
**JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMEN READERS
HATUR NUHUN**
"Kau mau kemana Bass." langkah Basstian terhenti saat ada yang menyapanya.
" Aku akan pergi sebentar, ini demi masa depan ku , jadi aku mohon jangan halangi aku. Ini permintaan kakak ipar ok , bye!" Basstian dengan cepat melangkahkan kaki nya menuju mobil Range Rover hitam mengkilap yang sudah menunggu di parkiran.
"Kakak ipar, kakak ipar meminta sesuatu? Tumben sekali , ahh apa jangan jangan junior Dominic sudah tumbuh. Aku harus memastikan sendiri dengan bertanya pada Boss, Kalau benar kakak ipar hamil berarti kita harus lebih waspada sekarang." Jack bergumam sendiri, biarpun usia Jack jauh lebih muda dari Dominic tapi dia lebih peka kalau soal wanita.
Jack melanjutkan langkahnya menuju ruangan Dominic , hari ini tugas nya adalah mengambil alih tugas Dominic.
***
" Lapar...". Deva bergumam seraya terus mengelus perutnya, entah kenapa sepanjang hari ini dia selalu merasa lapar. Deva berjalan menuju dapur,dia membuka pintu kitten set ah ternyata ada beberapa makanan ringan dan kue kering di sana.
Deva mengambil dua toples keripik dan kue serta tidak lupa satu botol jus jeruk yang ada di dalam lemari es. Deva mendudukan dirinya di sofa ruang tengah, dengan posisi nyaman dia mulai memakan camilan jumbo yang ada di dalam kekuasaan nya.
" Neng jadi pingen kripik singkong buatan emak ya." Deva bergumam seraya terus mengunyah kripik kentang yang ada di pangkuan nya.
" Neng juga pingen pecel Wa Idah." Deva terus saja bercoleteh sendiri tanpa menghentikan kunyahan nya.
Deva sudah mulai bosan dia bangun dari duduk nya dan menaruh semua toples diatas meja. Deva melangkahkan kaki nya hendak pergi ke lantai dua. Namun saat dia baru saja hendak menaiki anak tangga, terdengar suara bel berbunyi.
Ting tong...
Karna pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan nya Deva memilih untuk membuka pintu itu sendiri.
Ting..Tong..Ting..Tong..
" Sabar atuh nyak ,neng teh lain Vampire nu bisa melesat gancang."( sabar dong ya, neng tuh bukan vampire yang bisa melesat cepat)
Deva terus menggerutu saat bel terus saja berbunyi, dengan langkah yang sedikit cepat Deva menuju arah pintu utama.
Cleekk....Deva membuka pintu besar dan lebar berwarna coklat tua itu.
Terlihat seorang wanita berpakaian sexy tengah berdiri di depan pintu.
Deva mengerenyitkan dahi nya saat melihat wanita yang ada di hadapan nya . Deva melihat tampilan wanita itu dari atas sampai bawah.
"Eemm aya deui aya deui kelewing sawah teh". ( Ada lagi ada lagi orang orangan sawah nih)
Deva masih memandangi wanita di hadapan nya tanpa bersuara.
" Ehemm...Permisi apa boleh aku masuk, pelayan." Wanita itu tidak kalah menunjukan sikap ketidaksukaan nya pada Deva saat Deva terus saja memandanginya. Wanita itu bahkan merasa tampilan Deva lebih aneh dengan baju gamis kodok plus hijab praktis yang dia pakai saat ini. Bahkan dia sampai di kira pelayan oleh wanita sexy itu.
Deva yang tersadar dari kefokusan nya langsung menyalakan earpiece yang tersemat di telinga yang tertutup hijab toska.
" Anda mencari siapa ya." Wanita itu mengerenyitkan dahinya saat Deva berbicara. Dia tidak menngerti apa yang di bicarakan oleh Deva , karna Deva memakai bahasa indonesia. Deva tidak sadar kalau wanita di hadapan nya saat ini tidak memakai alat yang seperti dia pakai mana dia mengerti apa yang di ucapkan nya.
