
WAAAAHAAAHAAAA TERNYATA BANYAK YANG MASUK KE TEAM NYA AA BABAS YAK, AEMSORI AA YUGHA ANDA TERGADAIKAN RUPANYAπππππ
NENG OTHOR TERTAWA JAHAT...
YUGHA: 'NENG OTHOR MAH JAHAT IHH PILIH KASIH'
CUP CUP CUP KASEP CINI PEYUK YUK, JADI MANTU NENG OTHOR AJA NYOK!!! MAYAN DAPET MANTU SEMATA WAYANG GOLEK. ANAK JURAGAN KEBON SAWIT LAGIππππ
LANJUT
SELAMAT MEMBACA
'Antara nyaman dan cinta sungguh ku dilema
Harus memilah hati tuk siapa...
Kumencintaimu....Tapi ku nyaman dengan nya
Kamu sakiti aku terluka, dia yang ada obati rasa
Aku terbiasa...Nyaman bersama dia...
Jujur aku akui ini salah...Tapi sungguh ku tak bisa bohongi rasa antara nyaman dan cinta...'
Deva terus bernyayi sembari membolak balikan bakwan sayur yang tengah dia goreng. Hari sudah menjelang sore, Deva kini tengah mempersiapkan makan malam untuk Dominic.
"Selamat sore nyonya." Deva sedikit terkejut saat Yushika tiba tiba sudah ada di belakang nya tanpa tahu kapan dia datang.
"Ya Allah Yush, kamu ngagetin aja tau gak." Deva menghela nafas nya kasar sembari memegangi dadanya. Yushika hanya tersenyum polos sembari menunjukan barisan gigi putih dan rapinya.
"Nyonya sedang memasak apa." Yushika menggunakan bahasa indonesia ketika berbicara dengan Deva, karena itu semua permintaan sang nyonya besar.
"Lagi goreng bakwan, kamu mau? kalau mau ambil aja ya sendiri. Neng bikin nya banyak kok tenang aja biar semua yang ada di rumah ini pada nyicipin." Yushika tersenyum dan menganggukan kepalanya
"Apa ada yang perlu saya bantu disini." Yushika sedikit tidak enak hati saat melihat kesibukan masak memasak Deva sedangkan dirinya sudah tidak ada tugas lagi yang harus di kerjakan. Walaupun dia tahu kalau saat ini dapur tengah menjadi kekuasaan Deva, tidak ada yang boleh mencampuri apapun kegiatan sang nyonya ketika dia tengan menghandle dapur.
"Gak ada, kamu mendingan mandi deh. Nanti kalo udah bersih langsung makan bersama Aunty Dorothi ,aunty Caroll sama Ina juga sama yang lain nya."
Yushika pun mengangguk mematuhi perintah sang nyonya besar dan segera menuju kamar nya yang ada di bagian belakang disebuah bengalau khusus tempat tinggal para pelayan dan para penjaga.
Satu buah piring besar berisi kan bakwan sayur sudah siap di meja makan. Entah kenapa hari ini Deva ingin sekali makan bakwan. Alhasil Dorothi harus berbelanja berbagai macam bahan yang di perlukan, seperti tepung terigu, wortel dan kubis serta tidak lupa Deva memesan tempe pada Dorothi.
Entah kenapa akhir akhir ini Deva selalu ingin makan makanan yang berbau tempe. Dan Deva baru tahu kalau harga sepotong tempe di Kanada seharga 40U$ dolar atau sekitar 450 ribuan perpotong. Wow bisa bisa Deva langsung buka pabrik tempe di Kanada kalau harga sepotong tempe hampir mencapai setengah juta.
Lupakan tentang tempe kita kembali ke si bakwan
Deva tengah menyusun menu makanan dimeja, di bantu oleh Dorothi dan Ina sedangkan Caroll masih membereskan kondisi dapur.
