
HOLLA KETEMU LAGI SAMA NENG OTHOR YANG MEMBAHANA SAKOLONG LANGIT. MON MAAP KEMAREN GAK BISA ABDET YA DI KARENAKAN NENG OTHOR MENDADAK MIGRAN NYA KAMBUH GEGARA MIKIRIN SEMBAKO NAEK TERUSππππ
DAN HARI INI KITA UP SELAMAT MEMBACA HATUR NUHUN SADAYANA
"Tolong ambilin bibit cabe di pot sebelah sana ya Yush." Yushika mengangguk dan segera mencari pot yang di maksud oleh Deva.
Setelah meneliti satu persatu pot pot pembibitan di sana Yushika belum ngeh pot mana yang berisikan bibit cabe yang di maksud oleh Deva.
"Yang mana bibit nya ya." Yushika mengaruk kepalanya yang tidak gatal
"Cabut satu satu saja lah dari pada bolak balik." Yushika mencabut satu persatu bibit yang ada di sana di setiap pot nya
Setelah selesai dia bergegas kembali ke arah Deva yang terlihat tengah memetik buah tomat dan kankung yang sudah besar.
"Ehemm...". Satu deheman membuat langkah Yushika terhenti
"Kau pelayan baru disini." Yushika menganggukan kepalanya saat seorang gadis kira kira seumuran dia dengan memakai seragam maid yang sama dengan Dorothi dan Caroll.
"Oh.. Perkenalkan aku Ina, selamat bekerja ya dan semoga kau betah disini." Yushika tersenyum tulus pada Ina
"Terimakasih aku Yushika, salam kenal juga. Semoga kita bisa berteman baik ya." Ina menampilkan senyum termanis nya pada Yushika
"Ya sudah aku mau melanjutkan lagi tugas ku Bye...!" Ina meninggalkan Yushika. Yushika yang melihat Ina sudah menjauh dia pun kembali melangkah menuju Deva.
***
"Qill tunggu Qill." Aqilla menghempaskan tangan yang mencekal lengan nya
"Aya naon deui sih."(ada apa lagi sih) Aqilla memutar bola mata nya malas,sejak tadi ikut MOS dia merasa risih karena cowok yang tengah mengejarnya ini selalu menatap nya intens.
Ya Aqilla sudah masuk SMA , dan baru saja dia menyelesaikan masa MOS nya.
"Nanti kamu pulang sama aku ya." Cowok itu menatap Aqilla dengan penuh harap
"Teu bisa soalna urang geus mawa si cimol." ( gak bisa soalnya aku udah bawa si cimol) Aqilla berbohong kalau dia bawa motor matic kesayangan Deva ke sekolah dia hanya ingin menghindari cowok yang sedari tadi memgintili dia ke mana mana
"Cimol nya kamu biar Bagas aja yang suruh bawa ya, kamu sama aku." Entah harus pakai jurus apa biar Aqilla bisa nyingkirin nih cowok batu.
"Maneuh can pernah ngarasaan ngemil sepatu nyak Gha." ( kamu belum pernah ngerasain ngemil sepatu ya Gha)
Aqilla terlihat kesal dengan wajah serius nya dia menantang cowok jangkung yang ada di hadapan nya itu.
"Eng..Engak kayak gituh Qill. Aku cuma mau ngajak kamu pulang bareng aja, gak ngajakin kamu buat tawuran ngapain kudu ngemil sepatu segala." Aqilla hanya bisa memghembuskan nafasnya kasar. Makin lama ngomong sama nih cowok makin emosi bisa bisa Aqilla menua sebelum waktunya.
"KUMAHA MANEUH WEH LAH YUGHA PERMANAAAA LIER AING!" (Gimana kamu aja lah Yugha permana pusing aku.)
Yugha tersenyum penuh kemenangan sembari memberikan jempol pada teman nya yang terlihat mengintip dia dan Aqilla.
