ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Kehilangan


__ADS_3

**JANGAN LUPA SELALU DUKUNG CERITA NENG OTHOR YA ( visual Dom tahap revisi)


HATUR NUHUN**


Ting..... Jack menghentikan langkah nya sejenak saat dia hendak membuka handle pintu ruangan Dominic.


Klik...Jack menggeser layar ponsel nya


Basstian 📩 :"Jack buka video yang aku kirim kan pada mu sekarang, aku yakin kau akan terkena stroek kalau melihatnya."


Jack mengerenyit kan dahinya saat mendapat pesan dari Basstian, tapi dia juga penasaran akhirnya Jack membuka video kiriman nya.


Mata Jack hampir keluar dari sarang nya saat melihat seorang wanita mungil berhijab tengah menjejalkan sesuatu kedalam mulut wanita di depan nya. Dan Jack mengenali kedua wanita beda tinggi itu, Deva si nyonya besar Vins dan Miranda wanita yang terobsesi pada Dominic.


Tanpa aling aling Jack segera membuka pintu itu kasar


Braaakkk....


Dominic yang tengah membaca sebuah dokumen pun mengalihkan pandangan nya pada asal suara.


" Apa kau lupa cara mengetuk pintu Jack !" Jack tidak memperdulikan sindiran Boss nya itu.


"Boss kau harus lihat ini". Jack memberikan ponselnya, namun Dom malah mengangkat sebelah alisnya


" Tidak usah main main Jack, aku sedang sibuk sekarang." Jack yang merasa di abaikan dia langsung menyalakan ponsel dan video itu..


"Lihat dulu Boss!" Dengan malas Dom menutup map itu dan beralih kepada ponsel yang tengah di pegang oleh Jack.


Mata safir Dominic membulat saat dia melihat video itu, apa lagi para pemeran di dalam nya. Dom dengan kasar merampas ponsel dari tangan Jack.


"Astaga kakak ipar sungguh...... Kerennnnnnn !" Jack malah terpesona oleh kelakuan Deva yang bar bar


Berbeda dengan Dom dia masih belum ada ekspresi sama sekali


"Jack , kau cari siapa yang pertama kali menyebarkan video ini dan suruh dia menghapus nya." Dom menyerahkan ponsel itu kembali.


"Kenapa Boss, istri mungil mu itu keren sekali Boss. Aku bahkan belum pernah melihat Miranda di permalukan seperti itu." Jack masih tergelak sedangkan Dom masih terdiam, dia masih terkejut bukan karna kelakuan istrinya justru Dom salut pada istri imutnya itu. Tapi yang membuat dia terlihat gelisah adalah seorang pria terekam di video itu dan Dom sangat tahu dia siapa.


" Lakukan saja Jack ! Aku tidak mau wajah istri ku menjadi konsumsi publik." Dom kembali membuka dokumen yang tertunda tadi


"Dan hubungi Pedro untuk membawa Deva pulang." Jack hanya menghela napas lalu mengangguk. Titah sang Boss adalah segalanya untuk Jack .


Namun sebelum Jack menghubungi Pedro ternyata ada panggilan masuk dari Dorothi.


"Ada apa". Jack tidak ingin basa basi


".........." .


" Apaaa , baik kalian tunggu dulu disana aku dan Boss akan kesana secepatnya " Jack segera mematikan ponselnya


" Boss!"


" Hemm..." . Dom bergumam tanpa mengalihkan pandangan nya


" Kakak ipar tidak sadarkan diri di pusat perbelanjaan, Dorothi dan Pedro membawa nya kerumah sakit Z." Dom langsung menoleh pada Jack, dengan cepat dia menyambar jas serta ponselnya lalu keluar di ikuti oleh Jack.


***


"Bagaimana?"


"Aku sudah menghubungi Tuan Jack , kau tenang saja Ped." Dorothi bisa melihat raut kekhawatiran di wajah pemuda berusia 22 tahun itu.


" Astaga Boss pasti akan mengantungku karna aku tidak bisa menjaga istrinya. Matilah aku Dorothi." Pedro mengacak ngacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Dorothi hanya menghela napasnya melihat kegalauan pria muda di hadapan nya saat ini. Dorothi berdoa semoga nyonya nya baik baik saja di dalam sana.


Sedangkan di dalam ruangan UGD sana Deva tengah di tangani oleh para medis, satu buah jarum infus sudah melekat di tangan kanan nya. Untung pas waktu pemasangan infus Deva masih belum sadar kalau tidak bisa heboh satu rumah sakit.


🍑🍑🍑


Dilain tempat terlihat dua laki laki tengah tergesa gesa memasuki loby rumah sakit. Mereka terus masuk kedalam lagi melewati beberapa lorong untuk menuju ruangan di mana Deva di rawat.


"Dimana istriku... !" Dengan nafas yang terengah engah seperti habis maraton Dominic segera menanyakan Deva.


"Tuan."


"Boss."


