
**HOLLA ABANG BULE SAMA NENG DEVA BALIK LAGI STAYCUN TEROOSSS YA SAYOOONGGG...
JANGAN LUPA VOTE ,LIKE,DAN KOMEN NYA
HATUR NUHUN**
Deva meregang kan otot otot nya yang kaku pertarungan tadi malam melawan si Mr.Cau Boma membuat tubuh Deva serasa habis di giles batu raksaksa.
Deva mengedarkan pandangan nya kesetiap sudut ruang tidak nampak batang hidung bangir suami nya, kemana suami bule nya itu yang sayang nya amat tampan.
Deva melirik jam yang ada di nakas baru pukul 6 pagi. Deva bangkit dari duduk nya lalu bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci wajah nya dan menggosok gigi.
Tidak berselang lama Deva keluar wajah nya terlihat lebih segar. Deva meraih jilbab instan nya dan bergegas keluar dari kamar. Deva menuruni satu persatu anak tangga yang menuju ke lantai 2, dia mengedar kan pandangan nya kesetiap sudut tapi tidak menemukan suaminya .
Terlihat ada beberapa pelayan yang sedang melakukan pekerjaan mereka masing masing. Saat mereka melihat ke arah Deva, mereka seolah olah memandang aneh padanya membuat Deva sedikit tidak nyaman. Deva masih memakai baju tidur berbahan katun celana panjang dan berlengan pendek dengan hijab instan yang menutupi kepalanya.
" Nyonya ada yang bisa saya bantu." Deva kebingungan saat ada seorang pelayan bertanya kepadanya dengan menggukanan bahasa inggris.
' Haduh ngomong naon deui maneuh na teh ,neng teu ngarti '(Haduh ngomong apa lagi dia tuh, neng gak ngerti)
Deva terus berfikir harus ngomong apa bahasa inggris nya masih balelo ( gak jelas) amburasud, yang dia tahu cuma nama buah buahan, hewan, bunga , i love you, you love me, i miss you, you miss me. Deva terus memutar otak kecilnya itu sampai jungkir balik akhir nya tercetus kata Husband dalam otak nya.
" Eemmm...Husband..My husband!" Deva ragu ragu mengatakan nya pada sang pelayan
pelayan itu kemudian mengangguk seperti nya dia ingin menunjukan sesuatu, Deva pun mengikuti langkah sang pelayan muda itu ke suatu ruangan.
" Silahkan nyonya Tuan ada di dalam." ( pake bahasa inggris ya,) Deva pun mengangguk dan tersenyum lalu dia membuka pintu besar itu setelah sang pelayan pamit.
cleekk...Deva membuka pelan pelan pintu,saat dia masuk pandangan nya terus memindai kesetiap sudut. Ternyata ini ruangan olah raga.
" Abanggg...". Deva memanggil Dominic dengan sedikit berbisik ,Deva terus masuk lebih kedalam dan semakin dalam dia masuk semakin banyak alat alat yang asing menurut nya serta terdapat kolam renang di dalam nya
" Abanggg... Abanggg...Dimana maneuh ".( dimana kamu) Deva terus mengendap engdap seperti maling yang mau nyuri jemuran.
Dan saat Deva menangkap satu bayangan seseorang ternyata itu dia suami bule nya. Terlihat Dominic sedang fokus bermain barbel sehingga tidak menyadari kehadiran Deva.
Uuhh Deva terasa cenat cenut melihat penampilan suami bule nya yang benar benar sedang menggoda iman nya itu. Deva perlahan mendekat tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
"Abangggg...". Dominic menoleh kearah seseorang yang selalu memangginya dengan panggilan manja itu.
Dominic menurunkan barbel nya dan mendekat ke arah Deva yang tengah duduk di atas sebuah meja yang menyimpan banyak barbel berbagai macam ukuran dan berat.
