ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Sensitife Lagi?


__ADS_3

Ting Tong...


Suara bell berbunyi nyaring di penthouse mewah itu.


"Kau boleh pergi." Jack terlihat tengah memangku wanita yang tidak sengaja dia tabrak tadi. Jack segera menuju pintu utama saat seorang penjaga membantunya untuk memecet bell.


Cleekk...,disana terlihat Carol membuka pintu


"Tuan Jack." Carol menundukan kepala nya sedikit


"Carol minggirlah kau menghalangi jalan ku." Carol segera bergeser saat Jack terlihat kesal dengan membawa seorang gadis.


Dengan tergesa gesa Jack segera memasuki ruang tengah, dan tanpa perasaan dia meletakan tubuh wanita itu di atas sofa.


"Merepotkan saja." Jack masih menggerutu sembari membenahkan penampilan nya yang kusut.


"Jack..!" Tubuh Jack menegang saat ada seseorang memanggilnya


"Ka..Kakak ipar." Jack menampilkan senyum bodoh nya saat Deva semakin mendekat padanya


"Kamu sedang apa disini, ayo ke meja makan." Sebelum Deva berbalik hendak meninggalkan Jack yang masih mematung, sudut mata bulat Deva melihat sebuah tangan menjuntai kebawah dari balik sofa.


"Itu siapa." Dengan langkah cepat Deva segera menuju sofa yang membelakanginya.


Jack semakin bingung harus berbuat apa saat Deva sudah berada di sisi wanita yang tidak sadarkan diri itu.


"Ini siapa Jack, kenapa dia pingsan. Dia diapain sama kamu!" Seruan Deva menggelegar di ruangan itu sehingga terdengar sampai arah ruang makan


"Nyonya kenapa Tuan." Dorothi terkejut saat mendengar suara kencang Deva.


Tanpa menjawab pertanyaan Dorothi Dominic segera menyusul Deva keruang tengah


"Sayang kamu kenapa." Deva bangkit dari jongkok nya saat mendengar Dominic memanggil nya


"Abang lihat Jack udah bikin wanita ini pingsan." Deva mengadu kepada Dominic seperti anak kecil yang sedang mengadukan kenakalan teman main nya.


"Bu..Bukan seperti itu kakak ipar, aku tidak sengaja menabraknya karena dia tiba tiba saja lewat di depan mobil ku." Jack mencari pembelaan untuk dirinya sendiri.


Dominic memicingkan matanya kepada adik nya itu


"Oh ayolah Boss aku tidak berbohong, ayolah aku lapar belum makan. Beri aku makan dulu baru kalian bisa menginstrogasiku nanti, tenaga ku sudah habis gara gara mengendong dia tubuh kecilnya itu berat sekali. Aku kira dia keberatan dosa." Deva menatap Jack dengan tatapan tidak suka lalu kemudian menoleh pada sang suami


"Jadi badan neng berat ya!" Dominic menoleh pada sang istri dan mengerenyitkan dahi nya heran


"Jawab !! kalau badan dia yang sekecil itu aja di bilang berat, jadi badan Neng yang segede ini berat dong." Deva menujuk wanita yang masih setia dengan pingsan nya sembari kembali menatap tajam sang suami karena tidak mau menjawab pertanyaan nya.


"Eng..Enggak sayang siapa bilang kamu berat." Dominic gelagapan melihat tatapan tak bersahabat dari sang istri.


"Jack !!, tadi Jack yang bilang." Deva menunjuk kearah Jack yang mana membuat dia langsung menelan kasar air ludah nya


"Kenapa aku di bawa bawa".


Jack meringis saat dia melihat tatapan tajam dari sepasang suami istri yang sedang menghakiminya itu.


"Sayang, Jack itu lemah makanya dia bilang wanita itu berat. Kalau Abang kan kuat, biarpun Abang harus gendong kamu setiap hari Abang kuat tenang saja." Dominic merengkuh dan mengecup Deva yang sedang dalam mode sensitif.


Jack hanya menghela nafas nya saat sang kakak malah menjatuhkan harga dirinya di depan sang kakak ipar


"Eenggghhhh....". Terdengar lenguhan kecil dari wanita yang sedang tergolek di atas sofa.


