
*
*
*
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
*
*
*
πΒ Alvarenda Dejun π
X
π¦ Stephanie Leeusaebio π¦
X
π Chelsea Charoline π
X
π£ Winston Wyn π£
*
*
*
Krriiiingg
Krriiiiinnnggg
Anak-anak kelas 12 IPA 3 sibuk menuju ruangan ganti. Tentu saja, hari ini pelajaran olahraga di sekolahan Winwin.
Dia menuju loker miliknya, menaruh seragam yang tadinya ia kenakan.
Winwin melangkah keluar akan menuju lapangan. Radius 3 meteran di depan pintu terlihat seorang gadis cantik menghadangnya.
Ya, siapa lagi kalau bukan Chelsea Charoline. Gadis itu tersenyum manis samb6 menyuguhkan sebuah kotak bekal berisi nasi goreng dengan telur matasapi setengah matang, serta ada potongan sosis dan seonggok suwiran daging di atasnya.
"Ini."
Winwin menatap wajahnya sekilas, lalu beralih menatap kotak nasi tersebut. Memberikan senyum manisnya dan menyambut kotak itu.
Dia tidak mungkin menolak. Karena itu bisa melukai hati gadis itu.Β
"Makasih ya bekalnya. Nanti aku makan." Senyuman Winwin kembali merekah.
Walaupun pada kenyataannya Winwin tidak begitu tertarik dengan isi kotak itu.
"Aku pergi dulu ya.. bye Winwin."
Gadis itu langsung pergi sambil sedikit berjingkrak lucu. Winwin yang melihat tingkah anak itu hanya tertawa kecil.
Fikiran anak laki-laki ini masih belum bisa stabil.
Ia tatap dalam kotak itu, sambil berjalan menuju lokernya. Ia menaruh kotak nasi itu kedalam loker pakaiannya tadi. Lalu pergi kelapangan.
Menghampiri temannya Tony, langkahnya sedikit berat dan malas.
"Carol lagi?" Tanya Tony setelah Winwin sampai kelapangan.
"Iya."
"Wah tuh cewek beneran gila.Β Berani terang-terangan."
Winwin hanya tertawa kecil mendengar ocehan temannya.
"Bio masuk rumah sakit Ton."
__ADS_1
Tony terkejut mendengar penuturan Winwin. Pantas saja dari tadi sahabatnya ini memajang wajah murung.
Walaupun masih bisa tersenyum ramah tapi Winwin nampak kurang bersemangat untuk hari ini.
"SERIUUUS?!! " Tony melebarkan matanya tak percaya. Setaunya Bio seorang gadis kuat dan tidak mudah sakit.
"Iya,"
"Terus gimana keadaan Bio sekarang?" Tony sedikit meninggikan suaranya.
"Ck. Kata Jeffrey, udah siuman semalam. Awalnya pagi tadi aku mau kesana,Β malah bangun telat." Winwin mereka kesal karena tidak bisa bertemu dengan Jeffrey maupun Bio hari ini, dikarenakan tidur malamnya terlalu nyenyak.
"Sabar bro,Β tenang aja."
Tony menepuk pundak Winwin pelan,Β dia yakin pasti sahabatnya ini tengah galau berat. Walaupun Winwin bisa menyembunyikan perasaannya tapi tetap saja sebagai sahabat Tony punya kewajiban untuk memberi suport.
*******
Aku masih merasa lemah, letih, lesu. Kepalaku pun masih terasa pusing.
Aku sangat membenci rumah sakit. Apalagi aku harus berbaring disini dengan tanganku yang diharuskan menempel dengan jarum berselang ini.
Jam 13: 45 tadi Kakakku pergi kuliah. Awalnya dia ingin meminta izin pada dosennya untuk absen hari ini. Menjagaku di rumah sakit.
Tapi aku memaksa agar dia tetap masuk kuliah. Perlu bertengkar agar Kakakku bisa patuh dengan apa yang aku katakan.
Dia mengurusku seperti bayi tadi. Menyuapi ku sarapan, membantuku berjalan kekamar mandi, serta dia tidak berhenti bolak-balik keruang dokter.
Bunda pagi tadi membawakan kami bermacam makanan. Untukku dan kakakku.
Mulai dari buah, aneka roti serta susu Kotak.
Aku merasa bosan.
Ponselku sepertinya tertinggal dirumah. Tidak ada yang bisa kumainkan, tidak ada yang bisa kulakukan.
Aku hanya celingak-celinguk, aku bosan. Sungguh.
Aku bersumpah tidak akan sakit lagi. Sangat menyusahkan. Aku benci situasi seperti ini.
Aku menyesal menyuruh kakakku pergi. Aku kesepian sekarang. Tidak masalah jika ponselku ada, setidaknya aku bisa bermain game atau mendengarkan musik.
Hanya suara kipas angin.
Ceklek...
