
Setelah masalah perngidaman rambutan yang dialami oleh Deva kemarin hingga membuat Dominic pusing tujuh putaran tujuh tanjakan tujuh tikungan tujuh belokan( Alah lebay lu Bang) , Kini mereka tengah berada di salah satu pusat perbelanjaan. Hanya berdua tidak di temani oleh siapapun, Mau itu Jack atau pun Basstian.
"Kamu mau beli apa sayang." Dominic menundukan wajahnya agar dapat melihat wajah imut wanita mungil yang tengah ia rangkul mesra.
Deva terlihat berfikir dia melihat sekeliling dan setiap sudut Mall itu.
"Hee..Neng bingung mau beli apa." Deva malah cengengesan tak jelas membuat Dominic membelai pucuk kepalanya dan mengecupnya mesra.
"Kalau beli tas mau." Deva terlihat menggelengkan kepalanya
"Eemm... Kita beli sepatu yuk." Deva terlihat berfikir lalu tidak lama dia menggeleng lagi
"Beli baju mau." Deva menggeleng lagi
"Kamu mau beli apa sayang." Dominic berbicara selembut mungkin dia tidak mau membuat sang nyonya besar badmood karena hormon kehamilan nya.
"Neng mau es krim aja." Deva menujuk ke salah satu stan es krim yang ada di sana.
Dominic terlihat tersenyum, ternyata wanita yang dia nikahi hampir satu tahun itu adalah wanita yang tidak gila belanja barang barang brendit. Setiap Dom membelikan Deva tas atau pun sepatu dari brend dunia yang harganya selangit, Deva selalu berbicara' Uang nya mending di tabung buat sekolah si utun nanti, gak sekolah itu gak enak Abang'
Dom agak sedikit miris dan tercubit saat Deva berbicara seperti itu. Akhirnya Dom bertekad akan mewujudkan kemauan sang istri yang belum dia capai, yaitu bersekolah . Dom akan menyuruh Deva agar mengambil paket agar dia bisa melanjutkan pendidikan nya. Setidak nya kalau Dom sudah tidak ada nanti, istrinya akan mempunyai pendidikan yang layak agar tidak ada yang mencemooh nya.
Walaupun Dom tidak akan akan membiarkan satu orang pun menghina wanita kesayangan nya juga keluarganya.
"Abang." Suara lembut itu membuyarkan lamunan Dominic
"I-iya sayang, ada apa hm." Deva mencebikan bibir nya kesal
"Ayo , Neng mau makan es krim." Deva merengek seperti bocah yang meminta sesuatu pada Ayah nya sembari menggoyang goyangkan lengan kekar Dominic.
"Ayo sayang ayo." Dom terkekeh geli mendengar rengekan Deva. Baru kali ini dia mendengar istrinya merengek manja seperti bocah.
"Silahkan menunnya Tuan dan Nona." Dom mendelik tak suka saat mendengar ucapan sang pelayan namun Deva malah terkikik geli melihat raut wajah suami bule nya itu.
"Dia nyonya, bukan Nona!"
Sang pelayan hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Dominic.
"Aku pesan dua cup eskrim satu rasa coklat dan satu lagi rasa greentea. Kamu mau pesan apa lagi sayang." Deva terlihat melihat lihat buku menu yang tulisan nya English semua membuat otak setengah giga Deva muter muter karena tidak ada koneksi.
"Terserah Abang aja lah, neng pusing liat tulisan nya." Deva meletakan buku itu kembali. Deva memang sudah paham dalam berbahasa dan membaca bahasa English, tapi kalau banyak kayak gini mah Deva wassalam.
"Tambahan nya salad buah satu ukuran besar, terus spageti dua." Pelayan itu menganggukan kepalanya lalu pamit dari hadapan Deva dan Dom.
"Abang.." Dom yang tadi fokus pada ponselnya kini dia mengangkat wajah nya untuk melihat Deva.
"Apa sayang." Mata nya mengarah pada Deva namun jari jari nya masih terfokus pada layar ponsel milik nya.
