ABANG BULE ITU JODOHKU

ABANG BULE ITU JODOHKU
Di Culik!


__ADS_3

"Eengghhh...." Deva menggeliat pelan sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing.


Perlahan Deva mencoba membuka matanya yang amat terasa berat


"Neng dimana?" Deva menelisik setiap sudut ruangan itu. Terlihat besar dan kotor, mungkin lebih cocok di sebut dengan gudang kosong



Deva sedikit bergidig ngeri saat melihat ruangan yang sedang dia tempati saat ini. Deva mengelus pundak nya yang agak pegal dan sakit, lalu dia teringat kejadian yang dialaminya sebelum dia berada disini.


Apa mungkin dia di culik?


Deva bangun dari ranjang kumuh yang dia tempati, Deva berjalan ke arah jendela yang terpasang tralis besi.


"Ieu dimana."( Ini di mana)


Deva benar benar tidak mengenal tempat ini, jangan kan tempat asing penthouse yang sudah berbulan bulan dia tempatin aja kadang dia kesasar.


Cleekk....


Deva mengarahkan atensinya ke pintu yang terbuka


"Kau sudah bangun nyonya Vins."


"Kamu!" Deva menunjuk wajah orang yang memasuki ruangan tempat nya di sekap saat ini.


***


"Bagaimana?" Jack menggelengkan kepalanya saat Yushika kembali bertanya tentang keberadaan Deva. Saat ini otak 2 giga nya blank tidak tahu harus berbuat apa, dan bagaimana caranya dia menjelaskan ini semua pada Dominic.


"Apa kau sudah menghubungi tuan Dominic." Jack menggelengkan kepalanya lemas. Mendengar nama Dominic saja dia sudah merinding apa lagi kalau sampai berhadapan dengan nya.


"Ck...Seharusnya tuan segera menghubungi nya."


Jack menatap nyalang pada wanita cantik yang duduk di samping nya itu


"Dan membiarkan dia membunuhku! begitu maksudmu huh!" Yushika hanya mengelengkan kepalanya melihat wajah frustasi pria yang ada di samping nya itu


"Tuan Dom tidak hanya akan membunuh mu, tapi dia juga akan mengulitimu,memutilasi tubuhmu lalu membuangnya ke laut kalau kau tidak memberi tahukan keadaan nyonya Deva pada nya saat ini." Jack menegang saat mendengar ucapan gadis yang tengah menatap mengejek pada nya saat ini.


"Ck..!" Jack menegakan tubuh nya kemudian dia merogoh benda pipih yang ada di saku celana bahan abu abu yang di pakainya


Tuttt...Tuutt....


Sambungan telepon tersambung namun tidak kunjung diangkat


"Angkat Boss!" Jack terus bergumam saat telepon nya tak kunjung di angkat oleh Dominic.


"Shiitt..!!" Jack ingin sekali membantingkan ponsel nya saat ini. Panggilan nya tak kunjung di angkat oleh Dominic, Jack kembali mencoba kini dia menghubungi Basstian .


Tuuttt...Ttuutt...


panggilan tersambung namun Basstian juga tidak menjawab panggilan nya


"Sialan kemana sih mereka." Jack menggenggam erat ponsel nya lalu berbalik menuju Yushika


"Ayo kita pulang." Yushika segera bangkit dari duduk nya sembari membawa beberapa paperbag belanjaan di tangan nya


"Sudah mengabari nya." Jack menoleh pada gadis yang tengah memasang safety belt di samping nya


"Mereka tidak mengangkat panggilan telpon ku."Jack menyenderkan kepalanya di sandaran kursi kemudi. Kepalanya sedikit pusing dan berdenyut saat ini karena memikirkan keberadaan serta keadaan kakak ipar nya saat ini.


"Boss pasti akan membunuhku kali ini." Jack bergumam lirih membuat Yushika sedikit prihatin. Baru kali ini di melihat pria yang sudah dia cap galak itu sebegitu frustasinya


"Tenanglah, kita akan mencari nyonya Deva bersama sama okey, sekarang tenang kan pikiran mu agar kau bisa berpikir jernih Tuan. Gunakan otak pintarmu itu, sekarang jalan kita harus pulang dahulu." Jack membuka matanya saat merasakan sentuhan lembut di punggung tangan nya dan berdecak kesal sejak kapan gadis di sebelahnya berani mengaturnya, sungguh Jacob tercengang mendengar ucapan Yushika tadi.


Namun tanpa membantah dia menyalakan mesin mobil nya dan segera menjalankan mobil hitan itu untuk kembali ke penthouse.


🌺🌺🌺


"Kamu?"


