ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Pemburuan Di Mulai


__ADS_3

**MOHON MAAP YA KEMAREN GAK BISA UP SOALNYA MOOD NENG OTHOR AMBURADUL KUDU NYARI INSPIRASI DULU.


STALKING STALKING AA BTS,EXO,GTO7,TREASURE DOLO MAU STALKING AA BULE TAKUT NENG OTHOR KE JAUHAN MAIN NYA GAK BISA PULANG ENTAR...


SELAMAT MEMBACA**....


"Emak...!" Aqilla langsung berlari saat melihat Emak ,Deva dan bapak di depan pintu penthouse sedang menunggu kedatangan nya.


"Ya Allah dek....". Emak dan Deva histeris saat melihat penampilan Aqilla yang berantakan dan penuh dengan darah kering.


"Emak kakak Basstian". Aqilla memeluk tubuh emak saat dia sudah berada di dekat nya, Aqilla tidak dapat membendung air matanya lagi sampai sesegukan.


"Hayuk hayuk urang asup heula."( Ayo ayo kita masuk dulu)


Emak menuntun Aqilla untuk masuk ke dalam rumah


"Saya harus kembali kerumah sakit, ada pedro dan yang lain nya akan menjaga kalian jangan khawatir." Emak dan yang lain nya berbalik saat Jack berbicara dengan mereka.


"Apa Abang gak pulang Jack." Deva berharap suami nya pulang saat ini


"Boss masih di rumah sakit kakak ipar, kalian jangan khawatir Bocah itu pasti baik baik saja. Itu hanya peluru nyasar yang tidak sengaja mengenai Basstian." Jack berbohong agar kakak ipar serta keluarganya tidak takut dan khawatir pada peristiwa penembakan yang hampir menghilangkan nyawa Aqilla.


Deva menganggukan kepalanya, setelah Jack pergi mereka berlima masuk kedalam untuk membersihkan tubuh Aqilla yang kotor.


πŸ‰πŸ‰πŸ‰


Buuggghhh....


"KAU BODOH HUH !!! KENAPA KAU BISA SALAH SASARAN !!" Tubuh pria yang terkena tinjuan itu terpental jauh kebelakang.


"Aku tidak tahu kalau yang kita incar itu salah satu anggota keluarga Vins, kau juga tidak memberitahu ku Bruno brengsek!" Pria itu menyeka darah yang ada di sudut bibir nya.


"Wanita sialan, dia menjebak kita rupanya." pria yang di panggil Bruno itu mengepalkan tangan nya


"Lalu bagaimana, aku yakin Dominic tidak akan tinggal diam dia pasti akan memburu kita. Apa lagi setelah peluru itu melukai sekertaris nya yang tiba tiba melindungi gadis kecil itu, Aku belum mau mati aku belum menikah dan punya anak." Dia memgoceh panjang lebar karena frustasi


Bruno menjambak rambut nya karena frustasi


"Diamlah bodoh ocehan mu itu tidak akan membantu apapun, dan kau harus tahu bukan Dominic yang akan memburu kita tapi Sniper handalan nya yang akan mengincar otak yang ada di dalam kepalamu, apa lagi peluru itu tertinggal di dalam tubuh Basstian , Vins pasti mudah untuk melacak kita karena peluru itu khusus."


Otak Bruno semakin buntu saat membayangkan dia harus berurusan dengan klan Vins, padahal dia selama ini tidak pernah bersinggungan dengan klan itu.


"Jadi kita harus bagiamana sekarang."


Bruno menoleh pada orang yang ada di samping nya itu


"Ya kabur sejauh mungkin bodoh, apa kau mau mati sebelum menikmati uang mu!" Bruno bergegas meninggalkan tempat itu di susul oleh pria yang dia hajar tadi.


***


"Mereka Sniper bayaran Boss!" Jack menyerahkan sebutir peluru dan rekaman cctv yang ada di tempat itu.


"The Devil." Jack menganggukan kepalanya membenarkan


"Bruno Lark adalah pimpinan mereka, aliansi bawah tanah yang dia pimpin selalu menerima job sebagai pembunuh bayaran, tapi seperti nya mereka akan menyesal kali ini karena sudah menerima job itu."


Dominic tersenyum sinis ,senyum yang tidak pernah dia perlihatkan pada Deva istrinya.


