
**VOTE
LIKE
KOMEN
LANJUTTTT**.....
" Sayang tidak usah terlalu banyak bawa barang nya." Deva menulikan telinga nya saat sang suami melarang ini itu dan onoh.
" Sayang kita bisa membeli nya nanti disana." Dom mendekati sang istri yang terlihat cemberut saat ini.
" Memang nya disana ada hijab, ada iner, ada gamis, ada tunik gak ada kan. Emang Abang mau lihat Neng cuma pake daleman doang." ' Ukur make cangcut jeng kutang, ihh geleuh nempo nage '( cuma pake cd sama bh , ih jijik lihat nya juga)
" Iya iya bawa saja yang kau perlukan, Abang mau keluar dulu." ' Kau tidak perlu membawa apa pun sayang, mungkin kalau tidak memakainya itu lebih baik' seringai licik muncul di wajah Dominic saat ini.
Deva pun memasukan 3 lusin hijab kedalam koper , ada pasminah,instan, dan persegi 4, gamis simple , tunic, dan leging untuk dalaman, celana jeans dan dalaman tentunya.
Mereka bersiap untuk pergi ke Maldives besok pagi, sedangkan Jack ,Basstian serta Bapak masih di kantor polisi. Mungkin saat ini sedang dalam perjalanan pulang. Dominic menyerahkan semua nya pada sang Asisten pribadinya.
*
*
*
"Tak kenal makanya tak sayang, tak sayang makanya tak cinta
begitu pepatah lama nya, kalau sudah kenal pasti kamu tau
kalau sudah tau, pasti kamu mau. Lalu cinta pun datang."
Dahsyat Abie ngesti.
Aqila terus bersenandung sembari membolak balikan reginang yang sedang di goreng nya.
" Kade tutung, ulah nyanyi weh hayuh ( awas gosong, jangan nyanyi aja terus)". hiiss si Emak sirik datang datang langsung ngomel sama Aqilla.
" Naon sih Mak ( apa sih mak) , ih Qilla mah berasa jadi anak teraniyaya deh. Masa nyanyi aja di larang, hak azasi per Qillaan di batasi sekarang." Aqilla mulai berpidato tidak jelas membuat emak segera meninggalkan nya sebelum dia menambah koleksi lagu nya.
" Yeh Si Emak mah, di ajak Ngocan malah indit." ( Ih si emak tuh, di ajak ngocan malah pergi) Ngocan : ngobrol cantik.
" Sendiri sendiri aku sendiri, Emak ku ninggalin lagi.
mengapa nasib jadi begini hidup ku sorangan deui ( Sendiri lagi)" Aqilla semakin ngelantur bernyanyi nya
" Dak si Emak mah gak pernah ngerasain gimana di tinggal pas lagi tangung tanggung nya." Aqilla terus menggerutu sampai Zae tiba tiba sudah berada di belakang nya.
" Teteh...!" Zae menepuk pundak Qilla yang terlihat bergerak mengikuti irama lagu dari ponselnya.
" Naon sih Zaenudin boncel ngagetkeun teteh bae, mun minyak panas ieu bahe kumaha , tamplok kana suku teteh kumaha terus teteh asup rumah sakit teu bisa lempang Zae daek ngagagandong teteh. "
( Apa sih Zaenudin Boncel ngagetin teteh aja,kalau minyak panasnya ini tumpah gimana, jatuh kena kaki teteh gimana terus teteh asup rumah sakit gak bisa jalan Zae mau ngegendong teteh.) Aqilla terus ngerocos tanpa henti ,tanpa rem, tanpa titik koma, tanpa kepastian eeeeaaaa...
" Aya A Yugha tuh di luar neangan. ( Ada A Yugha tuh di luar nyariin) !" Zae menyomot reginang yang baru di angkat oleh Aqilla.
" Rek naon kadie si borokokok teh" ( mau apa kesini si sialan itu)
" Nya teing atuh ,nanya ka Zae. Sugan Zae teh indung na ( Ya gak tau lah ,nanya ke zae . memang nya Zae itu ibunya)
Zae kembali mengambil rengginang di dalam toples besar itu, dia bahkan membungkus nya dengan baju yang dia pakai. Ya salam Zaenudin.
Aqilla tidak memperdulikan nya dia malah kembali berdendang ria.
__ADS_1
" Dek itu di luar ada yang nyariin kamu." Kini giliran Emak yang memanggil Aqilla di dapur.
" Suruh balik weh Mak ( Suruh pulang aja Mak)". Dengan santai nya Qilla menggoreng rengginang sembari sebelah tangan nya bertolak pinggang.
" Timuan heula Dek, bisi aya penting ( Temuin dulu Dek, takut ada penting)." Emak membujuk putri kecil nya itu yang memang kepala batu.
" Urusan penting naon, rek nginjem buku. Eweh Qilla mah teu boga buku SMA omongkeun ka maneh na Mak." ( Urasan penting apa, mau minjam buku. Gak ada Qilla tuh gak punya buku SMA omongin sama dia Mak)
Aqilla tetap keras kepala,dia sebenarnya malas bertemu dengan orang yang bernama Yugha itu.
