
***
๐ฅ๐น Actually Only You๐น๐ฅ
Happy Reading๐
***
"DEJUN! sakit." Rengek Bio yang kesakitan di geret paksa oleh Dejun. Merasa jauh dari tempat tadi dan yakin tidak terlihat oleh Winwin, Dejun melepaskan lingkaran tangannya dari bahu gadis ini.
Dejun kembali menatapnya datar, dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Ia hanya ingin menyelamatkan gadis ini dari cemburu. Itu saja, tidak lebih.
Alih-alih meminta maaf, justru Dejun meninggalkan Bio sendiri di tengah keramaian jalan. Dejun memang tidak bisa untuk beralama-lama menatal Bio, maka itu dia memutuskan untuk meninggalkan gadis ini sendiri.
"Maksdunya apaan coba?!" kesal Bio, menahan lengkingan suaranya.
Disisi lain ia merasa dipermainkan oleh laki-laki ini. Padahal Bio berniat baik, berniat berteman agar Dejun tidak sendirian.
Bio menatap punggung Dejun dengan amarah yang tertahan. Bukan tanpa alasan baginya untuk tidak marah.
Ia melihat sekelilingnya, tidak ada orang yang ia kenal, lalu menjatuhkan pandangan pada ujung sepatunya. Melajukan langkahnya menuju restoran, dengan langkah kaki yang ia hentak-hentakan karena kesal.
Dua puluh meter ia menempuh jarak, sebuah lengan kekar mencengkeram bahunya paksa. Terpaksa ia hentikan langkah brutalnya ini.
"Kemana?" tanya laki-laki ini dengan nada sinis.
"Restoran, nyusul temen-temen ku!" jawab Bio sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
"Gausah kesana," lanjut laki-laki seraya memutar tubuh Bio, agar menghadap ke arahnya.
"Apasih Jun?!ย kamu mau aku duduk ditepian jalan sambil ndolor, gitu?!"
"Makan singkong balado bareng aku aja."
Tanpa persetujuan, Dejun langsung menggeret lengan Bio dengan paksa. Bio hanya pasrah saja, daripada melawan, tangannya bisa merasakan kesakitan.
"Tunggu sini, jangan kabur lagi," katanya lagi setelah sampai di tempat semula. Bio hanya diam, dan melipat kedua tangannya didepan dada. Sambil menunggu ketidakpastian Dejun, ia memutar-mutar kakinya, menghilangkan rasa bosan.
Sepuluh menit kemudian Dejun datang dengan menenteng satu kresek, dan dua kardus berbentuk kerucut berisikan singkong balado yang ia janjikan tadi ni
__ADS_1
Bio yang melihat Dejun hampir saja tertawa lepas, namun ia berusaha menahan tawanya. Dejun benar-benar seperti emak-emak. Sepertinya Dejun memang menyukai kegiatan berbelanja, terutama makanan.
"Ini," Ia menyerahkan kantong plastik yang ia bawa pada Bio, lalu menyerahkan satu buah kardus berbentuk kerucut berisikan singkong balado pada Bio juga, satu.
Bio menyambutnya dengan tatapan menggoda, smirk ejekan lebih tepatnya. Dejun yang tidak nyaman dengan tatapan ini langsung menyentak dengan nada rendah, khawatir orang-orang di sekitar mereka mendengar, "Apa?!! "
Bio memudarkan senyumannya, "Nggak, ini apaan?" katanya yang penasaran dengan isi dibalik kantong putih bertuliskan alfamart. "Oh ..." lanjutnya lagi setelah melihat isi pada kantong putih itu.
Kantong berisikan beberapa bungkus cemilan, susu kotak dengan rasa coklat, strawberry, dan coklat avokad. Serta ada tiga minuman kaleng cincau, ada roti isi coklat dan keju susu. Ada satu bungkus besar keripik singkong balado merk terkenal, sponge, Oreo dengan rasa vanila dan kacang coklat. Dua botol air mineral.
"Kita berdiri kayak patung di tugu gini aja nih?" sindir Bio sambil mengayun-ayunkan kantong kreseknya. Lumayan berat karena berisi benda cair juga di dalamnya.