Dorothi dan Pedro mengucapkan bebarengan sembari menundukan sedikit kepala mereka.


"Nyonya masih di periksa oleh Dokter." Dorothi masih terlihat khawatir karena sedari tadi Dokter belum juga memberitahu hasil nya.


"Apa pekerjaan kalian sampai sampai istriku tidak sadarkan diri di tempat umum hah !" Perasaan Dominic saat ini campur aduk hingga dia ingin meluapkan emosi nya ke semua orang


" Maaf Boss, aku tidak bisa menjaga nyonya dengan baik." Pedro semakin menundukan kepalanya


" Tuan maafkan juga saya yang tidak bisa membela nyonya di hadapan nona Miranda tadi." Dorothi sadar dengan ucapan nya dengan cepat dia menepuk bibir lemes nya itu.


'Mulut tidak tahu diri '


Cleekk....


Sebelum Dominic mengeluarkan emosinya puntu ruang rawat Deva terbuka, terlihat seorang Dokter keluar dari sana.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok." Dominic segera menghampiri Dokter laki laki itu.


"Anda suami dari pasien." Dominic segera mengangguk kan kepalanya


"Anda bisa ikut sebentar keruangan saya, kita akan bicara di sana." Dominic pun mengikuti Dokter tersebut namun sebelum nya dia meminta mereka bertiga untuk menjaga Deva .


" Jaga istriku." Mereka bertiga pun mengangguk, mereka tahu bahwa wanita mungil yang ada di dalam sana merupakan aset klan Vins yang paling berharga.


***


"Jadi apa yang terjadi pada istri saya Dok." Dominic tidak ingin membuang buang waktu lagi


" Istri anda sedang hamil." Perkataaan Dokter itu membuat serangan jantung dadakan untuk Dom, bukan karna apa apa tapi karena dia amat sangat bahagia mendengar nya.


" Iss...Istri saya hamil Dok." Dokter itu pun mengangguk, tapi aneh nya tidak ada raut wajah yang berbinar saat mengetahui pasien yang sedang dia tangani tengah mengandung tidak seperti biasanya.


" Iya Tuan istri anda tengah mengandung sekitar 4 minggu, Tapi...." Dokter itu menarik napasnya terlebih dahulu.


" Tapi apa Dok." Wajah berbinar Dominic perlahan pudar saat melihat wajah serius Dokter di hadapan nya


"Tapi janin nya harus di keluarkan, karna istri anda mengalami kehamilan EKTOPIK atau Hamil di luar kandungan."


JEDERRRR


Tubuh Dominic melemas seketika , kenapa , kenapa itu bisa terjadi pada nya dan Deva. Apa lagi bayi itu selama ini dia nanti nantikan.


"Ke..Kenapa itu bisa terjadi Dok, kenapa istri saya bisa mengalami kehamilan ektopik." Dengan tergagap dan bergetar Dominic minta penjelasan dari Dokter yang ada di hadapan nya.


"Itu di sebabkan oleh infeksi ( tuba falopi, rahim) atau peradangan. Kerena telur itu tumbuh ditempat yang tidak semestinya di tuba falopi bukan di dalam uterus jika di biarkan tumbuh kondisi ini dapat merusak organ terdekat dan menyebabkan kehilangan darah yang mengancam jiwa istri anda. Apa kah selama ini istri anda sering mengeluh mual ,muntah, atau pendarahan begitu yang mengira dia sedang menstruasi."


Dom mencoba mengingat ingat, Dominic hanya tahu bahwa selama seninggu ini Deva mengatakan kalau masa haid nya tidak seperti biasanya , banyak dan deras.


Dom hanya menghela napas nya kasar, dia merasa gagal untuk melindungi wanita yang di cintainya.

__ADS_1


"Selama satu minggu ini istri saya mengalami priode haid Dok, lalu apa yang harus di lakukan pada istri saya. Saya mohon lakukan apa saja demi menyelamatkan nyawa nya."


"Maaf kan Daddy sayang, bukan nya Daddy tidak menginginkan mu tapi semua Daddy lakukan untuk menyelamatkan nyawa bunda mu."


Dominic bimbang tapi dia harus secepatnya mengambil keputusan walau itu sangat berat.


"Saya akan melakukan yang terbaik untuk istri anda Tuan, kalau begitu tim medis kami akan segera mempersiapkan ruang untuk mengoprasi istri anda."


" Apa saya boleh bertemu dengan istri saya terlebih dahulu." Domimic terlihat sayu saat ini.


" Silahkan ." Dominic keluar dari ruangan Dokter itu dengan keadaan kacau, dia berjalan kearah ruangan Deva dengan langkah gontai tak bertenaga


"Bagai mana Boss." Dominic hanya menggelengkan kepalanya tanpa menghiraukan pertanyaan Jack lalu dia segera masuk kedalam ruangan. Dorothi yang sedang duduk di kursi samping tempat tidur Deva pun segera bangkit lalu keluar dari sana untuk membiarkan Dominic menemani istrinya.