"Hallo nyonya Vins, bagai mana kau suka tempat ini bagus bukan." Deva merapatkan tubuhnya ke arah tralis ketika orang yang ada di hadapan nya semakin mengikis jarak padanya


"Mau apa kamu!" Deva bersikap setenang mungkin walaupun dalam hatinya tidak setenang itu


Orang itu menaikan sebelah alis nya saat melihat Deva dengan berani menatap nyalang padanya


"Masih berani, tidak berubah sungguh menarik!"


"Ehemm... Aku tidak ingin apa apa, tapi banyak yang aku inginkan. Termasuk kehancuran suamimu manis!"


Deva berdecak saat mendengar ucapan orang yang ada di hadapan nya saat ini


"Mau mu apa Tuan, kalau kau mau menghancurkan suamiku tapi kau malah menculik ku heh dasar banci. Seharus nya kau oprasi kelamin saja tuan, kau tidak cocok jadi laki laki. Badan saja di tatto tapi berani nya sama perempuan dasar bencong thailand." Dengan sarkas nya dia mengucapkan kalimat itu pada orang yang tengah menatap nya tajam


"Besar juga nyali mu ya, kau tidak takut padaku huh." Pria bertatto itu kemudian mencengkram keras dagu Deva . Namun dengan kasar juga Deva menepis cengkraman dari dagunya walaupun dia merasa agak sedikit sakit di bekas cengkraman nya

__ADS_1


"Memang nya kau siapa, Tuhan! Dengar ya aku memang wanita tapi aku tidak takut padamu. Kecuali pada Tuhan, Suami dan orang tuaku, jadi anda jangan ke ge'eran bahwa saya bakalan takut sama anda karena melihat penampilan anda yang kayak papan tulis berjalan, you're dream mr."


Oh ayolah Deva sepertinya sudah kebanyakan nonton film otak nya agak gimana gituh. Hei sadar kau itu sedang di culik baik baikin dikit napa si culik nya biar dapet konpensasi atau nasi bungkus doubel biar ada tenaga buat kabur.


Pria bertatto itu hanya tersenyum miring mendengar ucapan wanita mungil berhijab itu.


"Baiklah kita lihat, aku yakin kau akan memohon padaku setelah ini manis. Bersenang senanglah bersama penghuni kamar ini bye!"


Deva mengerinyitkan dahi nya mendengar ucapan pria bertatto itu, dan sebelum pria itu meninggalkan nya dia sempat membisikan sesuatu pada Deva.


"Jika kau membutuhkan kehayangatan panggil aku saja okey, aku akan siap menghangatkan mu. Panggil saja namaku, Rivaldo! Rival suami mu." Deva meneguk kasar air ludah nya, jujur saat ini hati nya sedikit takut dan khawatir pada pria bertatto itu.


Blaamm....


Deva sangat terkejut saat pintu di tutup keras oleh pria yang bernama Rivaldo itu.


"Jaga wanita itu jangan sampai dia keluar, nyawa kalian taruhan nya!" Terdengar suara samar samar dari balik pintu


bugh...bugh..bugh...


"Heiiiiii.... Anda yang di luar keluarin Neng dari sini heeeiiiiiii!!!! Kalian pikir neng ayam apa pake dikurung!!! heeeiiiiii....Buka pintunyaaaa... Neng laper neng belum makan dari tadi. Bukaaa pintu nyaaaaaaa manusiaaaaa!!!!"


bugh...bugh..bugh..


Deva terus menggedor keras pintu usang namun kokoh itu


"DIAMM!!!!"


Deva terkejut saat mendengar balasan teriakan dari balik pintu


"Aiihh kumaha ieu, ck.. Kumaha cara na kaluar ti die nyak."( aihh gimana ini, ck..Gimana caranya keluar dari sini ya.)


Deva mendekati tralis besi yang ada di kamar itu, Deva melihat pria bertatto itu pergi dari sana.


"Kumaha luncat na lamun jangkung kawas kie, bisa bisa isdet tihela ie mah saencan kabur gek."( gimana loncat nya kalau tinggi kayak gini, bisa bisa mati duluan ini mah sebelum kabur juga)


Deva melihat kebawah, kamar kumuh yang dia tempati pasti berada di lantai atas. Butuh sesuatu untuk kabur dari sana, bukan cuma butuh alat tapi Deva juga butuh akal saat ini. Ayo otak setengah giga berpikir berpikir.


πŸ‰πŸ‰πŸ‰


BUGHH.....


Satu bogeman mentah mendarat tepat di wajah tampan Jack membuat Yushika dan pelayan lain di penthouse itu menjerit. Darah sudah mengalir dari hidung nya namun Jack tidak ingin membalas pukulan itu.


"APA SAJA YANG KAU LAKUKAN SAMPAI DEVA BISA HILANG HUH!!!"


