
"Bagaimana?"
Braakk.... Miranda melemparkan tas mahal nya ke atas meja
"Sialan, gagal ! semua gagal Dad. Ternyata Vedro benar benar brengsek, bahkan aku sudah mengaku tengah hamil anak nya pun dia tidak mengakui nya. Aku kira dengan aku berpura pura mengandung keturunan nya dia akan tunduk padaku, ternyata... Aaarrrgghhh sialan."
Miranda menjambak rambutnya sendiri
"Tenanglah sayang, kita akan mencari cara agar Vendro tunduk pada kita dan bisa menjalankan rencana kita tanpa harus mengotori tangan kita sendiri." Miranda menoleh pada sang Ayah yang tengah tersenyum licik dan di balas senyuman licik kembali oleh Miranda
"Ya kau benar Dad, kita akan membuat Vendro dan Vins saling serang kemudian kita akan mendapatkan keuntungan dari semua itu." Fransisco dan Miranda tertawa saat mereka sudah dapat cara apa yang hendak mereka lakukan sekarang.
🍁🍁🍁
"Hallo...."
"Hallo juga Aqilla"
"Kakak!"
"Hm... Gimana kabar kamu".
"Eemm Qilla baik, gimana kabar kakak sama yang lain nya di sana."
"Mereka baik, tapi aku yang tidak baik karena tidak ada kamu di sini." Sejak kapan seorang Basstian bisa menggombal seperti itu
"Ck..Apaan sih, sejak kapan kakak bisa ngegombal kayak gitu. Bukan Basstian banget tau, geli dengernya juga." Aqilla berdecak geli saat mendengar ucapan Basstian tadi
"Astaga, bukan nya blushing malah ngomel ngomel. Yang aku tahu kalau seorang gadis aku goda begitu mereka akan bersemu merah dan malu malu. Sedangkan yang ini."
"Apa! emang kenapa sama yang ini. Udah berapa gadis yang kakak gombalin emang nya dasar fuckboy! Udah ah Qilla mau masuk kelas ini udah bell, Bye Assalamualaikum."
Tuttt.....
Basstian melihat layar ponsel nya saat mendengar Aqilla memutuskan telpon mereka secara sepihak
"Astaga savage nya lebih dari kakak ipar. Ck ck ck untung cinta, Waalaikumsallam istriku." Basstian tersenyum lebar saat melihat foto Aqilla menjadi wallpaper layar utama ponsel nya. Basstian diam diam sudah mempelajari agama islam tanpa satu orang pun tahu termasuk Aqilla. Dan tanpa mereka tahu Aqilla dan dia sudah menjalin sebuah hubungan jarak jauh walaupun kadang kadang ya begitu berantem baikan lagi. Gak ada mesra mesra nya apalagi si Aqilla.
"Bass!"
Basstian terkejut hampir saja dia menjatuh kan ponsel nya kelantai saat ada yang menepuk pundak nya
"Astaga kau mengagetkan ku Jack!" Basstian memeluk ponsel nya erat erat seolah itu adalah nyawanya. Dan benar saja itu adalah nyawanya kalau tidak ada itu ya bisa mati menahan rindu pada Aqilla dia.
"Boss memanggil kita keruangan nya, Ayo!" Basstian menganggukan kepalanya dan segera menutup layar laptop yang ada di meja kerjanya
Tok tok tok
Cleekkk....
"Selamat siang Boss!" Dominic mengalihkan atensi nya ke arah pintu yang terbuka
"Masuk lah!"
