gatal ingin sekali mengata ngatai pria bertatto yang tengah berhadapan dengan nya.


"Kemarilah , sebelum aku dan anak buahku menyakitimu nyonya manis!"


Deva terlihat mematikan mesin motor nya dan mencopot helm full face yang dia gunakan.


"Kamu pikir Neng bodoh, kalo neng kesana kamu pasti bisa nangkap neng lagi. Dasar papan tulis lempang( berjalan)".


Deva mengumpati Valdo dan masih terdiam di atas motor trail merah itu.


"Kau menguji kesabaran ku ternyata." Valdo mengikis jarak pada Deva membuat wanita mungil berhijab itu langsung turun dari motornya dan bersiap untuk segala kemungkinan.


Ada helm yang sedang dia pegang, dan Deva bisa memakai helm itu untuk menampol wajah menjengkel kan Valdo.


"Kemarilah manis." Deva semakin was was dan waspada saat jarak mereka hanya terpaut beberapa meter saja


"Jangan mendekat, kalau kamu berani mendekat neng gak jamin hidung mancung kamu masih tetap di tempat nya." Deva sudah mengangkat helm itu tinggi tinggi bersiap untuk melayangkan nya ke arah Valdo.


Valdo tersenyum meremehkan dan semakin mengikis jarak pada wanita berhijab itu. Namun langkah nya terhenti serta wajah dan tubuhnya menegang saat melihat sesuatu yang asing mendekat di belakang tubuh Deva.


Deva mengerenyitkan dahi nya heran saat melihat pria bertatto itu tiba tiba menghentikan langkah nya untuk mendekat padanya.


"Heh ari maneuh kenapa? oh neng tau kamu udah menyadari ya kalo neng ini tidak takut sama kamu, terus sekarang kamu yang takut sama neng ya kan." Dengan rasa percaya diri tinggi Deva mengangkat dagu nya tinggi tinggi.


Valdo tidak menjawab Dia masih tidak bergerak dari tempat nya. Kaki nya seolah terkunci sendiri bahkan anak buahnya pun terlihat menegang.


Dor...


"Aaaakkhhh...!" Deva menutup telingan dan langsung berjongkok saat Valdo meletuskan timah panas nya ke arah belakang Deva.


"Astagfirouloh, Astagfirouloh,Astagfirouloh...!" Deva terus berguman istigfar , jantung nya berdegup lebih kencang. Baru pertama kali Deva mendengar dan melihat suara serta wujud senjata api yang selalu dia lihat di film film action yang pernah dia tonton.


Ggrrrrr.....


Tubuh Deva menegang dan jantung nya semakin memompa lebih kencang saat dia mendengar geraman dari belakang tubuhnya.


"Astagfirouloh... Naon eta nu gerem( apa itu yang menggeram)".


Deva bermonolog sendiri sembari meremas ujung pasminah nya


Ggrrrrr....


"Aya dua." (Ada dua)


Deva memberanikan diri untuk menoleh ke arah belakang namun sebelum nya dia sedikit melirik wajah Valdo yang masih menegang dengan senjata api berjenis pistol yang masih ada di tangan nya.


"Astagfirouloh...Kunaon aya maung hideng jeng belang di die."( Astagfirouloh...Kenapa ada macan hitam dan belang di sini.)


Deva semakin meringis saat melihat dua makhluk yang tadi menggeram. Ternyata seekor macan kumbang hitam dan seekor cheeta tepat dua meter di belakang nya.


"Emak pernah ngomong lamun lain hakanen nu geus di tentuken na ,Si maung moal ngahakan urang. Duh gusti semoga nyaan, semoga eta maung masih waregen."( emak pernah bilang kalau bukan makanan yang sudah di tentukan, si macan gak bakalan makan kita. Duh gusti semoga beneran, semoga itu macan masih kekenyangan)


Deva terus saja bergumam sendiri dan dia belum menyadari kalau salah satu dari kucing besar itu pernah dia temui sebelum nya.


Kedua kucing besar berbeda jenis itu semakin menggeram serta menatap nyalang pada pria yang ada di hadapan Deva


"Tuan..!!" Seruan bawahan nya memperingati Valdo saat melihat kedua kucing besar itu siap untuk menerkam nya.

__ADS_1


Deva yang sedari tadi menundukan wajahnya serta mendudukan dirinya di tanah pun tidak berani membuka matanya saat dia mendengar geraman kedua kucing besar itu semakin mendekat dan berada tepat di sebelah kanan dan kiri tubuhnya.


Valdo terlihat siap mengacungkan senjata api nya ke arah kedua kucing itu


DOR..


"Aakkhh...!" Deva kembali menjerit serta menutup kedua telinganya. Deva bergeser mendekati pada motor agar dapat berlindung.


Valdo berdecak kesal saat tembakan nya meleset, bukan meleset sih tapi kedua kucing itu berhasil menghidari timah panas yang di lontarkan oleh Valdo pada mereka.


Gggrrrr ...Gggrrrr....


