
"De jangan lari lari!"
Dua bocah itu terus saja saling mengejar satu sama lain tanpa menghiraukan ucapan sang Mimih
"Abaaangggggg....!"
Dengan langkah tergesa Dominic menuruni tangga setelah mendengar teriakan sang istri
"What heppen, aya naon sayang." Dengan gaya sok sunda nya padahal logat asing nya masih kental Dominic bertanya pada Deva yang terlihat gugulunut , misuh misuh uring uringan melihat dua balita terus saja berlarian kesana kemari
"Itu Tata sama Ezha belum make sepatunya. Ini udah siang susah pisan sih cuma di suruh pake sepatu aja."
Deva terus saja menggerutu sembari menenteng dua pasang sepatu kecil berbeda warna di tangan nya.
"Tata.... Ezha.... Sini dulu atuh Kasep geulis nya Mimih. Sini pake sepatu dulu ya. Nih Abang pakein sepatu Tata."
Deva menyerahkan sepatu warna biru pada Dominic suaminya sedangkan dia tengah mengejar Tezha yang terus saja berlarian
"Ezha ndak mau pake sepatu, kaki Ezha sakit Mimih."
Deva mengerutkan dahi nya mendengar ocehan bujang cilik nya itu
"Terus Ezha mau pake apa. Mau nyeker Jiga hayam gituh."
"Pake sendal jepit aja!"
Deva hanya menghela nafasnya panjang mendengar ucapan Tezha. Ya masa iya si bule cilik ini kudu make sendal jepit ke acara besar.
"Abaaanggg...!"
Karena frustasi Deva kembali memanggil suami nya yang tengah mati matian memakaikan sepatu pada tuan putri kecil mereka
"Apa sayanggg."
"Udah belum makein sepatu Tatanya. Ini Ezha gak mau make sepatu katanya mau nya make sendal jepit aja!"
Dominic menghentikan gerakan tangan nya saat hendak menalikan tali sepatu Tata.
"Ya udah pakein saja!"
"Ezha kenapa Abang."
Heh! mata Dominic membulat mendengar ucapan Alzettha yang memanggilnya Abang. Bocah dua tahun setengah itu malah ikut ikutan memanggil nya Abang sama seperti sang Mimih
"Papih sayang Papih bukan Abang! yang harus di panggil 'Abang' itu Ezha bukan Papih Okey."
Tata mengangguk lucu membuat Dom gemas dan segera menciumi pipi gembul putri nya itu
"Sayang.. Abang sudah selesai."
Tidak ada sahutan dari sang istri
"Sayanggggg....!"
Hening...
"Mimih lagi ke toilet."
Bukan Deva yang menjawab tapi Ezha yang tengah membawa sendal gunung nya dan memberikan nya pada sang Papih.
"Kau yakin mau pakai ini boy?"
Tezha menganggukan kepalanya yakin, bahkan sangat yakin sekali
Dominic pasrah akhirnya menuruti kemauan bocah lelaki itu.
__ADS_1
"Ezha ake cendal, Tata uga au ake cendal aja Abang ndak au ake cepatu."
Dominic makin frustasi melihat kelakuan kedua anak kembarnya itu
🌻🌻🌻
"Na na na na Ezha akallll....Bau enciiinggg....Ezha uka pipis di canaaaaaa kasulll au ompolll...". Zettha terus saja bersenandung asal asalan dalam dekapan sang papi.
"Tata cengenggg... Tukang ngaduuuu.....Tata ompongggggg bau ompollllllll....."
Mereka saling melempar kata kata ejeken entah benar entah tidak tapi itu membuat Dom dan Deva mengelus dada nya
"Jangan kayak gituh Abang Adek, nanti nangis."
Seketika bocah kembar itu terdiam setelah sang Papi menegur mereka dengan lembut. Namun mereka malah saling memeletkan lidah.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah hotel bintang 5 yang sangat mewah
"Selamat datang Tuan Vins dan Nyonya."
Dominic hanya menganggukan kepalanya dengan wajah datar sembari menggendong Alzettha di depan tubuhnya. Sementara Deva tersenyum tipis pada orang yang menyapa mereka sembari menuntun sang pangeran Vins yang tidak mau di gendong oleh sang Mimih.
"Ezha Mimih gendong ya." Bocah kecil itu mendongakan kepalanya lalu menggeleng sembari terus berjalan mengimbangi langkah sang Mimih
"No, Ezha mau jalan ndili aja."
Deva hanya bisa mengulum senyum nya sementara Dominic mengacak pelan rambut putra kecil nya itu.
Tidak lama keluarga kecil itu tiba di tempat pesta, sebuah ballroom yang sangat luas dan mewah
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Vins."
Dominic membalas jabatan tangan pria paruh baya yang menyapa nya itu
"Terimakasih, silahkan silahkan selamat menikmati pestanya."