"Ada apa Boss!" Jack dan Basstian mendudukan diri mereka di kursi yang ada di depan Dominic
"Bass hari ini kau ikut aku ke Italia!" Basstian mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan sang Boss
"Kenapa mendadak sekali Boss seperti tahu bulat saja." Jack dan Dominic melirik aneh pada si bungsu
"Apa?" Dengan wajah polos nya Basstian tidak menghiraukan tatapan mematikan dari kedua kakak angkat nya
"Apa itu tahu bulat?" Kini Jack yang terlihat konyol di mata mereka. Basstian menyedikan bahu nya tanda tidak tau
"Entah lah aku juga tidak tau, Aqilla yang sering bicara begitu saat kami tengah bertelpon katanya dia sedang memakan tahu bulat yang di goreng dadakan. Aku juga tidak mengerti apa itu tahu bulat."
Dom dan Jack mengangkat sebelah alis nya sembari menatap heran pada Basstian
"Apa? Kau dan Boss kenapa menatap ku seperti itu." Basstian menjadi salah tingkah ketika dua pasang mata itu terus saja mengintimidasinya dengan tatapan.
"Sejak kapan kau dekat Aqilla hem." Basstian menelan dengan susah payah air ludah nya saat Dominic terlihat menatap nya tajam
"Astaga aku kelepasan, habislah kau Bass! Boss akan mengulitimu karena kau sudah melanggar ucapan mu sendiri untuk tidak memacari Aqilla sebelum dia berusia 18 tahun."
"Ada apa Bass!" Kini Jack yang terlihat tersenyum jahil pada Basstian
"Emm...I.. Iya kita berdua memang suka bertukar telpon. Maksud nya untuk saling lebih mengenal satu sama lain saja, ya begitu heehee." Basstian menjadi salah tingkah di buat nya
__ADS_1
"Sudah lah hentikan ocehan mu Bass, persiapkan kebutuhan yang akan kita bawa ke Italia dan kau Jack jaga istriku selama aku pergi dengan nyawamu." Jack dan Basstian menganggukan kepalanya kemudian mereka bangkit dan melangkah pergi dari ruangan itu.
"Huffftt...Selamat." Basstian mengelus dada nya
***
"Abang bakalan lama ya di sana nya." Deva menekuk wajah nya sembari memasukan satu persatu kebutuhan Dominic selama di Italia
Dominic tersenyum lembut dan segera memeluk Deva dari belakang
Cup.. Satu kecupan basah dia daratkan di tengkuk leher sang istri
"Enggak sayang paling cuma satu minggu saja. Kenapa hem takut kangen ya." Dominic malah menggoda nya membuat Deva mencebik kan bibir nya. Pake di tanya kangen lagi, ya iyalah kangen satu minggu gak ketemu sama suami cuma wanita yang gak waras yang bilang gak kangen.
"Jangan lama lama ." Deva merengek sembari membalikan tubuhnya dan segera memeluk pinggang Dominic yang tidak terbungkus apa apa karena dia masih memakai celana boxer tanpa atasan.
"Enggak lama ."
"Janji." Deva memberikan jari jempol nya
"Janji, lagian si Cau Boma tidak akan betah di jauhkan lama lama dari media tanam nya."
Bugghh...
"Masih aja mesum." Deva meninju pelan perut berotot suaminya itu, bukan nya merasa sakit Dom malah terkekeh melihat wajah masam Deva
"Udah sana Abang pake baju dulu, neng belum selesai masukin barang barang yang mau Abang bawa." Deva hendak melepaskan pelukan nya namun di tahan oleh Dominic.
"Pakein." Dom merengek manja pada Deva
"Dasar bayi gerang, geus aki aki gek menta di bajuan." ( Udah kakek kakek juga minta di bajuin)
Deva terus menggerutu namun tangan nya dengan cekatan memakaikan pakaian pada tubuh atletis Dominic. Bahkan Dom masih usil menggoda Deva dengan mengendus ngendus pucuk kepalanya, leher bahkan tangan nya bergerilya kemana mana.
Plakk...
"Tangan tangan tolong kondisikan ." Dom meringis mengusap lengan nya yang kena geplakan manja dari Deva
"Sakit yank." Dom merasakan panas di area yang di pukul oleh Deva
"Dah selesai, aduh mani kasep pisan sih salakina saha coba ieu teh."(Aduh ganteng banget sih suami nya siapa coba ini tuh)
Deva menyisir rambut Dom dengan jari nya agar terlihat lebih rapih
Cup..Cup..Cup..