"Disini gak ada nasi ya." Dominic tergelak mendengar ucapan yang keluar dari bibir tebal sexy milik sang istri.
"Ihhhss...Abang mah malah ketawa, pikasebeleun( nyebelin)."
Deva mengerucutkan binir nya membuat Dominic gemas di buat nya.
"Iya iya maaf, haduh perut Abang sakit." Dom meringis saat satu buah cubitan pedas dia dapat kan dari Deva.
"iihh Abang mah masih weh seri( ih abang tuh masih aja ketawa)."
Deva melepaskan cubitan pedas nya dari perut berkotak milik Dominic.
"Kita makan spageti sama es krim dulu ya, makan nasi nya nanti saja di rumah." Dom merapikan hijab yang di pakai oleh Deva yang terlihat sedikit menceng.
"Tapi nanti neng gak kenyang kalo cuma makan mie aja mah. Kan Abang tau porsi makan neng sekarang, satu bakul abis sendiri." Deva bahkan membayangkan betapa rakus nya dia saat hamil yang kedua saat ini ketika bersinggungan dengan yang namanya makanan.
"Nanti bagian Abang boleh buat kamu kalau masih lapar okey." Dom juga heran nafsu makan Deva meningkat menjadi 2 kali lipat bahkan bisa lebih saat makan apa pun.
Deva tersenyum senang mendengar penuturan sang suami.
__ADS_1
***
"Alhamdulilah... Perut Neng kenyang, si Utun juga kenyang kan." Deva mengusap perut yang mulai membuncit itu. Sedangkan Dominic menatap nanar ke arah meja, di sana begitu banyak piring sisa makanan. Deva bukan hanya menambah satu porsi lagi, tapi dia menambah sampai empat porsi spageti dan salad buah.
"Udah kenyang hm, apa mau tambah lagi." Dom menyusut sisa saos yang ada di sudut bibir Deva menggunakan jempol nya kemudian dia menjilat sisa saos di jempolnya itu.
"Entos ah neng tos wareg( udah ah neng udah kenyang), Neng udah kenyang , malah ngantuk pingin tidur."
Gimana gak kekenyangan lima porsi spageti di tambah dua salad buah plus satu cup eskrim coklat , plus lagi es krim milik Dom yang pertama nya di coba oleh Deva tapi ujung ujung nya ngabisin sampai tetes terakhir.
"Kamu gak mau belanja dulu sayang, mau langsung pulang aja gituh."
"Eemm...Kita belanja bahan makanan aja yuk Bang, Neng pingen masak opor ayam buat besok, eh enggak deng neng mau bikin karedok, eemm sayur lodeh juga ah. Tapi santen nya ada gak ya disini." Dom terlihat tersenyum bahagia melihat Deva antusias dalam memilih masakan untuk besok.
"Apa pun yang kamu masak Abang pasti suka sayang. Abang akan menghabiskan nya sampai tidak tersisa sedikit pun." Deva tersenyum sembari menggoyang goyangkan lengan Dominic. Dia tersipu mendengar ucapan Dom, selama ini Dom memang tidak pernah mengeluh tentang masakan yang di masak oleh nya. Entah itu karena Dom memang doyan, suka, atau karena hal lain misalnya tidak mau membuat Deva bersedih karena masakan nya.
"Abang gak bosen kalo neng selalu masak masakan indonesia." Deva takut suaminya bosan dengan masakan yang dia masak selama ini. Karena katanya kebosanan suami pada istrinya berawal dari masakan nya, itu yang Deva takutkan.
Dominic menggenggam kedua tangan mungil itu dan mengecupnya berkali kali.
"Apa pun yang di masak oleh kedua tangan mungil ini, Abang gak akan pernah bosen. Abang malah suka karena Abang bisa merasakan makanan yang belum pernah Abang rasakan selama ini, Terimakasih."
Deva menganggukan kepalanya dia bahkan mengucap beribu ribu syukur dalam hatinya.