Dominic tersenyum tipis lalu menarik lengan Deva lembut untuk pergi dari sana. Mereka ber empat duduk di kursi kursi mewah yang sudah di sediakan.
"Tuan Vins." Dominic menegakan kepalanya saat dia sibuk mengelap mulut Zettha yang belepotan oleh susu dan kue .
"Oh Tuan Aldi." Dominic langsung berdiri dari duduk nya saat dia tahu siapa orang yang menyapa nya
Dengan senyum sumringah Aldi membalas pelukan Dominic. Deva pun langsung mengalihkan pandangan nya dari si bocah tampan pada sang suami yang tengah berpelukan ala pria dengan seseorang.
"Mas Aldi, Mbk Sifa nya mana? gak ikut."
Deva menyambut uluran tangan Aldi mengarah pada nya
"Oh Bunda Regan lagi ngambil makanan untuk Regan. Tuh dia, Bunnn!" Aldi melambaikan tangan nya saat Sifa terlihat tengah mencarinya sembari menggandeng tangan seorang bocah berumur 5 tahunan.
"Mbk Sifa." Deva langsung memeluk tubuh wanita yang bernama Sifa sekaligus menjabat sebagai istri Aldi itu.
"Deva gimana kabar nya." Mereka berpelukan ala perempuan yang sudah tidak bertemu bertahun tahun. Cipika cipiki menepuk nepuk punggung sambil menggoyang goyangkan nya ke kiri ke kanan dan masih banyak lagi.
"Alhamdulilah sehat Mbk, Mbk Sifa gimana sehat."
Mereka melepaskan pelukan rindu mereka
"Alhamdulilah sehat lahir batin."
Tiba tiba mata Deva tertuju pada bocah tampan yang di gandeng oleh Sifa.
"Oh ya ampun kamu Teh kasep pisan gusti." Deva berjongkok untuk mengsejajarkan tinggi badan nya dengan sang bocah. Lalu menciumi gemas pipi tembem putih yang tengah cemberut itu.
__ADS_1
Bocah itu terlihat tidak nyaman saat Deva terus mengecup gemas pipinya
"Miiihhh...". Aksi Deva terhenti saat dia mendengar rengekan seseorang dari atas kursi
Itu Zettha yang tengah cemberut sedangkan Tezha tengah memandang menyelidik pada bocah yang tadi di ciumi gemas oleh sang Mimih
"Tata Ezha sini sayang gelius kasep nya mimih, ayo sini kenalan dulu sama Aunty sama Kakak kasep nya juga ayo."
Zettha hanya berkedip lucu pada sang Mimih lalu mengalihkan pandangan nya pada pria kecil yang tengah menatap nya berbinar.
Zettha turun dari kursi nya susah payah lalu dia meraih tangan Sifa dan mencium nya takzim. Itu adalah salah satu ajaran sang Mimih pada kedua anak kesayangan nya. Tezha yang melihat sang adik menyalami wanita yang tadi berpelukan dengan sang Mimih pun mengikuti apa yang di lakukan oleh adik kembar nya itu.
"Si kembar udah besar ya, siapa namanya sayang."
Sifa pun berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badan nya dengan Tezha dan Zettha
"Ezha onty, ini Tata adek nya Ezha."
"Hallo onty nama nya Sifa, panggil bunda Sifa aja ya. Oh iya ini anak nya Onty namanya Regan, ayo Egan kenalan dulu sama temen nya."
Kita bocah itu saling pandang satu sama lain nya. Lalu dengan gentele bocah yang bernama Regan itu menyodorkan tangan nya ke arah Zettha namun bukan Zettha yang menyambutnya melainkan sang Kakak Tezha.
"Ezha ini adek aku Tata."
"Regan." Mata bulat coklat itu tidak lepas dari wajah imut dan netra biru safir milik Zettha
"Kalo udah besar, Tata mau gak ya jadi istri nya Regan."
ZETTHA DAN TEZHA KECIL
REGAN KECIL
KERJAAN PAPI DOMINIC
SI KEMBAR GAK ADA AKHLAK
SI TENGIL EZHA MASUK KULKAS DOLO BIAR ADEM OTAK NYA MIKIRIN HARGA POPOK NAEK
***ZETTHA MASKERAN DOLO BIAR CANTIK KINCLONG GLOWING KYAK ARTIS KOREA
HAI HAI HAI....Kangen gak kangen gak , kangen donk masa enggak!
Neng Othor kasih extra part nya ya, jangan lupa mampir ke cerita neng yang berjudul " SUNDA BULE"
Buat yang nanyain cerita AQILLA BASTIAN tenang pasti neng Othor buatin kisah mereka tapi mohon bersabar ya karena apa, karna orang sabar sawah nya lebar
Iniuntuk ceritaAqilla dan Basstian
comingson tungguin aja okeyyyyyy
babayyyy see you extra part***
__ADS_1