"Lepaskan Blade, kita akan memulai untuk berburu Jack ." Jack menganggukan kepalanya, saat Dominic sudah memerintahkan dia untuk melepaskan blade Jack tahu buruan nya tidak akan lari ke kota tapi ke dalam hutan dan tempat yang sulit untuk di jangkau.

__ADS_1


***


"Astaga kemana kedua manusia bodoh itu." Miranda mengerutu saat orang yang dia hubungi tidak menjawab panggilan nya bahkan tidak aktif


"Sudahlah Miranda." Miranda membanting ponselnya ke tempat tidur


"Dasar sniper bodoh, hanya menghabisi gadis kecil saja bisa gagal. Aku yakin Dominic tidak akan tinggal diam saat ini, Bruno bodoh bodoh brengsek menyusahkan aku saja."


"Sstt...Hei jangan marah marah oke nanti cantik dan sexy mu bisa hilang, aku yakin pembunuh bayaran mu saat ini sudah kabur entah kemana jadi kau jangan khawatir." Miranda menghembuskan nafasnya kasar lalu mengangguk mencoba pecaya pada omongan pria yang sedang ada di samping nya.


"Kau benar Val aku harus tenang." Valdo tersenyum saat Miranda menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik nya


"Kau harus tenang Miranda karena aku yakin sebentar lagi Vins akan memburu mu, setelah dia mendapatkan dua cecunguk bodoh itu"


***


"Dek, kunaon teu di emam sanguna."( dek,kenapa gak di makan nasinya)


Aqila menggeleng lemah, pikiran nya kini masih tertuju pada Basstian yang belum ada kabar


"Qilla teu lapar mak."( Qilla gak lapar mak)


"Emam saetik weh, lamun Qilla teu emam engke bisa kena maag."( makan sedikit saja, kalau Qilla gak makan nanti bisa kena maag)


"Lamun teteh embung, jang Zae weh lah."( kalau teteh gak mau, buat zae ajalah) Zae dengan songong nya mencomot ayam goreng yang ada di piring Aqilla.


plaakk.... Satu keplakan mendarat di punggung tangan nya


"Tuman yeh budak nyak."( kebiasaan nih anak ya)


"Nyeuri teteh ih."( sakit teteh ih)


"Qilla hayang ka rumah sakit."( Qilla mau kerumah sakit) Cicitan Aqilla masih terdengar jelas oleh mereka di sana.


"Engke nyak nungguan Abang uih heula, teteh jeng emak gek hayang ningali."( nanti ta nungguin Abang pulang dulu, teteh sama juga mau lihat)


Aqilla menganggukan kepalanya , dengan perlahan tapi pasti Aqilla menyuapkan sesendok demi sesendok nasi kedalam mulut nya


"Assalamualaikum....".Terdengar seruan salam dari ruang tengah


"Waalaikumusallam...!" mereka semua serempak menjawab salam


"Abang....!" Deva berdiri dari duduk nya dan langsung menghampiri saat melihat Dominic sudah kembali pulang


Cup... satu kecupan lembut mendarat di dahi Deva, Dominic tidak peduli ada banyak mata yang melihat adegan nya.


"Ihh Abang mah malu." Deva memukul pelan lengan Domini pelan dan itu malah membuat Dominic terkekeh karena melihat wajah masam istrinya


"Abang udah makan." Dominic menggelengkan kepalanya saat sang istri mendongakan wajah ke arah nya


"Emak ,Bapak." Dominic menyalami takzim kedua mertuanya saat tiba di meja makan


"Udah makan belum mantu emak nu kasep( yang ganteng)." Dominic tersenyum saat emak mertuanya mulai menggodanya, Dominic senang karena ibu dari istrinya ini malah menganggap dia seperti anak kandung nya sendiri.


"Belum Mak , Deon belum makan makanya Deon pulang."


"Iya atuh cepetan makan, bisi( takut) sakit." Dominic tersenyum saat melihat Deva menyendokan makanan di piring nya.


"Kita mau lihat Basstian boleh." Dominic menghentikan kunyahan nya sejenak sembari menatap istrinya yang terlihat penuh harap, dengan senyum mengembang Dominic mengangguk.

__ADS_1


"Boleh, tapi besok saja ya sekarang sudah sore . Di sana sudah ada Jack dan Pedro yang menjaga Basstian kalian tenang saja, oprasi pengangkatan pelurunya juga berjalan lancar." wajah mereka langsung merasa lega, terutama gadis kecil yang sedari tadi termenung.


