
**BAGI YANG TIDAK SUKA DENGAN CERITA SAYA TIDAK APA APA JANGAN DI BACA.
DAN BAGI PENGEMAR SETIA NYA NENG DEVA SAMA ABANG DOMINIC STAYCUN TERUS YAAA....
HATUR NUHUN SADAYANA**
"Eeeemmm..." . Deva menggeliat meregangkan otot otot nya yang terasa kaku dengan tangan yang meraba ke sebelah sisi nya ' Kosong'
Deva bangkit dan bersandar di kepala ranjang, kepala nya lumayan ringan sekarang tidak seperti malam kemarin.
cleekk....
" Pagi sayang." Dominic membawakan sarapan untuk Deva dia membawa nampan yang penuh dengan berbagai macam makanan.
" Sudah bangun hem." Dom melatakan nampan itu di sisi ranjang yang kosong.
Cup... Dia mengecup kening Deva penuh cinta.
"Neng mau mandi." Deva beranjak dari tempat tidur, saat ini Dia belum sadar kalau dia hanya memakai tanktop untuk atasan nya.
Dominic hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu, dia pun membuka tirai dan jendela kamar mereka agar matahari pagi dan angin pantai masuk kedalam.
" Abang....!" Deva berseru keras dari dalam kamar mandi
" Yes Darling." Dominic masih sibuk membuka jendela kamar mereka.
" Sabun nya di mana."
Dom menghela nafas nya,sembari menikmati sejuknya angin yang berhembus masuk.
" Di atas sayang, dekat sower."
Hening....
satu menit kemudian...
" Abang.....!" Dom hanya menggaruk pelipis nya yang tidak gatal, apa lagi yang di butuhkan istri imut nya itu .
" Apa lagi sayang". Dom kini beralih membereskan tempat tidur mereka yang masih berantakan
" Gak ada gayunggg."
gubrraagghh...Dominic menjatuhkan tubuhnya ke kasur, Ya Ampun istri nya benar benar ya ada shower ada bathub masih aja nyariin gayung.
" Pake sower."
" Neng gak bisa make nya."
" Mau Abang mandiin." Iissh si Abang malah ngegoda Deva
" Ee..Enggak, neng mandi sendiri."
di dalam kamar mandi Deva terus menggerutu tidak jelas. Dia ngomel ngomel sendiri.
__ADS_1
" Arek mandi gek susah pisan sih, heran deh ".( Mau mandi aja susah banget sih, heran deh)
15 belas menit cukup untuk Deva membersihkan diri, setelah bergulat dengan sower kamar mandi yang Deva tidak mengerti cara makai nya. Akhirnya tuh si sower nyerah juga sampai Deva bisa menuntaskan mandi nya. Dan yang bikin ya ampun lagi Deva lupa bawa handuk.
" Teu mawa anduk deui ." ( gak bawa handuk lagi)" Deva mendesah pasrah merutuki kebodohan nya.
" Abangggg....!" Tidak ada jawaban, Deva pun terus memanggil suaminya.
" Abangggg....!" Hening..
"Abanggggg....! " ketiga kalinya Deva memanggil namun tidak ada sahutan dari luar.
" Abang kemana sih." cleekk Deva membuka pintu kamar mandi perlahan, mau tidak mau dia harus keluar untuk berganti pakaian. Pakaian yang tadi dia lepas sudah bawah, teronggok di sudut kamar mandi.
dengan menongolkan kepala duluan dia mengintip seluruh ruangan kamar itu memastikan tidak akan ada orang.
dengan langkah perlahan Deva berjalan menuju koper yang masih tergeletak di sudut .
dengan tubuh telanjang Deva menghampiri di koper, namun dia melihat ada handuk berwarna putih di atas tempat tidur Deva pun segera memakai nya.
perlahan sepasang kaki memasuki kamar itu tanpa di sadari Deva yang tengah mengobrak abrik koper bawaan nya.
" Ihh dimana sih" . Deva terus bergumam sampai dia tidak tau kalau sudah ada Dominic di belakang nya dengan ke adaan telanjang dada sembari memegang sebuah cangkir kopi.
