
.
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
Aku terlalu bergairah
Sedangkan Kau
Hanya berdiam diri
π£ Winston Wyn π£
X
π¦ Stephanie Leeusebio π¦
.
Bio Pov
Sore ini awalnya Kami ingin pergi ke Kebun binatang. Tapi Winwin bilang Dia ingin berlatih ice skating.
Kak Jeffrey setuju saja. Karena Kak Jeffrey pun menyukai olahraga itu. Mau tak mau Aku pun menurut apa kata Mereka. Walaupun Aku tidak mengerti apa yang menarik dari olahraga itu.
Sebelum memasuki Arena lapangan, Kami memutuskan untuk menyewa sepatu dulu. Karena mereka ini manusia yang kurang modal.
Mereka menyukai olahraga ini, tapi tidak mempunyai peralatan atau perlengkapan pribadi. Mereka sering kali menyewa, daripada memiliki barang pribadi.
"Dek! Cepet napa jalannya?!" Sergah Kakakku. Karena aku berjalan paling belakang.
Bagaimana tidak?!
Mereka sibuk dengan urusan mereka berdua. Mereka bahkan bergandengan tangan, saling merangkul bahu, saling dorong dan apalah itu.
Aku seperti menjadi obat nyamuk untuk mereka.
Mereka memang sangat dekat. Hanya saja Kakakku masuk sekolah lebih dulu daripada kami.
Menurut Umur sebenarnya Kami bisa saja di kelas yang sama. Apalagi jarak umurku dan Kakak memang terbilang sangat rapat. Aku dan Winwin pun hanya tua Winwin dua bulan saja.
Aku melangkah malas mengikuti mereka.
"Kamu yakin nggak mau ikutan gitu?" Tanya Kakakku yang sibuk memasang sepatu pisaunya.
"Aku nonton dan yang bikin video ajalah." Jawabku.
"Oke kami masuk dulu." Kata Winwin sambil mengacaukan poniku.
"Jagain barang kita jangan sampai hilang ya Nyai."
"Jegein biring kiti yi nyei."
Aku mendengus kesal dan menirukan ucapan Kakakku.
Mereka tampak berputar, mengelilingi lapangan.
Bahagia sekali mereka. Aku mengambil beberapa gambar, dan beberapa menit video mereka, dari pinggir lapangan.
Video melambaikan tangan. Flyingkiss. Serta gaya random mereka. Sudah 25 menit mereka disana.
Aku menunggu dengan sangat sabar. Seperti seorang babysitter yang mengasuh dua anak laki-laki.
Beginilah jika kami bertiga pergi bersama, aku selalu mereka lupakan. Terkadang aku harus ngambek dulu baru diperhatikan.
"Kamu laper?" Tanya Winwin.
"Hm." Jawabku mengangguk.
"Mau makan apa? " Tanya lagi.
"Chicken, nugget,"
Baru saja aku ingin menjawab aku mau makan soto betawi atau lontong sayur, tapi kakakku dengan semangat 45 yang membara menjawab ingin makan Ayam. Huh.
"Oh benar! Ayam! Itu ide Bagus!"
Winwin juga tak kalah semangat. Mereka berjingkrak seperti seorang anak kecil yang baru saja bertemu Keong racun.
Dalam hati kecilku, Aku mengutuk mereka berdua!
"Haa.. Mau McD? KFC? Atau pret kicen di warung Mang Adi." Usul Kakakku mulai semakin gila.
"Fried chicken bro." Ralat Winwin sambil tertawa bahagia. Saking bahagianya mereka lagi-lagi melupakan seorang gadis malang. Aku.
"Tulisan di Mang Adi kan pret kicen Beib. "
"Oh iya say lupa."
Ingin sekali Aku saling membenturkan kepala mereka berdua. Agar isi dalamnya terguncang dan tersusun rapi kembali.
__ADS_1
Mereka pergi begitu saja.
Meninggalkan dan melupakan Aku. Yang sedari tadi membawakan tas mereka. Hiks...
Inginku teriak. Inginku menangis. Tapi air mata terlalu suci.
Aku berjalan dengan langkah lebar dan dengan tempo 1x1. Menghentakkan kedua langkah kakiku. Dan segera masuk mobil Winwin lalu membanting pintunya.
Aku tidak peduli jika mobil ini akan lepas pintunya. Masih ada Kak Jeffrey yang bisa ku gadaikan untuk menggantikan kerusakan mobil ini.
Sekitar tiga menit mereka datang dan masuk kedalam mobil.
Lihatlah!
Mereka yang didepan. Mereka yang duduk didua kursi utama. Hanya berbincang-bincang berdua saja.
Setidaknya mereka basa-basi atau apa kek.
Aku memilih meja terpisah dengan mereka berdua. Karena mereka memilih meja yang hanya dengan bangku sepasang saja.
"Dek kamu pesan apa?" Tanya Kakakku sok perhatian.