"Hayuk atuh." Yugha meraih tangan Aqilla tanpa meminta persetujuan dari sang pemilik
"Kamana?" ( kemana) Aqiila menatap datar Yugha saat pria remaja itu menoleh
"Ya pulang atuh, emamg mau kemana. Apa....mau langsung ke KUA aja yang ada di ujung jalan sana."
Yugha menaik turun kan alis nya seraya menggoda Aqilla dengan mengerlingkan sebelah matanya
"Henteu lucu Yugha."( gak lucu Yugha)
Aqilla mengusap kasar wajah menyebalkan Yugha dan berlalu meninggalkan Yugha yang masih terkekeh saat melihat wajah malu malu hayang nya Aqilla
Dengan terpaksa Aqilla menuruti kemauan kakak kelas nya itu. Aqilla segera menuju ke kelas nya untuk mengambil tas dan memberitahu si Wulan bahwa dia tidak bisa pulang bersamanya.
"Maneuh ti mana."( Kamu dari mana)
Wulan menepuk pundak Aqilla yang membuat Aqilla sedikit terkejut
"Astagfiruoloh Wul Wul." Aqilla mengelus dada nya serta memukul pelan pundak Wulan
"Aaiihhh pukulan mu sama seperti Samson wahai Aqilla." Wulan mengelus pundak nya yang terasa panas akibat pukulan Aqilla. Ingat Aqilla adalah salah satu yang ahli beladiri pencak silat jadi pukulan kecil bagi nya tapi berakibat besar bagi orang yang di pukul nya.
"Wul maneuh balik sorangan nyak."( Wul kamu pulang sendiri ya)
Wulan mendelik tidak suka pada sahabat nya itu
__ADS_1
"Kunaon?"(Kenapa)
"Eemm..Itu..Soalna..Emm.." Aqilla ragu untuk mengatakan nya. Ada rasa tidak tega kalau dia membiarkan sang sahabat pulang sendirian
"Naon?" (Apa) Wulan benar benar tidak sabar mendengar apa yang hendak di ucapkan oleh Aqilla
"Henteu nanon, hayuk urang balik."( Gak apa apa, ayo kita pulang.)
Aqilla menarik lengan Wulan dengan cepat. Dia menyeret Wulan dengan langkah cepat hingga Wulan merasa kesulitan untuk mengimbangi langkah Aqilla
"Lalaunan atuh jeng."( pelan pelan dong jeng)
Aqiila menghentikan langkah nya dan segera menarik lengan Wulan untuk bersembunyi di balik tembok
"Ayo naon sih?"( Ada apa sih)
Wulan menyembulkan wajahnya untuk melihat apa yang membuat Aqilla menarik nya untuk bersembunyi
"Ihh Wul Wul ulah ngintip engke kanyahoan." ( Ihh Wul Wul jangan ngintip nanti ketahuan.)
Aqilla menarik ujung hijab segi empat berwarna putih yang membungkus kepala Wulan.
"Naon sih Qiqil ( Apa sih Qiqil) , itu bukan nya si Yugha nyak." Aqilla menganggukan kepalanya
"Terus?"
"Si Yugha ngajak balik bareng, tapi uing embung( tapi aku gak mau)
Wulan membulatkan matanya dengan mulut menganga lebar
"Biasa weh, kade laler asup." ( biasa aja, Awas lalat masuk) Aqilla mengatupkan rahang Wulan sehingga mulut nya tertutup sempurna
"Bagus! itu adalah keputusan yang tepat. Kalau begitu lets go kita kabur." Wulan berjalan mengendap endap seperti mau maling mendahului Aqilla.
"Hayuk..!" Wulan melempar kerikil kecil ke arah Aqilla yang masih terdiam di tempat. Dengan ragu Aqilla mengikuti langkah sahabatnya itu. Dengan langkah mengendap endap, kadang mereka bersembunyi agar Yugha dan teman teman nya tidak mengetahui keberadaan mereka.