" sedang mencari apa." Tubuh Deva tiba tiba membeku saat mendengar suara yang sangat dia kenali ini. dia membatu karna sadar dengan keadaan nya sekarang yang hanya mengunakan selembar handuk putih membaluti tubuhnya
Dom menyeringai mesum saat melihat keterkejutan istri nya
" Sedang mencari apa". Dom kembali mengulangi pertanyaan itu sembari terus mengikis jarak.
Dom sudah berada di dekat Deva yang masih berjongkok di bawah.
" Mencari apa hem." Dom meletakan cangkir kopi nya di nakas, kemudian dia berjongkok untuk membawa Deva berdiri.
" Sedang mencari apa hem." Deva benar benar sudah gugup setengah mati apa lagi saat ini keadaan nya yang bisa mengundang hasrat seseorang. Begitu pun kondisi Dominic saat ini yang hanya mengunakan celana pendek selutut tanpa atasan.
" Abang...." . Deva mencicit
" Apa hem." Dom menyingkirkan anak rambut nakal yang menutupi mata Deva. dengan perlahan sentuhan tangan nya turun ke leher , bahu ,lalu terus menuju lengan telanjang Deva
" Abang menginginkan nya sekarang, boleh." Deva menelan ludah nya kasar, rasa haus kini melanda tenggorokan nya. Dengan sedikit ragu Deva mengangguk pelan.
Dominic yang mendapatkan lampu hijau pun langsung tersenyum, tapi dia tidak ingin terburu buru. Dom ingin memberikan kesan pertama yang manis untuk istrinya. Dominic perlahan mencium kening Deva , kemudian kedua mata nya, hidung, kedua pipit , kemudian dagu dan yang terakhir bibir tebal sexy merah muda yang selalu dia inginkan.
Dom memberikan kenikmatan dan kenyamanan untuk istrinya tanpa terburu buru. Mereka harus menikmatinya dengan mengalir, mengalirkan cinta dan kasih sayang bukan hanya nafsu belaka.
ciuman Dom perlahan turun keleher dan bahu terbuka milik Deva, dia tidak memberi kissmark di sana hanya memberi kecupan lembut dan pelan agar istrinya itu merasa nyaman.
Dengan perlahan tapi pasti Dom membimbing tubuh mungil itu untuk berbaring, tangan nya sudah berjelajah kesana kemari. Dan tanpa Deva sadari kedua tangan nya pun sudah bertengger di leher suami nya.
"Eeemmm..." . Deva melenguh saat Dominic sudah mencapai garis batas buah pribadinya. Lenguhan Deva terdengar seperti melodi yang indah untuk Dom. Dia masih melanjutkan kegiatan nya saat ini. Bahkan Dom sudah menikmati buah yang ada di hadapan nya saat ini.
buah yang indah, seperti baru di petik segar, ranum, dan menggoda. Dengan lahap dan rakus Dominic terus saja memutar, membolak balikan serta menjungkir balikan dunia Deva.
" Abangg...."
__ADS_1
Deva terus meracau sungguh ini pengalaman yang pertama baginya, namun terasa begitu nikmat sampai ke ubun ubun.
Dominic semakin membawa bibir nya menjelajah lebih jauh dari tapal batas menuju benteng pertahanan teterakhir Deva. Entah sudah sejak kapan mereka sudah dalam keadaan sama sama polos. Handuk dan celana mereka berdua sudah tercampakan begitu saja.
saat hendak sampai di perbatasan antara tapal batas dan benteng pertahanan Dominic menghentikan penjelajahan nya.
" Indah." Dom tersenyum saat Deva terlihat memejamkan mata dan mengigit bibir bawahnya.
Dominic pun melanjut kan penjelajahan nya, dia semakin masuk ke area benteng pertahanan yang menyimpan harta berharga seorang gadis. Saat semua nya terbuka terlihat lah harta indah yang sudah Deva jaga selama 24 tahun dalam hidupnya. Kini harta itu akan menjadi hak milik suaminya.
" Abang akan pelan pelan." Setelah merasa puas menjelajah di benteng pertahanan Dominic kembali mendekati wajah Deva yang terlihat memerah. Deva dengan malu malu menganggukan kepalanya .
