ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Antara Yushika, Alya Batt dan Katrina Kaif!


__ADS_3

"Engghh.... ".Deva menggeliat sembari memegangi kepalanya. Deva membuka mata nya perlahan lalu bangun dan bersender di kepala tempat tidur.


Sembari memijat tengkuk nya sendiri ,manik coklat Deva menyusuri setiap sudut kamar 'Dia sendirian' , Dimana suaminya? Seketika Deva teringat kejadian beberapa waktu lalu. Yushika ! Deva langsung menyibakan selimutnya dan melompat dari atas ranjang.


"Gawat lamun si Yushika ingkah moal bisa katimu jeng Shahrukh khan engke ."( gawat kalau si yushika pergi gak bisa ketemu shahrukh khan nanti)


Deva segera menuju ke litf saat sudah keluar dari kamar nya. Beberapa belas detik kemudian dia sampai di lantai dasar.


Ting....


"Yush....!" Suara Deva langsung menggelegar ketika dia keluar dari lift. Tidak ada sahutan dari siapa pun, apa mereka semua sedang pergi? apa Yushika sudah di bawa oleh inspektur ladusingh dan si samosa.


"Yushika...!" Deva berjalan menuju arah dapur


"Yu....!"


"Sayang, kamu sudah sadar." Ucapan Deva terpotong saat Dominic tiba tiba menyela nya


"Abang Yushika mana? Si Inspektur ladusingh sama si samosa gak bawa Yushika pergi kan. Abang jangan biarin Yushika di bawa apa lagi sampai nikah sama si Inspektur ladusingh. Bisa bisa neng gak jadi ketemu sama Shahrukh khan nya. Abang harus bisa bikin Yushika nikah nya sama Jack, ya ya ya." Cotehan panjang X lebar X tinggi Deva membuat Dominic mengerutkan dahinya.


"Yushika sedang membereskan barang barang nya di paviliun belakang. Dia akan pergi ke negara asalnya sayang, Ayah dan calon suami nya akan membawa dia." Dom membelai lembut pucuk kepala Deva


"Tapi Ayah nya mau ngejual dia Abang, si samosa bahkan nawarin Yushika juga ke Abang kayak lagi nawarin daleman yang ada di pasar. Kasian , neng gak marah sama Yushika kok neng cuma marah nya sama dua makhluk itu. Abang bantuin ya!" Deva tengah mati matian membujuk suami bule nya itu.


Tapi sepertinya kali ini bujukan nya tidak mempan, Dom melepaskan belitan tangan Deva yang berlanyut manja di lengan kekar nya. Dia malah melangkah kan kakinya menuju arah dapur.


Deva yang merasa ucapan serta permintaan nya kali ini di abaikan oleh suami bule nya pun merasa hande'el satengah paeh.


"Tempo keun siah Abang lamun neng milu jeng si Yushika." ( liatin aja abang kalau neng ikut sama Yushika)


Deva melangkahkan kaki nya menuju arah belakang pebthouse yang mengarah ke paviliun yang di tempati oleh Yushika dan yang lain nya.


"Tuan Jack." Deva mendengar samar samar orang tengah berbicara. Dia pun segera mempercepat langkah nya, namun langkah nya terhenti saat dia melihat Jack dan Yushika terlihat tengah berbicara. Deva pun memilih bersembunyi di balik pilar besar yang ada di dekatnya.


"Tu-Tuan Jack, A-aku ingin berbicara sebentar dengan mu ." Yushika sedikit terbata saat berucap apa lagi ketika dia melihat Jack menatap datar pada nya.


"Bicaralah aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni omong kosong mu." Yushika menarik nafasnya dalam dalam mendengar ucapan ketus Jacob.


Yushika melirik pada Basstian dan Ina yang ada di dekat mereka saat ini.


Basstian yang peka pun akhir nya meninggalkan mereka kecuali Ina yang terlihat tidak suka pada Yushika karena secara tidak langsung menyuruhnya pergi dari sana.


"Kau akan tetap berada di sini." Suara berat Jack membuat Ina sedikit terkejut dan reflek dia menundukan kepala nya lalu pergi dari sana.