"Ya Allah berasa mau perang ini mah." Aqilla mendengus saat melihat kelebayan Wulan yang terlihat merangkak untuk menghindar dari Yugha and the genk yang terlihat tengah berkumpul di lorong kelas XII IPS 4 .Namun Dia juga mengikuti kelebayan sahabat nya.
Setelah berjuang penuh keringat dan air mata, akhirnya mereka selamat dan sampai di pintu gerbang sekolah
Aqilla hanya mutar bola matanya malas saat mendengar celotehan sahabat nya itu
"Naon urusan na militer jeng jadi pamajikan D.O , Teu nyambung."( Apa urusan nya militer sama jadi istrinya D.O , gak nyambung)
Aqilla melangkah meningalkan Wulan yang masih terlena dengan haluan nya sendiri.
"Qilla tungguan." Wulan memekik keras berlari menyusul Aqilla yang sudah jauh di depan nya membuat Yugha and the genk menoleh padanya
"Gha awewe maneuh kabur eui." ( Gha cewek mu kabur)
Yugha melihat pada arah yang di tunjuk oleh teman nya. Dan benar saja Aqilla sudah berjalan jauh bahkan begitu cepat memasuki gang yang mengarah untuk menuju ke rumahnya
"Sialan...!" Yugha segera keparkiran motor dan segera menyusul Aqilla yang sudah membohonginya
***
"Lempang na cing gancang atuh Wul."( jalan nya yang cepet dong Wul)
Aqilla menggerut saat melihat Wulan malah berjalan santai
"Tenang weh si Yugha juga gak bakalan tau kalau kita udah kabur dari sana. Pasti maneuh na masih ngerumpi manja sama temen nya." Dengan santai Wulan membuka bungkus kuaci dan mulai memakan nya
"Hayang teu."( mau gak)
Aqilla berdecak namun kemudian merebut bungkus kuaci yang ada di tangan Wulan
"Tong sok hawek."( jangan suka serakah)
Wulan kembali merebut kuaci itu dari genggaman Aqilla. Dengan tenang mereka berjalan sembari menikmati kuaci gurih.
"Wul denger gak."
"Hmm..!"
__ADS_1
"Denger gak."
"Aih naon sih."( Aih apa sih)
"Dengerin, kok kayak suara motor ya." Wulan menajamkan indra pendengaran nya setajam silet.
"Perasaan kok makin deket nyak." Aqilla menganggukan kepalanya sembari mengunyah kuaci yang baru saja dia kupas
"Jangan jangan." Wulan menoleh pada Aqilla ,lalu mereka mengangguk dan menoleh kebelakang . Benar saja satu buah motor sport merah menuju ke arah mereka
"Kabur kabur kabur kabur...Ageh kabur goblog lain ngajedog bae."(Cepet kabur goblog bukan diam saja)
Aqilla lari terbirit birit meninggalkan Wulan sendiri yang mana membuat Wulan memekik keras padanya
"Aqilla koplok...Ninggalkeun aing."( Aqilla koplok ...Ninggalin aku)
Mereka berdua terbirit birit berlari dari kejaran motor yang terus saja mengikuti mereka
"AQILLAAAAA....!" suara seruan dari orang yang tengah mengejar nya sama sekali tidak di hiraukan oleh nya.
"Cing ganjang atuh Wul."( yang cepet dong Wul) Dengan nafas ngosngosan Aqilla masih sempat mengerutu pada sang sahabat
"Si Yugha koplok aing kudu lulumpatan kie jiga eweh gawean."( Si Yugha koplok,aku harus lari lari gini kayak gak ada kerjaan)
Aqilla terus saja menggerutu kesal, pokok nya semua orang yang ada di dekatnya saat ini pasti kena damprat nya.
