
"Abang.." Deva mengoleskan cream cukur di wajah Dominic
"Hm." hanya deheman yang di dapat oleh Deva, sangking menikmati sentuhan Deva si Dominic bahkan tidak sanggup untuk berbicara.
"Besok kalo neng lahiran Emak kesini gak ya."
"Kesini." Akhir nya Dominic bisa ngomong juga
"Kata siapa?" Dominic membuka sebelah matanya yang terpejam tadi
"Ya kata Abang atuh, masa kamu gak denger tadi." Dom menjawab dengan mengikuti logat sunda nya Deva.
"Ck...Abang mah ih kot kitu sih ngajawab na teu jelas!"
"Loh Abang kan bener, kamu tanya kan tadi emak kesini apa enggak kalau kamu lahiran nanti. Ya Abang jawab, kesini."
"Beneran?"
"Hm."
"Cius."
"Hm."
"Tong ha he ha he bae atuh ih pikasebelen."( jangan ha he ha he aja dong, ngeselin)
"Aww...Sakit yank." Dominic mengelus dagunya saat Deva melepaskan gigitan nya
"Rasakeun."( Rasain)
Deva meninggalkan Dominic yang masih terduduk di kursi
"Sayang mau kemana, ini cukuran nya belum selesai." Dominic berteriak memanggil Deva yang berlalu meninggalkan nya
"CUKUR WEH SORANGAN, LAMUN HEUNTE SURUH UNCLE TUKANG KEBUN NYUKURAN JENGGOT ABANG MAKE MESIN RUMPUT." ( Cukur aja sendiri, kalau gak suruh paman tukang kebun nyukurin jenggot Abang pakai mesin rumput)
Deva berteriak nyaring dari dalam walk in closet saat mendengar Dominic memanggil nya tadi
"Astaga hormon ibu hamil sangat menyeramkan."
***
"Pagi aunty Caroll."
"Selamat pagi juga nyonya."
Deva langsung menuju dapur setelah menyapa Caroll yang sedang membereskan ruang tengah. Dengan jalan yang agak sedikit ngangkang karena kehamilan nya Deva masih bisa menyempatkan dirinya membuat sarapan untuk Dominic. Walaupun Dom berulang kali selalu melarang nya tapi Deva tetap keras kepala, katanya Ibu hamil lebih bagus banyak bergerak dari pada diam aja, biar nanti lahiran nya lancar
"Selamat pagi Aunty Dorothi."
"Selamat pagi juga nyonya."
Deva memilih bahan bahan makanan yang sudah di susun rapih oleh Dorothi di meja
"Anda akan memasak apa nyonya." Deva terlihat berpikir saat dia memilih bahan makanan itu
"Kayak nya masak sup ayam enak deh. Neng juga udah lama gak makan sup ayam."
Dorothi mengangguk lalu mengambil satu ekor ayam di dalam lemari es.
Deva dan Dorothi sibuk dengan tugas nya masing masing. Deva memotong wortel dan kawan kawan nya untuk di jadikan sup sedangkan Dorothi membersihkan ayam dan memotong motong nya. Soalnya kata emak ibu atau bapak si jabang bayi tidak boleh membunuh atau melukai makhluk hidup selama sang ibu mengandung soalnya PAMALI kata orang dulu mah. Jadi Deva sebagai anak yang baik nurut aja apa kata emak.
"Sayangggg....!" Teriakan Dominic menggema di lantai bawah
"NENG DI DAPUR....!"
Dengan langkah cepat Dominic segera menuju arah suara yang sedari tadi dia cari
"Loh kok kamu masak kan Abang udah bilang kamu jangan banyak bergerak nanti capek." Dom mengusap keringat yang ada di dahi Deva
"Neng cuma masak Abang bukan nyangkul." Dominic mendengus kesal mendengar jawaban sang istri
"Iya sama saja. Lihat sampai keringetan begini, pasti pegal kan kaki nya sini duduk saja biar Abang yang lanjutin." Dom mengiring tubuh embul Deva untuk duduk di kursi yang ada di sana
"Neng belum selesai masak sup nya."
"Abang yang akan menyelesaikan nya."
Deva hanya menghela nafasnya pasrah. Apa iya suami bule nya itu bisa masak sup yang di inginkan oleh Deva. Kemarin aja pas masak air keasinan.
"Sssstt....."Deva mendesis saat merasakan tendangan kuat di dalam perut nya
"Sayang ini di apain wor....". Dominic melempar wortel yang ada di tangan nya kesembarang arah saat melihat Deva terlihat kesakitan
"Sayang...Mana yang sakit, perut kamu sakit! kita kerumah sakit ya." Gugup dan khawatir kini menjadi satu didalam hati Dominic
"Sssttt... Gak usah, mereka cuma nendang aja bukan mau keluar. Kan HPL nya masih sekitar satu minggu lagi masih lama."
