ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Bersaing


__ADS_3

"Kamu yakin tidak mau ikut sama Abang." Deva menggeleng pelan sembari mengancing kan kemeja hitam yang sedang di pakai oleh suaminya.


" Ck... Neng mau di rumah aja, ngapain ikut ke kantor Abang palingan ujung ujungnya bengong aja di sana nya." Dominic tersenyum sembari memainkan ujung rambut Deva yang memang sengaja tidak memakai hijab saat tengah bersama sang Suami. Ingat hanya bersama suami.


"Kok kue apem nya gak ilang ilang sih, perasaan Neng ngasih makan nasi terus buat Abang." Deva dengan jahil nya menekan nekan perut berotot Dominic yang di penuhi roti bantal tanpa selai itu.


Dominic hanya tersenyum geli melihat kelakuan Deva. Deva malah dengan gemasnya mengigit kecil perut Dominic saat dia selesai menekan nekan nya .


"Ihh gemes pengen Neng makan kue apem nya." Deva terus saja mengigit roti bantal milil Dominic yang membuat pemilik nya terkikik geli karena ulah Deva.


"Geli sayang." Dominic menarik wajah Deva dari perut nya, Dominic sedikit menunduk agar bisa mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan sang istri.


Cup... Dominic mengecup bibir Deva yang sedikit terbuka. Namun Dominic bukan hanya mengecup dia memberi sebuah ******* lembut yang memabukan untuk Deva. Entah sadar atau tidak Deva mengalungkan kedua tangan nya ke leher Dominic.


Dengan kaki yang di jinjitkan agar Deva mempu mensejajarkan tinggi mereka walaupun Deva sudah berdiri di atas sebuah kursi kecil.


Dominic semakin menekan tengkuk Deva agar memperdalam ciuman nya.


"Engghh....". Deva melenguh saat tangan nakal Dominic sudah menjalar ke area buah pribadinya.


Ciuman Dominic pun semakin turun ke dagu ,rahang serta leher Deva. Dia tidak lupa memberikan tanda cinta nya di sana.


"Kamu harus tanggung jawab sayang." Dengan suara serak dan berat Dominic membuat Deva semakin melayang ke nirwana. si Mr.Cau Boma pun sudah berdiri subur di balik boxer ketat yang di pakai oleh Dominic siap untuk menyerang benteng pertahan Deva.


"Abanggg...!" Tubuh mungil Deva terasa lemas saat Dominic semakin gencar menyerang nya


"Hmm..."


" Neng lemes." Dominic terkekeh di sela sela aksinya, dan tanpa babibu tatitu naninu dia mengendong tubuh Deva yang lunglai seperti jelly keluar dari walk in closet menuju tempat tidur mereka untuk melanjutkan pembibitan si Mr.Cau Boma yang masih belum tumbuh.


"Abang kan harus kekantor enghh...Nanti kesiangan..!" Deva meracau saat Dominic bermain di tempat kesukaan nya. Dengan nafas senin kamis membuat Deva mengkram rambut Dominic


"Abang Boss nya." Dominic melanjutkan kegiatan nya, Deva hanya bisa mengigit bibir serta memelengkungkan tubuhnya ke atas saat merasakan pening namun sangat nikmat dan meremas rambut Dominic semakin kuat.


"Sudah siap." Deva menganggukan kepalanya pelan saat Dominic kembali meraup bibir tebal sexy milik nya yang terlihat memerah dan membengkak karena ulah Dominic.


Terjadilah acara tanam menaman pagi itu, si Mr.Cau Boma terus menyerang banteng pertahan agar dia bisa cepat menumbuhkan bibit unggul milik nya dan semoga salah satu dari para bibit unggul yang dia tanam bisa tumbuh di tempat yang semestinya tidak nyasar lagi .


🍑🍑🍑


Cup...


"Abang berangkat dulu ya sayang." Dominic mengecup dahi Deva. Saat ini dia sudah siap dengan stelan tuxedo nya sedang kan Deva , dia masih bergulung dengan selimut nya namun sebelum nya Deva membersihkan diri terlebih dahulu sebelum dia bergulung kembali dengan selimut halus kesukaan nya.


Dominic keluar dari kamar nya pelan pelan dia tidak ingin membangunkan sang istri, Dom tahu Deva saat ini tengah kelelahan akibat ulah nya.


tap


tap


tap


Suara derap langkah Dominic terdengar saat dia menuruni satu persatu anak tangga.


"Selamat pagi Tuan, anda akan sarapan." Dorothi membungkukan kepalanya saat melihat Dominic memgeser kursi untuk dia duduki.