" Maaf kau berbicara apa, tolong berbicara menggunakan bahasa inggris yang benar." wanita itu mulai kesal karna Deva membuang waktunya.
"Aih diajak ngomong kok teu(gak) nyambung kie( gini) sih". Deva bergumam sendiri saat melihat kebingungan dimata wanita sexy di hadapan nya.
__ADS_1
"Eeheemmm...Sorry madam, i'am not sepp...speaking english." Deva belepotan mengatakan nya, sumpah demi apa pun lidah Deva terasa kram di buat nya. Entah itu benar entah tidak apa yang dia omongkan sabodo teing.
" Madam...Kau memanggikku madam, oh astaga apa kau buta. Kau tidak lihat penampilanku dasar pelayan." Wanita itu mendorong bahu Deva kasar dan berjalan masuk ke dalam rumah tanpa mendapat ijin terlebih dahulu dari pemiliknya
" Wah yeh nini kunti bener bener menta di gaplok jojodog!" ( wah ini nini kunti benar benar minta di kaplok tempat duduk )
Deva menggulung manset panjang nya sampai kesiku, dia benar benar emosi , berani banget itu kelewing sawah main masuk saja kerumah tanpa meminta ijin pemilik nya terlebih dahulu.
" Hei pelayan kenapa kau masih di situ, cepat panggilkan tuan mu dan buatkan aku minuman dingin." Seruan keras wanita itu menambah kadar emosi dalam diri Deva.
" Tempo siah, ku uing dibere sianida maneh"( lihat saja ku beri sianida kamu)
Deva melangkahkan kaki nya menuju kedalam rumah sembari menutup pintu dengan agak kencang
Braaakkk....
Semua orang yang ada lantai dasar di rumah itu bisa mendengarnya dengan jelas. Aunty Carol dan Dorothi yang tengah berada di ruang makan pun mendengar dengan jelas.
"Siapa yang menutup pintu sekeras itu." Dorothi hanya menyedikan bahunya saat Carol bertanya padanya.
" Biar ku lihat." Dorothi melepaskan celemek nya dan berjalan menuju ruang tengah.
Saat hendak sampai disana dia melihat ada dua orang perempuan yang satu tengah duduk dengan angkuh dan yang satu tengah berdiri di depan nya .
Jantung Dorothi langsung dag dig dug melihatnya, itu adalah sang nyonya yang tengah mandangi seorang wanita sexy yang tengah duduk dengan angkuh.
" Astaga Tuhan, ini tidak baik ini buruk. Aku harus mencari Tuan." Dengan cepat Dorothi bergegas mencari Dominic ke lantai dua. Dorothi langsung mencari Dominic ke ruangan nge Gym nya.
Braaakkk....Dorothi membuka pintu itu dengan keras dan paksa.
Dominic yang mendengar nama nya di panggil langsung menghentikan kegiatan nya.
" Ada apa Dorothi kenapa kau masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu." Dom kesal dia langsung meraih air minum nya dan meminum air itu sampai tandas.
" Gawat tuan gawat." Dom meletakan lagi botol minum nya
" Apa nya yang gawat, katakan dengan jelas."
" Nyonya Tuan nyony....." . Belum selesai Dorothi mengucapkan kalimatnya Dominic segera berlari keluar dari ruangan itu setelah mendengar kata nyonya dari mulut Dorothi, arti nya terjadi sesuatu pada Deva.
" Sayangggg.....". Dom terus memanggil manggil Deva, dia sampai lupa untuk menanyakan keberadaan Deva sekarang di mana pada Dorothi tadi.
" Sayanggg...!" Dom terus berteriak memanggil Deva sampai kelantai tiga, tapi istri imutnya itu tidak ada bahkan di dalam kamar sekalipun.
