ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Bibit unggul si Cau Boma( Tezha Zettha)


__ADS_3

Suara deru motor terdengar nyaring dari halaman sebuah penthouse 3 lantai itu. Dengan gaya slow motion dia melepas helm full face nya sembari mengibas ngibas kan rambut nya yang tidak terlalu panjang itu, dia meletakan helm kesayangan nya di tanki motor besar berwarna hitam itu.


Jaket denim kusam melekat di tubuh tinggi besar nya, jangan lupa dengan tindik serta tatto yang terukir indah di tubuh nya. Dia melewati para pelayan yang tengah menatap nya penuh minat, padahal mereka tengah mengerjakan tugas masing masing tapi mata mereka terus saja mengarah padanya.


"I'AM HOME MOM!"


Suara teriakan itu menggema di seluruh sudut rumah besar itu membuat orang yang sedang membaca koran di ruang tengah berdecak kesal.


"SHUT YOUR MOUTH LITTLE BRAT!!!" ( tutup mulut mu brandal kecil)


Suara teriakan nya di balas dengan suara teriakan kembali dari pria paruhbaya yang masih terlihat tampan dan segar di usia nya yang menginjak 42tahun itu.


"Astagfirouloh si Papih, teganya manggil anak sendiri brandal kecil, wow impresif!"


"MIMIH SAYANGGGGG ANAK TAMPAN MU SUDAH PULANG, MAU MINTA MAKAN!!!"


Sungguh hanya anak itu yang bisa membuat seorang Dominic pusing tujuh keliling. Dari mulai balap liar sampai berkelahi dengan teman sekolah nya, membuat Dominic kehilangan kata kata. Dia dulu memang nakal, tapi pas seumuran dengan anak laki laki nya itu Dom tidak seperti itu. Dia malah tengah sibuk membangun klan nya yang hampir jatuh karena kematian kedua orang tua serta saudaranya.


"JANGAN TERIAK TERIAK ABANG, INI BUKAN HUTAN. KALO MAU MAKAN TINGGAL MAKAN AJA JANGAN MANJA. NANTI KU MIMIH DI SUAPIN PAKE SKOP TANAMAN MAU!!"


"Dih katanya jangan teriak teriak, eh si indung sorangan nu nyontohan na."( si ibu sendiri yang nyontohin nya)


Suara teriakan Sang Mimih tidak kalah kencang dari arah belakang penthouse mereka. Deva saat ini tengah memindahkan bibit bibit tanaman nya kedalam wadah yang sudah di sediakan. Deva memang tidak pernah berubah sejak dulu,walaupun sang suami memperlakukan dia seperti ratu, Deva tetap saja membumi. Kegiatan tanam menanam nya tidak pernah dia lewat kan, dan seperti nya bakat nya itu turun ke anak sulung nya Altezha. Si blasteran bule namun tengil itu suka sekali bercocok tanam saat dia tidak ada kegiatan di luar rumah. Sudah di pastikan dia akan bermain tanah dan pupuk bersama sang Mimih.


"TATA MANA BANG!!"


Tezha hampir tersedak saat mendengar teriakan dari sang Mimih lagi, dengan segera dia meneguk air putih yang ada di depan nya.


"JANGAN TERIAK TERIAK SAYANG, TENGGOROKAN MU SAKIT NANTI."


"IYA ABANGGGGGGG!!"


Tezha hanya mendengus kesal mendengar kedua orang tua nya saling teriak bersahutan. Kata nya gak boleh teriak teriak eh ini malah nyontohin sama anak nya.


"Dasar gelo".


"Tata katanya ada kelas tambahan, nanti dia pulang di antar Lucy katanya."


Tezha menyuap kan nasi beserta sayur tumis kangkung di campur pete dan cabai ijo. Bule blasteran itu begitu lahap menikmati makanan yang nota bene sangat Indonesia banget. Tezha memang lebih suka masakan Indonesia yang suka di masak oleh Mimih nya dari pada masakan khas negara kelahiran nya Kanada.


Katanya masakan Indonesia lebih menggoyang lidah, dengan rasa dan bumbu yang beragam dari pada masakan negara kelahiran nya.

