Actually Only You

Actually Only You
Episode 38


__ADS_3

*


***


*


πŸ₯€πŸŒΉ Actually Only You 🌹πŸ₯€


***


"Aw adididih...Β  Huh!" Keluhan sambil memegang perutnya. Selain itu ia merasakan kekenyangan berlebihan, hingga membuat nafasnya sesak.


*


Author: Dasar Oon kamu Bi.


Bio: Ngerti rasa cemburu kan Thor?


Author: iyadah. Dasar lebay 🀣


Bio: Salah dirimu, ngapain diriku dibikin karakter kayak begini πŸ˜’


*


"Tuh kan, apa ku bilang. Batu sih." Komentar Dejun sambil memapah tubuh Bio.


Pruuuttt ....


Dejun mencium aroma tidak sedaap nan busuk masuk menyeruak di rongga hidungnya. Dan mendengar suara familiar yang khas barusan. Hampir saja Dejun mendorong tubuh Bio yang lemah tak berdaya ini. Tapi ia masih ingat akan mengendalikan emosinya.


Sungguh gadis di sampingnya ini jorok, dan tidak tau diri. Dejun mengumpat didalam hati.


"Hihihi sory, kelepasan Ehe." Bio berkata jujur dan mengeluarkan cengiran tidak berdosa. "Kayaknya aku kekenyangan over deh." Lanjutnya sambil menatap Dejun penuh harap. Dejun memutar bola mata malas.


Kalau saja Bio tidak tengah sakit atau tengah bergalau ria, mungkin Dejun akan menendang bokong gadis ini. Untung Dejun sabar. Tepuk tangan untuk Dejun pembaca ...Β  Beri DejunΒ  piala penghargaan atas kesabarannya.


*****


"Dejun! Tunggu!" panggil Bio pada Dejun yang sedang berjalan kearah luar hotel dengan menenteng gitarnya.


Bio telah merasa cukup baikan. Dejun menoleh kearah sumber suara dengan malas dan terpaksa. Ia diam dan tidak ingin berniat menjawab.


"Kemana?"


"Keluar."


"Udah jam delapan malam loh."


" ...Β  "


"Kemana?"


"Keluar."


"Iya keluarnya kemana?" Bio menhampiri Dejun dengan berlari kecil.


"Pantai."


"Ikut."


"Udah malam Stephanie."


"Kamu sendiri."


"Nyari angin."


"Kuy lah."


Dejun hanya pasrah ketika tangannya ditarik paksa oleh Bio. Sebelum kepantai mereka menyempatkan diri membeli cemilan.


Bio sengaja bermanja-manja dengan Dejun, karena ia tahu ada Winwin yang sedang melihatnya di bangku bersama rombongan teman-temannya.


Mereka duduk di bangku di bawah pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi. Duduk saling berhadapan dengan kursi panjang yang berjejer.


Dan Dejun dengan amat terpaksa menuruti semua keinginannya. Setelah membeli beberapa cemilan mereka memilih bangku yang ada sandaran di tepi pantai. Bangku yang itu menghadap langsung kearah lautan. Namun disana minim cahaya, hingga nampak remang-remang. Ini ide Bio yang mengajak kesana.


"Kenapa harus disini coba?"


"Kenapa?"


"Sepi Stephanie. Gelap."

__ADS_1


"Dejun takut?"


"Bukan."


"Terus?"


"Disini sepi, terlalu sepi, dan jauh dari orang. Ada apa-apa kamu susah teriak."


"Kan ada kamu."


"Fiuh.. "


"Kenapa?"


"Kamu nggak takut sama aku?"


Bio terdiam mendengar pertanyaan Dejun, ia mengerti kemana arah pembicaraan Dejun ini.


"Yaudah itu, sayang sama gitarnya dianggurin. Lagian kita duduknya jauhan gini."


"Mau lagi apa?"


"Gun N Roses _ Hearts patient."


"Janji. Kamu tetep di pojok sana aja, jangan gerak. Aku di pojok sini. Batasnya cemilan ini." Kata Dejun yang mengatur jarak antara mereka berdua. Beberapa bungkus cemilan seperti pentol, sosis, kuch-kuch hutahu, kacang, dan beberapa minuman soda siap menghalangi mereka.


