
*
***
*
๐ฅ๐น Actually Only You๐น๐ฅ
Happy reading ๐น
***
"Apa kamu pernah bosan?"
"Bosan? Sama kamu? "
"Iya. Apa selama ini kamu pernah bosan dengan hubungan ini, terlebih dengan Aku?"
"Kamu kenapa sih, hmmm? " Aku meraih tubuhnya, membawanya ke dalam dekapanku. Namun dia dengan cepat mengelak. "Kamu kenapa?" Tanya ku lagi.
"Perasaanmu sekarang untukku gimana?"
Aku faham dengan pertanyaan ini, aku menghembuskan nafas samar. Mencoba mengendalikan fikiran dan emosiku.
"Apa pertanyaan ini untuk ku?"
"Win_"
Aku langsung mendekap dan mengecup puncak kepalanya kilat. Aku tidak ingin mendengar penjelasan yang nantinya menyakiti perasaan ku.
"Kalau kamu bosan itu wajar, kita udah belasan tahun bersama. Yang nggak wajar itu kalau kamu minta hubungan kita berakhir hanya karena alasan konyol itu." Bisikku. "Aku nggak masalah kalau kamu minta aku menjauh untuk sementara waktu." Lanjutku sedikit melonggarkan pelukanku.
"Apa kita cocok sebagai pasangan? "
Aku menangkup pipinya dengan kedua tanganku menatapnya dengan dalam. Jujur aku merasa gagal menjadi seorang lelaki. Hubungan yang telah berjalan bertahun-tahun akan rusak karena satu kata konyol bosan.
__ADS_1
"Kita pulang ya? Sekarang udah sore sayang, kamu pasti capek." Ajakku merangkul bahunya. Dia hanya menurut dan melangkah pelan.
Kami pulang. Saling membisu dan hanyut pada fikiran masing-masing. Aku membiarkannya diam, agar dia sendiri fokus pada fikirannya. Tak berniat mengusik.
Aku mengerti situasi sulit, dan pasti hampir di hadapi semua pasangan manapun. Tapi mengakhiri ini jujur ...ย Aku tidak bisa.ย Aku tidak ingin lemah dengan nafsu dan godaan.
Mau dibawa kemana jalinan hubungan yang telah bertahun-tahun ku rakit ini?
Jika aku melepaskannya, sama dengan menyerahkan pada para pengintai. Entah itu yang menunggu ku, atau yang menunggu dirinya.
Belum tentu dengan pasangan lainnya aku bisa seperti ini. Belum tentu dengan pasangan lainnya dia akan bertahan lebih lama. Mungkin bahkan lebih singkat. Tidak. Jangan.
Jangan pernah memberikan peluang pada para ular pengintai hubungan. Selagi masih bisa dipertahankan harus diperjuangkan. Selagi masih bisa memperbaiki celah maka rengkuh ia kembali. Bukan melepaskan. Terkadang cinta memang harus seegois ini.
Jangan pernah kalah pada godaan! Ini masih pada fase ringan. Jangan biarkan pengganggu tertawa puas. Walaupun memperbaiki tak seindah menganti baru, setidaknya ada usah mempertahankan yang lama. Demi cinta yang berharga. Inilah cinta. Bodoh.
****
Author POV
Bio bukan seperti gadis remaja pada umumnya yang sibuk dengan ponsel, bahkan terkadang ia melupakan dimana letak ponselnya terakhir ia letakan.
Tidak ingin menjadi Lusi & Winda si Ratu Stalker dan Ratu Sosmed. Baginya ponsel hanya sekedar alat komunikasi saja, tidak lebih dari itu. Sampai ia tidak sadar bahwa Kakaknya Jeffrey sudah berada di dalam kamarnya, karena memang sedari tadi Jeffrey memanggilnya ia bahkan tidak menghiraukan.
Jeffrey hanya memperhatikan punggung adiknya yang tengah sibuk dengan beberapa buku di atas meja belajarnya. Terkadang Bio harus menghela nafas berat.
Jeffrey tidak ingin mengganggu kegiatan adiknya yang tengah sibuk dengan beberapa tugas sekolahnya, akhirnya ia memilih keluar dari kamar Bio.
Jeffrey melirik arloji yang melingkar indah di pergelangan tangannya, pukul 21:45. Ia memutuskan untuk pergi mandi membersihkan tubuhnya dari uap dan debu jalanan.
Setelah selesai dengan kegiatannya yang membersihkan diri, Jeffrey merasakan perutnya bergetar pertanda cacing didalam sana meminta asupan nutrisi dan protein.
Kruyuk ...
Kruyuk ...
__ADS_1
"Kalian demo ternyata." Katanya sambil mengusap perutnya didepan cermin, mengikuti gaya seorang ibu hamil yang merindukan sang buah hatinya lahir ke bumi.
Otak jahilnya muncul. Ia ingin segera keluar kamar dan mengusik ketentraman adik perempuan satu-satunya. Berfikir akan membuat urat di leher Bio terik karena ulah jahilnya.
Jeffrey masuk dengan langkah berjinjit agar Bio tidak bisa mengetahui keberadaannya yang masuk sebagai penyusup dikamar adik perempuan kesayangan ini. Dia berniat untuk mengejutkan Bio dengan cara berteriak didekat telinga gadis malang ini.
"SETAAAANNNN!!!" Teriaknya nyaring, dan usahanya tidak sia-sia.
Bio sampai jatuh terduduk saking kagetnya, telinganya berdenging hebat karena suara Jeffrey yang maha menggelegar. Rumah keong pada telinganya seakan pecah berkeping-keping dan jantungnya terasa melebur dan hancur karena memompa dengan kecepatan tinggi.
Bio masih syok dan berdiam diri memegang telinganya yang merasakan suasana menggelegar dan dadanya yang berdegup kencang. Ini bukan pertama kalinya Jeffrey mengusilinya, sudah sangat sering. Sedangkan Jeffrey hanya tertawa puas melihat ekspresi syok adiknya dan bahkan dengan tega memotret wajah jelek adiknya tanpa rasa manusiawi sama sekali.
"Kenapa sih Kak harus teriak-teriak?ย Bio kaget." Bio bersuara berusaha menahan sabar karena tingkah kekanak-kanakan kakaknya.
"Cantik Dek fotonya, kirim ke Winwin, ya?" Dia menunjukkan foto aib Bio sambil terus tertawa,ย Bio sendiri ikut tertawa melihat wajahnya yang amat memeable.
"Terserah Kakak, asal kakak bahagia makan lakukan. Lagian Winwin udah sering liat muka aibku kak," Bio berkomentar geli melihat tampangnya yang seperti itu. Memang Winwin sering melihat wajah aibnya, itu karena kakaknya kerapkali mengirim foto anehnya. Bahkan foto tidurnya pun terkadang. Beginilah Jeffrey, kakak dengan seribu tingkah bagaikan ulet nangka yang kepanasan. Entah sebenarnya dia umur berapa?
"Dek?" Panggilnya, sambil menunjukkan balasan chat dari Winwin.
***
๐ฅ๐น Actually Only You ๐น๐ฅ
Ttd Author
#Miss_Lyr97
*
***
*
Berikan cinta dan dukungan kalian pada author ๐๐ฆ
__ADS_1