Dengan sangat lembut dan penuh cinta Dominic membawa perlahan si Mr Cau Boma untuk di tanam di dalam benteng pertahan Deva, agar kelak Mr Cau Boma itu bisa berbuah dan menghasilkan.
meski agak sulit karna penjagaan masih ketat, Mr Cau Boma terus saja memaksa merangsak masuk
" Aakkhh...Abang..". Deva mencengkram kuat punggung, rambut , lengan ,dan apapun yang ada di tubuh Dominic.
"Abang akan pelan pelan sayang." Dom menyambar bibir Deva agar dia teralihkan dari percocok tanaman yang sedang berlangsung saat ini.
"Akkh sakit Abang..". Deva semakin merintih bahkan air mata nya kini sudah mengalir dikedua sudut mata nya saat Mr Cau Boma memaksa masuk terus ke dalam benteng nya.
dan tidak lama dengan sekali tumbukan akhirnya Mr Cau Boma menguasi benteng pertahan Deva untuk segera menghidupkan generasi baru klan Vins.
Yang awalnya hararese ( susah) kini mereka berdua tengah menikmati indah nya dunia. Deru nafas yang mereka alunkan di sepanjang pembibitan membuat suasana di kamar pengantin private room itu bergelora. Dentuman penuh cinta dan kasih sayang terus di lakukan oleh Dom. Deva terlihat sangat menikmati pengalaman pertama nya setelah beberapa saat lalu merasakan sakit yang luar biasa, berasa mau copot nyawa.
" Abang...." Deva terus meracau menyebutkan nama suaminya saat Dom terus menyerang benteng pertahanan nya.
" Panggil nama Abang sayang." Dom terus memperluas area pembibitan Klan Vins di benteng pertahanan milik Deva.
" Abang... Deonn..." Entah Deva lebih suka memanggil Deon dari Gideon ketimbang Dominic.
" Yes Darling, suaramu sungguh indah." Dom terus meraup mengecup, menikmati semua yang ada di tubuh istrinya itu.
Setelah banyak menit dan detik mereka lalui akhirnya pembibitan yang tengah mereka lakukan menghasil kan bibit bibit unggul berkualitas yang akan tertanam di dalam rahim Deva, semoga diantara bibit bibit itu tumbuh generasi baru untuk klan Vins.
Dominic mengeram tumbukannya semakin cepat dan akhirnya dia tumbang di atas Deva yang juga tengah meraup udara sebanyak yang dia bisa saat ini.
Dom menegangkan kembali tubuhnya tanpa melepaskan Si Mr. Cau Boma dari benteng pertahanan Deva. Dom masih menikmati sensasi cinta yang telah dia berikan di sana.
" I love you". Dom mengecupi seluruh bagian wajah Deva tanpa terkecuali. Deva yang telah terkulai lemas hanya tersenyum dan membelai rahang Dominic dan dengan berani dia mengecup bibir sexy suaminya itu .
" Love you to Deon." Mereka berpelukan kembali, entah sudah seberapa lebar mereka membuka kebun untuk pembibitan bibit baru Si Cau Boma. Sampai siang pun mereka tidak keluar dari kamar itu. Bahkan Deva melupakan sarapan pagi nya.
🍑🍑🍑
" Masih sakit." Deva mendongak saat sang suami tengah memeluk nya dari belakang, hari mulai sore mereka baru selesai dengan kegiatan perluasan area pembibitan si Mr Cau Boma.
" Huum." Deva benar benar merasakan area benteng pertahanan nya ngilu dan perih. Ternyata benar Si Mr Cau Boma memang segede Cau Boma, Deva sampai begidig kalau mengingat ukuran nya .
" Kita istirahat ok, nanti bisa lanjutkan acara nanam menanam nya." Deva mencubit keras perut berotot milik Dominic, Dom selalu saja menggodanya setelah mereka melaksakan kewajiban sebagai sepasang suami istri.
AAAKKKHHHHH PAS NULIS BAB INI PIKIRAN SUCI NENG OTHOR BERPETUALANG KEMANA MANA .........
__ADS_1