"Ayo kita belanja." Deva mengandeng lengah kekar itu, Dom pun sesekali mengecup pucuk kepala yang terbalut pasminah mocca itu.
🐉🐉🐉
Ciiittt.....
Dom tiba tiba mengerem mendadak saat hendak masuk kedalam pintu gerbang penthouse milik nya saat tiba tiba ada mobil yang menghalangi jalan masuk kedalam kawasan penthouse nya.
"Kemana para penjaga." Dominic menatap heran pada pos penjaga yang ada di sana
"Mereka lagi ke wc mereun Bang." Deva masih asyik memakan buah jeruk nya sesekali dia juga menyuapi Dominic.
Dom hanya terdiam mendengar ucapan sang istri sembari melahap jeruk yang di sodorkan padanya. Pasti ada yang tidak beres sekarang. Kenapa ada mobil asing masuk ke kawasan penthouse nya, terus kemana para penjaga nya.
Karena jalan masuk ke gerbang utama milik nya terhalang sebuah mobil Dom akhirnya harus turun dan melihat apa yang terjadi disana
"Aku tidak mau pulang Ayah, aku tidak mau menikah dengan Ranveer" Terdengar pekikan keras dari arah penthouse dan itu adalah suara wanita.
Dominic mempercepat laju langkahnya bahkan dia sedikit berlari agar cepat sampai
Braakkk....
Suara dobrakan pintu membuat orang orang yang ada di dalam sana menoleh ke asal suara
"Ada apa ini! apa yang kalian lakukan di kediaman saya!!" Dominic sedikit terkejut saat melihat beberapa orang tengah berada di dalam penthouse nya
"Boss..!!" Basstian dan Jack berucap bebarengan saat melihat Dominic di ambang pintu.
"Tu-Tuan Dominic!" Yushika terlihat pucat pasi saat melihat Dominic
"Ada apa ini!!" Dominic melangkahkan kaki jenjang nya mengikis jarak pada mereka.
"Oh apa ini pria yang kau sukai Yushika, sehingga kau tidak mau menikah dengan ku hm." Yushika menegang mendengar ucapan pria yang tengah mencekal lengan nya. Astaga ini salah paham,jangan sampai Deva mendengar nya. Kalau sampai sang nyonya besar itu mendengarnya habis lah sudah.
"Bu-bukan, Tuan Dominic tidak ada sangkut paut nya dengan masalah ini. Kau jangan membuat masalah ini semakin rumit Veer." Yushika mencoba melepas cekalan Ranveer
"Cih.. Kau pikir aku percaya hm. Jadi ini alasan kau kabur ke Kanada, karena ingin menemui bajingan ini huh!!" Cekalan tangan nya semakin erat membuat Yushika semakin meringis kesakitan.
"Aku sudah bilang tuan Dominic tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kita, KAU DENGAR TIDAK!!" Yushika makin kesal dan terbawa emosi
"Kau bilang tidak ada sangkut paut nya heh, lalu apa yang kau lakukan disini huh. Kau menjual dirimu pada nya, berapa? atau-."
"Siapa yang jualan, jualan apa!!" ucapan pria yang mencekal lengan Yushika terhenti saat tiba tiba mereka mendengar suara cempreng dari arah pintu utama.
__ADS_1
"Sayang...!" Dominic segera menghampiri wanita mungil yang tengah membawa dua keresek besar belanjaan di kedua tangan nya.
"Siapa yang jualan di rumah kita Bang, itu mereka siapa? kok kayak pemain kuch kuch hotahe." Deva memberikan belanjaan nya pada sang suami kemudian dia melangkah mendekat pada mereka. Basstian yang peka dengan cepat dia membantu Dominic untuk membawa belanjaan itu kedalam.
"Kamu siapa? ini kenapa tangan nya Yush di pegangin erat gini! lepasin dia kesakitan tau." Deva menepis tangan pria yang mencekal lengan Yushika sehingga cekalan itu terlepas.