" Sialan...Kenapa aku lupa untuk bertanya pada Dorothi di mana keberadaan Deva." Dom bergegas keluar dari kamar. Dia bergegas menuju lantai dasar dengan menggunakan lift khusus yang ada di lantai tiga
Ting....
Dom sudah sampai di lantai dasar, dengan cepat dia keluar dari lift untuk bergegas mencari istrinya . Namun saat Dom hendak melewati ruang tengah dia mendengar samar samar wanita tengah memaki seseorang.
" Hei kau bodoh ya, aku bilang gula nya sedikit saja kenapa ini manis sekali. Kau sengaja ya!"
Dom semakin melajukan langkah kaki nya, dan saat sampai di sana dia melihat seorang wanita tengah memaki maki istri imut nya di rumahnya sendiri. Kedua tangan Dominic terkepal kuat, dia tidak menerima sang istri di maki oleh orang lain apa lagi yang memaki adalah orang yang lebih rendah menurutnya.
"ROSSALINE....!" Suara bariton keras menggema di lantai dasar itu. Deva yang mendengar suara yang sangat dia kenali itu langsung menoleh dan tersenyum manis.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Dom dia tidak membalas senyuman itu membuat Deva berdecak kesal. Dom malah menatap tajam pada perempuan yang tengah duduk dengan angkuhnya di atas sofa
" Dom..., Hai kita bertemu lagi." Wanita yang bernama Rossaline yang juga pernah bertemu dengan Dom di rumah itu namun belum pernah bertemu dengan Deva sekalipun.
Rossaline tersenyum manis pada Dominic yang semakin menatap nyalang padanya bahkan Dom pun melewati Deva begitu saja dan terus mengikis jarak dengan Rossaline. Hingga saat dia sudah sampai di dekat Rossaline, Dom meraih gelas yang masih berisi penuh jus itu lalu dengan kasar dia menumpahkan seluruh isi gelas ke wajah Rossaline yang membuat dia memekik.
" DOM APA YANG KAU LAKUKAN." Rossaline kelabakan saat rasa dingin meresap kedalam baju tipisnya itu.
" Bersyukurlah bukan air panas yang aku siram kan pada wajah mu itu jalang . Berani sekali kau memaki nyonya rumah ini hah ! Sudah bosan hidup kau !!!" Dom langsung melempar gelas yang ada di genggaman nya di depan Rossaline , yang mana membuat wanita itu memutupi kedua telinganya begitu pun dengan Deva.
Deva tidak menyangka bahwa suaminya akan murka begitu, apa dia mendengar kalau wanita ini memaki nya tadi. Padahal Deva mah biasa saja menanggapinya, dia mah sudah biasa yang namanya di maki, di hina, di caci, di olok olok aahh itu mah udah makanan pokok waktu dia masih di kampung dan di tempat dia bekerja dulu di kota.
" Dom apa maksudmu, nyonya? siapa. aku tidak pernah memaki siapa pun, aku hanya menyuruh pelayan bodoh itu untuk melayani tamu dengan baik itu saja. Kenapa kau sampai marah begini padaku apa salah ku Dom." Deva mengangkat sudut bibir nya sedikit karena geli mendengar penuturan wanita sexy itu. Lalu dia beralih ke wajah suaminya yang terlihat semakin seram tapi ganteng.
Deva melangkah kan kaki nya mendekat pada Dominic yang terlihat masih mengepalkan kedua tangan nya sampai terlihat urat urat sexy yang berada di lengan nya. Apa lagi saat ini Dom tengah memakai kaos tanpa lengan karna tidak sempat mengganti pakaian karena terburu buru mencari keberadaan Deva.
Deva mengelus lembut lengan kekar itu dan mendongakan kepalanya untuk menatap wajah Dominic secara langsung. Saat manik safir dan coklat itu bertemu Deva tersenyum manis padanya. Rossaline yang melihat interaksi antara kedua orang yang ada di hadapan nya saat ini menjadi sangat terkejut.