"Bicaralah." Jack mulai berucap saat mereka tengah berdua saja di sana. Mereka tidak tahu bahwa ada seseorang yang tengah bersiap mencuri dengar obrolan mereka.


"Ehemm.... Apa kau tidak ada rasa sedikit pun pada ku Jack. Sedikit saja, aku tidak meminta lebih. Mungkin walau pun hanya sedikit itu bisa menjadi motifasiku untuk membatalkan pernikahan salah ini. Aku akan berjuang agar bisa mendapat kan seluruh hatimu, aku rela berjuang sendiri asal kan ada secercah rasa dari mu untuk Yushika yang malang ini." Yushika terlihat menyedihkan dia seolah tengah mengemis cinta pada seorang pria.


Jack menghirup oksigen dalam dalam, dia memijit pangkal hidung bangir nya .


"Tidak ada!" Jawaban yang di berikan oleh Jack membuat Yushika lemas seketika


"Sedikit saja, aku hanya meminta sedikit saja. Mungkin rasa kasihan mu untuk ku." Yushika benar benar tidak ingin terjebak dalam pernikahan uang itu Yushika tidak mau.


"Tidak ada! kau tuli atau bagaimana huh. Sudah aku bilang tidak ada! Jangan menjadi murahan Yushika tinggikan sedikit harga dirimu di depan laki laki!"


"Aku menjadi murahan hanya pada mu Jack." Ingin sekali Yushika menjeritkan kata kata itu


"Oh ba-baiklah, maaf kan aku sudah membuat mu tidak nyaman tuan Jack. Mungkin ini sudah takdirku menjadi alat penukaran bagi Ayah ku. Semoga kau menemukan gadis yang baik untuk menjadi istrimu kelak. Selamat tinggal."


Hancur sudah pertahanan Yushika, dia sudah menyerah air mata nya turun dengan deras saat dia melangkah meninggalkan Jack yang masih mematung di tempat.


Deva pun langsung keluar dari persembunyian nya saat Yushika hendak melewati nya.


"Nyo- nyonya." Tanpa aba aba Yushika langsung memeluk tubuh Deva dan menumpahkan semua tangisan nya di sana.


Deva menepuk nepuk punggung Yushika untuk menenangkan nya


"Maafkan aku nyonya, aku tidak bisa lagi merawat tanaman mu." Di tengah tangis nya Yushika masih ingat pada nasib tanaman Deva yang dia rawat.


Deva pun ingin sekali tertawa mendengar ucapan gadis yang terpaut lebih muda tiga tahun dari nya yang tengah menangis di dalam pelukan nya ini.


"Tidak apa apa Yush, kamu sabar ya. Neng yakin kamu bakalan nemuin kebahagian lain, kamu jangan mikirin lagi orang yang pernah mikirin kamu. Buang buang waktu sama kouta otak kamu aja." Deva menatap sinis pada Jack yang tengah salah tingkah karena merasa tersindir


"Aku tidak akan melupakan mu nyonya Deva. Terimakasih selama ini kau sudah baik pada ku ."

__ADS_1


"Aduh Yush, kalau si Zae udah gede Neng bakalan lamarin kamu buat dia. Sayang nya si Zaenudin cuma doyan kelereng, neng gak mau kamu nanti cuma di kasih makan kelereng kalo kamu nikah sama Zae sekarang." Deva benar benar gemas pada kisah percintaan Yushika


"Zae siapa?" Yushika menyeka sisa air matanya


"Si bungsu bandel, adik nya neng yang ada di kampung. Neng jadi kangen sama ke bawelan nya. Sayang nya dia masih umur 10 tahun jadi neng gak mungkin lamarin kamu buat dia. Padahal neng berharap kamu bisa jadi adik ipar neng loh Yush." Deva sengaja memperbesar suara nya saat mengucapkan kata Adik ipar pada Yushika.


"Semoga saja aku berjodoh sama Zae ya." Yushika sedikit melupakan kesedihan nya saat Deva terus menggodanya.