Deva malah memberi kecupan berkali kali di wajah Dominic yang mana membuat Dom tersenyum lebar, Tumben sekali istri imut nya ini agresif
" hayuk ah si Babas dah nungguin Abang di bawah tuh." Deva turun dari kursi dan menarik lengan Dom, namun tarikan Deva tidak dapat mengerakan tubuh tegap tinggi milik Dominic.
"Aya naon deui." ( Ada apa lagi)
Dom belum menyurutkan senyuman nya, lalu dia memajukan bibir nya sedikit menunduk untuk mensejajarkan dengan tinggi Deva.
"Yang ini belum." Dom menujuk ke arah bibir nya
Cupsss.... Kecupan basah dan agak lama Deva berikan untuk suami bule nya
"Udah kan, hayuk! itu kade poho koper Abang na. Eta kadieu keun jilbab Neng"( udah kan, ayo! itu awas lupa koper Abang nya. Itu kesiniin jilbab neng)
Dom menggelengkan kepalanya di saat Deva terus saja berbicara bahasa kerajaan milik nya.
Deva mengandeng mesra lengah Dominic ketika menuruni anak tangga menuju lantai dasar.
"Jaga diri kamu baik baik ya, jangan keluar tanpa pengawasan dari Jack okey." Deva menganggukan kepalanya patuh
"Abang juga hati hati, jangan lupa kabarin neng kalo udah nyampe."
"Pasti sayang." Dom membelai lembut pucuk kepala Deva yang terbalut hijab toska
"Jack jaga istriku baik baik." Pandangan nya beralih pada Jack yang tengah berdiri di belakang Deva
"Baik Boss, kau jangan khawatir."
"Abang berangkat dulu ya." Deva menganggukan kepalanya
Cup.. Satu kecupan di dahi diberikan oleh Dom untuk Deva
__ADS_1
Dominic memasuki mobil nya bersama Basstian dan satu orang pengawal untuk membawa mereka kebandara
Deva sempat ingin ikut mengantar Dom kebandara namun Dominic melarang nya karena dia tidak ingin membuat Deva terkena mabuk perjalanan padahal dari penthouse ke bandara hanya membutuhkan waktu setengah jam perjalanan saja.
***
"Jackk...!" Mendengar nama nya di panggil Jack bergegas keluar dari ruangan kerja Dominic yang ada di lantai bawah
"Iya, ada apa kakak ipar."
"Anterin Neng ke supermarket yuk. Neng mau beli sesuatu." Jack menganggukan kepalanya
"Eh Yush, sini!" Yushika pun menghentikan langkah nya saat mendengar nama nya di panggil dan dia tahu siapa yang memanggil nama nya dengan sebutan 'Yush' cuma Deva orang nya.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya." Yushika teihat membawa sekeranjang kecil cabai, kangkung dan daun bawang yang baru dia petik
"Anter neng ke supermarket yuk, neng bosen kalo sendirian mah."
"Tapi tugas saya belum selesai di kebun."
"Udah lah teu nanaon gak papa kamu tingalin aja dulu. Sekarang kamu cuci tangan terus ganti baju neng tunggu di sini." Yushika pun menurut dia membawa kerinjang itu ke dapur dan segera menuju kamar nya di bungalau belakang untuk berganti baju.
💐💐💐
"Bagusan yang mana menurut kamu Yush." Yushika menoleh pada Deva saat sang nyonya menanyakan sesuatu pada nya
"Kayak nya bagusan yang ini, bahan nya tebal terus tahan air juga jadi kalau kita terkena air baju yang kira pakai tidak akan basah."
