
**JANGAN BOSAN BOSAN YA BUAT NGEDUKUNG CERITAKU YANG SATU INI,DUKUNGAN PARA READERS ADALAH SEMANGAT UNTUK NENG OTHOR BIAR RAJIN UP NYA.
HATUR NUHUN**
"Hikss...Hikss...Hikss....". terdengar isakan kecil dari bibir seorang wanita yang tengah membenamkan wajahnya di dada bidang seorang pria yang tengah merengkuh nya.
"Sssttt.. Sayang jangan menangis terus, kita harus merelakan nya. Kamu dengar apa yang dikatakan Dokter tadi, kamu bisa hamil lagi setelah masa penyembuhan selama tiga bulan pasca operasi." Ya Deva sudah mengetahui bahwa ia telah kehilangan calon bayi nya sebelum dia mengetahui nya.
*FLASSBACK....
"Neng kenapa Abang, kenapa perut neng sakit." Deva menyentuh bagian perut nya yang terasa ngilu dan sakit sekali.
Dominic kembali merengkuh tubuh mungil yang sedikit pucat itu, memberikan kecupan di pucuk kepala yang terbalut jilbab simple berwarna peach.
" Sayang kamu harus ikhlas ya." Deva mendongakan wajah nya menatap langsung pada wajah tampan suaminya .
"Neng kenapa Abang, neng sakit apa." Air mata Deva tidak bisa terbendung lagi. Dominic menghela napasnya dalam dalam, ternyata sangat sulit untuk mengatakan yang sebenarnya pada Deva saat ini lidah nya terasa kelu sekali.
" Ka...kamu...kamu ha...hamil sayang." Deva yang tadi nya menangis menjadi terdiam setelah mendengar ucapan Dominic. Dia kembali menatap manik safir yang hanya memandang lurus kedepan.
"Neng hamil." Deva tersenyum, senyum yang penuh dengan kebahagian 'Alhamdulillah' Deva mengucap syukur pada Tuhan atas rezeki yang dia dapatkan . Senyum nya tidak pernah luntur dari wajah imutnya itu.
"Tapi....Tapi janin nya harus di angkat, karna kamu mengalami kehamilan Ektopik . Dokter dengan berat hati harus mengambil calon bayi kita kalau tidak itu bisa membahayakan nyawamu dan dengan berat hati Abang menyetujuinya."
Dan saat itu juga Deva menangis histeris saat mengetahui bahwa janin yang dia kandung harus hilang sebelum dia mengetahui nya.
Dan Dokter pun segera menjelaskan saat dia memeriksa keadaan Deva yang sedikit depresi.
"Nyonya tenang saja, anda bisa hamil dengan normal kembali setelah masa penyembuhan selama kurang lebih tiga bulan selepas oprasi."
ucapan Dokter merupakan angin segar bagi Dom dan Deva walaupun Deva masih terus menangisi kepergian calon anaknya yang belum di ketahui jenis kelamin nya itu. Tapi Dom memilih memakam kan calon bayi nya itu dengan layak di area pethouse nya.
FLASSBACK OFF*
Deva masih sesegukan kecil di dalam dekapan Dominic
"Neng haus.. heg..heg...". Dominic tersenyum tipis mendengar penuturan istri imutnya itu.
"Kamu tidur lagi ya, Abang mau ambil minum dulu." Saat Dom melepaskan dekapan nya Deva tidak menuruti perintah suami bule nya itu, Deva masih terduduk di ranjang dengan punggung bersandar di kepala ranjang .
Dominic berjalan ke arah nakas untuk menuangkan air putih, Dom kembali berjalan kearah tempat tidur Deva dengan membawa satu gelas penuh air putih.
Deva meminum habis air di gelas itu tanpa sisa,sepertinya Deva sangat lelah karena terlalu lama menangis bahkan kini mata nya sedikit sayu dan membengkak.
"Kamu lapar sayang." Dominic menyeka bibir tebal sexy itu dengan jempol nya, Deva menggeleng pelan lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Domimic dan lagi lagi tanpa di suruh air matanya kembali lolos membasahi pipi chubbby nya.
"Ssssttt... Kenapa menangis lagi hem." Deva semakin terisak di dalam dekapan Dominic.
"Ma..Maafin Neng heg..heg...". Deva semakin larut dalam kehilangan nya
"Lihat Abang." Dominic mengangkat wajah Deva tepat di depan wajah nya. Cuupp.. Dom mengecup lama bibir tebal yang terlihat sedikit pucat itu.
"Ini bukan salah siapa siapa, bukan salah kamu atau siapa pun. Ini sudah kehendak nya, jadi kita harus merelakan semuanya. Bukan nya kamu dengar sendiri kita bisa memiliki anak lagi bukan,nah yang penting mulai sekarang Abang harus semakin bekerja keras lagi untuk melakukan pembibitan , supaya bibit unggul si Cau Boma Abang tidak nyasar lagi."