"Nanti tolong bawakan sarapan ke kamar, soalnya nyonya kalian masih tidur dan jangan di bangunkan kalau dia tidak bangun sendiri." Dorothi hanya menganggukan kepalanya patuh


"Baik tuan, Nyonya akan sarapan apa pagi ini." Dominic menghentikan kunyahan nya lalu melanjutkan nya lagi


"Berikan apa yang dia suka, dan ingat jangan paksa dia untuk memakan salad kalau dia tidak mau." Dorothi pun menganggukan kembali kepalanya

__ADS_1


Dominic sarapan sendiri pagi ini dia tidak di temani sang istri, suruh siapa pagi pagi udah ngajak kerja tanam paksa. Ambrukkan jadinya neng Deva.


"Selamat pagi Boss!" Dominic mendongakan wajahnya saat Jack sudah berada di samping nya sembari mengelap mulut nya dengan sapu tangan.


Dominic sedikit melirik ke arah samping Jack, dia melihat seorang wanita lebih tepat nya wanita yang kemarin di bawa oleh adik nya itu.


Dom menaikan sebelah alis nya sembari menatap seolah minta penjelasan dari Jack.


'Untuk apa kau membawa wanita itu kemari lagi' begitulah kira kira tatapan yang di tujukan Dom pada Jack


"Ehemm...Eem... Itu... Aku membawa dia kemari karena dia sedang membutuhkan pekerjaan. Aku kira kakak ipar sedang mencari seseorang untuk mengurus kebun kecilnya yang ada di halaman belakang." Jack mengaruk tengkuk nya karena gugup


"Istriku belum bangun, kalau memang dia sedang membutuhkan seseorang untuk membantu mengurus kebun kecil milik nya tunggu saja sampai istriku bangun. Soalnya aku sedang tidak membutuhkan pelayan sekarang." Yushika menelan air ludah nya kasar saat mendengar ucapan datar dan tegas pria sejuta pesona di hadapan nya ini. Aura kepemimpinan dari seorang Dominic Gideon Vins sangat kental saat ini.


"Ba..Baik Tuan." Yushika menahan nafasnya saat berbicara dengan Dominic


"Caroll." Pelayan yang bernama Caroll segera menghampiri sang tuan saat nama nya di panggil


"Iya Tuan.." Caroll membungkukan sedikit kepalanya


"Kau ajak dia untuk melihat kebun milik nyonya, tapi jangan sentuh apapun sebelum nyonya mu bangun dan turun kebawah. Cukup kau ajak keliling terlebih dahulu dia, semua keputasan ada di tangan istriku kau di terima atau tidak untuk bekerja di sini." Dominic menatap datar Caroll dan Yushika secara bergantian


"Baik Tuan." Yushika dan Caroll memjawab bersamaan


"Ayo Jack kita sudah terlambat." Dom melengkah kan kaki nya mendahului Jacob.


"cih bukan nya dia sendiri yang memperlambat, aku sudah siap dari tadi pagi. Saat akan berangkat malah mendapat pesan yang menjengkelkan darimu Boss." Jack hanya bisa terus mengerutu dalam hati nya


***


"Jadi namamu siapa?" Yushika menoleh pada wanita yang terlihat masih muda di usia kira kira 45 tahunan itu.


"Caroll, Sepertinya umur mu masih muda ya." Yushika tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan wanita parubaya di samping nya


"Emm iya, usia ku baru 21 tahun." Caroll menganggukan kepalanya


"Itu kebun sayur dan bunga milik nyonya, ingat hanya melihat lihat jangan menyentuh apa pun sebelum nyonya bangun dan turun." Yushika menganggukan kepalanya tanda mengerti


Dia juga tidak mungkin melakukan hal bodoh , dia juga butuh pekerjaan saat ini tidak peduli itu kasar atau pun lembut yang penting tidak sampai menjual diri.


***


"Hooaaammm...." Deva merentangkan kedua tangan nya untuk meregangkan otot otot nya yang kaku.


Dia melihat sekeliling kamar, kosong tidak ada suaminya. Dia sendirian saat ini. Deva pun melirik jam yang mengantung didekat lemari televisi, ya ampun sudah pukul 9.30 pagi apa dia tadi benar benar kecapean lalu tertidur setelah pertempuran sengit nya melawan si Mr.Cau Boma.


Deva segera bangkit dan membereskan tempat tidur nya lalu dia meraih alat komunikasi untuk menghubungi orang orang yang ada di lantai bawah.


di lantai bawah


Kringg....


"Ya nonya".


"Abang masih di bawah atau udah berangkat aunty?" Terdengar suara serak Deva khas seperti orang yang baru bangun tidur


"Tuan sudah berangkat dari tadi nyonya, dan Tuan berpesan pada saya supaya membawakan sarapan untuk nyonya kekamar."


"Tidak usah Aunty, Neng turun aja kebawah. Sarapan nya di bawah aja gak usah di bawa ke kamar, tunggu ya neng mau mandi dulu."


tuttt....

