
***
๐ฅ๐น Actually Only Youย ๐น๐ฅ
Satu hal
Yang membuat fikiran ku terganggu
"Cemburu."
๐ฆย Stephanie Leeusaebio ๐ฆ
X
๐ย Alvarenda Dejun ๐
X
๐ Chelsea Charoline ๐
X
๐ฃ Winston Wyn ๐ฃ
***
**********
Sekarang waktunya jam olahraga. Setelah jam pertama dihabiskan untuk waktu berdiskusi.
Aku sangat menyukai olahraga, terutama badminton dan lari. Tapi Pak Ridwan, guru olahraga tidak hadir.
Jadi kami bermain olahraga random. Aku memilih lari mengitari lapangan. Karena ku rasa dengan ini aku cepat mengeluarkan keringat.
Aku memacu sedikit kecepatan lari ku. Tidak peduli dengan teman-teman yang dibelakang sana. Aku hanya berlari cepat. Aku ingin menambah kemampuan berlari. Walaupun aku bukan atlit lari.
Bugh!!
"Aw!!"
Kurasakan sesuatu yang membentur kepala ku bagian belakang, hingga membuat ku harus jatuh tersungkur di atas lantai semen yang berpermukaan kasar.
Semen yang permukaannya tidak rata ini bergesekan dengan telapak tangan dan kedua lutut ku. Perih. Sakit.
Ku lihat telapak tangan ku kini penuh goresan dan berdarah. Ku rasakan juga ngilu di kedua lutut ku.
Ku coba untuk berdiri namun gagal. Aku terjatuh kedua kalinya dan membuat Ku lemah. Kembali lagi lutut ku bergesekan dengan semen bercampur pasir ini.
Hingga teman-teman ku tiba menghampiri dan membantu ku berdiri.
"Maaf."ย
Sebuah tangan kekar terulur tepat di depan wajahKu. Kulihat, oh itu dia..
Dejun.
"Mari." Dia membungkuk di depan ku. Membuat ku sedikit menjauhkan wajah ku dari wajahnya.
Dia menggendong ku. Awalnya Aku ragu untuk berpegangan. Namun nampaknya dia sedikit kesulitan.
"Berpeganganlah!" Suruhnya.
"Pegang leher kamu?" Tanya ku ragu-ragu.
"Hem.." Dia sedikit menghentakkan tubuh ku dan reflek aku memeluk lehernya.
"M-maaf Dejun, aku pegang, ya?"
Situasi apa ini?
Mengapa harus seperti ini?
Aku bisa melihat paras tampannya menatap lurus kedepan. Memang ruangan UKS jauh dari lapangan.
Deg!
Perasaan apa ini?
Aku melepaskan tanganku cepat dan membuat kami hampir terjatuh. Dejun kurang keseimbangan.
Jujur saja, jantungku seakan-akan dipacu dengan kecepatan tinggi. Tanpa sengaja Kami bertatapan. Aku melihat wajah maskulin milik seorang Dejun.
"Apa yang kau lakukan?ย Kau ingin terjatuh lagi?ย Jika mau biar ku lempar tubuh mu ini!!"
Dia membentak. Aku terkejut. Sangat terkejut. Baru saja kami hampir terjatuh tapi Dia berniat melemparkan tubuh ku.
Aku kembali merangkul lehernya sambil menatap wajah garangnya.
Ada sesuatu yang berdentum didalam jantungku. Cepat sekali. Jantung Ku terpacu sangat cepat 12km/perdetik mungkin.
Ku rasakan panas dan ber- geriming seluruh wajah Ku. Keringat dingin dan nafas yang sulit ku atur.
Melihat tatapan heran anak-anak sekolah kami. Aku gugup hingga tanpa sadar menenggelamkan wajahย ku di dada bidangnya.
Selama perjalanan aku lebih sering menahan nafas. Berhubung jarak kami terlalu dekat. Sangat dekat.
Setelah diobati oleh anak-anak PMR sekolah, Aku memutuskan untuk kembali ke kelas.
__ADS_1
Kedua tangan ku dan lutut Ku berbalutkan perban. Mengingat luka di lutut Ku cukup dalam goresanya.
Baru saja Aku sampai didekat pintu aku terperanjat dan terjatuh karena tiba-tiba Dejun ada di depan ku.
Membuat jantung ku terlempar jauh. Sampai aku kehilangan nafas untuk beberapa detik saking kagetnya.
Tangan ku terasa ngilu kembali karena ku tekan ke lantai saat jatuh barusan.
"Ayo naik kebelakang sini." Titahnya sambil memunggungi ku.
"Nggak ah." Tolak ku cepat. Dan berusaha berdiri dibantu anak PMR.
"Keras kepala banget sih, cepet naik!"
"Apaan sih. Aku bisa jalan."
Aku berjalan menyusuri tembok.
"Hei Nona."
Dejun membalikkan tubuh ku hingga membentur tembok.
"Dejun."
Lalu dia mendekatkan tubuhnya membuat ku terpojok di tembok.
"Aku cuma nggak mau di bilang nggak tanggung jawab."
"Tanggung jawab apa?"
"Ck! " Di mendecak kesal. Membuat ku semakin tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan.
"Dejun ini terlalu dekat, maaf." Aku mendorong pelan tubuh kekarnya dan kembali berjalan tertatih-tatih.
Namun baru saja beberapa langkah aku berjalan, Dejun justru menyerobot dan langsung menggendong ku di belakang tubuhnya.
Aku sempat memukul pelan pundaknya. Malu akan hal ini di lihat anak-anak kelas lainnya.
Aku tidak biasa bersentuhan dengan orang lain kecuali Ayah, Kakaku dan Winwin pacar ku.