Pintu ruangan ku terbuka, lihat..!
Siapa dia?!
Seekor anak ayam yang kurindukan. Winwin datang bersama Tony, Lusi, dan Winda.
Aku tersenyum cerah pada mereka. Melihat wajah Winwin sudah di pastikan aku sembuh 2 menit yang lalu. Ingin ku loncat dari bangsalku.
Anak ini selalu saja membuatku salah tingkah. Membuat ruam di wajahku seketika, dengan tingkah polos dan ajaibnya.
Rasanya Aku ingin melompat dan berhamburan memeluknya.
Tapi....
Harus kutahan itu semua dalam otak ku.
"Haii Sister..Β Gws ya.. Kita khawatir banget denger kamu masuk rumah sakit. " Winda dan Lusi memeluk tubuhku.
"Ada PR? " Tanya ku sambil menyuguhkan piring buah yang tadi di bawakan Bunda.
"Sembuh aja dulu malah mikirin PR. Oh ya kita sekelas loh dateng kesini," Lusi menjelaskan sambil mengupas kulit buah apel.
Sebenarnya aku ingin segera berbicara pada Pacarku. Tapi rasanya tak sopan jika aku bersikap seperti itu. Lagian, Winwin hanya diam seperti itu.
Aku memicingkan mataku kearahnya, maksudku menggodanya.
Lihat wajah gugupnya!
Membuatku sangat gemas. Dia memainkan ponselnya, tapi Aku yakin Dia hanya membuka, dan menutup kunci ponselnya.
__ADS_1
"Anak-anak bawa masuk kesini aja Si." Suruhku pada Lusi yang sekarang mulutnya penuh dengan makanan.
"Siap!"
Lusi berlari kecil keluar memanggil teman sekelas ku yang menunggu di luar ruangan.
Teman-teman kelasku ternyata sangat perhatian, Aku bahagia sekarang. Tidak seperti beberapa menit yang lalu.
Aku sedikit kesal Winwin tak kunjung bersuara. Jadi Ku lempar buah anggur kearahnya. Dia sedikit terkejut membuat ku ingin tertawa, tentu saja aku tahan.
"Oii sister, tadi Winwin di sekolah galau loh. Dia tadi nangis guling-guling di lapangan basket. Sambil salto. "
Adu Tony, aku tau Tony berbohong. Dia hanya bercanda. Ini sudah biasa.
Winwin mengulum bibirnya, dan membuka tasnya. Dia mengeluarkan sebuah kotak berwarna pink.
Aku sedikit penasaran memanjangkan leherku. Lalu dia menyerahkan kotak itu padaku. Lalu kubuka kotak itu.
Oh My!
Lihat!
Nasi goreng favorit ku...
Nasi goreng merah dengan suwiran daging ayam di atasnya serta ada telur mata sapi yang di goreng setengah matang, dan potongan sosis yang di bumbui.
Aku segera memakannya. Oh my.... Ennaaaaaakkkkk.... Pasti Mama yang bikin ini.Β Pedas, manis, asinnya, sungguh sesuai selera ku.
Mana memang sangat tau seleraku.
"Win makan bareng, Aaaaa.. " Aku menyuruhnya membuka mulutnya agar segera melahap nasi goreng yang ku sendokan untuknya.
Teman-teman kelasku masuk ke ruang dimana aku diinfus. Aku menangkap sosok yang asing menurut pandangan ku.
Oh iya..
Dia anak baru yang duduk di belakang ku. Sepertinya dia pendiam.
Dari perbincangan ringan, hingga tugas, dan masalah tak penting banyak kami bicarakan. Hingga satu persatu dari mereka meninggalkan ruanganku.
Tapi bersyukur, Lusi, Winda dan Pacarku, mereka tidak pulang. Mereka bilang akan menemaniku sampai Bunda atau Kak Jeffrey pulang.
Kami bercerita random. Sedangkan Winwin memilih Duduk, diam, dengar.
Sampai Bunda datang untuk menjemput kami dan bilang bahwa aku sudah boleh pulang sekarang. Aku senang sekali.
Senang akhirnya terbebas dari selang infus yang membuat Ku jenuh ini. Akhirnya Aku bisa berbaring nyaman di kasurku.
*************
Awalnya aku ingin pergi kekantin bersama Winda dan Lusi. Tapi aku malas. Aku memilih duduk sambil mendengarkan musik dari ponselku.
Aku membuka bungkus coklat yang tadi pagi di beri Winwin. Coklat kacang.
Aku memang hoby ngemil. Sambil aku mendengarkan lagu aku melihat siluet laki-laki masuk kelas. Dia awalnya tampak ragu. Karena di kelas hanya ada aku dan dia. Dejun namanya.
********
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
*
*
Ttd Author
π¦ #miss_lyr97 π¦
*
*
*
*
__ADS_1
*
*