Dejun memainkan gitarnya dengan amat khidmat. Dia pandai memainkan alat musik, dan suaranya bagus. Suara Bio juga, dia mampu mengimbangi suara Dejun.


Keduanya tertawa lepas. Baru kali ini Bio melihat Dejun tertawa dan tersenyum tulus. Menambah kesan rupawan pada setiap pahatan ukiran wajahnya.


"Dejun."


"Hm?"


"Suara kamu bagus. Aku suka."


Dejun hanya tersenyum mendengar pujian ini. Cemilan mereka semuanya telah habis, sekarang hanya tinggal sisa beberapa permen dan satu kaleng minuman soda.


"Ajarin aku main gitar Jun?" Bio berharap ia bisa diajari oleh Dejun. Menurutnya seorang wanita akan terlihat keren jika ia bernyanyi sambil mendentingkan senar gitar. Betul tidak netizen?


"Sini." Katanya sambil menepuk bangku, menginterupsi agar Bio menipis kan jarak mereka dan duduk di sampingnya. Dejun mungkin telah lupa dengan perjanjian tadi netizen.


"Dejun?"


"Apaan sih panggil-panggil?"


"Kan judes lagi, barusan aja baiknya."


"Iya apa Stephanie?"


"Kenapa sih judes amat jadi cowok?"


"Emang dari sananya mau gimana lagi?"


"Jangan jutekin aku lah Jun."


"Inikan nggak."


"Paling bentar lagi kumat."


"Jun? "


"Hm?"


"Nggak ada yang mau di omongin gitu?"


"Inikan udah."


"Ngomong panjang kali lebar kek sesekali."


"Ngomong apa?"


"Kamu sukanya topik apa?"


"Nggak tau."


"Dejun!"


"Iya Stephanie apa?"


"Salah terus perasaan."

__ADS_1


"Dejun."


"Rewel amat sih."


"Gitarnya letakan dulu coba."


"Hm udah."


"Emang laut lebih menarik ya Jun?"


"Iya. Tenang. Nggak rewel kayak kamu."


"Dejun."


"Apaan sih? Ku jambak kamu ya. Pulang sana udah malam."


"Sepi."


"Ya makanya."


"Makanya apa?"


"Makanya jangan ikut. Itu juga baju mu, cuma kaosan gitu. Kayak laki-laki."


"Pake dress ribet."


"Iya. Kamu itu ribet, ribut, rewel."


"Cerita kek apa kek."


"Cerita kancil mau?"


"Boleh."


"Males."


"Iiih ngeselin!"


"Pulang sana. Tidur."


"Kamu nggak pulang?"


"Nanti nyusul."


"Ah Dejun. Nggak ada romantis-romantisnya ah."


"Aku nggak bisa. Nggak kayak pacarmu."


"DEJUN!!!"


"Iya apa?"


"Nyebelin."


"Iya tau."


"Apa aku harus guling-guling sambil salto dulu gitu, baru kamu respon aku?"


"Kalau bisa, boleh."


"Yaudah."


Bio beranjak dari duduknya dan pergi. Dejun lega, ia fikir gadis itu akan pulang ke hotel. Namun nyatanya salah. Gadis itu malah melangkah cepat dengan langkah kaki yang ia hentak-hentakan karena kesal menuju tepi pantai.


Bio memilih duduk di atas pasir di tepi laut ini. Dia tidak ingin cepat pulang ke hotel karena ia tidak ingin bertemu Winwin. Itu membuat hatinya sakit. Mengikuti Dejun adalah pilihan yang tepat untuknya menghindar.


Walaupun memang merasa sangat kesal dengan respon Dejun yang acuh tak acuh. Namun setidaknya ia tidak melihat Winwin. Bersama Dejun ia pasti tidak akan membahas tentang Winwin. Mungkin saja Dejun tidak tertarik seperti teman-teman lainnya. Ini alasannya mengikuti Dejun.


***


πŸ₯€πŸŒΉ **Actually Only You 🌹πŸ₯€


***


#Miss_Lyr97


πŸ¦‡**


***


Para readers pasti sudah mengerti bagaimana cara menghargai sebuah karya πŸ’šπŸ’š

__ADS_1


__ADS_2