Dom terlihat begitu khawatir dia bahkan mengelus ngelus lembut perut buncit Deva sembari berjongkok.
"Sayang nya Daddy jangan pada nakal ya kasihan Mimih kalian kesakitan."
Dugh...
__ADS_1
seolah merespos ucapan Dom kedua bayi itu menendang lagi membuat Deva sedikit meringis
"Kan Neng udah bilang jangan Daddy manggilnya. Neng gak mau si Utun di samain sama di Blade."
Dominic terkekeh saat melihat wajah masam sang istri
"Iya iya maaf, jangan Daddy manggil nya.Gimana kalau Papi saja atau Poppa, atau Pippo atau mungkin pa...".
"Terserah Abang yang penting jangan Daddy pokok nya." Ucapan Dom terpotong oleh Deva
Dominic pun tersenyum sembari mengelus dan menciumi perut besar Deva.
"I love you baby twins."
***
"Neng ini rujak na."
"Iya Makkk...!" Dengan hati hati Deva berjalan masuk ke dalam panthouse sembari membawa satu buah kerinjang berisi cabe dan tomat juga ada kangkung di dalam nya.
Sudah dua hari ini Emak tiba di Kanada setelah di jemput oleh Basstian. Bukan hanya emak tapi juga Zae dan Aqilla kecuali bapak yang tidak bisa ikut karena harus mengurus ternak nya serta kebun cabai yang mulai panen.
"Aduh Neng pan Emak tos ngomong tong ka tukang bisi labuh, le'er pan taneh na ."( aduh neng kan emak udah bilang jangan kebelakang takut jatuh, licin tanah nya)
Deva hanya nyengir tanpa dosa membuat Emak menggelengkan kepalanya
"Ini rujak na, cepet di makan bisi kaburu bari( takut keburu basi( gak enak))
"Nuhun Mak." Deva pun mengambil piring yang berisi rujak buah buatan emak dan menyerahkan keranjang berisi sayuran serta cabai kepada Emak.
"Zae jeung Qilla mana Mak." Emak yang tengah ikut juga menikmati rujak di piring Deva pun menoleh
"Tadi mah sih ceunah erek jalan jalan jeng Basstian, teing jalan jalan kamana."( tadi sih katanya mau jalan jalan sama Basstian, gak tau jalan jalan kamana,)
Deva mengangguk sembari ber 'Oh' ria
"Rujak na enak nyak mak." Emak hanya mengangguk sembari terus mengunyah buah kates mengkal yang jadi campuran buah rujak nya.
"Arek kamana?" ( mau kemana)
Emak langsung siaga satu saat melihat Deva beranjak dari duduk nya dengan susah payah
"Arek pipis Mak."
"Hayuk anter ku Emak." Emak menggandeng lengan Deva
"Teu usah Emak, Neng cuma mau ke wc aja."
"Hayuk di anter ku emak tong sok ngadarung."( ayo di antar sama emak jangan suka keras kepala)
"Emak tunggu weh di sini, neng aja yang masuk." Emak hanya mengangguk pasrah
10 menit kemudian
Tok
Tok
Tok
"Nenggg keur naon di jero teh, kot lila pisan sih."( nenggg lagi apa di dalam tuh, lama banget sih)
"Sabar mak neng lagi eek, perut neng sakit."
Emak kembali terdiam
5 menit kemudian...
"Ne...."
"Maaaakkkkkkk....." belum selesai emak memanggil Deva, suara teriakan Deva sudah terdengar sampai luar membuat jiwa wonder women emak bangkit seketika. Emak langsung mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam itu.
"Nengg.." Emak langsung menghampiri Deva yang masih terduduk di kloset
"Emaaakkk..." Air mata Deva sudah mengalir di pipi chubby nya
"Aya naon, kunaon. Mana nunyeuri na mana."( Ada apa, kenapa. Mana yang sakit nya mana.)
Emak langsung panik seketika melihat Deva terlihat sedang menahan sakit
"Emaakk... Cangcut neng aya getihan."( emakk..Cd neng ada darah nya)
Emak langsung menyingka baju hamil yang di pakai oleh Deva
"Astagfiroulloh." Ada darah dan lendir di ****** ***** Deva membuat emak tambah panik
"Hayuk berdiri, masih kuat berdiri kan." Deva menganggukan kepala nya lalu memasang kan kembali celana nya di bantu oleh Emak.
Dengan tertatih emak dan Deva keluar dari kamar mandi
"Tolooonggggg.... Saha bae tolooonggg....!" Suara emak melengking keras
"Ada apa Emak Nyonya." Caroll yang kebetulan sedang ada di sana pun langsung bergegas menuju arah suara
__ADS_1
"Eh ini saha ngara na duh, balelo deui( eh ini siapa nama nya duh, gagap lagi) . Ini tolong si Neng mau lahiran kayak nya hayuk cepetan bawa ke rumah sakit ,ini si utun nya udah mau keluar."