"Anda siapa?" Deva langsung mengarahkan pandangan nya pada pria jangkung yang tadi mencekal lengan Yushika
"Justru saya mau bertanya, Anda siapa? Kenapa anda kasar pada Yushika. Ini lagi pada diem diem bae tau si Yush lagi di aniaya juga pada buta yak!" Deva terus berceloteh dalam bahasa inggris agar pria yang tengah menatap nya itu mengerti
"Saya calon suami nya Yushika, dan harus anda tahu nona laki laki itu mencoba merebut Yushika dari saya. Makanya Yushika sampai kabur ke negara ini."
Deva mengarahkan pandangan nya ke arah telunjuk tangan pria itu yang menujuk ke arah seseorang
Deg...
Suaminya? tidak mungkin. Inspektur ladusing ini pasti sedang mabok
Dominic segera menghampiri sang istri ketika tuduhan itu mengarah pada nya lagi
"Sayang Abang gak tau apa apa sumpah! " Otak jenius Dominic blank ketika berhadapan dengan Deva
"Cih akui saja brengsek." pria itu berbicara sarkas membuat Deva dan Dominic mendelik padanya
"Tutup mulut mu bangsat!!!" Dom ingin sekali mematahkan leher pria itu
"Apa itu benar Yush, sejak kapan?" Yushika tersentak saat Deva langsung mengarah padanya. Yushika langsung meraih kedua telapak tangan Deva dan menggenggamnya erat
"Tidak nyonya sungguh aku tidak pernah melakukan apa pun pada Tuan Dominic. Bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali sebelum aku di bawa kemari oleh Jack dan bekerja di sini, sungguh nyonya Deva aku tidak berbohong tolong percaya padaku."
Deva menatap manik Yushika dalam dalam, tidak ada kebohongan di sana manik mata nya menyirarkan kesedihan yang mendalam di penglihatan Deva.
"Kamu dengar kan inspektur ladusing, Hati hati dengan mulut anda ya kalo gak mau neng sumpelin sambel terasi satu mangkok!!" Deva menatap garang pada pria yang mengaku calon suami Yushika itu
"Anda percaya begitu saja pada wanita ini nyonya kecil!" Deva mendelik tak suka saat mendengar si pria menyebutnya dengan sebutan kecil
"Jangan panggil aku nyonya kecil hei aki aki, dasar lalaki gelo menta di gaplok ku jojodog( Dasar laki laki gila minta di tabok pakai tempat duduk)."
Deva mengoceh dengan menirukan salah satu kartun yang pernah dia tonton dulu di kampung.
"Apa mau mu." Kini giliran Dominic yang angkat bicara. Dia sudah muak dengan laki laki ini.
" Aku hanya ingin membawa Yushika kembali ke India itu saja."
"Bawa saja, itu bukan urusan ku." Deva menatap tidak suka pada suaminya kali ini
"Abang..!"
"Tuan..!" Ucap Deva dan Yushika bebarengan
"Kau dengar, pria yang kau kejar tidak menginginkan mu huh."
" AKU TIDAK PERNAH MENYUKAI TUAN DOMINIC SIALAN!! HENTIKAN OCEHAN TAK BERGUNAMU ITU." Yushika benar benar kesal dengan semua tuduhan yang dia dapatkan dari Ranveer
"Benarkah , lalu siapa pria yang kau sukai sampai kau kabur dan memilih memutuskan pertunangan kita huh."
Yushika memang kabur ke Kanada karena dia ingin menghindari pertunangan sepihak nya. Tapi dia tidak pernah punya pujaan hati untuk dia jemput sebelum bertemu dengan pria itu. Pria galak, dingin, jutek dan manis dalam satu waktu.
"A- Aku... Aku.."
Yushika bingung harus menjawab apa
"JAWABBB!!!" Bentakan Ranveer membuat Yushika sedikit terkejut dan reflek menjawab
"JACK...!"
**HOLLA KITA BERTEMEMU KEMBALI SETELAH SEKIAN KALI PURNAMA. MON MAAP YAK KEMAREN NENG SIBUK DI DUNIA NYATA
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA
HATUR NUHUN SADAYANA**