Deva yang tadi mendengarkan omongan suaminya menjadi kesal
Bugggh..Deva memukul pelan dada bidang yang tengah dia sandari itu.
" Masih weh mesum, dasar bule gelo mesum teu nyaho tempat."( masih aja mesum, dasar bule gila mesum gak tahu tempat)
Dominic malah tergelak melihat wajah cemberut istrinya,dia malah memberikan bertubi tubi kecupan di seluruh wajah Deva. Dom tahu kalau Deva tengah berbicara menggunakan bahasa kerajaan nya Deva pasti sedang kesal padanya.
__ADS_1
"Abaanggg....". Deva memekik saat Dom terus saja mengecupi nya.
Sabar Bang tiga bulan lagi bang, tiga bulan. Loyo loyo deh lu Bang huuuaaaahhhaaaaaa (neng othor ketawa jahat)
🍁🍁🍁
"Kunaon rarasaan emak teu ngenah nyak pak ( kenapa perasaan emak gak enak ya pak)." emak memegangi dadanya terasa ada perasaan aneh hinggap di hati nya saat ini.
"Rarasaan emak weh mereun." ( perasaan emak saja paling)
Bapak dan emak kembali melanjutkan pekerjaan nya , mereka kini tengah menanam cabe dan tomat di kebun.
"Eemmaaaaakkkkk...Eeeemmmmaaaakkkk." Suara teriakan menggema di kebun , suara cempreng bocah yang hendak berusia 9 tahun membuat emak dan bapak menoleh kearah suara.
" Etah budak kabiasaan ari di kebon teh sok gagarawakan bae." ( itu anak kebiasaan kalau di kebun tuh suka teriak teriak terus)
emak terus menggerutu saat mendengar Zae terus berteriak sembari berlari ke arah nya.
"Eeemmmaaakk hayuk uwih heula, aa bule nelpon aya penting ceunah." ( emak ayo pulang dulu, aa bule nelpon ada penting katanya)
Dengan napas yang terengah engah, Zae terus berceloteh
" Ulah sok gagarawakan atuh tong ari di kebon teh kabiasaan maneuh mah, pamali."( Jangan suka teriak teriak atuh nak kalau di kebun tuh kebiasaan kamu ya, tidak boleh)
Zae hanya nyengir kuda mendengar nasehat sang emak.
"Makana hayuk uwih heula , gera." (makanya ayo pulang dulu, cepat)
"Aya naon atuh." ( ada apa sih) Kali ini bapak ikut nimbrung antara anak bujang cilik nya dan istrinya itu.
"Teu nyaho pokoknamah hayuk urang uwih heula." ( gak tau pokoknya, ayo kita pulang dulu)
Emak dan bapak akhir nya mengalah, mereka merapikan perlengkapan kerja berserta bekal yang di bawa emak dari rumah.
"Hayang atuh mak ih, kot pelit. Teu emak teu teh Qilla pada jarahat ka Zae teh." ( mau atuh mak ih, pelit banget. Gak emak gak kak Qilla pada jahat sama Zae tuh.) Zaenudin memulai drama nya seolah olah dia yang terngah di jahati
" Matak na ulah bangor, geus nyaho boga teteh garalak masih weh bantongor. Daek ku emak di sunat dei!" makanya jangan nakal, udah tahu punya kakak pada galak masih aja bandel. Mau sama emak di sunat lagi.)
Zae dengan cepat menggelengkan kepalanya sembari kedua telapak tangan nya menutupi barang berharga milik nya.
Bapak yang melihat itu hanya tergelak, apa lagi melihat wajah bujang kecilnya terlihat cemberut
" Hayuk atuh ah , perang wae sih." ( Ayo atuh ah ,perang terus sih)
Bapak mencoba menengahi agar mereka berdua berhenti berdebat.
Sekitar hampir 15 menit berjalan kaki akhir nya mereka sampai di rumah sederhana itu.
"Assalamuallaikum...". Bapak dan emak masuk kedalam rumah melalui pintu belakang
"Waalaikumsallam, mak aa bule tadi nelpon katanya ada yang mau di omongin penting." Qilla memberikan ponsel nya pada sang emak , tidak lama panggilan video itu tersambung
Dominic: "Assalamualaikum emak."
Emak: "Waalaikumsallam, aduh mantu kasep( ganteng) emak, kumaha kabar na". ( gimana kabar nya)
Dominic: "Alhamdulliah baik mak, gimana kabar emak sama bapak di sana".
Emak: " Alhamdullilah sehat semua, mana si Neng."