"Amiin iya semoga aja. Neng doain kamu gak berjodoh sama si inspektur ladusingh tapi berjodoh sama Salman khan aja . Kalo gak sama anak nya shahruk khan aja gak papa." ucapan Deva makin ngelantur tapi itu bisa membuat Yushika tersenyum


"Ya semoga saja." Mereka berdua tertawa dalam duka .Yushika pun kembali memeluk tubuh kecil Deva


"Selamat tinggal kak Deva. Aku boleh kan memanggil nyonya dengan sebutan kakak." Deva pun mengangguk lalu membalas pelukan Yushika


"Kamu hati hati di sana ya. Kalau kamu beneran gak berjodoh sama si inspektur ladusingh kamu bisa balik lagi kesini."


"Mungkin tidak kak, kalau pun aku tidak jadi menikah dengan Ranveer aku tidak akan kembali ke negara ini. Mungkin aku akan mencari negara lain untuk aku tumpangi dan mencari pria yang mau menjadi suami ku di sana" Yushika menampilkan senyum lebar namun pria yang tengah menatap nya hanya menampilkan wajah datar.


Deva hanya mengangguk dan menampilkan senyum getir nya. Deva tau Yushika kini tengah mencoba untuk melupakan seseorang yang telah tumbuh dalam hatinya. Berusaha mencabut akar yang telah menjalar agar tidak semakin menjerat nya.


***


Deva melambaikan tangan nya saat mobil yang membawa Yushika pergi meninggalkan kediaman mereka. Deva menurunkan tangan nya saat mobil yang membawa Yushika sudah tidak lagi terlihat oleh matanya.


Deva berbalik menuju arah pintu. Ternyata di sana sudah ada Dominic, Jack serta Basstian. Deva menghentikan langkahnya saat hendak berpaspasan dengan ketiga pria itu. Lalu memalingkan wajahnya dan berjalan masuk ke dalam penthouse sembari bersenandung ria


"Bhole churia bhole gangena, chori chori chupke chupke, chori chori chupke chupke.....!" Deva terus saja bernyanyi india dengan separuh separuh dari lirik aslinya.


Haaahhh....


Ketiga pria itu menghela napas nya kasar. Mereka tahu kalau saat ini wanita mungil yang tengah mengandung itu sedang marah.


"Aunty Caroll temenin neng nonton film india yuk." Deva berseru kencang saat melihat Caroll sedang berjalan hendak menuju halaman belakang


"Iya nyonya ada yang bisa saya bantu." Deva menepuk nepuk tempat kosong yang ada di sebelahnya


"Aunty duduk deket neng, Temenin neng nonton film india. Siapa tau nanti si Utun mirip shahrukh khan pas dia udah lahir." Deva terus memutar mutar chanel tv yang ada di ruang tengah.


Caroll hanya tersenyum geli melihat kelakuan nyonya muda nya.


"Aunty duduk sini kenapa masih berdiri terus." Deva kembali menepuk tempat kosong yang ada di sebelahnya. Biasanya saat Yushika masih ada dia lah yang suka nemenin Deva nonton film india seperti ini. Lalu sekarang siapa yang mau nemenin dia nonton.


"Kamu sedang apa sayang." Bukan Caroll yang duduk di tempat kosong sebelah Deva melainkan Dominic suaminya.


Deva melirik Dominic dengan sudut matanya. Lalu kemudian dia kembali menatap layar televisi lebar itu.


"Lagi macul." Jawab Deva sekenan nya sembari mengunyah keripik singkong yang ada di pangkuan nya. Deva masih kesal pada suami bule nya itu yang tidak mau membantu untuk mempertahankan Yushika agar tetap berada di rumah ini. Dan yang lebih kesalnya lagi pada Jack, kenapa pria cuek itu tidak.... Ah sudah lah Deva pusing memikirkan nya.


"Sayang."


"Hm."


"Honey."


"Hm."


"Sweetheart."


"Hm."


"Baby."


"Ck naon sih, Abang mah gandeng ih . Neng teh keur nonton tong sok rungsing. Itu Salman khan na teu kadenge ngomong naon."( Ck apa sih, Abang tuh berisik ih. Neng tuh lagi nonton jangan rewel. Itu Salman khan nya gak kedengeran ngomong apa).


