
**JANGAN LUPA VOTE NYA BUAT NENG DEVA YA
HATUR NUHUN SADAYANA**
" Qillaaa....!" Aqilla menoleh saat ada seseorang yang menepuk bahunya.
" Arek kamana?" ( mau kemana)
" Arek ka warung na teh Mayang, Arek meli minyak." ( mau ke warung nya teh Mayang, mau beli minyak) Aqilla melanjutkan langkahnya kembali.
" Urang milu nyak ( aku ikut ya)".
" Tinggal nuturkeun."( tinggal ngikutin) Gadis yang ada di samping Qilla hanya menekuk wajah nya masam. Aqilla benar benar gadis ti'is lewih ti walungan deket gunung ( gadis dingin lebih dari sungai dekat gunung)
***
" Punten( permisi), teh.. teh...!"
" Mangga ( silahkan)". terdengar seruan dari dalam warung .
" Eh Qilla, arek meli naon." ( eh Qilla mau beli apa)
"Minyak sayur, jeng uyah teh."( minyak sayur sama garam teh,)
pemilik warung pun segera mengambilkan apa yang di butuh kan oleh Qilla.
" Ini belanjaan nya Qill, 37 ribuen " Teh mayang memberikan satu kantong kresek pada Qilla
" Hatur nuhun teh".( terimakasih teh) Aqilla memberikan beberapa lembar rupiah pada pemilik warung.
💐💐💐
" Qill....!"
" Hemm..." Gadis yang ada di samping nya Aqilla hanya mendengus kesal.
" Aqillaa....".
" Naon sih Wul Wul." Aqilla mulai kesal ( apa sih wul wul)
"Wulan Qilla ,Wulan!"
" Aya naon".( Ada apa) Aqilla melirik Wulan yang kini sedang menyedot es lilin sama dengan yang sedang di lakukan nya.
" A Yugha teh bogehen ka maneuh loh." ( A Yugha teh suka sama kamu loh)
Aqilla melirik pada teman nya itu dengan wajah biasa.
" Geus nyaho."( udah tau)
" Hah.. Terus!" Wulan mulau kepo
Aqilla malah menyedikan bahunya,dan mempercepat laju jalan nya.
" Heh tungguan uing ( heh tungguin aku) ,Lain maneuh nateh pulang nembak si Wulan kamari." ( Bukan nya dia itu habis nembak si wulan kemarin)
Qilla mengerenyitkan dahinya
" Maneuh..?"
" Lain Wulan urang bego ! si Wulan ujung berung. Lain Wulandari." (bukan wulan aku bego ! si Wulan ujung berung. Bukan Wulan dari)
Qilla mendelik saat Wulan menepuk punggung nya agak keras.
__ADS_1
" Lengen maneuh mah teas pisan sih, jiga Hulk."( Tangan kamu keras banget sih, kayak Hulk)
Qilla mengusap punggung nya yang terasa panas.
" Dedeh teing." ( kasian banget) Wulan ikut mengusap pungung teman nya itu.
🌻🌻🌻
" Hari ini Tuan Vins akan memperkenalkan istrinya kepada kita semua, jadi saya harapkan kalian semua sudah bersiap." Jack mengambil alih tugas Dominic sementara waktu, dan sekarang waktunya Dominic menjadi pemimpin utama klan Vins.
" Siap Tuan Jack." Jack pun melangkahkan kaki panjang nya menuju pintu keluar di ikuti oleh Basstian.
" Hei Jack, kau yakin Boss akan membawa kakak ipar pada mereka."
" Kau takut, Bass kau tenang saja di balik wajah nya yang lembut seperti Malaikat. Kakak ipar memiliki kekuatan tersembunyi seperti Wonder Woman, Kau akan tahu nanti."
Basstian hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal, sedangkan Jack dia sudah tahu apa yang pernah Deva lakukan pada Miranda beberapa waktu yang lalu saat wanita itu pergi bertandang ke penthouse milik Dominic. Seorang gadis desa yang lembut bisa menjadi ganas saat milik nya diusik.
***
" Abang yakin Neng harus ikut." Deva ragu dengan keputusan suaminya untuk mengajak dia ke acara perkenalan para pemimpin klan.
" Kau takut." Deva menghela napasnya panjang, bukan hanya takut, tapi takut banget. Bukan takut dia di hina, tapi takut mempermalukan suaminya, takut mereka menghina keluarganya di kampung. Deva tidak peduli kalau mereka menghinanya.