"Astaga nyonya besar, ya baik saya akan menghubungi tuan dulu."
"Jang naon ngahubungan dunungan maneuh ( buat apa ngehubungin majikan kamu) , ieu si Neng udah gak tahan."
Caroll pun menghentikan langkah nya sedikit mengaruk pelipis nya yang tidak gatal saat mendengar ucapan emak yang tidak di mengerti oleh nya.
"Konaon diam saja ,hayuk atuh cepetan bawa ka rumah sakit." Dengan gugup Caroll membantu emak membopong Deva menuju ke luar.
"Astaga nyonya besar kenapa." Tanya salah satu penjaga
"Ayo cepat kita bawa nyonya kerumah sakit, seperti nya nyonya akan segera melahirkan. Dan kau cepat hubungi tuan." Penjaga itu pun dengan cepat mengangguk dan bergegas menuju garasi untuk mengeluarkan mobil.
❤❤❤
Hosh...Hosh...Hosh...
"Emakkk...!" Emak menoleh saat mendengar ada yang memanggil nya
"Deva mana Mak." Dengan wajah khawatir dan peluh membasahi wajah nya Dom malah terlihat semakin eeerrr...
"Si Neng masih di dalam, sok atuh kamu geura masuk kedalam." Dominic pun menganggukan kepalanya dan bergegas masuk kedalam
Cleekk....
"Tuan anda di larang masuk kesini." Salah satu perawat menghalangi Dominic
"Aku suaminya!" Perawat itu pun mundur alon alon dan membiarkan Dominic masuk
Dom melihat Deva tengah berbaring di ranjang dengan mata terpejam dan sesekali mendesis
"Sayang.." Deva membuka mata nya saat merasakan sentuhan lembut di pipi dan kepalanya
"Abangg..." Jiwa manja Deva menjelma saat melihat suaminya dengan mata yang berkaca kaca
"Ssstt... Mana yang sakit hm , mau Abang elus perut nya."
Deva pun menganggukan kepalanya sembari terus meneteskan air matanya
"Sakit Abang." Deva mencengkram erat lengan berotot milik Dominic
Cup...Cup..Cup..Cup
Dom mengecupi seluruh permukaan wajah Deva
"Kenapa istri saya belum juga melahirkan Dok." Dominic sudah tidak tahan melihat Deva kesakitan
"Nyonya Vins baru pembukaan 8 tuan, mohon sabar ya."
Dominic hanya menghela nafasnya kasar
"Kita operasi cecar saja." Deva yang mendengar itu langsung menggeleng kan kepalanya
"Neng gak mau di operasi, neng mau normal aja." Dominic membelai lembut perut serta wajah Deva
"Sudah pembukaan 9 Dok."
"Sebentar lagi ,persiapkan semuanya." Perawat itu pun menganggukan kepalanya
Setelah berjuang antara hidup dan mati, Deva akhirnya melahirkan baby twins nya . Mereka sepasang , laki laki dan perempuan.
Si Utun cowok di beri nama ALTEZHA DEVAJUAN VINS
yang cewek di beri nama ALZETTHA GIDEONA VINS
"Ya Allah utun na emak, gusti mani imut pisan." Emak berseru saat melihat baby twis di box bayi mereka masing masing.
Deva dan Dominic hanya tersenyum melihat raut bahagia emak dan yang lain nya
"Terimakasih sayang, i love you." Deva hanya tersenyum lembut pada suaminya saat mendengar bisikan mesra di telinganya
"Nama nya siapa kakak ipar." Deva pun menoleh pada Dominic lalu tersenyum
"Abang udah nyiapin nama buat si dede utun kan." Dom mengangguk dan tersenyum lembut sembari mengecup dahi Deva
" Baby boy aku beri nama ALTEZHA DEVAJUAN VINS, dan untuk baby girls aku beri nama ALZETTHA GIDEONA VINS. mereka pewaris klan vins selanjutnya."
SELAMAT DATANG BABY TWINS DEDE UTUN NYA MIMIH DEVA DAN PAPI DOMINIC.
**END....
AKAN ADA EXTRA PART NYA YA TUNGGU AJA
DAN TUNGGU SEQUEL NYA "ABANG BULE ITU JODOH KU" SEGERA YA
MOHON MAAF LAMA UP NYA KARENA NENG OTHOR BENER BENER SIBUK DI DUNIA NYATA AKHIR AKHIR INI. JADI DARI PADA ALUR NYA GAJE KALO DI PAKSAIN BUAT NULIS MENDING NENG OTHOR BREAK SEJENAK DULU NGELURUSIN OTAK YANG UDAH ACAKADUL.
JADI SEE YOU NEXT TIME GAES DI CERITA BARU NENG OTOR YA
TUNGGU AJA, JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA YA LIKE,KOMEN DAN VOTE NYA JANGAN LUPA
__ADS_1
BABAYYYY HATUR NUHUN SADAYANA**....