" Sudah bangun sayang, ini masih pagi." Dom mengambil handuk kecil di dekat Deva lalu dia meneguk air putih yang sudah dia sediakan sebelum nya.
" Kalau minum itu duduk Abang gak boleh berdiri nanti ginjal nya kaget!" Deva merebut botol minum yang sedang di pegang oleh Dom.
Dominic tersenyum lalu dia menangkup wajah chubby Deva sampai bibir tebal sexy Deva maju beberapa senti. Dengan cepat Dominic mengecup dan ******* lembut bibir yang selalu cerewet itu.
"Abanggg ihh ,nanti kalau bibir neng jontor gimana." Deva memegangi bibir nya yang memerah itu setelah Dominic melepas pagutan nya. Dom malah terkekeh melihat wajah masam istri imutnya.
" Mau ikut ngegym." Deva turun dari atas meja dan mulai berjalan memindai seluruh isi ruangan itu.
" Gak mau ah, lihat besi semua mana neng kuat. Ngangkat galon aja neng ngosngosan." Dom meraih satu barbel berukuran kecil dan mendekat ke arah Deva.
" Kamu pake yang kecil aja dulu." Deva melirik pada Suaminya, lalu melirik pada barbel yang di bawa oleh Dom.
" Neng punya cara sendiri buat olah raga, nih abang lihat dan saksikan." Deva mengeluarkan ponselnya lalu dia menyetel sebuah lagu. Tak lama musik menyala Deva bergoyang dan bernyanyi walau suara nya pas pasan. Dominic yang melihat tingkah konyol istrinya itu hanya tersenyum sembari duduk di atas meja dan sesekali menegak air yang ada di botol. Kenapa Deva terlihat sexy saat dia bergoyang begitu.
Dom malah tersenyum mesum
' Tatapan mu senyumanmu tiada aku lupakan
Bisikan mu suaramu,merdu merayu menggoda
tiada siang, tiada malam, raut wajah mu slalu terbayang
Begini lah oh rasanya pabila sedang kasmaran
Jatuh cinta berjuta rasa, ada rindu bila tak jumpaa
jatuh cinta berjuta rasa,ingin slalu mesra berduaaaa
Bersamamu aku bahagia, kepadamu ku kan setia
Kemarilah oh sayangku, jangan kau jauh jauh dariku
bernyanyilah bersamamu dalam irama yang syahdu
Tatapamu senyuman mu tiada pernah aku lupakan
bisikan mu suaramu, merdu merayu menggoda
Jatuh cinta berjuta rasa, ada rindu bila tak jumpaaa
Jatuh cinta berjuta rasa, ingin slalu mesra berduaaa
Bersamamu aku bahagia,kepadamu kukan setiaaaa....
KASMARAN...By evie tamala versi nazia marwiana
Deva terus bernyanyi dan bergoyang sampai lagu nya habis sampai tidak terasa keringat mengalir deras dari dahi dan punggung Deva saking heboh nya dia berjoget. Deva pun masih sempat sempat nya menggoda Dominic saat dia sedang bernyanyi dengan mengedipkan sebelah mata nya sembari tersenyum menggoda.
Deva terlihat ngosngosan saat lagu nya sudah berakhir , dia mendekat ke arah Dom dan tanpa ijin dia merebut botol yang ada di tangan suaminya . Dengan tergesa gesa dia menenggak air dalam botol itu sampai tandas. Tanpa di duga Dom mengangkat tubuh kecil Deva ke atas meja hingga membuat Deva sedikit tersedak.
" Kalau minum itu duduk sayang, nanti ginjal kamu bisa kaget." Dom membalikan kata kata istrinya tadi membuat Deva memonyongkan bibirnya.
" Haaahh... Neng capek." Deva menghela napas nya saat dia sudah selasai meminum air nya.
" Suara kamu bagus, Abang suka." Dom menyeka keringat nakal yang terus mengalir di dahi Deva.