" Kunaon sih Dek,hayuk ah teu sopan. Emak teu pernah ngajaran Dek Qilla kitu loh." ( kenapa sih dek, ayo ah gak sopan. Emak gak pernah ngajarin Dek Qilla begitu loh.) Aqilla menghela napas nya dalam dalam lalu mengangguk .
*
*
*
" Aya perlu naon". ( Ada perlu apa) Aqilla langsung bertanya tanpa mau basa basi.
Remaja laki laki yang berusia 18 tahun itu pun tersenyum saat orang yang ingin di temuinya akhir nya keluar.
" Aku... Mau minta maaf". Aqilla mengerinyit kan dahinya, tanpa mereka berdua sadari ke 3 orang manusia di rumah itu tengah menguping pembicaraan mereka di ruang tamu.
" Saha sih mak?" ( Siapa sih mak) Emak menoleh pada orang yang ada di belakang nya sembari menggeleng .
" Emak gek teu nyaho, kasep tapi." ( emak juga gak tau, ganteng tapi) Deva memutar matanya malas, emak mah teu kaopan nempo nu kasep saetik langsung bolotot ( emak mah suka gituh, liat yang ganteng sedikit langsung melotot)
" Kabogoh na mereun mak ( Pacar nya paling mak)."
" Huss... Masih letik ulah bobogohan ( huss.. Masih kecil gak boleh pacaran)
Duuuttttttt.... Emak dan Deva saling melirik dan langsung menatap tajam pada bocah yang ada di hadapan mereka.
" Zaenudiiiiiin !!" Emak dan Deva menggeram pelan pada Zae, sebelum si bocah kecil itu berlari ke arah belakang.
***
" Minta maaf jang naon? ( Minta maaf buat apa)...' lamun( kalau) minta maaf soal masalah tadi harus nya situ minta maaf sama Wulan bukan sama saya. Kalau situ minta maafnya sekarang sama saya gak bakalan di kabulin, kenapa? karna lebaran masih lama!" Sifat judes Aqilla kembali kambuh, datang tanpa di undang hilang tanpa di usir.
Remaja laki laki itu hanya menghela napas panjang, ternyata sulit melunakan gadis kecil ini.
" Aku minta maaf, tolong maafin aku. Maafin aku yang sudah nyakitin perasaan kamu Aqilla, maafin aku..... ( dia menjeda) Aku suka sama kamu." Aqilla hanya menghela nafas nya dalam dalam, Aqilla di tembak gaes di tembak.
" Kamu sebaiknya pulang aja deh, kayak nya kamu kurang sehat , Aku mau goreng reginang lagi takut tutung ( gosong)". Aqilla menghindar namun lengan nya di tarik keras oleh Yugha.
" Please, dingerin aku. Jangan menghindar." Yugha seperti sedang memohon pada Aqilla. Qilla yang terlihat tidak nyaman dengan cekalan tangan Yugha pun perlahan melepaskan cekalan itu.
" Maaf , Aku gak bisa. Aku belum mikirin yang namanya pacaran, aku masih ingin fokus dengan sekolah ku. Kita masih kecil harus nya hanya fokus pada kewajiban kita , bukan membuang waktu untuk hal yang tidak penting!" Yugha terlihat menunduk , dia tahu secara tidak langsung gadis di hadapan nya ini sudah menolak nya.
" Baiklah kalau begitu aku terima keputusan mu, maaf sudah membuat mu tidak nyaman. Tapi aku harap setelah kita dewasa nanti kamu bisa menunggu ku untuk datang minang mu."
' Ya Allah yeh lalaki jiga geus kabelet kawin pisan sih, masih bocil gek ( Ya Allah ini laki kayaj kebelet kawin banget sih, Masih bocil juga)
Aqilla hanya terdiam tidak mengiakan tidak menolak. Jodoh sudah ada di tangan Tuhan, itu menurut Qilla. Toh umur nya baru 15 tahun masih panjang jalan nya menuju hal seperti itu.
" Kalau begitu aku permisi, Assalamualaikum." Yugha keluar dari rumah sederhana itu dengan perasaan yang sulit di artikan antara ikhlas dan tidak nya bercampur jadi satu.
" Geus balik Dek ( udah pulang dek)." Deva dan emak tiba tiba muncul saat Qilla masih memandangi punggung lelaki remaja itu keluar dari rumahnya.
" Huum." Qilla menyandarkan dirinya di sandaran kursi dengan memejamkan mata.