Dominic menegang saat emak menanyakan Deva, dia belum siap untuk menceritakan kejadian yang tengah mereka alami.
__ADS_1
Dominic: " sedang tidur mak, oh ya Deon mau minta sesuatu dari emak boleh."
Emak: " Ada apa nak." Emak melihat wajah sayu dan pucat menantu bule kasep nya itu.
Dominic: " Apa emak bisa kesini, kekanada. Katanya Deva kangen sama emak, bapak ,Qilla juga sama Zae. Apa bisa!" Dominic tidak akan memberitahukan ini lewat telpon atau video namun dia akan memberitahukan secara langsung.
Emak : "Kapan emak harus kesana, tapi emak tidak tahu caranya untuk pergi kekanada nak. Emak juga gak ada ongkos nya."
Dominic tersenyum mendengar penuturan emak mertuanya itu.
Diminic : "mak tenang saja, biar Deon yang urus semua nanti Basstian yang akan menjemput kalian. Jangan lupa semua nya harus ikut."
Emak menoleh pada bapak,dan bapak terlihat mengangguk pelan tanda setuju. Berbeda dengan Aqilla dia terdiam saat mendengar Basstian akan menjemput mereka. Ada perasaan malas untuk ikut tapi sayang kalau gak ikut, mumpung sekolah nya sedang libur semester.
Emak : "iya atuh emak sama bapak mau kesana, kapan emak kesana nya biar emak siap siap dulu."
Dominic: " Besok, besok Basstian akan sampai di indonesia untuk menjemput emak."
Panggilan video mereka pun berakhir.
*FLASSBACK
Dominic mendengar Deva terus bergumam lirih menyebut nama emak dan bapak membuat hati Dom mencelos.
Apa yang harus dia lakukan agar Deva bisa kembali seperti dulu, dia sudah berpikir matang matang kali ini. Dominic akan membawa emak dan bapak serta kedua adik ipar nya ke kanada.
Dengan yakin dia merogoh saku celana bahan nya untuk mengambil ponsel pintarnya
"Bass jemput kedua mertuaku di indonesia hari ini, jemput langsung kerumahnya. Nanti Aldi akan menemanimu disana, bawa semua mertua ku kekuargaku termasuk kedua adik ipar ku."
Basstian yang mendengar kata' kedua adik iparku' membuat Basstian langsung tersenyum lebar tanpa kata menolak dia langsung menerima perintah sang Boss sekaligus kakak nya itu.
" Siap Boss, Basstian akan segera meluncur ke indonesia hari ini juga."
sambungan telpon pun terputus, Basstian segera bersiap memesan tiket pesawat untuk ke indonesia. Dia tidak peduli harga tiket itu yang terpenting sekarang dia akan menemui gadis kecil galak itu yang sudah membuat nya gila selama ini.
"Tunggu aku gadis kecil yang galak, aku pasti akan menjinakan mu." sembari terkekeh dia menyambar kunci mobil mewah nya untuk segera pulang ke rumah pribadi nya yang terletak di pusat kota Ottawa.
FLASSBACK OFF*
Setelah mengjubungi mertuanya melalui Video call Dominic melangkahkan kaki nya mendekat ke arah tempat tidur Deva. Saat ini Deva tengah tertidur setelah meminum obatnya.
Cup...
Dominic mengecup dahi Deva dengan lembut lalu membelai wajah cubhhy yang sedikit pucat itu
"Abang akan membuatmu bahagia sayang apa pun caranya,bahkan kalau perlu suruh harta dan nyawa ku akan aku berikan untuk mu agar kamu bisa tertawa lagi." Dominic merengkuh tubuh itu kedalam pelukan nya terdengar dengkuran halus dari hidung Deva menandakan bahwa tidurnya sangat nyenyak.
"Abang mesum." Deva mengigau dalam tidur nya namun dia semakin menyerukan wajahnya kedalam dada sandaranmable milik Dominic. Dom yang mendengar Deva mengigaukan dirinya hanya terkikik geli.
Bahkan dalam mimpi nya pun istrinya masih sempat mengumpatnya
"Bule gelo mesum." Deva kembali mengigau membuat Dominic semakin terkikik
Cup..Cup..Cup..Cuppp
Dom malah mengecupi seluruh bagian wajah dan kepala Deva
"Tidurlah sayang, tidurlah nyonya Vins..". Dom pun ikut memejamkan matanya
Bagaimana pertemuan ketiga Basstian dengan Qilla si gadis galak nanti, apa Aqilla akan mengembalikan cincin yang sengaja di tinggalkan Basstian di kamarnya. Atau dia akan memberi kesempatan pada bule bermata hijau itu.
__ADS_1
STAYCUN OK
HATUR NUHUN