__ADS_1
" Bagus dari mana, suara jiga embek kacekek kitu alus ( suara kayak kambing kecekik begitu bagus)
Dom hanya terkekehe mendengar omelan sunda Deva yang pasti istrinya itu sedang mengumpat.
" Neng mau mandi ahh...!" Deva turun dari atas meja dengan susah payah
" Mau mandi bareng." Dom malah menggoda istri nya itu.
" Moal jadi mandi lamun mandi jeng Abang mah, nu aya teu angges angges engke mandi na." ( gak jadi mandi kalau mandi nya sama abang, yang ada gak selesai selesai nanti mandinya)
Deva terus mengoceh menggunakan bahasa kerajaan nya yang mana malah membuat Dom tertawa keras sampai sampai para pelayan di buat heran kenapa Tuan nya itu sampai tertawa lepas, sedangkan selama ini mereka belum pernah mendengar Dominic tertawa selepas itu.
" Ihh malah seuri, awas siah mun Abang milu." ( Ihh malah ketawa, awas saja kalau abang ikut)
Deva terus saja mengoceh, bahkan saat dia sudah keluar dari ruangan Gym Dom membuat para pelayan mengerutkan dahi nya.
' Bicara apa nyonya nya ' mungkin begitulah kira kira yang di pikirkan mereka saat ini.
tidak lama Dom pun ikut menyusul Deva keluar dari ruangan itu. Para pelayan yang melihat Tuannya keluar dengan senyum lebar membuat mereka semakin aneh melihat kelakuan kedua orang itu.
🌺🌺🌺
'Jatuh cinta berjuta rasa, ada rindu bila tak jumpaaa
Jatuh cinta berjuta rasa, ingin slalu mersa berduaaa..
bersama mu aku bahagia, kepadamu kukan setiaaa...'
Deva terus saja bernyanyi di dapur, kini kekuasan dapur hanya milik nya. Deva saat ini sedang memasak nasi liwet kesukaan nya. Para pelayan yang melihat nyonya mereka bernyanyi dengan bahasa yang belum mereka mengerti hanya senyum senyum saja.
Dengan bahan bahan yang sudah di persiapkan oleh pelayan Deva hanya tinggal memasak nya. Kemarin Dom memerintahkan para pelayan nya untuk berbelanja bahan makanan yang Deva mau, seperti jahe, kunyit,lengkuas, daun salam , sereh, terasi, cobek ala indonesia, beras, cabe yang pastinya, tempe tahu, ikan asin dan masih banyak lagi. Para pelayan di haruskan berbelanja di sebuah asian strore yang ada di kota Ottawa.
Deva tengah di temani oleh Dorothi salah satu koki yang bertugas memasak di penthouse milik Dominic. saat Deva sedang asik membuat nasi Liwet , Dorothi wanita paru baya dengan kulit hitam khas orang afrika dengan penutup kepala yang ada di kepalanya sedang membuat Pountine. Pountine merupakan kentang goreng dengan lumeran keju dan dengan topimg daging saus pedas. Salah satu makanan khas Kanada
Deva dan Dorothi sedang asik dengan kegiatan mereka masing masing. Saat Dorothi telah selesai dengan tugas nya dia buru buru membawa semua masakan yang dia masak menuju ke meja makan. Saat dia hendak berbalik terlihat sang Tuan mendekat padanya.
" Selamat pagi Tuan." Dorothi sedikit membungkuk kan kepalanya
" Pagi, kau melihat istriku." ( Dom berbicara bahasa inggis)
" nyonya sedang di dapur." Dom pun pergi meninggalkan Dorothi yang masih sibuk menata meja makan.
Sesampai nya di dapur Dom melihat istrinya tengah berdiri di depan kompor sembari terus bernyanyi sendiri.
" Sudah selesai masaknya." Deva terkejut setengah mati saat tiba tiba Dominic memeluk nya dari belakang.