Dari kecil Aku jarang berkontak fisik dengan orang lain selain 3 orang itu. Maka itu aku sedikit tidak nyaman ketika Dejun melakukan ini.
Jujur ini membuatku risih dan tak nyaman.
Anak laki-laki ini sangat keras kepala dan tidak ramah sekali. Jika diajak bicara selalu saja acuh tak acuh pada orang-orang sekitarnya.
Tapi Ku akui Dia sangat gentleman.ย Membuat ku kehabisan nafas dan berprasangka.
Aku lupa membawa ponsel ku. Aku pun lupa bertanya pada Winwin jam berapa Dia pulang nanti.
Aku berencana untuk menyusul Kesekolahnya. Mungkin Aku menumpang Lusi atau Winda, dulu itu tidak apa-apa.
***********
Setelah selesai jam pelajaran kami para OSIS dan anak-anak yang mengikuti lomba diharapkan berkumpul ke aula utama untuk rapat.
Kami memutuskan belajar bersama untuk 30 menit kedepannya.
Aku mencoba menghubungi Bio, pacarku. Aku ingin memberitahu Dia jika hari ini aku pulang telat.
Maksud Ku agar Dia tidak terlalu lama menunggu dan meminta Jefri, menjemputnya.
Aku tidak tega jika dia menunggu lama di sekolahnya. Bagaimana?ย Aku pun tidak bisa meninggalkan tugas juga. Dia pasti mengerti.
Tetapi nomornya tidak aktif. Ku coba berkali-kali menelponnya. Namun tetap tidak bisa.
Oh iya...
Aku lupa...
Dari semalam dia memang sulit di hubungi. Biasanya memang begitu jika dia mempunyai banyak PR.
Dia akan mematikan ponselnya.
Tapi...ย
Biasanya Dia memberitahu Ku terlebih dahulu.
Semalam tiba-tiba hilang begitu saja.
Tiba-tiba terlintas bayangan semalam. Jangan-jangan itu memang Dia?
Melihat Ku bersama orang asing untuknya.
"Winston ..." Panggil seseorang yang bisa kukenal suaranya membuyarkan lamunan ku.
"Iya."
"Aku pulang sama kamu ya? " Tanyanya lagi.
"Dengan ku?ย Berdua? " Tanya ku.
"Iyalah.. Emang bisa bonceng tiga?ย Sama siapa? Anak-anak udah pulang semua.. Aku numpang Kamu ya? "
Oh tuhan...
Aku sampai tidak sadar satu-persatu teman Ku meninggalkan aula ini. Karena sedari tadi asyik dengan pemikiran Ku sendiri.
__ADS_1
**********
Aku menunggu di warung seberang sekolah pacar ku.
Tadi aku di antar Winda kesini. Hingga ku lihat anak-anak berhamburan keluar gerbang..
Aku memutuskan untuk ke seberang. Menunggu tepat di depan gerbang sekolah. Aku mencoba menanyakan keberadaan Winwin pada salah satu siswa disini.
"Permisi.. Saya Stephanie, apa kakak kenal sama Winwin?" Tanyaku.
"Winwin?"
"Ah... Winston Wynย maksud saya Kak. Kenal?"
"Oh.. Iya-iya dia lagi rapat Kak. Mungkin setengah jam lagi keluar deh, pacarnya ya? "
Aku hanya tersenyum ramah pada mereka.
"Cantik ah."
"Imud, punya lesung pipi lagi."
"Makasih ya Kak." Aku mengakhiri percakapan Ku dengan mereka.
Huh..
Masih setengah jam lagi.
Baiklah Aku setia menunggu.
Sampai kulihat lagi segerombolan anak-anak keluar. Aku buru-buru mendekat ke gerbang.
Tapi apa?
Aku melihat di parkiran yang sedikit jauh dari gerbang. Dari sini walaupun jauh, tapi kelihatan kok. Aku kenal dengan siluet itu.
Winwin..
Dia memberikan helm pada seorang perempuan.
Dan...
Gadis itu naik disana. Di belakang Winwin.
Ku rasakan wajahKu memanas. Darahku bergemuruh hebat.
Tanpa sadar Aku mengepalkan kedua tangan Ku. Rasa sakit yang disana lebih sakit ketimbang luka yang di tangan Ku saat ini.
Lutut Ku lemas. Tubuh Ku oleng beberapa saat namun cepat Ku kendalikan.
Sampai Ku lihat motor itu melewati tubuh Ku tanpa melihat dan melirik Ku barang sedikit pun.
Aku bersembunyi di balik tembok gerbang memang, agar Dia tidak mengetahui keberadaan Ku.
Melihatnya melewati tubuh Ku ini. Melihatnya membawa orang asing di mana itu adalah tempat Ku. Itu posisi Ku.
Posisi Ku di rebut.
Aku menahan nafas Ku. Agar kristal bening ini tidak tumpah begitu saja.
Air ini terlalu suci untuk seorang pengkhianat sepertinya.
Tapi Aku tidak bisa menahannya. Tangis Ku pun pecah. Aku melangkah gontai. Sejenak rasa sakit di lututku hilang. Hilang begitu saja.
Sakitnya beralih disini. Membuat ku sesak. Membuatku lemah. Hatiku hancur.
*
*
*
๐ฅ๐นActually Only You ๐น๐ฅ
Apa hal yang tersulit dari sebuah hubungan?
Yaitu bertahan
Disaat kita kehilangan kepercayaan
๐ฆ Stephanie Leeusaebio ๐ฆ
X
๐ฃ Winston Wyn ๐ฃ
Ttd Author
๐๐ฃ ๐ฆ miss_lyr97 ๐ฅ๐น๐
*
*
*
Saya tahu, para pembaca pasti faham cara menghargai sebuah karya Author. ๐น
__ADS_1
luv you guys.