" Neng gak takut, neng cuma....". Deva menggigit bibi bawahnya.
" Cuma apa sayang." Dom merengkuh tubuh mungil itu kedalam dekapan nya
" Neng cuma takut malu maluin Abang disana, neng takut mereka menghina emak sama bapak. Cuma itu, kalau mereka cuma menghina Neng sih , neng bakalan nerima aja. Tapi neng gak bakalan nerima kalau mereka menghina kedua orang tua neng." Suara Deva terdengar bergetar menahan tangis, dia sudah siap untuk mendengar caci maki orang orang, tapi dia tidak siap kalau orang orang mencaci maki orang tuanya juga suaminya.
Cup...Dominic mengecup basah dahi Deva menyalurkan perasaan cinta yang sangat dalam, memberikan kekuatan padanya agar Deva tau bahwa Dominic akan selalu ada untuknya.
" Abang tidak akan membiarkan itu terjadi, Abang janji. Bahkan kalau perlu Abang akan memotong setiap lidah yang berani membicarakan mu."
"Jangan, nanti mereka gak bisa makan." Penuturan polos Deva membuat Dom terkekeh dan semakin mengeratkan dekapan nya sembari memberikan kecupan bertubi tubi di pucuk kepala yang terbalut hijab abu itu.
" Tuan Vins tiba." Semua orang yang ada di sana langsung berdiri dan menundukan sedikit kepalanya saat Dom dan Deva datang. Di ikuti oleh Jack dan Basstian.
Dom terlihat menarik kursi kebesarnya namun bukan untuk dia duduki , ternyata Dominic menarik lembut tangan wanita yang ada di samping nya saat ini.
" Duduklah...!" Deva terlihat terkejut saat suami bule nya itu menyuruh dia duduk di kursi yang tidak pernah berani di tempati oleh siapapun. Bukan hanya Deva tapi juga semua orang yang ada disana, terutama Miranda dan ayah nya. Mereka terlihat tidak suka.
Deva akhirnya menurut saat mata safir indah itu terus mengintimidasinya.
Braakk...
" Apa apaan ini, kenapa wanita kampungan itu menduduki kursi kepemimpinan klan Vins." Miranda sudah tidak bisa menahan nya lagi, dia meluapkan emosinya.
" Jaga sikap mu Miranda! wanita yang kau sebut kampungan itu adalah istriku. Wanita kesayangan ku, jaga sopan santun mu pada nyonya pemimpin klan Vins."
" Abang...!" Deva mengelus lengan kekar Dominic lembut agar sang suami tidak terpancing emosi.
Dom masih mengatur nafasnya, di dalam dadanya masih membara ingin sekali dia membungkam mulut wanita sampah di hadapan nya itu.
" Baiklah, aku tidak ingin basa basi lagi. Hari ini aku ingin memperkenalkan istriku yang aku nikahi beberapa bulan yang lalu. Kami mengadakan pernikahan kami di Indonesia...
".... istriku bernama DEVANIA RIZKI, Asli orang indonesia. Dan dia akan menjadi nyonya besar Vins satu satunya dan selamanya. Ada yang ingin kalian pertanyakan." Dom mendudukan dirinya di sisi tempat duduk yang tengah di duduki Deva.
" Maaf Tuan Vins, bolehkah kami tahu pendidikan apa nyonya besar kita ini, dan dari keluarga apakah nyonya Vins berasal."
Deva terlihat meremas baju nya yang dia pakai saat ada seseorang dari mereka menanyakan asal usul keluarganya. Ketakutan yang sedari tadi Deva takutkan akhirnya muncul juga.
__ADS_1
" Keluarga ? anda menanyakan keluarga istriku Tuan Frans. Aku akan memberitahukan pada kalian satu hal tentang keluargaku. Keluarga ku atau keluarga istriku adalah keluarga baik baik , dia di besarkan oleh orang tua yang hebat hingga menjadi wanita yang aku inginkan , jadi kalian tidak perlu mengurusi yang tidak perlu kalian urus...'
".... Dan untuk masalah pendidikan Istriku aku tidak perduli apa pun pendidikan nya, apa kah kalian bisa menjamin seseorang dari pendidikan nya. Aku rasa tidak, pendidikan tinggi tidak menjamin bisa menjadikan manusia itu layak dan patut untuk hargai atau malah menjadi sampah busuk yang tidak berguna. Bukan begitu tuan Frans." Sorot mata safir Dominic mengarah kepada dua orang ayah dan anak yang terlihat salah tingkah.