" Astagfiroulohalazdhim...! Abang kebiasaan ya suka bikin Neng jantungan." Deva menepuk keras tangan Dom yang sedang melingkar indah di pinggang nya.
Dom hanya terkekeh, Deva tidak berbohong kalau dia terkejut. Bahkan Dom bisa mendengar detak jantung nya sekarang.
" Abanggg iihh... Nasi liwet neng gosong nanti aaahh..!" Deva kembali mengaduk nasi itu karna sudah matang.
Dom terlihat mengeluarkan sesuatu dari saku nya.
" Kamu pakai ini ya sayang." Deva menoleh pada suaminya itu
" Pake apa." Mulut nya berbicara tapi matanya malah masih fokus ke depan.
" Pake Earpiece agar kamu mudah berkomunikasi dengan para pelayan dan orang orang di sini, alat in sudah secara otomatis menterjemaahkan bahasa Inggris ke Indonesia, begitupun sebalik nya." Dom membuka sedikit jilbab Deva agar dia bisa memasangkan Eerpiece di telinganya.
Alat yang kecil dan sederhana namun canggih.
" Wow berarti neng tidak perlu belajar bahasa inggris dong!" Deva begitu senang saat dia tidak harus bersusah payah belajar bahasa inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang orang di sini
"Ya tidak begitu juga sayang, kamu harus tetap belajar." Deva mendesah pasrah saat mendengar penuturan suaminya. Otak kecil Deva mulai berontak.
" Kirain karna udah ada alat ini neng gak perlu belajar bahasa inggris yang bikin lidah Neng asem urat." Deva kembali berbalik dan melanjutkan kegiatan nya sedangkan Dom dia hanya tersenyum simpul.
" Maaf Tuan ada yang ingin bertemu anda." Deva dan Dominic menoleh pada Dorothi yang terlihat setengah berlari menghampiri mereka.
" Siapa." Dom masih dengan mode santai nya.
" Nona Miranda Tuan." Dominic melirik ke arah Deva yang terlihat masih bingung.
" Kau awasi nyonya mu disini jangan biarkan dia pergi kedepan." Dom memerintahkan Dorothi sembari mengisyaratkan agar mematikan Earpiece nya dulu.
Dom segera melangkahkan kaki nya dengan cepat. saat tiba di ruang utama Dom melihat Miranda tengah berdiri menunggunya
" Hai Dom, aku kira kau tidak akan menemui ku." Miranda mendekat pada Dominic dengan gaya sensualnya.
"Apa mau mu!" Dom benar benar tidak ingin basa basi lagi
" Apa kau tidak rindu padaku hem." Miranda semakin gencar menggoda Dom.
" Apa mau mu wanita!" Dom sudah habis kesabaran nya menghadapi wanita wanita sampah seperti miranda dan Rossaline.
" Tenanglah sayang aku kesini hanya ingin bertemu dengan istrimu, karna aku dengar kemarin saudara tiriku tidak bertemu dengan istrimu jadi aku berinisiatif menemuinya juga." Miranda semakin mendekat pada Dominic.
***
" Aunty Dorothi di depan ada siapa." Deva bertanya pada wanita parubaya di sampingnya. Karna dia sudah memakai alat itu begitupun dengan Dorothi dan para pelayan lain nya jadi Deva sudah mudah berkomunikasi dengan mereka
__ADS_1
" Anak dari rekan Tuan Dominic nyonya." Dorothi menjawab seadanya
"Ohh...Laki laki atau perempuan." Deva masih sibuk dengan acara iris mengiris tempe dan tahu nya.
"Pe..Perempuan Nyonya." Dengan ragu Dorothi menjawab dan jawaban itu membuat Deva menghentikan kegiatan nya sejenak.
" Perempuan" .Deva bergumam pelan
" Ahhkk seperti nya Neng mau kenalan sama teman nya Abang. Aunty tolongin neng dulu ya tolong potongin tempe ini dulu." Deva melepas apron nya tapi dia tidak melepaskan pisau yang ada di tangan nya.