"Maaf Boss!" Jack bergumam lirih ini memang kesalahan nya tugas mudah saja dia tidak bisa menjalakan nya dengan baik.


FLASBACK


*Setelah Jack dan Yushika sampai di rumah tiba tiba ponsel nya bergetar. Jack segera meraih ponsel yang ada di sakunya.


'Basstian calling'πŸ“²


"Hall...'


"Ada apa Jack."


Jack mendengus kesal karena Basstian memotong ucapan nya, dia menghela nafasnya dalam dalam dan memasrahkan hidup matinya saat ini pada Tuhan.


"Hallo Jack, kalau kau hanya ingin main main ku tutup saja telpon nya."


"Kakak ipar hilang!!" Jack menghembuskan nafasnya kasar seakan beban beratnya sedikit terlepas sekarang


"APAAA!!! Kau jangan bercanda Jack, itu tidak lucu."


"Kakak ipar menghilang di supermarket saat kami tengah berbelanja, maaf!"


tuttt....


Basstian mematikan panggilan nya sepihak tanpa mengucapkan satu kata apapun saat mendengar ucapan Jack. Jack hanya bisa pasrah saat ini, dia akan menerima semua resiko nya saat Dominic pulang nanti*.


FLASSBACK OFF


Dom menetralkan amarahnya saat mendengar suara lirih dari adik angkatnya itu. Dominic meremas kasar rambutnya dan menghempaskan tubuhnya kesofa.


"Pukul berapa Deva hilang." Jack yang tadinya menunduk langsung menegakan kepalanya


"Dua jam setelah ke pergian mu Boss!" Dom menghela nafasnya kasar, dia belum sampai di Italia pesawat nya yang dia tumpangi harus Delay beberapa jam. Kini dia menyesal sudah meninggalkan istrinya sendiri, kenapa dia tidak memaksa Deva untuk ikut bersamanya saja ke Italia.


"Dia pasti sedang ketakutan sekarang. istriku sayang sabar ya sayang ,Abang akan segera menemukan mu. Abang tidak peduli walau harus mencarimu keujung dunia sekalipun."


Dom bergumam lirih memikirkan nasib istri imutnya sekarang. Deva pasti sedang ketakutan saat ini, dia pasti sedang menangis Dom tidak sanggup membayangkan semua itu.


"Semua nya sudah siap Boss!" Dominic tersadar dari lamunan nya saat Basstian menepuk pelan bahunya


"Keluarkan Blade dan Black, kita akan membawa mereka berdua kali ini." Basstian mengangguk patuh dan segera menghubungi seseorang

__ADS_1


"Aku ikut Boss!" Dom membalikan badan nya saat mendengar suara Jack. Dengan wajah datar dan dingin Dom menatap tajam pada asisten nya itu.


"Obati saja dirimu serta luka mu dalu, setelah itu kau baru bisa mencari istriku." Jack hanya menghela nafasnya kasar, dia tahu Kakak angkatnya kini tengah marah padanya sampai dia tidak mengijin kan nya untuk membantu mencari sang kakak ipar.


"Shika obati Jack, kau juga bersalah disini!" Yushika menegang saat mendengar ucapan Boss nya itu


"Ba..Baik Tuan, maaf!" Yushika mencicit di akhir ucapan nya


Dominic melangkahkan kaki panjang nya keluar , disana sudah ada Basstian dan beberapa pengawal. Basstian membukakan pintu mobil untuk Dominic.


"Kita ke New York!" Basstian menganggukan kepalanya patuh dan segera memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menjalankan mobil.


Sementara di tempat lain, di benua yang sama...


"Ini mana air minum nya, kalian mau bikin neng mati keselek!"


Deva sedikit terbatuk saat memakan makanan nya, Karena gedoran mengganggu sang nyonya Vins membuat para penjaga di sana kesal dan akhirnya bertanya mau nya apa wanita yang tengah mereka sekap itu.


Dengan entengnya sang tawanan dia berucap


'Neng lapar mau makan, tapi makanan nya yang ada nasi sama sambel nya kalau bukan itu neng gak mau makan."


Sebenarnya si para penjaga masa bodo dengan ucapan tawanan nya. Dia mau makan atau tidak bukan urusan mereka. Tapi karena Deva terus merengek dan berbicara ngalor ngidul gak jelas yang bikin mereka pusing akhir nya mau tidak mau mereka menuruti kemauan si tawanan nya.


Dan yang lebih bikin mereka kesal, Deva meriquwes makanan yang dia mau. Emang dia pikir para penjaga itu pelayan restoran apa ya . Karena tidak mau mendengar kultum wanita mungil itu lagi akhirnya salah satu dari mereka mencarikan makakan yang Deva mau, NASI KEBULI.



