
JANGAN BOSAN BOSAN YA BUAT NGEVOTE NENG DEVA SAMA ABANG DOM
HATUR NUHUN....
Tok
Tok
Tok
Cleeekk.....
" Boss...!" Dominic mengalihkan atensi nya pada seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya.
" Ada apa Jack." Dom kembali mengalihkan pandangan netra safirnya kembali ke laptop.
" Klan Verdo sudah bergerak !" Dominic menatap tajam pada Asisten nya itu. Lalu dia melirik wanita bertubuh mungil yang tengah rebahan di sofa sedangkan kedua telinga nya di sumpal oleh earphone.
" Apa maksud mu." Dominic menutup laptop nya kemudian memerintahkan Jack untuk duduk.
" Verdo sudah mengetahui kalau kau sudah menikah Boss !"
" Kenapa mereka bisa tahu , bukan nya pernikahan ku hanya diketahui oleh para petinggi klan kita." Dominic memijat pangkal hidung nya. Dom yakin Verdo pasti akan mengejar Deva kalau mereka tahu kalau dia istrinya.
" Sepertinya ada pengkhianat di antara kita." Dom menatap tajam pada Jack.
Deva adalah aset penting bagi Vins , kalau seorang pemimpin tertinggi sebuah klan menikah lalu memiliki keturunan. Sudah di pastikan Klan itu akan bertambah tinggi dan berkembang, Tapi di balik itu akan ada Klan lain yang mengincar Ratu Klan itu untuk di buru.
Mereka tidak akan membiarkan Klan itu lebih tinggi dari klan mereka.
Dominic melirik pada Deva yang masih santai dengan posisinya.
" Aku harus mengamankan nya, Aku tidak akan membiarkan Verdo menyentuh istriku." Dom bangkit dari duduk nya di ikuti oleh Jack yang menundukan kepalanya agar Boss nya bisa menghabiskan banyak waktu bersama istrinya.
" Hei sayang kamu sedang apa, kenapa Abang di cuekin." Deva terbangun dari tidurnya saat ada yang melepas sebelah earphone di telinganya.
" Abang udah selesai kerjanya." Deva menegakan duduk nya lalu menghadap pada sang suami.
" Sudah, apa kamu lapar." Dom merapikan hijab Deva yang tampak berantakan karena dia rebahan tadi.
Deva melirik jam yang ada di ponselnya, sudah pukul 1 siang waktu setempat.
" Eeemm...Neng lapar, tapi Neng mau makan nasi." Dominic tersenyum lembut saat melihat Deva mengelus perut ratanya.
" Ya sudah ayo kita cari makanan yang kamu mau sayang." Deva bangkit dengan semangat. Dia segera memasukan ponsel dan earphone nya kedalam tas lalu segera menggandeng mesra lengan kekar dan besar suaminya.
***
" Selamat siang Tuan dan Nona." seorang pelayan pria memberikan satu buah buku menu masing masing kepada mereka.
Dominic terlihat antusias memilih makanan sedangkan Deva terlihat bingung melihat tulisan yang membuat mata nya berkunang kunang. Tulisan di buku menu itu bahasa inggris semua membuat perut lapar Deva menjadi kenyang seketika.
" Kamu mau pesan yang mana sayang." Deva melirik pada suami bulenya itu.
__ADS_1
" Gak tau ah, neng mah pusing liatnya. Belum makan aja udah kenyang liat tulisan nya." Dominic malah terkekeh mendengar nya.
" Lihat gambarnya saja sayang." Deva hanya mendengus dia kembali melirik dan membuka buka buku itu.
" Neng mau yang ini." Deva menunjukan gambar makanan yang ada dibuku.
Dominic membulat kan matanya saat melihat gambar makanan yang di tunjuk oleh Deva.
"Jangan yang itu ya, pilih yang lain saja." Deva kembali membolak balik kan kembali buku itu
" Kenapa Neng gak boleh pesan yang itu, neng mau daging itu." Deva semakin menekuk wajahnya. katanya suruh milih tapi udah milih malah gak boleh.
" Itu makanan yang tidak boleh di makan oleh mu sayang, itu Bacon Kanada dan makanan itu terbuat dari daging babi. Jadi kau tidak boleh memakan nya, Abang saja tidak pernah memakan nya."
Deva terkejut mendengar penjelasan suaminya, untung saja dia tidak memaksa untuk memesan nya.
" Apa di sini ada makanan halal untuk muslim." Dom melihat pada pelayan pria itu.
" Ada Tuan, silahkan anda plilh di menu sebelah ini." Pelayan pria itu membalikan buku menu itu.
Dom melihat semua gambar makanan yang ada disana.
" Sayang kamu mau yang mana." Dom melihat Deva yang masih membolak balikan buku menunya.
" Terserah Abang aja, yang penting ada nasinya." Deva sudah pasrah yang penting dia makan nasi biar pun itu hanya dengan kecap dan kerupuk ,Yang penting makan nasi.