"Hai sayang, kau tahu Abang bahagia banget saat mendengar bahwa kamu sedang hamil. Sedang mengandung bibit unggul Si Cau Boma Abang." Dominic terkekeh namun air matanya tidak dapat di ajak kerja sama. Seorang Dominic menangis?


Dominic mengenggam sebelah tangan Deva yang tidak di inpus, kemudian mengecupinya berulang ulang dengan air mata yang terus menetes.


" Tapi ternyata Tuhan lebih sayang padanya, Tuhan hanya menitipkan nya pada mu sebentar lalu Dia mengambilnya lagi dari kita. Maafkan Abang, kalau keputusan Abang akan menbuatmu marah pada saat kamu sadar nanti. Maafkan Daddy juga sayang, Daddy juga sayang padamu tapi ternyata Tuhan lebih menyayangimu. Jadilah anak yang baik di surga nanti, doakan kedua orang tuamu agar kelak kita bisa bertemu disana."


Dominic menciumi perut rata Deva berkali kali lalu berpindah kearea wajah Deva. Dia menciumi seluruh area wajah Deva tanpa terlewat dan sedikit lebih lama di bibir tebal sexy milik Deva yang selalu berhasil menggodanya.


" Aku mencintaimu sayang, maafkan aku." Dominic tidak tahu apa yang akan terjadi pada istrinya setelah dia sadar nanti. Bahkan sebelum Deva tahu dia sedang hamil , Deva harus menerima kenyataan bahwa dia sudah kehilangan bayi nya.


Cleekk...


"Maaf Tuan kami harus membawa istri anda segera." Dominic bangkit dari duduk nya lalu tanpa canggung dia mengecup basah kening Deva di hadapan perawat dan Dokter.


" I LOVE YOU." Dominic membisikan kata cinta pada Deva saat dia hendak di bawa oleh perawat ke ruang oprasi.


"Tuan tolong siapkan 3 kantung darah golongan O+ untuk istri anda, karena saya yakin HB istri anda saat ini sedang rendah dan di rumah sakit kami golongan darah itu sedang kosong."


Dominic segera mengangguk apa pun akan dia lakukan untuk Deva.


"Ambil darah saya Dok, sebanyak yang Dokter perlukan. Golongan darah saya O+."


" Silahkan ikut saya Tuan." Seorang perawat wanita membawa Dom keluar dari sana dan segera pergi kesalah satu ruangan untuk diambil darah nya.


Saat Dominic keluar dari ruangan itu, terlihat mereka bertiga masih berdiri menanti Dominic .


"Sabar Boss, aku yakin Tuhan akan menggantikannya dengan yang lebih baik." Jack menepuk bahu Dominic untuk menguatkan , ya mereka bertuga tahu kalau Deva harus dioprasi karena kehamilan Ektopik yang dia alami karena Jack penasran dia langsung pergi untuk menemui Dokter yang membawa Dominic tadi setelah Dom masuk kedalam ruang rawat Deva. kehamilan Ektopik Ini adalah kejadian langka diantara 150 kasus kehamilan.


🌻🌻🌻


Selama beberapa jam Deva menjalani oprasi akhirnya oprasi nya berjalan lancar. Deva segera di pindahkan ke ruang rawat VIP, disana sudah ada Dominic, Basstian dan Jack. Sedangkan Pedro harus mengantar Dorothi pulang.


"Kami keluar dulu Boss." Jack dan Basstian membiarkan sang kakak untuk menghabiskan waktu bersama istrinya.


"Bangun sayang, kau tertidur terlalu lama. Abang merindukan mu." Dominic terus membelai wajah Deva yang sedikit memucat. Padahal saat ini dia juga terlihat kacau dan sedikit pucat, apa lagi selepas pengambilan darah tadi.


Jari tangan yang tengah di genggam oleh Dom terlihat bergerak menandakan Deva sudah sadar.


Manik coklat gelap itu perlahan terbuka menyesuaikan cahaya masuk kedalam matanya. Dominic yang melihat Deva sudah sadar segera bangkit dari duduk nya dan duduk di samping tempat tidur Deva .


" A..A..Bang...". Deva terbata saat memanggil Dominic.


"Ya sayang...!" Dom terus menerus mengecupi tangan mungil itu.


"Nn..Neng ha..us." Dom malah mengecup kening Deva terlebih dahulu sebelum dia turun untuk mengambilkan Deva minum.


Dengan perlahan Deva meminum air putih itu, namun selang beberapa saat Deva merasakan sakit diarea perut nya .


" A...Abang , Neng kenapa. Kenapa perut Neng sakit." Tubuh Dominic menegang mendengar pertanyaan itu,apa yang harus dia lakukan sekarang. Jawaban apa yang harus dia berikan pada Deva, apa kah Deva akan tegar menghadapinya atau dia akan terpuruk saat mengetahui kenyataan itu.

__ADS_1


__ADS_2