Actually Only You

Actually Only You
Episode 24


__ADS_3

***


πŸ₯€πŸŒΉ Actually Only You 🌹πŸ₯€


***


Happy Reading πŸ“–


***


"Hai princess," sapa Jeffrey pada adiknya yang meringkuk di kasur rumah sakit.


Sepagian ini Jeffrey sangat sibuk. Winwin yang tadi sibuk menyuruhnya mengurus ruangan ini dan itu. Winwin memberikan dia uang tunai untuk keperluan hari ini.


Urusan pemindahan kabar telah selesai sejak jam sepuluh pagi tadi. Dia tidak sendiri tadi juga Mama Winwin datang menjenguk dan membantu dia menjaga adiknya. Sehingga ia dengan leluasa kesana-kemari mengurus surat-surat serta keperluan Bio adiknya.


Mama Winwin tadi membawakan mereka makanan. Mama Winwin membawa masakan khas Tiongkok yaitu kwetiau goreng dengan campuran sosis, suwiran daging, pentol dan sayur-sayuran khas rumahan.


Lalu ada lauk ayam goreng dengan siraman bumbu bali merah kesukaan mereka berdua. Dan tidak lupa Mama Winwin membawa berbagai cemilan seperti cake brownies dan bolu kukus. Kata mama Winwin agar tidak cepat basi.


Hanya saja Mama Winwin lupa membelikan mereka buah-buahan. Ya karena bawaannya mengalahkan mak-mak rempong. Dengan rantang dan plastik besar berisi makanan tadi. Bahkan saking sibuk dan gupuhnya Mama Winwin lupa membawakan mereka air minum. Hingga membuat Jeffrey sempat berfikir kami makan tanpa air minum seret tante. Tapi lumayan geratis.


"Udah enakan?" tanyanya pada adiknya. Bio membenarkan posisi baringnya.


"Iya. Kakak baru mandi?" tebak Bio yang melihat rambut Jeffrey basah dan tercium aroma shampoo Clear hijau.


"Iyah. Ganteng kan?" godanya sambil mengibaskan rambutnya basahnya pada wajah adiknya.


"Kak Zahra nggak njenguk Bio ya, Kak?" tanya Bio yang tidak peduli dengan tingkah iseng kakaknya yang abstrak ini.


"Banyak tugas kali ah." Jawab Jeffrey cuek langsung mengambil sebutir apel hijau dan melahapnya.


Zahra adalah kekasih Jeffrey. Karena Zahra lebih tua dari Jeffrey dua tahun jadi Bio memanggilnya Kakak. Sebelumnya pacar kakaknya adalah anak dibawah umur. Maksudnya lebih muda dari umur Bio dan ideal untuk Jeffrey. Sebenarnya pacar-pacar Jeffrey sebelumya sudah cantik dan umurnya tidak terlalu muda paling setahun dibawah Jeffrey.


Ya. Tapi tetap saja bagi Bio sulit. Karena jarak umurnya dengan kakaknya hanya selisih sepuluh bulan jadi dia sering kesulitan memanggil pacar kakaknya. Ingin memanggilnya kakak ipar tapi mereka lebih muda darinya. Ingin memanggilnya adik tapi posisinya adalah pacar kakaknya. Dan para pacar Jeffrey pun sering kesulitan memanggil Bio.


Kadang inilah yang menuai protes dari seorang adik. Sampai pernah Bio mencak-mencak karena pacar Jeffrey adalah adik kelas Bio. Dan pacar Jeffrey memanggilnya adik, terpaksa Jeffrey putus dan mencari pacar sesuai dengan selera adiknya dan ia pun menjalani hubungan dengan Zahra kakak tingkatnya.


"VC Kak Zahra dong."

__ADS_1


"Nggak usah vc-vcan deh, lebay. Nanti orangnya pasti kesini sendiri." Protes Jeffrey sambil fokus menikmati buah apelnya.


"Kakak tuh jadi cowok sumpah, cuek banget tau sama kak Zahra." Bio mendengus kesal.