"Spagetti lima porsi." Jawabku singkat.
Mereka lanjut berbincang-bincang lagi.
"Iya bro.. Wah aku lebih suka karakter Thanos."
"Keren sih.. Lebih suka karakter Mera di anu juga apa namanya... Duhh ah.. "
"Aquaman bro.. "
"Ha iya.. Wah gila cantik bohai pisan.. "
"Tapi tahun ini kayaknya bakal lebih booming Avenger sama Aquaman deh dari pada Bumblebee."
"Kayaknya gitu.. Wah Aku suka scene yang Mera yang lari sama kendaraan itu loh.. Wah extrem Man keren... "
"Di Bumblebee pas itu.. Yang mobilnya kebalik juga bagus... Ceweknya ketakutan gitu wah..."
Aku menatap tajam ke arah dua manusia yang berjiwa tak berdosa itu. Menunggu sambil makananku datang.
Mendengar obrolan mereka yang membahas beberapa film yang tahun ini tayang.
Lima porsi spagetti dengan rasa berbeda telah hadir didepanku.
Kulahap satu persatu isi piringan dengan penuh emosi yang membara di jiwaku.
"Eh sendirian aja Neng.. "
Aku mengangkat arah pandangan ku pada tiga orang laki-laki yang tak kukenal. Sekarang mereka berada di depan mejaku. Mungkin ingin menumpang duduk.
"Boleh kita temenin?" Tanya satunya lagi.
Aku mengangguk pelan. Karena kulihat meja dan bangku kosong hanya tinggal disini, tempat ku bersemayam sekarang.
Mereka duduk. Aku tidak peduli. Aku masih melanjutkan makan ku.
"Eh cantik, boleh kenalan nggak nih."
Aku hanya menatap malas. Jangan sampai mereka menghancurkan mood lebih parah lagi. Karena aku bisa saja menjadi seorang kanibal dalam waktu sekejap.
"Cantik kok sombong, mbak.. "
Mereka mulai berani menjaili ku. Menyentuh wajah dan rambutku.
"Sayang loh cantik dianggurin."
Aku masih tidak peduli.
"Semalam berapa Neng?"
"What the F*ck!! " Tajam ku.
"Wah boleh dong semalam aja."
Apa ini?!!
Padahal pakaian yang ku kenakan sangat sopan. Aku memakai hoodie dan celana jeans. Mengapa mereka terang-terangan menggoda gadis dengan penampilan yang jauh dari kata Vulgar?!
"Ayolah.. "
"Eh bro.. "
Bruak!!
Sebuah pukulan keras mendarat di rahang seorang yang duduk disebelah ku barusan.
Kakak.
__ADS_1
"Apa ha?! Ini punya gue!! "
"Mau pergi atau kami hajar disini?! " Tanya Winwin tajam penuh penekanan.
Matanya menatap tajam ke arah orang-orang yang mengganggu ku satu-persatu barusan.
"Mau jadi jagoan?! Pahlawan kesiangan?! Lagian murahan begitu dibelain!"
"KAU!!! "
Bruk
Bug
Bag
Bruak
Winwin dan Kakakku berkelahi dengan tiga berandalan ini. Aku buru-buru memanggil satpam. Karena mereka tidak mau dihentikan olehku.
********
Aku mengompres lebam di wajah mereka. Tidak banyak.
Kakakku hanya lebam di sudut bibirnya. Winwin lebam di rahang kanannya.
Karena kami buru-buru melerai mereka. Aku tidak ingin ada yang terluka salah satu dari mereka.
Dari berandalan itu sampai mereka berdua. Walaupun aku masih kesal.
"Orang tuh Dek, tusuk pake garpu matanya."
"Perhatian? " Tanyaku sinis.
"Ini bocah.. Kalau di gangguin orang seperti itu kamu teriak, atau nggak ambil apakek untuk mukul mereka." Nasehat kakakku.
"Iya." Jawabku singkat beralih mengompres Wajah Winwin.
"Eh Winwin biar kakak aja."
Serobot kakaku. Mengapa Aku bergidik melihat mereka?!
"Untung Winwin ngeliat, kalo nggak gimana tadi, coba? "
Tanyanya sambil mengompres wajah Winwin.
Alah..
Mereka saja yang terlalu sibuk tadi sampai aku di ganggu.
*****
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
Kehadiran mendung di otak Ku
Hujan deras mengaliri hati
Prasangka menghujam jiwa
Serta bibir yang enggan bergetar
Selimut kalbu
Melilit seluruh sebagian hidupku
Mengguncang
Tak tersenatkan
Tenang dengan sebuah pelukan
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
π£ Winston Wyn π£
X
π¦ Stephanie Leeusaebio π¦
Ttd Author
π¦ #miss_lyr97 π¦
.
.
.
__ADS_1
Berikan cinta dan dukungan kalian pada author π