" Ta..Tapi nyonya ,Tuan tadi bil....". Belum selesai Dorothi menjelaskan Deva sudah pergi dari sana.
' Habislah aku' gumamnya dalam hati
"Ayo Dom kenalkan aku dengan istrimu itu." Tangan Miranda mulai bermain di area wajah Dominic membuat Dominic menepisnya kasar.
" Jaga sikap mu Miranda." Miranda malah terkekeh melihat wajah dingin Dominic saat ini.
"Abang...." Tubuh Dominic menegang mendengar suara yang tak asing itu. Astaga kenapa Dorothi membiarkan Deva kemari, bukan nya dia sudah memperingatkan nya tadi.
dan tidak lama terlihat Dorothi menyusul Deva, Dom menatap tajam padanya membuat Dorothi menunduk.
"Apa yang kau lakukan" Begitulan sorot mata Dominic yang sedang menatap tajam pada Dorothi.
"Abang ini siapa." Dominic kembali tersadar saat Deva bertanya lagi padanya. Terlihat Miranda tengah masang sesuatu di telinganya.
" Ini..." . Belum selesai Dom menjelaskan Miranda sudah menyelanya.
" Oh Hai perkenalkan Aku Miranda Fransisco, Calon istrinya Dominic kalau kau tidak merebutnya dari ku." Miranda menatap remeh dan sinis pada Deva. Deva yang mendengar itu hanya mengerenyitkan dahi nya.
'Calon istri Abang lamun neng hente ngarebut, perasaan neng teu pernah ngarebut Abang. Maneh na nu datang sorangan. Ihh halu pisan yeh awewe.(, Calon istri Abang kalau neng gak ngerebut, perasaan neng gak pernah ngerebut Abang. Dia sendiri yang datang.Ihh halu banget nih perempuan)
Deva terus membatin melihat wanita cantik dan sexy yang ada di hadapan nya.
" Miranda!...Jag..!" Dom membentak Miranda, namun sebelum Dominic melanjutkan kata katanya Deva menyela.
" Neng ngerebut Abang dari kamu." Deva mulai maju mendekat pada wanita itu.
" Iya kau yang sudah merebutnya dariku." Miranda masih dengan sikap angkuhnya menjulang tinggi di hadapan Deva
" Oh ya Madam ! , coba kau tanyakan pada laki laki yang kau maksud itu. Apakah aku yang merebutnya atau dia sendiri yang datang dengan suka rela padaku." Deva tidak gentar saat berhadapan dengan wanita jangkung ini. Deva sudah banyak memakan asam garam selama ini.
" Kau memanggilku apa. Berani sekali kau ya!" Miranda mulai terpancing emosi
" Apa , kau memang pantas di sebut Madam! bahkan lebih pantas di sebut tante tante genit yang suka godain suami orang." Deva terus saja memancing emosi nya
" Dasar gadis kampungan sialan!" Miranda hendak menampar Deva namun sebelum tangan nya itu menyentuh Deva sebuah tangan besar menghalanginya .
" Jangan pernah berani untuk menyentuh istriku." Deva mengangkat dagu nya tinggi tinggi, dia terlihat santai karna dia yakin suami bule nya itu akan membelanya.
" Dom, kau membelanya." Miranda sedikit meringis saat lengan nya di cengkram kuat oleh Dominic.
" Ya jelas lah ngebelain , wong aku istrinya. Hei madam biar pun aku gadis kampungan tapi aku tidak senorak dirimu. Lihat penampilan mu sendiri kau memakai baju kurang bahan. Kau tau kalau di kampung baju model ini sudah jadi kelewing( orang orangan ) di sawah , bukannya masih di pake." Deva Menyela saat Dominic hendak membuka mulutnya.