"Tiduran di lapangan sepak bola," jawab Dejun tanpa peduli. Tanpa menjawab, Bio langsung saja mendaratkan bokongnya diatas rumput jalanannya ini. "Merepotkan." Kesal Dejun menendang ujung sepatu Bio.
"Katanya suruh goleran, aku udah kesemutan nih." Jawab Bio yang menekuk satu kakinya.
"Cepetan!"
"Aaaaaa ... Jangan senggol, dibilang lagi kesemutan kok." Rengek Bio yang merasakan kalinya menjarum karena kesemutan. Dejun langsung merebut kantong plastik di tangannya.
****
"Winston," panggil Lusi pada Winwin. Winwin langsung menoleh kearah sumber suara, dan tersenyum.
"Itu siapa?" timpal Winda penasaran dengan gadis disamping kirinya.
Gadis itu langsung mengulurkan tangan pada Lusi dan Winda, "Hai, aku Caroline, kalian?" sapanya pada Winda dan Lusi, sambil memperkenalkan diri.
Lusi terlihat tidak senang melihat gadis ini, terlebih melihat tangannya yang melingkar di lengan Winwin. "Lusi."
"Aku Winda, teman SMP Winston." Sambut Winda dengan tatapan yang menuntut jawaban dari Winwin.
Lusi dan Winda tau, Winwin sengaja mendekati beberapa gadis untuk memanasi Hati Bio, masalahnya sekarang Bio tidak ada.
"Senang bertemu kalian," sambut Carol ceria dengan senyuman khasnya.
Winda menatap gadis itu dengan tatapan selidik di setiap inci. Barang limited, tas berkelas elite, pakaian bermerek, penampilan Carol dari atas hingga bawah sangat berkelas. Tidak cocok untuk anak SMA seumuran dengannya.
Delapan puluh sembilan juta tiga ratus ribu rupiah, Kira-kira. Batin Winda, dengan teliti ia mentotalkan barang-barang yang di kenakan Carol.
__ADS_1
"Bio mana?" bisik Winwin pada Lusi, ia sengaja pura-pura tidak tahu kemana perginya dia insan itu.
"Gatau, tadi sih di luar," jawab Lusi apa adanya.
Winwin hanya mengangguk pelan.
***
"Mau kemana?" tanya Dejun lelah dengan Bio, sedari tadi mereka hanya berputar-putar tidak jelas. Ya sampai-sampai singkong balado mereka dingin dan lembek.
"Pantai ah," jawab Bio cuek.
"Nggak."
Bio menghentikan langkahnya, "Kenapa lagi? Disini salah, situ salah, mau naik ke atas pohon kelapa? Yaudah sana panjat!"
"Kamu cuma pake kemeja,"
"Apa salahnya coba?" tanya Bio bingung dengan penampilan dirinya sendiri. Ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna hitam, dengan bawahan training navi bergaris putih. Menurutnya ini casual dan tidak ada masalah.
"Pantai banyak angin, dingin."
"Dinginan sikap kamu," jawab Bio berbalik arah dan melanjutkan langkahnya lagi menuju tempat yang ia katakan tadi, pantai.
"Aku nggak mau repot-repot minjemin sweater ke kamu," jawab Dejun dan pasrah mengikuti langkah gadis itu.
Jika dilihat sekilas, Dejun seperti bodyguard yang membawakan belanjaan majikannya.
Bio memilih tempat untuk duduk, tempat duduk kemarin malam. Dejun duduk di sampingnya sambil menyerahkan kantong plastik yang berisikan makanan padanya.
"Makasih, YAAA!!!" kardus kerucut berisikan makanan milik Bio tumpah berserakan keatas pasir. Karena kecerobohannya sendirilah ini bisa terjadi.
"Udah-udah, ini punya aku."
Dejun membantu membersihkan bangku dan celana Bio yang kotor. Bio berjingkrak supaya debu bumbu itu bersih dari celananya.
***
๐ฅ๐น Actually Only You ๐น๐ฅ
__ADS_1