Deva pun menganggukan kepalanya dan segera memasukan nya kedalam troli
"Yush neng kesana dulu ya, kamu sama Jack dulu okey."Deva segera melajukan langkah nya menuju rak rak yang berisi buah buahan dan daging
"Kakak ipar mana?" Yushika menoleh saat ada seseorang yang berdiri di belakang nya
"Tuan Jack, emm itu nyonya Deva tadi pergi ke rak bagian sana." Yushika sedikit tergagap saat melihat Jack menatap nya dengan sangat tajam dan terkesan mengintimidasi
"Sendirian!" Yushika menganggukan kepalanya
"Lalu apa tugasmu di sini huh! kau pikir kau yang nyonya besar nya . Kalau sesuatu terjadi pada kakak ipar aku pastikan kau akan kembali ke negara asal mu." Jack segera melangkahkan kaki nya dengan cepat untuk mencari Deva. Tadi dia ijin ketoilet terlebih dahulu makanya Deva dia titipkan pada Yushika.
Yushika terlihat tegang, dia pun ikut berlari menyusul Jack untuk mencari Deva
"Apel apa pear." Deva bermonolog sendiri membandingkan dua buah berlainan jenis itu
"Jambu biji aja deh, neng mau bikin jus jambu nanti di rumah." Deva memasukan beberapa buah jambu biji kedalam troli
"Hallo nyonya!" Deva mendongakan kepalanya saat dia merasa ada orang berdiri di sebelahnya
"Hallo juga tuan, ada yang bisa saya bantu." Deva kini sudah lebih pandai dalam berbahasa inggris jadi dia tidak kesusahan lagi dalam berkomunikasi
"Mohon kerja sama nya Nyonya." Deva mengerenyitkan dahinya mendengar ucupan pria yang ada di sebelahnya itu
"Maksudnya anda ap...." Belum sempat Deva menyelesai kan ucapan nya, sebuah jarum suntik sudah menembus tengkuk nya yang terhalang hijab membuat pandangan nya kabur dan terasa berat hingga Deva tidak sadarkan diri
"Abang"
"Ternyata mudah huh." Dia memasukan jarum suntik kosong itu kedalam kantong celanya sembari memegangi tubuh Deva yang tak sadarkan diri
Disisi lain Jack dan Yushika terus mencari keberadaan Deva mereka berkeliling di supermarket besar itu.
"Kakak ipar kau kemana, jangan biarkan suami gila mu itu membunuhku karena tidak bisa menjagamu." Jack frustasi sedari tadi dia bolak balik berkeliling namun nihil hasilnya
"Bagaimana!" Yushika mengelengkan kepalanya membuat Jack menjambak rambutnya namun tiba tiba matanya melihat ada sebuah troli penuh dengan barang namun tidak ada pemilik nya. Jack segera menghampiri troli itu, disana ada sebuah tas kecil diatas barang barang belajaan yang ada di dalam troli.
"Ini milik nya nyonya!" Jack segera membuka tas kecil itu dan ternyata benar ada handpone milik Deva dan dompet yang berisi tanda pengenal Deva.
"Sialan!!" Jack meremas tas kecil milik sang nyonya besar, dia tahu kini dia dalam masalah besar. Deva menghilang karena ada yang sengaja membawanya.
**HAYO SIAPA YANG KEMAREN KEPIKIRAN SI NINI KUNTI MAU JEBAK DOMINIC DENGAN MENGAKU NGAKU HAMIL. DUH ITU MAH GAK MUNGKIN ATUH, DAN SI ABANG DOM KAPAN COBA BERCOCOK TANAM SAMA SI MIRANDA YANG ADA DI REBUS IDUP IDUP TUH SI MIRANDA SAMA DEVA KALO NGELAKUIN RENCANA RECEH ITU HEDEUH...
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA YA
STAYCUN TERUS DI CERITA NENG
JANG LUPA TOMBOL LOVE NYA YA BIAR JADI FAVORIT
HATUR NUHUN SADAYANA**....
__ADS_1