Kalau saja tidak ingat pesan Tuan mereka untuk tidak menyentuh wanita mungil itu, pasti mereka sudah memberi pelajaran pada wanita yang tengah lahap memakan nasi kebuli di atas ranjang.


"Minum nya mana....!" Deva kembali memekik saat tidak ada orang memberinya minum


Setelah mendengar pekikan Deva salah satu dari mereka mendekati ranjang Deva dengan membawa satu botol air mineral di tangan nya


Glek...Glek..Glek..


Deva meneguk rakus air yang ada di botol itu


"Ahh...Lega emang kalian pikir neng kambing yang bisa makan tanpa minum, kalo neng mati keselek nanti gajih kalian gak di bayar sama si papan tulis berjalan. Emang nya mau!" Dengan bodoh nya orang itu menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Deva


"Nah kan gak mau( Deva kembali menyuapkan nasinya,) , Eh tapi kalo kamu gak di bayar sama tuh si papan tulis berjalan mendingan kamu pindah kerja aja deh. Coba ngelamar kerja sama suami neng nanti gajih nya 10X lipat lebih banyak dari pada kerja sama si papan tulis berjalan."


Deva kembali menyuapkan nasi kebuli nya santai sembari melirik wajah penjaga yang ada di depan nya saat ini. Terlihat wajah penjaga itu bimbang, bukan bimbang lagu ya tapi bimbang karena pilihan nya.


"Anda tidak berbohong nyonya." Deva menegakan kepalanya saat mendengar penjaga itu berbicara


"Apa kamu lihat kalau di wajah cantik neng ini ada tulisan suka berbohong huh, enggak kan!" Deva melanjutkan suapan terakhirnya


Penjaga itu melirik ke arah teman nya yang berjaga di dekat pintu, lalu menganggukan kepalanya.


"Kami mau! Jadi apa tugas pertama untuk kami dan apa jaminan nya." Mereka tidak peduli di cap sebagai pengkhianat yang terpenting sekarang bayaran yang di tawarkan oleh wanita mungil berhijab itu lebih besar dan menggiurkan


Deva menatap tajam pada lelaki bertubuh besar di hadapan nya tanpa rasa takut padahal dalam hati nya sienna ka bina bina( takut nya luar biasa)


Deva melerakan sendok di bekas makan nya dan segera meneguk habis air dalam botol itu. Setelah masalah perut sudah habis Deva menyelusupkan tangan nya ke balik kerudung nya.


Penjaga yang melihat itu langsung bersiaga takut wanita mungil itu melakukan hal yang tak terduga.


Namun pikiran mereka salah, setelah Deva keluar dari balik kerudung Deva terlihat menggenggam sesuatu dan kemudian meletakan nya di depan penjaga itu



"Itu hanya dp nya,neng akan bayar kalian lebih dari harga berlian itu. Tapi kalian harus membantu neng bebas dari sini." Penjaga itu menoleh pada teman nya lagi dan menganggukan kepalanya mantap saat kembali berhadapan dengan Deva yang terlihat mengembangkan senyum nya.


"Baik kami akan membantu anda nyonya, dan segera tepati janji anda setelah anda kami keluarkan dari sini."


Deva menganggukan kepalanya, biarlah dia harus kehilangan mas kawin nya dari Dominic asalkan dia bisa keluar dan bebas dari tempat menakutkan ini.


Harga berlian itu tidak main main makanya para penjaga itu mau membantu Deva untuk keluar dari tempat menakutkan itu. Kalau di rupiahkan bisa mencapai 2,5 M untuk kalung dan anting. Belum cincin kawin yang Deva pakai namun dia tidak akan pernah melepaskan nya apa pun yang terjadi.


"Ayo neng kamu pasti bisa!"


Deva menyemangati dirinya sendiri. Sedangkan di lain tempat Dom dan Basstian tengah bersiap memasuki sebuah Hellikopter untuk membawa mereka ke NewYork city.


**HAYO BAKALAN KETEMU GAK YA NENG DEVA, DIA BISA KABUR GAK YA DARI SANA SETELAH MENGORBANKAN MAS KAWIN NYA.


YUK STAYCUN TERUS DISINI


INGAT YA NENG DEVA EMANG CEWEK KAMPUNG KAYAK NENG OTHOR TAPI DIA GAK CENGENG DAN LEMAH KETIKA TERANCAM. DEVA AKAN MEMERAS OTAK MINIMALISNYA ITU AGAR DAPAT BERFIKIR JERNIH, BUKAN HANYA MENGGUNAKAN OTOT TAPI JUGA OTAK!


KITA BAKALAN LIHAT AKSI DEVA DI BAB SELANJUTNYA..


BABAYYY....


TONG POHO VOTE,LIKE DAN KOMEN NYA


HATUR NUHUN SADAYANA**

__ADS_1


__ADS_2