ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Berharap Peka Seperti Cucuk Renjot ( putri malu)


__ADS_3

**HARI INI UP NYA AGAK SOREAN YA MOHON MAAP SOALNYA NENG OTHOR HARI INI ADA TUGAS NEGARA JADI BARU BISA NULIS PAS UDAH PULANG...


NIKMATIN AJA YA CERITANYA..


HATUR NUHUN**...


"MIRANDA....". Suassna terasa mencekam saat suara bariton sexy milik Dominic menggema di sana.


"Abang...". Deva menyentuh lengan kekar suaminya saat dia melihat Dominic sudah menggerutukan gigi nya karena menahan amarah.


Dominic mencoba menahan amarah nya sebisa mungkin agar tidak meledak di tempat yang tak semestinya.


"Mau apa lagi kau!" Dominic menghirup udara sebanyak mungkin saat berhadapan dengan wanita itu.


Miranda yang masih basah kuyup tidak mengeluarkan sepatah katapun, pakaian yang menempel di tubuh nya membuat dia menggigil.


"Aku..Aku mau kau tinggalkan wanita kampungan yang penyakitan itu !" Miranda berteriak sembari menuding ke arah Deva yang berada di samping Dominic


Plaaakkk.... Tanpa perasaan kasihan sedikit pun Dominic menampar Miranda, dia tidak peduli kalau manusia yang dia tampar adalah seorang wanita. Yang Dom pedulikan hanya Deva, Deva dan Deva.


Semua orang yang berada di sana terdiam membisu saat suara keras yang di sebabkan oleh tamparan Dominic membuat pipi sebelah kanan nya memerah mungkin sebentar lagi membengkak.


"Jaga ucapan mu Jalang ! Sekali lagi kudengar kau berani menghina istriku akan ku tarik keluar lidah busuk mu itu."


Miranda mengepalkan sebelah tangan nya, sedang kan sebelah tangan nya lagi dia gunakan untuk memegangi pipi nya yang di tampar oleh Dom.


"Akan ku balas kau Dom, lihat saja kau pasti akan menyesal." Setelah mengatakan kata kata itu Miranda keluar dari restoran dengan perasaan malu dan sakit.


Dominic menghirup nafasnya panjang, emosinya sudah tidak bisa terkontrol lagi. Dominic melirik pada istrinya yang masih terdiam , tanpa menunggu Dominic merengkuh tubuh Deva dia tidak peduli dengan tatapan semua makhluk yang ada di sana.


"Neng mau pulang." Deva mencicit pelan di dalam dekapan Dominic namun masih terdengar oleh nya.


"Kita pulang."Deva mengangguk pelan di saat Dominic mengecup lembut pucuk kepalanya.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang, sesampai nya di rumah Deva segera berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai tiga dengan menaiki anak tangga.


Dominic yang melihat Deva meninggalkan nya begitu saja pun langsung menyusul nya setelah berpamitan pada kedua mertuanya. Dengan langkah seribu Dominic menyusul Deva yang sudah sampai dilantai dua.


"Sayang hei...!" Dominic mencekal pelan lengan Deva saat dia hendak menaiki anak tangga yang menuju lantai tiga kamarnya.


"Neng mau istirahat." Deva melepaskan cekalan suaminya dan melanjutkan langkahnya walau tertatih.


Mau tidak mau Dominic menyusul sang istri yang terlihat bad mood saat ini.


Cleekk....Braakk...


Suara pintu kamar yang tertutup keras membuat Dominic semakin mempercepat langkahnya


Saat Dominic sampai di dalan kamar, terdengar isakan tangis dari balik selimut. Dangan langkah cepat Dominic menghampiri tempat tidur dan segera menyibakan selimut berwarna biru itu.

__ADS_1


"Hikss...Hikss..Hikss...". Dominic merengkuh tubuh Deva yang bergetar karena menangis


"Sssttt... Sayang kenapa kamu nangis, coba bicara sama Abang kamu jangan nangis gini." Bukan nya berhenti tangisan Deva malah semakin kencang, untung saja kamar mereka kedap suara kalau tidak bisa bisa satu rumah heboh.


"Maafin neng...hikss...".


"Kenapa kamu minta maaf, memang nya ada yang salah." Dominic mengerat kan dekapan nya di saat Deva semakin terisak.