🌻🌻🌻


"Jadi ,kau siapa." Wanita itu menegakan pandangan nya kearah Jack setelah dia menyesap teh camomaile yang di buat oleh Dorothi


"ehem...Yushika!" Jack menaikan sebelah matanya saat mendengar jawaban singkat dari wanita yang sedang ada di hadapan nya


"Itu saja." Wanita itu menatap manik mata hitam milik Jack dengan berani


"Ya, memang nya kau mau yang gimana." Yushika menyesap teh nya kembali

__ADS_1


"Teh nya enak, terimakasih nona." Deva tersenyum saat wanita itu mengucapkan terimakasih padanya


"Dia nyonya bukan nona, dia istriku." Dominic tidak terima saat sang istri di panggil nona oleh Yushika


"Ehh..Maafkan aku, aku tidak tahu no.. Nyonya sudah menikah. Aku kira anda belum menikah karena wajah nya masih muda, sedangkan Tuan anda ter...!" ucapan Yushika terhenti saat dia mendapatkan tatapan tajam dari Jack dan Dominic. Sedangkan Deva terlihat menahan tawa saat melihat wajah kesal sang suami, Deva membelai lengan berotot Dominic untuk menenangkan nya dan di sambut senyuman lembut oleh Dominic.


"Kau sudah tidak apa apa kan, ayo aku antarkan pulang kehabitat mu." Jack berdiri dari duduk nya hendak meraih tangan Yushika namun cepat di tepis oleh Deva.


"Kita makan dulu, neng udah masak banyak siapa yang mau ngabisin makanan nya nanti." Deva berbicara menggunakan bahasa inggris walaupun masih terbata dan agak belepotan namun mereka masih mengerti apa yang Deva ucapkan.


Dengan terpaksa Jack menurut pada Deva,dia harus menunda keinginan nya untuk mengembalikan wanita yang sedang tersenyum kemenangan kepadanya untuk Jack kembalikan ke habitat aslinya. Jack juga sudah merasa lapar saat ini.


Acara makan malam di lewati dengan tenang dan damai.


"Yushika..". Yushika menegangkan kepalanya saat namanya di panggil


"Shika, panggil aku Shika saja nyonya." Deva tersenyum saat Yushika memanggil nya dengan sebutan nyonya


"Kalau begitu panggil aku Deva atau Neng saja jangan nyonya, itu terdengar seperti aku terlihat tua. " Deva terkekeh saat memgatakan kata tua


"Baiklah Deva." Yushika kembali melanjutkan makan nya


"Oh ya, kamu berasal dari mana dan kenapa kamu bisa tertabrak oleh mobil nya Jack." Yushika diam diam melirik Jack yang sedang santai menikmati makanan nya


"Eemmm...Aku dari India." Yushika terdengar mencicit saat menjawab pertanyaan Deva,namun masih terdengar oleh mereka


"India, kamu berasal dari india. Wow berarti kamu kenal sama Shahrukh khan ya."


Uhuk..Uhuk...Dominic tersedak saat Deva bertanya tentang Shahrukh khan pada Yushika, dan Deva langsung menuangkan air putih untuk nya


"Abang kalo makan pelan pelan ,keselekan jadinya." Deva malah mengomeli Dominic sembari mengelus punggung dan dada nya tidak lupa Deva meniup niup ubun ubun sang suami.


"Ehemm...Kalau lagi makan jangan bicara habiskan dulu baru bicara lagi." Dominic kembali meneguk air yang sudah Deva sediakan di depan nya.


Deva kembali memakan makanan nya dengan tenang saat sang suami sudah menegurnya tadi.


***


Ya setelah mereka selesai makan malam, Deva dan Yushika kembali mengobrol. Untung nya Deva sudah bisa dan mengerti dalam berbahasa inggris walaupun belum fasih.


"Aku tidak kenal, cuma sekedar tahu saja. Siapa sih yang tidak kenal dengan dia si raja boollywood." Yushika terkekeh melihat wajah masam Deva


"Jadi kamu beneran dari India." Yushika mengangguk


"Ya, aku dari India. Tepatnya Ayahku dari India sedangkan Ibuku dari Indonesia." Deva cepat menoleh pada Yushika saat dia menyebutkan kata Indonesia.


"Jadi kamu berdarah Indonesia juga." Yushika mengangguk


"Dan bisa bahasa Indonesia juga." Yushika menganggukan kepala nya lagi


"Kunaon teu ngomong titatadi, moal capek capek Neng ngomong inggris sampe asem urat yeh letah."( kenapa tidak bicara dari tadi, gak bakalan capek capek neng bicara inggris sampai asem urat nih lidah)


Yushika mengerenyitkan dahi nya saat mendengar gerutuan Deva dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh nya


"Kamu bicara apa, aku gak ngerti." Deva sedikit tersentak lalu tersenyum pada Yushika


"Ahh...Gak apa apa, kalau gitu kita ngomong nya Indonesia aja ya biar lebih akrab dan jelas. Soalnya nilai bahasa inggris Neng E jelek banget makanya balelo( gak jelas)." Deva terkikik saat dia menceritaka kekurangan nya dalam berbicara bahasa suaminya itu.