" Kau....!" Miranda sudah benar benar tidak bisa menahan emosinya, bisa bisa nya gadis kampung di hadapan nya ini menghinanya habis habisan.
" NAON HAH, AREK GELUD HAYUK. AREK MAKE JURUS NAON, JURUS PESO HIBER, PANGGERUS NGALAYANG ATAWA JOJODOG NGABABUK!" ( Apa hah, mau berkelahi ayok. Mau make jurus apa, jurus pisau terbang, ulekan melayang, atau tempat duduk nabok!")
Deva juga mulai terbawa emosi saat melihat Dominic masih memegangi lengan wanita itu. Cemburu? ya Jelas atuh pake nanya lagi!
"Pegangin aja terus Bang sampe lebaran monyet!" Dominic yang tersadar langsung melepaskan pegangan nya dari lengan Miranda. dan naas nya saat lengan nya terlepas Miranda malah hendak menyerang Deva kalau saja Dorothi tidak bertindak cepat.
" Lepas kan aku sialan, aku akan menghajar mu gadis kampungan!!!" Miranda terus memekik
" Naon maneuh hah, emang na uing teu wani. Walaupun maneh jangkung jiga tihang listrik tapi uing teu sien. Moal kudu di tarajean ngababuk maneuh mah Kunti!!! Encan pernah ngarasaan di babuk ku jojodod meren nyak."
( Apa kamu hah, memang nya aku gak berani . Walaupun kamu tinggi kayak tiang listrik tapi aku tidak takut. enggak harus di tanggain ngehajar kamu tuh kunti!!! belum pernah ngerasain di tabok tempat duduk mungkin ya)
Deva terus merongrong ingin menggapai Miranda kalau tubuh kecilnya itu tidak di dekap oleh Dominic.
" Sayang, sayang , sudah sudah sudah." Dom kelabakan saat melihat Deva tengah meronta di pelukan nya.
" Abang masih suka sama tuh nini kunti ya." Astaga Deva salah paham jadinya.
" Bawa wanita sialan itu keluar dari rumahku Dorothi!" Dorothi mengangguk sembari terseok seok membawa Miranda keluar.
" Lepaskan aku pelayan sialan, aku ingin menghajar gadis kampungan yang tidak tahu diri itu !" Miranda terus meronta saat dia di seret paksa oleh Dorothi.
"Maaf nona Miranda, seperti nya biar pun saya dan Tuan membiarkan anda menyerang Nyonya, anda tidak akan menang melawan nya! permisi!"
BRAAKK... Dorothi menutup pintu dengan keras tepat di depan wajah Miranda.
"Aaakkkkhhhhhh Gadis kampungan sialannnnn!!!! Awas saja kau ya!!!"
***
" Lepasin Abang...!" Deva terus meronta di dalam dekapan Dominic
" Abang bakalan lepasin tapi kamu harus tenang." Deva mulai mengatur nafasnya.
" Gak ada jatah seminggu titik....!" Dominic melongo di buatnya saat Deva melangkah meninggalkan nya sendiri. Apa apaan Istrinya itu.
" Hei sayang apa maksudmu". Ya Ampun Dominic bisa bisa kehilangan akal kalau begini.
" Gak akan ada jatah selama seminggu kalau Abang gak mau ngejelasin ke neng , siapa nini kunti itu!" Deva ternyata tengah merajuk besar pada suaminya.
Mampus kau Bang, jatah seminggumu hilang..
" Ok ok Abang bakal jelasin, tapi kamu harus tenang ok." Dominic harus merayu istrinya agar menarik kata katanya tadi.
__ADS_1
**HAYO LOH NENG DEVA KALAU UDAH NGAMUK SUMPAH SERAPAH SAMA BAHASA KERAJAAN NYA AKAN MENCUAT KEPERMUKAAN.
EH MASIH SELAMAT TUH SI NINI KUNTI DARI AMUKAN NENG DEVA**.