__ADS_1


"Jangan di habiskan, nanti adik mu makan sama apa." Dominic menggeplak lengan Tezha yang hendak menambah kangkung serta sambel dan ayam goreng bumbu kuning buatan Deva.


Ya Allah beginikah rasanya jadi anak pungut, sungguh miris


Tezha berasa jadi anak pungut kalau sedang berdekatan dengan sang Papih. Bule tua itu selalu saja mengajak adu mulut bahkan adu otot dengan nya.


"MIHHHH PAPIH NIHH MASA EZHA MAU NAMBAH GAK BOLEH!!!"


Jurus yang paling mempan untuk membuat sang Papih mati kutu ya dengan cara berlindung pada sang Mimih.


"ABANGGGG...JANGAN GANGGU ANAK NYA NENG LAGI MAKAN. BIARIN DIA MAKAN YANG BANYAK BIAR BADAN NYA GAK CEBOL JIGA BOTOL!!"


Di bela sih di bela, tapi ujung nya itu loh malah nyelekit. Siapa juga yang cebol, orang tinggi Tezha udah 175 di usia nya yang baru 16 tahun.


Dominic hanya melayangkan tatapan mengejek pada sang putra yang terlihat di atas angin saat dia melapor pada ibu ratu. Tapi ternyata ibu ratu mereka menghempaskan Tezha setelah di terbangkan.


"Ari Ezha budak saha ya Allah."( Ezha ini anak siapa ya Allah)


Tezha menyuapkan satu sendok penuh kedalam mulut nya hingga membuat mulut nya penuh membuat Dominic tidak tahan untuk tertawa. Sungguh senang sekali saat dia berhasil membuat si sulung itu kesal.


🌻


🌻


🌻


Alzettha melambaikan tangan nya ke arah teman sekelas nya yang baru saja mengantar dia pulang.


"I'AM HOME MOM!!!"


Nah kan gak kakak nya gak adik nya gak bapak sama emak nya pada doyan teriak teriak.


"Selamat datang Nona muda." Salah satu penjaga membuka pintu rumah itu untuk Zettha.


"Thank you uncle!"


Dengan tas ransel berwarna biru yang terpasang di punggung nya Zettha bergegas masuk kedalam rumah besar itu.


"Mimihhhhh!!!"


Suara teriakan Zettha membuat orang orang yang tengah bersantai di halaman belakang menoleh ke arah dalam rumah.

__ADS_1


"DEK KITA DI BELAKANG!!"


Zettha yang mendengar suara sang Mimih dari arah belakang rumah puh bergegas pergi ke sana setelah menaruh tas nya di meja makan.


"Eh si cebol udah pulang."


Mendengar ada yang memanggilnya dengan sebutan yang tidak asing baginya. Zettha pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah remaja laki laki yang tengah bermain ponsel di atas karpet yang di gelar di sana.


Zettha sudah tahu dan yakin itu pasti si Abang kembar tengil nya. Mereka memang suka saling usil kalau bertemu dan itu sering membuat migran sang mimih tiba tiba kambuh karena ulah mereka. Dan pasti membuat murka si raja singa saat melihat ratu nya mengeluh kesakitan, alhasil para budak nya yang kena omel.


"Pihhhhh...Abang tuh, masa Tata di bilang cebol. Tata kan tinggi gak cebol." Zettha langsung mengadu pada sang Papih sembari mendudukan tubuhnya di atas pangkuan sang papih yang terlihat sedang menikmati kopi hitam serta cireng yang di buat oleh sang Mimih.


"Zhaaa!!!"


Peringatan pertama keluar dari sang Mimih yang tengah menyiram tanaman nya.


"Iya kamu gak cebol sayang,cuma imut. Mana ada princes Papih yang cantik ini cebol."


Zettha menganggukan kepalanya sembari tersenyum penuh kemenangan pada serta menatap penuh permusuhan pada Tezha.


"Princes papih bukan cebol, cuma kurang tinggi saja."


Senyum itu surut membuat Tezha tidak tahan untuk menghamburkan tawa nya melihat wajah masam sang adik kembarnya.


"IHHHH PAPIIIIHHHHHHHH....!!!"


KELUARGA INTI VINS



PAPIH DOMINIC



MIMIH DEVA



ALTEZHA


__ADS_1


ALZETTHA


__ADS_2