"Neng salah.. hikss...Neng gak bisa ngasih keturunan buat Abang...hikss...hikss... perempuan itu bener Neng cuma gadis kampung yang penyakitan hikss...hikss... Neng gak pantes buat jadi istri Abang huuuaaaa....". Tangisan Deva semakin menjadi jadi, kata kata Miranda yang menyebut dia sebagai wanita penyakitan membuat pertahanan nya runtuh seketika.


Mungkin kalau wanita itu hanya menghina nya memaki dan mencaci tanpa membawa embel embel yang berkaitan dengan anak dan suami nya, mungkin Deva masih akan sanggup bertahan. Wanita mana yang mau kehilangan buah hatinya apa lagi sebelum dia mengetahui nya, hanya wanita yang tidak waras mungkin.


Ingat Deva juga hanya manusia dan wanita biasa, dia punya hati dan perasaan . Ketika perasaan nya terus di kikis maka tinggal menunggu luka yang menganga kalau tidak ada yang mengobatinya.


"Seperti nya kamu kecapean, Kamu lebih baik istirahat Abang akan keluar." Dominic mencoba mengalah mungkin saat ini Deva butuh waktu untuk menenangkan diri. Namun cekalan di tangan nya membuat Dominic kembali mendudukan diri di tepian ranjang.


"Pulangin Neng ke Bapak, hikss... Abang bisa nyari gadis yang lebih sehat dan berguna dari Neng yang bisa ngasih Abang keturunan hikss...hikss...." Hati Deva berdenyut saat mengucapkan kata kata itu, entah sadar atau tidak Deva merasa tidak pantas mendampingi hidup seorang Dominic.


Rahang Dominic bergemerutuk, mata nya memerah menahan anarah hingga tanpa sadar dia mencengram kuat bahu Deva yang masih dalam keadaan berbaring.


" Kau meminta untuk ku pulang kan Devania Rizki Vins, kau dengar baik baik sampai aku mati pun aku tidak akan melepaskan mu. Persetan dengan yang nama nya keturunan . Kalau kita tidak bisa memiliki anak kita masih bisa mengadopsi nya jadi enyahkan pikiran buruk mu tentangku dan tetap lah selalu bersamaku sampai aku mati."


Dominic menekah setiap kata yang terucap dari mulut nya, tangisan Deva pun semakin lirih dan pilu.


"Maaf...Maaf...Hikss...Hikss.... ." Deva memejamkan mata nya dia tidak mau melihat wajah marah suaminya . Dengan lembut Dominic meraih tubuh mungil itu untuk dia dekap.


"Maafin ..hikss..Neng ..hikss..Abang...hikss....". Dominic tersenyum lembut tanpa di ketahui oleh Deva,Dom tau saat ini sang istri tengah memghadapi masa masa buruk dalam hidup nya,rasa percaya diri yang hilang, di tambah lagi hinaan Miranda yang memperparah keadaan nya.


"Lihat Abang...". Deva menatap mata safir Dominic saat Dom melepaskan dekapan nya


"Kamu dengar baik baik, setelah masa pemulihan mu selasai Abang akan buat kamu mengandung banyak keturunan untuk Abang, kalau perlu kita akan melakukan program bayi kembar agar anak kita bisa kembar kalau bisa kembar lima sekalian."


Deva membelalakan mendengar pernyataan gila suaminya


Bugghh...Satu pukulan Deva mendarat di lengah kekar milik Dominic.


"Emang Abang pikir Neng induk kucing suruh hamil sekali lima." Dominic terkekeh melihat kekesalan istrinya


"Biarkan saja, makin banyak makin bagus. Uang Abang gak akan habis dan bisa di nikmati oleh anak anak Abang." Deva semakin menekukan wajahnya


"Terserah...!" Dia membelakangi tubuh Dominic dan membungkus tubuhnya dengan selimut.


"Hei kenapa Abang di cuekin sih." Dominic menyibakan selimut itu dan segera menyerang Deva dengan kecupan bertubi tubi


"Abanggg.... Gelii....!"


"Peduli teing."( peduli amat) Dominic berbicara sunda walaupun cuma sedikit tapi lumayan lah dari pada lumanyun.


"Abanngggg....!" Deva semakin memekik saat Dom memberikan kecupan di wajah dan lehernya.

__ADS_1


"Jangan pernah berniat untuk meninggalkan ku walaupun itu hanya dalam pikiran mu." Deva tersenyum dan memgangguk saat bertatapan langsung dengan manik indah seindah lautan itu dan tanpa menunggu Dominic meraup bibir tebal sexy yang sedari tadi di inginkan nya.