"SAYAAANGGGG....!!" Terdengar seruan keras dari arah ruang tengah. Deva sudah hapal betul itu suara siapa, siapa lagi kalau bukan suami bule nya yang suka bikin Deva ehemm.
"Kalo masuk ke rumah itu ngucapin salam dulu, bukan teriak teriak kayak di hutan." Dominic menghentikan langkahnya saat sang nyonya besar terlihat kesal padanya. Dom hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menampilkan senyum polos nya.
"Assalamualaikum." Deva terlihat tersenyum manis saat Dominic mengucapkan salam dengan baik dan benar
"Waalaikumsallam warahmataulohiwabarokatu Abang ku sayang." Deva hanya menjawab sendirian salam itu,sementara Dorothi dan Caroll hanya menundukan kepalanya
Dominic melanjutkan langkahnya lagi mendekati Deva dan
Cup.. Satu kecupan dia daratkan di dahi sang istri
"Abang mau makan apa mau mandi dulu." Deva menoleh kebelakang saat merasakan Dominic tengah memeluk tubuh nya dari belakang.
"Emm.. Makan , Abang sudah lapar. Kamu masak apa." Dominic melepaskan pelukan nya dan tidak lupa dia mencuri satu kecupan singkat di bibir Deva yang membuat dia mendelikan matanya ke arah sang suami. Namun makhluk yang di tatap tidak peduli sama sekaki. Dasar bule gelo mesum gak tau tempat dan situasi , tahu di dekat mereka masih ada Dorothi dan Caroll yang mana membuat Deva malu setengah hidup.
"Neng bikin bakwan sayur, Abang mau gak." Dominic terlihat menganggukan kepalanya. Dia penasaran apa yang di masak oleh istri imutnya itu hari ini
"Taraaaa..., Ayo Abang cobain." Dom mengambil satu buah bakwan dan memakan nya perlahan.
Kraauuk... Krauukk...
Terdengar bunyi renyah dan garing saat Dominic memakan nya
"Enak, Apa tadi namanya." Dominic mencomot lagi bakwan itu
__ADS_1
"Nama nya bakwan, kalo bahasa sunda nya bala bala." Deva pun ikut memakan bakwan itu sembari mengigit cabe rawit
"Bala bala, nama yang aneh. Kenapa namanya harus bala bala, apa gak ada yang lain gituh." Tidak terasa Dom kembali menyomot satu bakwan lagi
"Nama nya emang bala bala Abang, karena barala mereun esina( karena serut mungkin isi nya)."
Dom terlihat menyedikan bahunya, dia tidak peduli apa yang di ucapkan oleh Deva yang terpenting makanan yang bernama bala bala ala Deva ini terasa nikmat di lidah nya.
"Ati ati Abang, kalo kebanyakan makan bala bala nya entar roti bantal Abang pada ilang loh di gantiin sama perut buncit kayak punya Neng." Dominic menghentikan kunyahan nya dan memandang sendu ke arah Deva yang terlihat tengah menahan tawa nya sampai hidung nya kembang kempis.
Dom menatap miris pada perut nya lalu dia meraba perut nya sendiri
"Hahh...Ngegym malam lagi." Gumaman nya masih terdengar oleh Deva yang terkikik geli melihat wajah nalangsa sang suami
"Gak papa kok kalau perut Abang buncit, neng tetep cinta sama Abang." Dom melirik malas pada Deva yang masih terkikik melihat nafsu makan nya down seketika.
padahal Deva hanya bercanda tadi, dia hanya tidak rela bakwan bagian nya hampir di habiskan oleh Dominic. Deva juga tidak ingin Dominic terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak, karena Dom belum terbiasa.
"Abang minum ini." Deva meletakan satu gelas air lemon hangat untuk Dominic.
"Apa ini?" Dom mencium minuman itu, tercium seperti air perasan jeruk atau lemon
"Air lemon anget biar lemak jahat dari bakwan yang Abang makan gak bikin Abang buncit." Deva masih terkekeh dia pun ikut meminum air lemon itu.