Deva terlihat tersenyum tipis saat mendengar penuturan suaminya. Dia bisa mengerti jelas saat Dom berbicara walaupun dia menggunakan bahasa inggris , karna Deva sedang memakai earpiece jadi dia mengerti apa yang di bicarakan Dominic.
" Maaf sebelum nya tuan Vins, apakah anda tidak mengijinkan nyonya Vins berbicara sendiri untuk menjelaskan pada kami tentang semuanya." Salah satu dari mereka kembali bersuara.
" Kau ingin mendengar suara indah nyonya Vins tuan Fedrick , bermimpilah.... ! sayang nya aku juga tidak akan mengijinkan nya bahkan dalam mimpi mu sekali pun. Hanya aku yang berhak atas semua yang ada di dalam diri istriku, termasuk suara indahnya yang hanya boleh aku saja yang mendengarnya."
Deva melirik ke arah suaminya. Apa apaan itu , jiwa posesife Dominic muncul tiba tiba.
" Nanaonan eta, di kira neng bisu malahan engke."( apa apaan itu, dikira bisu malahan nanti neng)
Manusia yang di lirik tajam oleh Deva malah hanya menampilkan senyum manis nya. Deva memutar bola matanya dan saat dia menoleh ke arah lain netra coklat nya bertubrukan langsung dengan netra abu abu milik Miranda.
Terlihat aura permusuhan di kedua manik mata berbeda warna itu. Mereka saling bertatapan tajam, Deva pun tidak mau kalah dia membuka bola matanya lebar lebar. Bukan nya seram Deva malah terlihat imut di mata orang orang yang tengah memperhatikan nya.
Miranda melirik pada Dominic yang tengah menatap tajam pada bawahan nya. Deva yang melihat itu langsung ingin melepar Miranda dengan cobek yang baru di beli oleh Dorothi tadi pagi.
Miranda malah tersenyum sinis pada Deva sembari memperagakan menyayat lehernya sendiri menggunakan kuku panjangnya ketika pandangan Dom teralihkan sejenak dari mereka.
" Naon maneuh nini kunti, rek nyingsienan uing . Teu nyaho nyak maneuh lamun awewe indonesia teh bisa membunuh tanpa menyentuh." ( apa kamu nini kunti, mau nakut nakutin aku. Gak tau ya kamu kalau wanita indonesia itu bisa membunuh tanpa menyentuh)
Deva memegang gelas yang ada di hadapan nya lalu dia mempraktekan menusuk gelas itu dengan jari telunjuk nya.
kedua wanita itu terlihat sedang perang secara telepati rupanya.
🌹
🌹
🌹
" Aya naon itu rame rame."( Ada apa itu ramai ramai) Aqilla dan wulan berjalan lebih kencang saat melihat kerumunan warga.
" Aya naon mang."( ada apa mang) Qilla bertanya pada salah satu warga disana.
" Oh itu tadi anak na juragan Darto tiguling tina motor, jeng awewe jiga na mah kabogohna." ( oh itu tadi anaknya juragan Darto jatuh dari motor, sama perempuan kayaknya sih pacarnya)
" Si Yugha...!" Wulan ikut nimbrung juga
" He'eh, si Yugha." (iya)
" Kapok siah, cing modar sakalian lain mah. Lalaki kitu patut ngan ukur bisa nganyenyeri awewe. ( Kapok dah ! biar modar sekalian kalo perlu. cowok macam itu cuma bisa nyakitin cewek aja)
" Husss." Qilla memperingati Wulan yang mulutnya tidak di filter.
Aqilla berpamitan pada lelaki parubaya tadi
" Congor maneh mah loh Wul."( mulut kamu tuh loh Wul,)
" Peduli teing ah kehel ka lalaki gumasep kawas kitu, jiga pang kasep na teing sa bojong soang. Sugan potong kituh irung nu bangir nateh amih teu sok."
( Peduli amat ah , sewot sama cowok sok ganteng kayak gitu. Kayak paling ganteng aja se bojong soang. Coba putus gitu hidungnya yang mancung nyatuh biar gak sok.)
Aqiila malah tergelak mendengar ocehan sahabatnya itu, dia yang di mainin eh si Wul Wul yang kebakaran jenggot.
**HOLLA READERS MAKASIH ATAS DUKUNGAN NYA, SATAYCUN TERUS YA
JANGAN LUPA VOTE DAN FAVORITNYA DI KLIK YA
HATUR NUHUN**.....
__ADS_1