"Okey, Oh ya aku boleh tanya gak." Deva mengangguk sembari memakan kripik singkong yang telah ia siapkan tadi


"Eemm...Pria yang menabraku itu siapa?"


"Oh itu Jack, Adik nya suami Neng. Kenapa kamu suka ya." Yushika jadi salah tingkah saat Deva menggodanya


"A..Apaan ,enggak iihh kamu tuh ada ada aja sih." Yushika menjadi salah tingkah saat Deva terus mengodanya dengan mencolek colek lengan Yushika


Mereka berdua terlihat tertawa bersama, mengobrol berbau India. Pasti nya bukan Yushika yang mulai tapi Neng Deva yang terus bertanya tentang India kepada gadis berwajah seperti boneka itu.


"Jadi kamu ke Kanada dalam rangka apa, Liburan atau sekolah disini." Yushika tersenyum saat Deva kembali bertanya padanya

__ADS_1


"Kabur..!" Satu jawaban singkat padat dari Yushika membuat Deva terdiam, 'Kabur' Yushika kabur dari India ke Kanada tapi kenapa dia kabur. Deva sebenarnya gatal ingin kembali bertanya tapi karena tidak ingin memasuki privasi Yushika jadi Deva menahan nya ,dia cukul tahu saja.


Mereka tidak melihat dan mengetahui kalau sedari tadi ada seseorang yang melihat ke akraban mereka berdua dari balik tembok.


"Apakah aku pantas."


🍁🍁🍁


"Dimana alamat rumah mu." Yushika menoleh pada pria yang tengah menjadi supir ekspres nya


"Apartemen King n Queen". Jack mengerenyitkan dahi nya saat Yushika menyebutkan alamat tempat tinggalnya. Bukan nya itu Apartemen yang sama dengan yang di tempati oleh nya.


Jack tidak menjawab dia melajukan mobil nya sedang


"Eemm..Tuan Jack."


"Hmm...". Hanya deheman yang keluar dari mulut nya tanpa ingin menoleh pada Yushika


"Eemm...Boleh aku meminta bantuan mu." Jack menoleh


"Apa mau mu." Tanpa basa basi Jack langsung ke pokok masalah itulah sifat Jack to the poin seperti Dominic.


"Emm..Bisakah kau memberiku pekerjaan." Yushika memohon penuh harap


"Tidak!!" Singkat jelas padat


"Please...." Yushika memohon dengan pupey eyesnya


"Aku tidak ada pekerjaan untukmu, lagian untuk apa kau bekerja bukan nya kau orang kaya makanya kau bisa tinggal di apartement elit itu."


"Ck...Orang tua ku sedang kesusahan sekarang, jadi kebutuhan ku tidak bisa terpenuhi selama aku tinggal di Kanada. Kalau aku tidak bekerja siapa yang mau membiayai hidupku, apa kau! Tidak mungkin kan." Jack menoleh pada wanita yang sangat cerewet di samping nya, Apa wanita ini jujur atau sedang membual


"Setidaknya kalau aku bisa bekerja, aku bisa membiayai hidupku sendiri tanpa harus bergantung pada mereka."


Yushika terlihat menghela nafasnya saat Jack tak kunjung menjawab nya


"Aku tidak ada lowongan untuk mu ( Jack menjeda) tapi kakak ipar ku sepertinya sedang membutuhkan nya." Wajah Yushika terlihat berbinar mendengarnya


"Benarkah." Jack mengangguk dan itu membuat Yushika makin tersenyum lebar


"Jadi kapan aku bekerja, di Perusahaan mana ? bagian apa?" Jack mendengus mendengar celotehan Yushika


"Di belakang Penthouse , di bagian perkebunan!"


"APAA!!" Yushika memekik sembari ternganga lebar


"Jadi aku harus jadi tukang kebun." Jack menganggukan kepala nya


"Astaga..!" Yushika bergumam lirih


"Kenapa? kau tidak mau. Kalau tidak mau ya sudah tidak apa apa aku bisa mencar....". ucapan Jack terhenti saat Yushika menyela nya


"Aku mau! ya Aku mau kok." Yushika tertawa cengengesan ,dia menertawai nasib nya sendiri


Jack pun kembali fokus mengemudikan mobilnya


"Setidaknya aku punya pekerjaan, dan tempat tinggal sehingga aku bisa menghemat uang tabungan ku selama disini."



YUSHIKA M.



JACOB VINS


**HOLLA KETEMU LAGI SAMA NENG OTHOR YA, MAAF YA NENG OTHOR UP NYA SORE KARENA TADI SIANG BANYAK TUGAS YANG HARUS DI SELESAIKAN


HATUR NUHUN SUDAH MAMPIR...

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN NYA YA**...


__ADS_2