"Selamat sore kakak ipar." Deva mengalihkan pandangan nya ke sumber suara
"Selamat sore Bass, Ayo makan dulu Neng udah masak banyak." Deva manampilkan senyum ramah nya pada Basstian
"Wah kebetulan sekali ya." Basstian terlihat berbinar melihat aneka makanan yang ada di hadapan nya saat ini
"Ehemm...!" Dominic menyadarkan Basstian kalau dia juga sedang ada di sana
"Eh Boss sorry aku tadi tidak melihat mu, selamat sore Boss!" Dominic mendengus saat Basstian tengah mencari muka pada istrinya. Memang nya muka Basstian kemana? Kenapa harus mencari nya .
"Selamat sore semuanya...!" Suara Jack terdengar menggema di ruangan itu
"Selamat sore juga Jack." Hanya Deva yang menjawab sapaan salam dari Jack, sedangkan kedua makhluk hidup yang ada disana malah sedang asyik menikmati makanan nya masing masing .
"Wah.. Ini apa kakak ipar " Jack mengambil bakwan yang ada di hadapan Dominic, yang mana membuat Dom menepuk keras punggung tangan nya Jack.
"Ini punya ku Jack!" Hak paten Dominic punya tidak boleh ada yang berani menyentuh atau mengambilnya bahkan menikmatinya
"Astaga Boss kau pelit sekali, aku pernah membaca sebuah artikel. Dari artikel yang pernah ku baca itu menjelaskan bahwa kalau orang pelit itu kuburan nya sempit ." Deva dan Basstian hanya terkikik mendengar penuturan Jack ,sedangkan Dominic terlihat melirik tajam pada sang asisten sekaligus adik angkatnya itu.
"Kalau kuburan itu emang sempit Jack, kalau mau yang lebar mah lapangan bola atuh haaahaaa....!" Deva malah tertawa lebar membuat Jack mengaruk kepalanya yang tidak gatal
"Udah ah perut neng sakit ketawa terus, jahitan kemaren takut meletek gara gara ketawa. Bakwan masih banyak kok nanti Neng ambilin dulu ya " Deva bergegas bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju lemari penyimpanan makanan yang ada di atas kompor. Deva kembali kemeja makan dengan membawa satu piring penuh bakwan sayur beserta dua gelas air lemon hangat
"Nah masih banyak kan, ayo di makan mumpung masih anget kalo udah dingin mah gak enak, ga'alen ( udah basi)!"
Deva kembali duduk di dekat Dominic
"Abang mau makan pake apa." Deva menyendokan nasi kedalam piring
"Emm... Sayur itu sama ayam goreng aja!" Deva pun meletakan sayur dan ayam goreng di piring Dominic
"Sambel nya dikit." Lanjut nya saat Deva hendak meletakan piring berisi penuh dengan makanan itu di hadapan nya.
"Selamat sore menjelang malam semuanya." Deva dan ketiga pria di sana pun menoleh ke arah sumber suara
"Woww siapa dia kak." Basstian terkejut saat melihat siapa yang menyapa mereka
"Selamat sore menjelang malam juga Yushika, ayo gabung bersama kami." Dom menatap tidak suka pada sang istri yang terlihat terlalu ramah pada Yushika
"Sayang." Peringatan pertama dari sang Alpha untuk sang Luna.
Deva hanya tersenyum manis pada Dominic, dan itu membuat Dominic luluh seketika
"Ayo mari duduk ." Deva menarik lengah Yushika dan membawanya duduk di samping Jack
"Hai nama ku Basstian, kau!" Basstian menyodorkan tangan nya pada Yushika dengan melewati tubuh Jack yang ada di sebelahnya
"Aku Yushika , Salam kenal Tuan Basstian." Yushika membalas jabatan tangan Basstian
"Ahh apa aku setua itu sehingga kau harus memanggilku dengan sebutan 'Tuan'." Basstian terlihat menyugar rambutnya dan tersenyum manis pada Yushika yang mana membuat ketiga orang disana mendelik tajam ke arah nya.