Kedua kucing besar itu semakin liar saat menatap Valdo. Bawahan Rivaldo pun sudah bersiap dengan senjata masing masing.


Sedangkan Deva, wanita mungil itu masih bersembunyi di samping sepeda motornya sembari memegang erat kaki nya sendiri.


Ggrrr...Ggrr...


Kedua kucing itu sudah berhadapan dengan Valdo dengan memunggungi Deva.


"Tuan ada yang aneh dengan kedua kucing besar itu. Seperti nya mereka sedang melindungi wanita itu." Valdo melirik pada Josh bawahan nya saat mereka berdua siap untuk menghadapi kedua kucing besar yang nakal itu.


"Kau benar Josh, seperti nya mereka sengaja di latih dan di bawa seseorang kesini." Josh menganggukan kepalanya. Pria berkulit hitam itu masih bersiaga untuk kemungkinan yang buruk kalau tiba tiba kedua kucing itu menyerang mereka.


"Jangan alihkan pandangan mu. Jangan biarkan kedua hewan itu mengoyak tubuhmu. Habisi saja kedua hewan itu kalau perlu."


"Baik Tuan."


Kedua kucing itu menatap kedua pria itu nyalang dan sepertinya kedua hewan ganas itu bersiap untuk menyergap serta menyerang kedua pria yang ada di hadapan mereka seperti dua rusa yang siap mereka terkam.


AAAGGGGRRRHHHH......


Kedua kucing itu menyerang Valdo dan Josh sembari menggeram keras . Geraman mereka menggema memenuhi hutan.


Dor...


Aaagggrrrrrhhh....


Satu kucing besar itu mendapat tembakan di kaki belakang nya saat dia menyerang Valdo.


"Jangaaannnn!!" Deva memeluk tubuh hewan itu tanpa takut sedikit pun. Padahal baru tadi dia menggigil ketakutan saat melihat kucing besar itu.


DOR...


Deva memejamkan matanya sembari memeluk tubuh kucing besar yang ada di dekapan nya.


Aaaggrrrrhhh.....


Satu lagi kucing berbulu belang itu tersungkur di dekat Deva. Sepertinya dia sengaja mengorbankan tubuhnya agar Deva tidak terkena tembakan itu. Alhasil timah panas itu kini bersarang di badan nya.


"HENTIKANN!!! KALIAN MENYAKITI MEREKA. " Deva bergerser untuk melihat kondisi kucing berbulu belang yang tertidur di dekat kaki nya dengan nafas yang tersengal sengal.


Valdo melirik pada asisten nya lalu kemudian sang asisten menganggukan kepalanya seolah dia paham apa yang diinginkan oleh Tuan nya.


Josh melangkah mendekati Deva dan kedua kucing besar yang sudah tidak berdaya itu.


"HEI MAU KAMU BAWA KEMANA KUCING ITU. LEPASKAN DIA JANGAN DI BAWA!!" Deva terus berteriak saat pria berkulit hitam itu hendak menyeret tubuh kucing belang itu agar menjauh dari Deva.


"LEPASIN, KAMU PIKIR DIA KEBO MAEN GERET GERET AJA!! LEPASIN ARENG BERJALAN! KUCING ITU KESAKITAN GOBLOK!!!" Deva terus saja berteriak kencang memaki pria tinggi hitam yang tengah bersusah payah menyeret tubuh besar Cheeta yang sudah tidak berdaya itu


Dorr....


Satu letupan senjata api menggema di sana membuat Deva kembali menutup kedua telinganya sembari meniarapkan dirinya di tanah.


"Astagfirouloh, kenapa berasa di medan perang sih. Dikit dikit ada tembakan bikin jantung neng copot aja!" Deva terus saja berceloteh sendiri sembari masih menutup kedua telinganya.


"JAUHKAN TANGAN MU DARI ANAK ANAK KU SIALAN!!!" Suara bariton berat menggema di sana membuat Deva yang tadinya terpejam dan menutup kedua telinganya pun langsung membuka kedua matanya.


Deva sangat mengenali suara maskulin itu. Suara itu milik suaminya, apa kah suaminya ada di sini sekarang ? apa dia hanya sedang berhalu, apa itu cuma fatamorgana saja.


"Jauh kan tangan kotor mu itu dari anak asuh ku! dan jangan berani kau mendekati istriku!"


Deg...

__ADS_1


Benar Deva tidak sedang berhalu itu memang benar suara suami bule gelo mesum kesayangan nya. Deva mendongakan wajahnya yang sedari tadi tertunduk mencium tanah.


"ABANGGG!!!" Deva langsung berseru saat melihat Dominic berjalan ke arah nya di ikuti oleh Basstian dan beberapa anak buah nya.


Dor...