"Aqilla tunggu." Sungguh pelarian yang sia sia. Yugha berhasil menyusulnya bahkan langsung memotong jalan nya dan segera turun dari motornya
"Kenapa kamu bohongin aku." Yugha mencekal lengan Aqilla kencang saat Aqilla ingin menghindar
"Wul..!" Wulan terlihat kelelahan dia mendudukan diri nya di atas aspal sembari mengibas ngibaskan tangan nya
"Maraneuh aranggeus keun sorangan , uing mah embung ikut campur Capek nyaho teu capek." ( Kalian selesaikan sendiri, aku gak mau ikut campur capek tau gak capek)
"Jawab aku." Aqilla menghembuskan nafasnya dan menurunkan tangan Yugha yang tengah memegangi lengan nya
"Aku gak mau pulang sama kamu." Aqilla menatap datar pria remaja yang ada di hadapan nya ini
"Kenapa? kenapa kamu selalu gak mau kalau di ajak pulang sama aku." Yugha menyugarkan rambut nya kebelakang membuat kadar ketampanan nya semakin meningkat tajam
"Gak ada alasan, gak mau aja."
Dan kini Yugha terlihat menjambak rambutnya saat mendengar jawaban gadis yang dia gilai itu.
"Beri aku alasan yang tepat. Kalau alasan kamu tepat aku gak bakalan maksa kamu lagi."
"Aku gak suka sama kamu." Jawaban sederhana Aqilla sukses membuat Yugha terdiam namun kemudian dia bertanya lagi seolah tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Aqilla
"Kenapa? Kenapa kamu selalu menjawabnya dengan jawaban itu. Apa tidak ada jawaban lain , saat aku menyatakan perasaan ku sama kamu itu juga jawaban yang kamu kasih buat aku."
Aqilla terdiam namun dia terlihat menghela nafasnya dalam dalam seperti tengah mempersiapkan jawaban untuk Yugha
"Karena.... ".
"Karena apa!" Yugha sudah kesal langsung memotong ucapan Aqilla
"KARENA KITA JAUH BERBEDA YUGHA PERMANA. KAMU HARUS SADAR ITU. AKU CUMA GADIS MISKIN SEDANG KAN KAMU ORANG KAYA, KITA ITU IBARAT LANGIT SAMA KERAK BUMI YANG GAK MUNGKIN BISA BERSATU. KAMU HARUS SADAR!! BUKA MATA KAMU GUNAKAN MATA UNTUK MELIHAT BUKAN PAKE NAFSU!!!!"
Setelah mengatakan semua itu Aqilla berlari menerobos tubuh tinggi Yugha yang menghalangi nya.
"Aqillaaaa...!" Wulan pun ikut berlari mengejar sahabatnya itu, namun saat dia berhadapan dengan Yugha Wulan berhenti sejenak
"Udah puaskan, jauhin sahabat aku jangan bikin dia nangis lagi , lebih baik aa nyari cewek yang sederajat sama aa aja deh ." Setelah mengatakan itu Wulan pun kembali mengejar Aqilla. Dan di sana Yugha terdiam sendiri namun kemudian dia berteriak keras sembari menendang motor nya sendiri
"AAAARRRRGGGHHHH..... MEMAMG NYA SIAPA YANG MEMGINGINKAN INI SEMUA AQILLAAAAA....!!! KITA LIHAT SAJA NANTI, GAK AKAN ADA YANG BISA NGEHALANGIN AKU BUAT DAPETIN KAMU. AKU GAK PEDULI KALAU PAPA MAMA AKU GAK SETUJU, AKU GAK PEDULI AKU BAKALAN PERJUANGIN ITU SEMUA. KAMU DENGAR ITU AQILLAAAAA....!"
Yugha berteriak sekeras mungkin, kalau ada orang di sana mungkin saja mereka bisa mendengar jelas teriakan frustasi Yugha.
**HAYOLOH KALIAN DI TEAM MANA
TEAM YUGHA
atau
__ADS_1
TEAM BASSTIAN**