__ADS_1
seolah olah berkata lewat tatapan
" Kau berani berulah, restu untukmu hilang"
"Kau tidak ingat pada Aqilla hem"
"Wani sia ngaulin keun adik aing, bakalan lengit cau maneuh( Berani kamu mainin adik ku, bakalan hilang pisang mu)
Basstian hanya tersenyum kikuk pada kakak kakak nya, apa lagi pada sang kakak ipar yang terlihat mengintimidasi sekali tatapan nya.
"Mari kita makan." Basstian mengalihkan pembicaraan nya saat merasakan aura mistis di sekitar ruangan itu
"Rupanya kau sudah selangkah lebih maju dariku ya. Heh.. Baiklah kita lihat kedepan nya akan seperti apa."
Sebuah seluet wanita melangkahkan kaki nya meninggalkan mereka yang tengah menikmati makan malam nya.
"Dari mana kau Ina?" Gadis itu sedikit terkejut namun dia dengan cepat merubah raut cemas nya menjadi tenang
"Emm..Aku selesai mengambil minum, permisi Caroll." Caroll hanya menyedikan bahunya dia pun ingin mengisi air minum untuk dia bawa ke dalam kamarnya.
***
"Bagaimana." Pria berkulit hitam itu terlihat menganggukan kepalanya
"Bagus! kita akan bergerak secepatnya. Aku sudah bosan menunggu kesempatan ini." Pria bertatto itu menghembuskan asap rokok yang ada di mulut nya ke udara.
"Kita bisa langsung bergerak secepatnya Boss kau tenang saja."
" Baiklah , ayo kita buat permainan kecil untuk sang pemimpin klan Vins!" Dengan senyuman smirk nya pria itu kembali menghisap nikotin yang tengah dia pegang
Braakk....
Suara pintu terbuka dengan kencang, terlihat seorang wanita berpenampilan sexy agak terbuka menghampirinya.
" Hei kau kenapa sayang." Pria bertatto itu pun berdiri menghampiri sang Wanita
Pluuk...Dia melempar satu buah amplop ke atas meja
"Apa itu?" Pria itu menaikan sebelah alis nya
"Buka dan baca!" Pria bertatto itu meraih amplop berlogo sebuah rumah sakit dan perlahan membukanya. Seketika mata nya membulat setelah membaca isi yang ada di dalam amplop itu.
"Kau..!"
"Ya, aku hamil ! Aku hamil anak mu Rivaldo Vedro!"
Valdo terkekeh mendengar ucapan wanita yang ada di hadapan nya itu
"So?" Dengan santai nya dia kembali menghisap kembali rokok nya dan mendudukan tubuhnya di atas meja
"So, apa maksudmu!"
" Kau yakin itu adalah anakku Miranda hem. Haaa...Haaa... Aku bukan pria bodoh Miranda sayang, apa kau pikir aku percaya begitu saja hem." Miranda mengepalkan kedua tangan nya saat ini. Dia ingin sekali menghabisi pria bajingan yang ada di hadapan nya.
"Kau bajingan." Desis nya
"Ya aku memang bajingan."
"Kau akan menyesal."
Valdo mencengkram kuat rahang Miranda, membuat wanita itu sedikit meringis
"Aku akan menunggu nya sayang, buatlah dirimu berguna kalau kau ingin anak itu aku akui. Gunakan kehamilan mu itu untuk menguntungkan ku, apa kau paham hem." Valdo berbisik kemudian menghempaskan cengkraman nya hingga Miranda hampir terjungkal kesamping
**HAYOLOH MIRANDA HAMIL, TERUS RENCANA APA YANG AKAN MEREKA LAKUKAN!
STAY CUN TERUS YA
HATUR NUHUN
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA
MON MAAP KALO CERITANYA GAK NGEFEEL YA
BABAYYYY**.....
__ADS_1