Sedangkan Dominic, tanpa membalas senyuman manis Deva dia malah meraih tengkuk Deva dan dengan cepat menempelkan dua benda kenyal serta basah itu agar menyatu. Deva yang terkejut hanya bisa pasrah, Dom sedikit mengecap dan terus menikmati bibir sexy yang selalu menbuatnya ingin mendapatkan lebih.
Rossaline yang melihat itu langsung terduduk keras di atas sofa, astaga Dominic mencium seorang pelayan di hadapan nya, mungkin begitu pikirnya . Namun dia salah yang Dominic cium bukan seorang pelayan tapi seorang nyonya besar yang ada di dalam rumah yang sedang di pijak sekarang.
Dom melepaskan tautan bibir mereka saat melihat bibir istrinya itu memerah dan sedikit membengkak karna ulahnya, udah tebel makin tebel aja neng.
Dom menyeka sisa saliva nya yang masih tertempel di bibir Deva menggunakan jempol.
" Sudah jelas bukan sekarang, wanita yang kau panggil dengan sebutan pelayan itu adalah istriku, nyonya besar Vins ! , Sekarang keluar dari rumahku sebelum aku melakukan hal yang tidak kau ingin kan. "
Rossaline benar benar bisa terkena stroke langsung kalau begini,tadi dia melihat Dom mencium wanita bertutup kepala itu sekarang Dom mengaku dia adalah istrinya nyonya besar Vins.
"Tap...Tapi...!" Belum Rossaline menyelesaikan ucapan nya Dom kembali membentaknya keras.
"PERGIII....!!!" Dominic benar benar muak, sedangkan Rossaline dia segera bangkit dari duduk serta menyambar tas mahalnya. Sedangkan matanya masih menatap tajam pada Deva yang masih dalam rengkuhan Dominic.
Rossaline tidak tahan dia langsung melangkahkan kaki nya, namun saat dia hendak membuka pintu seseorang menghentikan langkah nya.
" Tunggu...!" langkah Rossaline terhenti dan dia berbalik , ternyata Deva sedang berjalan kearahnya.
"Mau apa lagi dia" Rossaline benar benar muak
Deva hanya memberikan senyum termanis nya pada sang tamu
" Eemm...Madam, karena madam belum sempat makan apa apa dan minuman nya pun tumpah, eh salah di tumpahkan. Jadi Neng kasih satu toples penuh keripik buat madam ya, gimana neng baik kan. Udah jangan melotot terus nanti mata nya copot loh. Kalo udah copot nanti susah nyari gantinya emang mau di ganti sama mata kebo."
Walaupun Rossaline tidak mengerti apa yang di bicarakan Deva , tapi dia tahu wanita berbadan mungil itu tengah mengejek nya. Tanpa tahu malu Rossaline merebut satu toples besar keripik itu dari tangan Deva lalu keluar dengan segera dari rumah itu.
Deva yang terkejut hanya terdiam, dia tidak menyangka kalau kripik nya benar benar di ambil oleh wanita itu. Deva kemudian menoleh kebelakang meminta kejelasan namun Dom malah menyedikan bahunya. Deva pun hanya cemberut, keripik kesukaan nya melayang. Dia berbalik dan berjalan mendekat kearah Dom.
" Keripik Neng Abang.. !" Deva mengerucutkan bibirnya hingga membuat Dom gemas.
" Nanti kita beli lagi ok, sekarang temani Abang mandi ! ayo nyonya Vins !" Dom mengangkat tubuh kecil Deva di depan nya dan membawanya ke arah lift, di iringi dengan gelak tawa di antara mereka berdua.
**MAAF YA KALAU ALUR NYA AMBURASUD, ACAKADUL , NIKMATI AJA OK !!
HATUR NUHUN SADAYANA**....
__ADS_1