Dominic hanya mengulum senyum saat melihat wajah kesal sang istri. Wajah Deva semakin imut dan tembem apa lagi dengan kehamilan nya saat ini yang menginjak 3 bulan.


"Kamu marah sama Abang hm." Dom merengkuh tubuh mungil itu dalam pelukan nya. Dom tahu kalau Deva sudah mengomel dalam bahasa kerajaan nya dia pasti sedang kesal.


"Abang ih awas neng lagi nonton." Deva berusaha melepaskan dekapan Dominic dari tubuhnya


"Kamu marah sama Abang gara gara Abang tidak membantu Yushika hm." Deva mendongakan wajah nya menatap langsung wajah tampan suami bule nya itu.


"Enggak."


"Beneran."

__ADS_1


"Iya."


"Yang bener."


"He'eh ."


"Masa."


"Kumaha maneh weh Bang, terserah."( gimana kamu aja Bang, terserah)


Dom terkekeh dan memberikan kecupan bertubi tubi di wajah Deva membuat dia memekik.


"ABANGGGG...!!"


"BOSS aku harus ke kantor, ada hal yang harus di selesaikan." Kegiatan mereka terganggu saat Jack tiba tiba berada di sana


"Selesaikan semua, aku percayakan pada mu Jack." Jack menganggukan kepalanya dan berbalik melangkah pergi meninggalkan dua sejoli itu, Namun...


"Jack..!"


Langkah Jack terhenti saat Deva memanggilnya


"Ya kakak ipar." Jack menampilkan senyum pada Deva agar kakak ipar nya itu tidak marah lagi padanya


"Kamu harus susul Yushika, buktiin kalau kamu pria sejati. Jangan termakan oleh ego mu, neng tau kalo kamu juga suka sama Yushika tapi kamu gengsi aja ngakuin nya. Ayo perjuangin perasaan kalian, jangan sampai nyesel nanti."


Jack terlihat menghela nafasnya kasar


"Tapi kak ....!"


" Perjuangin Yushika , atau nikahin Katrina Kaif." Keputusan Deva mutlak tanpa bisa di ganggu gugat


"Sayang."


"Kakak ipar."


suara lembut Dominic dan rengekan Jack terdengar berucap bersamaan


"Alya Batt."


"Kak!"


"Disha Patani."


"Disha patani pacar nya Tiger shoorft kakak ipar." kini Basstiab ikut nimrung di sana. Dia tau Disha patani kekasih tiger shoorft karena dia juga suka di ajak nonton oleh Deva dan Yushika saat dia berkunjung ke penthouse


"Oh iya jangan atuh itu punya nya orang, pamali."


"Kakak ipar please." Jack menghiba seolah sedang minta pengampunan pada sang nyonya besar


"Yushika atau Alya Batt!"


"Ok fine! " Jack pun ikut frustasi


"Naon yang fine nya, Yushika apa Alya Batt."


"Yushika...!" Deva tersenyum penuh kemenangan saat mendengar ucapan Jack. Jack langsung pergi keluar dari ruangan yang membuat dia hampir terkena serangan jantung.


"Enak aja mau bikin neng gak bisa pake Sarri sama ketemu Shahrukh khan. Rasakan itu bule datar." Deva kembali memakan keripik nya dengan santai seolah tidak pernah terjadi apa apa


Sedangkan kedua pria yang ada di dekatnya itu hanya saling menatap kemudian bergidig ngeri mendengar permintaan Deva yang aneh itu. Yang benar saja mana mungkin Jack bisa menikahi Katrina Kaif atau Alya Batt yang nota bene mereka adalah aktris papan atas bollywood.


NENG OTHOR : A**A JACK PILIH MERJUANGIN YUSHIKA ATAU NIKAHIN KATRINA KAIF YA.


JACK : BUNUH AJA BUNUH AKU SEKARANG THOR.


MET PAGI SADAYA NA, AKHIRNYA UP JUGA YA. MON MAAP KALO ALUR CERITANYA GAJE YAK NENG OTHOR SEMPETIN NGE UP DI SELA SELA KESIBUKAN DI DUNIA NYATA


SEMOGA SEMUA NYA SUKA


HATUR NUHUN


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA


BABAYYYYY**....

__ADS_1


__ADS_2