" Ih kamu mah tega ka budak batur, masa budak batur di jien patah hati." ( Ih kamu tuh tega sama anak orang ,masa anak orang dibuat patah hati)
__ADS_1
Deva menggoda adik nya yang terlihat sedang galau ' Dasar cinta monyet remaja'
"Maneh na nu jahat teh, kamari ngomomg bogoh ka si vita , tadi isuk ngomong bogoh ka si Wulan, eh karek tadi ngomong bogoh ka Qilla. Emang jalu teu boga hate ! rujit nempo nage." ( Dia nya yang jahat teh, kemarin bilang suka sama si vita, tadi pagi bilang suka sama si Wulan ,eh baru tadi bilang suka sama Qilla. Memang laki gak punya hati ! jijik lihat nya juga)
Qilla terlihat kesal, dia memang masih remaja kalau di lihat dari umur , tapi Qilla akan terlihat dewasa di waktu yang tepat. Tidak di mabuk cinta saat ada seseorang yang mengungkapkan cinta padanya. Qilla hanya fokus pada sekolah sekolah sekolah, Aqilla tidak mau mengecewakan Bapak ,Emak terutama Deva.
" Udah ah marah marah terus, sana beresin kamar tuh. Kan mau di tempatin sama adik nya Abang nanti." Deva menarik lengan Qilla pelan membuat qilla mendengus .
" Mondok deui?"( nginep lagi) Deva mengangguk mengiyakan membuat Qilla berdecak.
" Emang Satu spesies bikin jengkel." Aqilla terus menggerutu sambil melaksakan perintah sang kakak.
Emak hanya mengeleng tanpa ikut bicara saat kedua anak nya berdebat kecil.
***
kriiieeettt... ( Anggap pintu terbuka)
" Iya mak Qilla udah beresin, teu usah di kontrol ( gak perlu di kontrol) ". Aqilla masih melipat selimut dan menyusun bantal bantal di kasur sederhananya itu.
" Eheemm...". Seseorang yang ada di belakang Qilla berdehem membuat Qilla menoleh, Gusti ternyata bukan Emak tapi.... Tapi orang yang memiliki manik mata hijau yang selalu mengintimidasi Qilla dengan tatapan.
" Sorry Mr. Abi encan angges ngaberesan na." ( Sorry Mr. Aku belum selesai membereskan nya) Aqilla oleng gara gara di tembak Yugha , si Basstian di ajak ngomong sunda. Hadeuh Qilla Qilla. Namun Qilla tetap memunggungi si pemilik manik hijau itu.
Basstian yang tidak mengerti apa yang di katakan oleh gadis jutek di depan nya ini pun hanya mengangkat sebelah alis nya. ' Dia bicara apa ( dalam bahasa inggris)
"Sorry, saa..ya tii..dak.. mee..ngerti, aa..pa yaa..ng kaa..mu bii...lang taa..di." Basstian terbata saat berbicara menggunakan bahasa indonesia masih dengan logat asing nya yang sangat kental.
Qilla menghela napas dalam dalam dan berbalik menghadap Basstian.
" Punteun Mr , mangga." ( Permisi Mr, silahkan) Ya Ampun Aqilla benar benar sudah eror dia malah segera keluar dari kamar nya setelah berbicara sunda pada Basstian yang terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal. 'Sepertinya bahasa sunda harus ada dalam kamus ku mulai sekarang'
Basstian merebahkan tubuh nya di atas kasur kecil sederhana itu. kalau di tempati olehnya dan Jack mungkin mereka saling berdempetan tidurnya seperti malam kemarin.
❤❤❤
Cleekk...
Dominic menoleh ke arah pintu terbuka, terlihat Deva sang istri masuk membawa satu cangkir kopi hitam untuk suaminya .
" Abang belum selesai." Deva meletakan kopi nya di meja rias, dia melihat Dominic masih sibuk dengan laptop di pangkuan nya.
" Sedikit lagi, kenapa?" Dom melirik pada Deva yang sedang duduk di sebelah nya.
" Abang belum makan, kita makan dulu yuk."
" Sebentar ya."
" Masih banyak kerjaan nya." Deva sedikit mengintip Laptop yang ada di pangkuan suaminya itu, seperti nya suaminya lebih nyaman memangku benda itu dari pada memangkunya.
Deva semakin merapatkan tubuhnya untuk dapat melihat apa yang tengah Dominic lakukan.
"Abang lagi apasih." Deva benar benar tidak mengerti apa yang ada di layar laptop itu, apa lagi tulisan nya bahasa inggris semua. Membuat kepala Deva pening seketika .
" Rahasia, Kejutan!" Dominic menutup laptop nya membuat Deva mendengus ,namun itu malah membuat Dominic terkekeh.
" Kenapa sayang". Cup...
satu kecupan dia berikan di bibir sexy yang tengah cemberut itu.
" Abanggg....!" Wajah Deva memerah di buatnya, sang pelaku malah terlihat santai saja.
" Ayo katanya mau makan." Dominic menarik tangan Deva lembut namun sebelum dia pergi Dominic menyeruput kopi buatan sang istri sampai tandas.
__ADS_1
MAAFKEUN KALAU BANYAK TYPO DAN ALUR CERITA TIDAK DAPAT FEEL NYA 🙏🙏🙏🙏🙏🍑🍑🍑🍑