Mereka menikmati makan malam nya , walaupun sedang mendapatkan musibah Dominic akan harus memastikan keluarganya tidak khawatir terutama sang istri. Dia akan menjaga keluarganya lebih ketat lagi .


***


"Kamu dan yang lain nya kerumah sakit di antar Pedro ya, Abang tidak bisa ikut soalnya ada urusan yang harus Abang selesaikan terlebih dahulu."Deva terdiam sembari memasangkan dasi yang ada di leher suaminya.


"Tapi Abang bakalan nyusul kita kan kerumah sakit kan." Dominic tersenyum dan menganggukan kepalanya serta memberikan kecupan lembut di bibir Deva yang tengah cemberut.


"Senyum dong sayang." Deva malah semakin memajukan bibir beberapa centi saat Dominic menggoda nya.


"Abang ihh, masih pagi ini." Dominic terkekeh sembari memeluk tubuh mungil Deva yang sedang berdiri di atas kursi karena tinggi mereka berdua berbeda jauh alhasil Deva harus selalu naik kursi bila memasangkan dasi untuk Dominic.


***


"Nak Basstian gimana kabarnya." Emak duduk di samping tempat tidur Basstian. Dia sudah sadar dan sudah bisa di ajak komunikasi


"Baik Mak, bagaimana keadaan Aqilla." Emak melirik Aqilla yang terdiam di sebelah Deva yang sedang mengupas buah jeruk.


"Gadis kecil itu selalu menangis sebelum kita kerumah sakit buat lihat kamu Nak." Emak berbisik pada Bassrian agar Aqilla tidak mendengar nya.


"Tong sok ngomong macem macem mak."( jangan suka ngomong macam macam mak) Emak melipat bibir nya saat Aqilla bersuara memperingati.


"Emak henteu ngomong nanaon kok, nyak kan."(Emak gak ngomong apa apa kok, iya kan)


Basstian hanya memganggukan kepalanya walaupun dia tidak mengerti apa yang emak bicarakan.


"Jangan asal ngangguk aja Bass , nanti kamu repot loh." Kali ini Deva ikut berbicara sembari terkikik geli melihat wajah bingung Basstian.


***


"Semuanya sudah siap Boss!" Jack membukakan pintu besar yang ada di hadapan mereka


"Kau sudah memberi nya makan Jack." Jack menganggukan kepalanya


"Sudah Boss, Hanya sedikit agar dia tidak kelelahan saat berlari."


Dominic dan Jack semakin masuk kedalam ruangan itu, sebuah markas yang terletak sangat jauh dari penthouse nya markas rahasia Dominic untuk mempertahankan klan nya .


"Hallo Blade cantik, kita bertemu lagi Daddy sangat merindukan mu" Dominic berjongkok dan membelai nya saat tiba di sebuah ruangan tertutup, sedangkan Jack berdiam diri di belakang tubuh Dominic sembari menelan ludah nya kasar.


"Kau siap untuk berburu sayang." Dominic memasangkan sebuah chip di lehernya, dengan penuh kasih sayang dia mengelus dan mengecup kepala nya tanpa ragu


"Kau senang hem..!" Dominic terkekeh saat Blade mengendus serta menyerukan kepalanya di leher Dominic seakan minta di manja.


"Kau manja sekali hem, hati hati mommy mu akan cemburu nanti." Dominic memeluk nya lembut setelah selesai memasangkan chip pelacak itu.


"Ayo kita berburu." Dominic menampilkan senyum smirk nya sembari melangkah keluar di ikuti oleh Jack dan Blade.


"Semua nya sudah siap."


"Siap Boss!" ucap mereka serempak


"Tangkap mereka hidup hidup, setelah blade menemukan posisi kedua bajingan itu dan kau Jack suruh Pedro mensabotase webset The Devil agar tidak berulah lagi dan berpikir sebelum bertindak , musnahkan aliansi bawah tanah mereka tanpa sisa setelah mereka tertangkap korek semua informasi siapa yang membayar mereka untuk mencelakai Aqilla." Dominic sudah tidak mau mengambil resiko lagi tentang keselamatan keluarganya


"Baik Boss..!" Jack segera menghubungi pedro saat itu juga


__ADS_1


INI BLADE CANTIK KAN.....Mommy Deva pasti cemburu sama BladeπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2