"Emangnya situ, pacaran sebentar chattingan, sebentar VCan, lebay. Situ pacaran ama orang apa ama ponselnya." Jawabnya enteng.


"Dih kan perasaan kayak gitu Kakak deh. Chat ampe tengah malam. Panggilan Ayah Bunda padahal nikahan aja belum."


"Oii Dek. Sakit ya sakit aja jangan banyak omong. Sumpel apel nanti mulutmu ya."


Jeffrey merasa terpojok dengan ujaran adiknya. Malu juga sebagian. Karena memang dulu pernah ia pacaran sampai begadang hanya untuk chatingan dengan pacarnya, dan ketahuan Bio adiknya. Dan dulu pernah menggunakan panggilan alay Ayah bunda.


"Bodo. Aku minta kupaskan buah pir."


"Bagus merintah orang tua."


"Aku sakit."


"Sakit bukan alasan untuk nggak bisa buka kulit buah."


"Mumpung sakit, dan ada pembantu gratis apa salahnya di manfaatkan?!"


"Oii Dek. Kamu sakit banyak omong amat sih."


"Ku tinggal pulang kamu ya."


"Telpon Bunda."


"Kakak giveaway lelang di pasar sore, kamu lama-lama nih."


"Aku teriak loh kak."


"Teriak sana yang banter! Mending ini Pir kakak balikin ke tokonya. Capek-capek belinya malah disuruh-suruh."


"Ngadu ke Winwin ah."


Jeffrey yang hampir selesai mengupas buah pir berenti dan ingin rasanya buah itu ia cincang halus dan kembalikan ke tokonya. Adiknya yang sakit dan tidak tahu diri ini cukup membuat emosinya terkuras.


"Terserah Dek! Terse__"

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ... " Belum selesai Jeffrey menuntaskan kalimatnya pintu ruangan di buka oleh seorang gadis dengan balutan jilbab berwarna navi. Zahra datang dengan seorang suster cantik yang mengantarkannya.


Zahra masuk dengan senyuman manis kalem khasnya. Gadis berumur 21 tahun ini nampak cantik dibalik jilbabnya. Tubuh kecil dan wajah chubby nya nampak imut dan modis.


"Walaikumsalam." Jawab Bio cepat dan menyunggingkan senyum kemenangan pada Jeffrey.


"Uh Sayang ... " Zahra memeluk tubuh Bio ringan dan hangat.


"Kakak sendiri kesini?" tanya Bio kalem.


"Iya. Cepat sembuh ya sayang sakitnya." Kata Zahra lembut. Zahra mengulurkan kantong plastik berisi buah dan cemilan. "Ini buat kamu."


"Makasih Kak." Jawab Bio manis, ia menyambut kantong plastik itu sembari membenarkan posisi duduknya. "Buat ya Kak."


Jeffrey hanya menjeling sebal dengan tingkah adiknya yang tiba-tiba menjadi sok manis. Dari kata-katanya seakan-akan Jeffrey tidak diizinkan untuk kemakan oleh-oleh yang dibawakan Zahra.


"Iya sayang. Masih panas ya, udah minum obat?" tanya Zahra, kini balas Jeffrey yang tersenyum sarkas pada adiknya.


"Nggak bawa cobek buat numbuk obat sayangnya." Ejek Jeffrey dan mendapat tatapan mematikan dari Bio.


"Loh maksudnya?" Zahra bertanya bingung.


"Gausah dengerin Kak. Biasa dia mah orangnya sengklek."


"Oh ...Β  Kamu udah makan dan minum obat belum Bi?"


"Bio? Minum obat? Bio minum obat dan mau di suntik masih nafas gini, aku nazar manjat menara Eiffel sambil selfie deh." Ejek Jeffrey sambil mengunyah buah pir yang awalnya ia kupas untuk Bio. Bio memutar bola mata malas, sdangkan Zahra hanya tertawa renyah.


***


πŸ₯€πŸŒΉ Actually Only You 🌹πŸ₯€


Ttd Author


#Miss_Lyr97 πŸ¦‡πŸ¦‡


*


***

__ADS_1


*


***


__ADS_2