__ADS_1


Deva segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Padahal tadi subuh dia sudah mandi lalu habis subuh mandi lagi, dan sekarang mandi lagi entah sampai berapa kali dia harus mandi kalau si suami bule gelo mesum nya tetap di rumah bisa bisa berkali kali kali kali mandinya.


15 menit kemudian


"Selamat pagi menjelang siang aunty." Deva mendudukan tubuh nya di kursi lalu meminum segelas air.


"Selamat pagi menjelang siang juga nyonya, nyonya ingin sarapan apa."


"Salad buah kayak yang suka Abang makan sama jus kurma nya ya aunty ." Dorothi tersenyum dan menganggukan kepalanya tumben sekali sang nyonya minta salad biasanya dia tidak mau makan itu.


"Emm nyonya di halaman belakang ada wanita yang mencari nyonya." Deva menoleh ke arah Dorothi yang tengah membuat jus kurma untuk nya.


"Siapa aunty?"


"Sepertinya wanita yang di bawa oleh tuan Jack kemarin." Wajah Deva berbinar mendengarnya


"Benarkah, Yushika kesini lagi. Tapi ada apa ya?" Deva meneguk jus yang sudah di buat oleh Dorothi


"Makasih aunty." Wanita berkulit hitam itu tersenyum ramah pada Deva


"Sama sama nyonya." Dorothi kembali ke tempat asalnya sesudah membawakan sarapan untuk sang nyonya besar.


***


"Yushika...!" mendengar nama nya di panggil Yushika menoleh ke belakang


"Deva eh msksud ku nyonya ." Deva mengerenyitkan dahi nya saat Yushika memanggilnya dengan sebutan nyonya.


"Selamat pagi nyonya." Caroll membungkukan sedikit kepalanya


"Selamat pagi juga aunty caroll." Deva tersenyum ramah dan tulus pada pelayan nya itu membuat Yushika melihat nya aneh


"Ternyata Deva sangat sopan pada semua orang, dia tidak peduli itu siapa Deva menghormati dan menghargai nya. Semoga keputusan ku untuk bekerja dengan nya adalah keputusan yang benar."


"Emm..Maaf ada perlu apa ya Yushika mau ketemu sama Neng." Deva mengajak Yushika dan Caroll untuk duduk di sebuah kursi


"Emm..Itu.. eemm.. Kata Tuan Jack kamu eh Nyonya membutuhkan orang untuk membantu merawat kebun nyonya. Jadi saya ingin melamar pekerjaan di sini, apa boleh." Deva tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya, dia langsung menerima Yushika . Toh dia juga butuh orang untuk merawat tanaman nya saat dia tidak sempat karena sibuk mengurus bayi gerang nya.


"Jadi aku di terima." Deva mengangguk lagi


"Terimakasih nyonya." Deva terlihat agak gimana gituh saat Yushika memanggilnya dengan sebutan nyonya. Sebab sebenarnya selama ini Deva merasa tidak nyaman saat Dorothi, Caroll, Ina dan pekerja yang bekerja di penthouse suaminya itu memanggil dirinya dengan sebutan nyonya Deva berasa udah jadi pemeran telenovela gituh.


"Neng menerima Yushika buat kerja di sini, tapi ada syaratnya." Senyum di wajah Yushika perlahan surut saat mendengar ucapan Deva


"Sa..Syarat, syarat apa nyonya." Deva terlihat menghela nafasnya


"Syarat nya adalah berhenti memanggil neng dengan sebutan nonya, panggil aja nama atau neng gituh ihh neng udah kayak maen telenovela aja sih." Yushika dan Caroll terlihat menahan senyum nya mendengar celotehan sang nyonya besar yang apa ada nya.


"Itu tidak mungkin nyonya, saya tidak mungkin berani ."


"Kenapa?" Deva memicingkan matanya ke arah Yushika


"Ya itu karena, eemm nyonya pasti tahu lah Tuan pasti tidak ..." .


"Ya ya ya neng paham, kumaha maneuh weh lah (gimana kamu saja lah)". Deva tahu kalau Yushika dan yang lain nya tidak enak pada suami bule nya itu.


"Panggil neng senyaman kalian aja okey,hayuk kita berkebun." Deva bangkit dari duduk nya dan segera menuju kebun mini yang di buat bapak untuk nya. Kebun yang berisikan sayuran, buah tomat , cabai serta macam macam bawang dan bunga.


"Oh jadi dia juga sama sepertiku hanya seorang pelayan rendahan huh aku kira dia gadis kaya yang tidak sengaja tertabrak oleh tuan Jack kemarin. Baiklah mari kita lihat akan bertahan berapa lama kau di sini dan mari kita bersaing untuk mendapatkan perhatian tuan Jacob, secara sehat maupun tidak sehat."


Wanita muda itu menatap tajam pada Yushika yang terlihat sedang memakai sarung tangan dan celemek di tubuhnya saat Deva mengajak nya untuk memetik cabe dan tomat.

__ADS_1


__ADS_2