" Kami pesan yang ini,satu pakai nasi yang satunya tidak usah." Dom memperlihatkan gambar makanan pada pelayan itu
Shich Touck adalah makanan khas Kanada yang terbuat dari daging ayam tanpa tulang, yang di rendam dengan bumbu kemudian di tusuk dengan tusukan sate dan di sayat lalu di selipkan dalam tori pita lengkap dengan sayuran acar serta hummus atau saus putih yang tebuat dari bawang putih
" Dia nyonya bukan Nona, dia istriku." Langkah pelayan itu terhenti lalu mengangguk dan tersenyum seolah sedang meminta maaf.
Setelah makanan yang mereka pesan datang, Dom dan Deva menikmati makanan mereka tanpa bicara.
" Gimana udah kenyang." Dom mengelap bibir Deva dengan saputangan nya saat melihat ada sisa saus di bibirnya.
" Udah.., Perut neng udah kenyang. Kita mau pulang apa mau kembali ke gedung tinggi itu lagi." Dom tersenyum di sela sela meneguk kopi nya.
" Kita akan pulang saja, Ayok !" Deva tersenyum sembari menyambut tangan Dom yany terulur untuk nya.
πππ
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Terdengar suara hentakan sepatu heels menggema di seluruh lorong apartemen mewah itu.
" Tuan Verdo sudah menunggu anda nona." Wanita sexy itu hanya mengisyaratkan pada pengawal itu agar membuka pintu.
Cleekk....Wanita itu masuk kedalam setelah pintu apartemen itu terbuka sempurna.
Terlihat seluet bayangan tubuh pria sedang berdiri di balkon
" Kenapa kau memanggilku kemari ." Pria itu membalikan tubuhnya saat mendengar suara wanita yang tengah dia tunggu.
" Oohh...Miranda akhirnya kau datang sayang." Pria bertubuh kekar dan besar itu menyeringai mulai mendekati Miranda, ya Wanita itu adalah Miranda.
" Apa yang kau mau dariku Rivaldo Verdo. bukan nya aku dan ayahku sudah memberitahukan semua nya padamu, lalu sekarang apa lagi maumu dariku." Miranda tidak mau basa basi. Dia tidak mau lebih terjebak dengan pria bajingan yang ada di hadapan nya ini yang hanya menginginkan tubuhnya saja
" Sssttt....Jangan terburu buru sayang aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan mu saja." Verdo mulai mengikis jarak diantara mereka.
" Katakan , apa yang kau mau !" Miranda mulai jengah
Terlihat seringai mesum di wajah tampan pria itu yang mana bisa membuat semua wanita akan jatuh dalam pesonanya.
" Aku mau tubuhmu". Bisik nya seduktif sembari menggigit pelsn cuping Miranda membuat nya sedikit meremang.
"Tapi aku juga butuh bantuanmu juga ayah mu." Valdo meninggalkan Miranda yang masih terdiam di tempat.
" Katakan !" Miranda tidak ingin basa basi lagi.
" Singkirkan Vins dan istrinya secepatnya." Valdo meneguk cairan berwarna merah yang ada di hadapan nya
" Kenapa aku harus menyingkirkan Dominic, bukan kah target kita hanya wanita kampungan itu saja." Miranda merasa tidak rela saat Valdo menginginkan kematian Dominic juga.
" Kau jangan bodoh Miranda. Bila wanita milik Vins itu mati, Vins akan mencari wanita lain untuk mendapatkan yang dia dan petinggi klan itu inginkan."
" Tapi itu yang aku inginkan, wanita kampungan itu mati dan aku yang akan menggantikan posisinya."
Pyyaaarrr.... Valdo melempar gelas yang ada di tangan nya, dia mendekati Miranda lalu mencengkram kuat dagu runcing wanita itu.
" Kau jangan pernah berharap bisa lepas dariku wanita bodoh, bila aku bisa menyingkirkan Vins dan wanita nya, aku bisa menguasai semua asetnya klan itu. Dan kau akan menjadi satu satu nya Ratu di kerajaan ku, Kau paham sayang." Valdo kemudian ******* kasar dan rakus bibir Miranda.
Valdo melepaskan cengkraman dan pagutan nya pada Miranda saat wanita itu terlihat kehabisan napas.
" Apa kau sudah mengerti !" Valdo menatap Miranda yang masih mengatur napasnya.
" Ok...! Aku akan menuruti semua kemauan mu Tuan Verdo. Kau puas sekarang." Miranda membuang pandangan nya ke arah lain.
" Good girl, ayo sekarang temani aku. Aku merindukan desahan sexy mu itu sayang." Valdo menarik pelan lengan Miranda. Miranda hanya pasrah pada Valdo setidak nya dia juga akan menikmati semua ini. Tidak bisa mendapatkan Dominic setidaknya dia bisa mendatkan semua yang dia mau dari pria yang sedang mencumbunya saat ini. Walaupun dia harus menjadi pengkhianat untuk klan nya sendiri.
" Move darling...!" Valdo terus meracau di sela sela percocok tanaman nya bersama Miranda
" Uuhh...Yeah..Val..do....!" Miranda benar bebar sudah seperti wanita murahan saat ini.
**HAYO LOH, NGAPAIN TUH !
MAU NGERJAIN ABANG BULE NENG OTHOR HEH, NENG TAMPOL PAKE COBEK MAUUU** !!!!!
__ADS_1
MOON MAAP KALO BAB NYA TERLALU PENDEK YA, OTAK NYA LAGI DI REBOISASI BIAR BISA MIKIR LAGIππππ