Satu tembakan terdengar kembali membuat Deva membulatkan matanya, namun seperdetik kemudian Deva memejamkan matanya


"Aaaakkkhhh..." Terdengar ringisan kesakitan dari arah belakang Deva. Dan benar saja tembakan itu sudah menembus lengan kanan pria berkulit hitam yang tadi menyeret kucing besar berbulu belang itu


"Josh! Sialan apa yang kau lakukan pada asisten ku Vins!" Valdo terlihat murka saat melihat sang asisten mengerang kesakitan akibat tembakan Dominic yang tepat mengenai lengan atas nya.


"Abangg!!" Deva bangkit saat melihat Dom merentangkan kedua tangan nya. Dengan cepat dia segera memghamburkan tubuhnya pada dekapan Dominic.


Dor ...


"Aakkkhh...!" Satu timah panas mengarah tepat di telapak tangan Valdo. Dominic bergerak cepat saat Rivaldo mencoba hendak mengincar Deva yang ada di dalam dekapan nya.


"Jangan berharap kau bisa menyentuh istriku bangsat!"


Deva yang tengah berada didalam dekapan Dominic pun semakin mengeratkan dekapan nya.


"Bawa Blade dan Black segera, aku tidak ingin mereka kenapa napa." Basstian menganggukan kepalanya dan segera mengisyaratkan pada bawahan nya agar cepat mengangkat tubuh kedua kucing besar itu.


"AKU BELUM KALAH VINS! SEBELUM DIANTARA KITA ADA YANG MATI!!!" Dominic mengeraskan rahang nya saat mendengar ucapan rival nya itu


"Apa mau mu Vedro!"


Valdo terlihat menyungging kan senyum sinis nya pada Dominic , sembari sedikit meringis ketika salah satu bawahan nya membungkus luka tembak yang ada di telapak tangan nya. Peluru yang menembus telapak tangan Valdo mengakibatkan luka bolong karena peluru itu menembus telapak tangan nya.


"One by one, kita akan bertarung satu lawan satu tanpa senjata tanpa apapun. Hanya tangan kosong, apa kau berani!"


Deva langsung mendongakan wajahnya pada Dominic saat dia mendengar ucapan pria papan tulis berjalan itu.


"Aku terima! Tidak ada senjata hanya antara aku dan kau!"


Valdo menyeringai pada Dominic , dia tahu kalau Vins tidak akan menolak tantangan nya. Tanpa senjata huh lihat saja nanti, otak licik Rivaldo kini berjalan semestinya.


"Abang." Deva bergumam lirih dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak setuju dengan tantangan yang di berikan oleh Valdo pada suaminya. Deva takut terjadi apa apa pada Dominic nanti.


Cup... Cup..


Dom malah mengecup dahi dan bibir tebal sexy milik Deva dalam dalam saat Deva mendongakan kepalanya.


"Abang akan baik baik saja, kamu jangan khawatir okey!"


Deva tidak menanggapi nya, dia bahkan semakin erat memeluk tubuh kekar Dominic.


"Cih... Hentikan drama picisan kalian itu, sangat memuakan!" Valdo berdecih saat melihat kemesraan Dominic dan Deva.


Deva yang mendengar itu pun langsung menoleh pada Valdo dan menatap tajam padanya tanpa melepaskan pelukan nya pada Dominic.


"MEMANG NYA KENAPA HUH! KALAU KAU IRI BILANG KAMPRET!"


Deva berseru kencang kepada Valdo, Yang mana membuat Dom dan yang lain nya terkejut antara ingin tertawa dan mengumpat.


"KAU...!" Valdo menunjuk tajam pada Deva


"NAON(apa) HUH, DARI KEMAREN AKU TEH PINGIN BANGET NGAJETOT KAMU TAU GAK, KESINI KALAU KAMU MERASA LALAKI ( laki laki) MAH. AYO SINI!"


Deva melepaskan dekapan nya dari tubuh Dominic dan bergaya mengulung lengan blouse nya hingga siku seakan dia benar benar menantang pria bertatto itu untuk berduel. Entah kenapa akhir akhir ini emosinya berubah rubah.


"Sstt..Sudah sayang jangan teriak teriak nanti tenggorokan kamu sakit." Dom kembali mendekap tubuh mungil Deva


"JANGAN MEMBUANG WAKTU! AYO KITA MULAI SAJA, INI AKAN MENENTUKAN KLAN SIAPA YANG LAYAK MENEMPATI POSISI TERATAS. BUKAN HANYA MENJADI PECUNDANG!!"


Dominic semakin menatap tajam pada Valdo yang dengan lantang berbicara seperti itu. Baiklah Dominic sudah sangat siap, sudah lama dia tidak melakukan ini bukan.


Berduel hidup dan mati untuk satu kehormatan klan dan kesayangannya tidak akan membuat Dominic kalah , itu tekadnya.


**HAYO ABANG DOM MAU TAWURAN SAMA SI VALDO, SAPA YANG MAO IKUT BANTU HAYUK BAWA KEUN PANGERUS JEUNG JOJODOG BUAT NAMPOL VALDOπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA

__ADS_1


HATUR NUHUN SADAYANA**.....


__ADS_2