🍑🍑🍑


"Ekheemm....". Aqilla menoleh pada seseorang yang berdehem di samping nya masih dengan tatapan datar


"Boleh aku duduk di sini." Sebelum Aqilla mengijinkan nya pun dia sudah duduk di kursi pas di sebelah Aqilla


"Bukan nya sebelum aku mengijinkan kakak sudah duduk." Aqilla menggeser tubuhnya agar sedikit menjauh dari pria itu.


"Qill..Kenapa kamu tidak bisa bersikap hangat pada ku." Basstian menatap sendu dengan pandangan lurus kedepan menatap sunset yang hendak kembali keperaduan nya.


"Aku bukan kompor atau hawu( tungku) kak yang bisa menghangatkan,kalau kakak merasa Qilla dingin dan mau yang hangat sana deket kompor, kebetulan aunty dorothi sama emak lagi masak."


Astaga Basstian hanya bisa menepuk dahinya, bukan itu maksud nya Aqilla Rahma. pria bule itu hanya bisa menghela nafas saat gadis yang ada di sebelahnya begitu cuek dan tidak peka terhadap rangsang. Eh lu kira si Aqilla cucuk renjot ( putri malu) peka terhadap rangsang, mikir atuh bikin esmosi saja.


"Maksud ku bukan itu, tapi... ( bastian menghela nafasnya) Mau kah kamu membuka hati mu sedikit saja untuk ku,biar kan aku menempati ruang di hatimu walaupun itu hanya sedikit , kasih aku kesempatan untuk menempati hatimu." Aqilla menoleh pada pria yang ada di sebelahnya yang tengah menampilkan wajah sendu dan tersiksanya.


"Aku tidak bisa membuka hati ku untuk kau tempati kak."


"Kenapa?"


Aqilla menghela nafasnya terlebih dahulu


"Karena hati Qilla gak mungkin muat kalau di tempatin sama kakak, lagian gimana cara masuk nya? di bedel gituh." Aqilla menggeleng gelengkan kepala nya


Basstian semakin mendesah pasrah dan lirih saat Aqilla benar benar tidak peka atau memang harus di toel toel dulu baru peka. Atau Basstian harus melakukan hal ekstrim dulu agar Aqilla peka dengan perasaan nya saat ini.


"Qilla masuk dulu ya, udah mau magrib mau sholat dulu." Aqilla berlalu meninggalkan Basstian sendiri yang masih terdiam dan memandang lurus kedepan


"Apa aku harus di sunat dulu seperti Boss agar Aqilla menerima ku seperti kakak ipar yang langsung menerima pinangan nya saat itu."


Basstian terus membatin memikirkan bagaimana cara untuk melelehkan hati beku Aqilla si gadis galak nya.


Aqilla terdiam dan menoleh pada Basstian yang masih termenung sendiri tanpa di sadari oleh pria bule itu. Bukan nya Aqilla tidak memahami kata kata yang di ucapkan oleh pria itu namun Aqilla sengaja untuk terlihat bodoh dalam urusan cinta. Aqilla memang masih remaja kalau di lihat dari umur tapi tuntutan hidup dan ajaran kedua orang tua serta kemandirian nya membuat Aqilla dewasa dalam pemikiran sebelum waktunya.


"Aku ingin melihat sejauh apa kau memperjuangkan perasaan mu itu pada ku, Bule sinting ku." Aqilla tersenyum tipis lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar untuk menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim.


**KAYAK NYA PERJALANAN CINTA MEREKA TIDAK AKAN SEMULUS DUO DD ( DEVA DOMINIC)


AKAN ADA BANYAK HALANG RINTANGAN MEMBENTANG DI SEPANJANG JALUR CINTA YANG MEREKA LALUI, RINTANGAN APA SAJAKAH ITU, APALAH AQILLA AKAN DENGAN MUDAH MENERIMA CINTA BASSTIAN ATAU BASSTIAN AKAN MENYERAH UNTUK MEMPERJUANGKAN PERASAAN NYA PADA AQILLA


KITA TUNGGU SAJA YA...


makanya selalu staycun...Jangan lupa klik favorit ,vote ,like dan komen nya


HATUR NUHUN SADAYANA...


muuuuaaaacccchhhhhhh...😘😘😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2