Actually Only You

Actually Only You
Episode 17


__ADS_3

*


***


*


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You๐ŸŒน๐Ÿฅ€


Happy reading ๐ŸŒน


***


"Terserah Kakak, asal kakak bahagia makan lakukan. Lagian Winwin udah sering liat muka aibku kak," Bio berkomentar geli melihat tampangnya yang seperti itu. Memang Winwin sering melihat wajah aibnya, itu karena kakaknya kerapkali mengirim foto anehnya. Bahkan foto tidurnya pun terkadang. Beginilah Jeffrey, kakak dengan seribu tingkah bagaikan ulet nangka yang kepanasan. Entah sebenarnya dia umur berapa?


"Dek?" Panggilnya, sambil menunjukkan balasan chat dari Winwin.


Brother in-law Wynstoner


Duh pacar ucul amat dah


Ngapain kau?


Me


Daku rindu kamu mas Bram ๐Ÿ˜˜


Jelek begitu dibilang lucu.


Lucuan eyke loh Mas


Brother in-law Wynstoner


Najis Jeff- najis


Cantiklah, kan Cintaโค๐Ÿ˜˜


Dih, kau lucu macam upil anoa


Me


Jahat kamu Mas Bram T~T


Dih, Cinta. Langkahi dulu mayat ku


Aku cinta kamu Mas Bram


Brother in-law Wynstoner


Kalah cepet kamu Beib dari Bio ๐Ÿ˜ญ


Andaikan ku tahu dari dulu maksud hatimu takkan mungkin aku menduakan dirimu ๐Ÿ˜ญ


Aku cinta kamu juga Hello Kitty


Me


Mas Bram ku hamil 3bulan karena main gelap-gelapan


Apa yang kamu lakukan ke saya itu jahat Mas Bram, aku jyjyk


Aku jyjyk Mas Bram


Bio melirik kakaknya yang tertawa sambil mengangkat kakinya, karena Jeffrey pun geli sendiri dengan isi chat dirinya dan Winwin. Bio hanya tertawa sambil sesekali mencubit lengan kakaknya yang abstrak ini.


"Udah ah gajelas isi obrolan kalian, kakak udah makan?" Komentar dan tanyanya pada kakaknya yang masih melanjutkan aksi gombalan garing pada pacarnya.


"Haiya, kakak kesini tu mau nanya itu sama kamu Bi, lupa." Katanya sambil menampar pelan jidatnya, dan merangkul leher Bio lalu menggeretnya keluar kamar untuk menuju dapur di lantai bawah.

__ADS_1


Bio hanya pasrah, Dia tidak marah hanya karena kakaknya bertingkah konyol seperti itu. Baginya itu kasih sayang, dia sangat menyukai sifat periang kakaknya.


"Mau apa Dek? biar kakak masakin yang spesial. Ini masih ada sawi, timun, cabai, pentol daging, kornet, sosis, dan telur. Mau makan apa kamu?" Tanyanya pada adiknya dengan gaya songong.


Jeffrey memang seorang pria muda yang pandai memasak, bahkan masakannya lebih enak daripada masakan Bunda mereka kata Bio.


"Emmm ...ย  Nasi goreng kayaknya pas deh kak, ini cuaca lagi dingin terus kakak bikin nasi goreng dan Bio bikin susu hangat gimana?" Usul Bio sambil membantu kakaknya memilih bahan masakan.


"Oke sister. Kakak bikinin susu coklat cap enak aja."


"Gamau pake millo atau ultramilk nih? Tumben? "


Susu kental manis cap enak. Yang penting enak.


"Apa aja deh, yang penting susu coklat." Disela-sela dia bernyanyi masih menyahuti pertanyaan adiknya.


Jeffrey sangat lihai memainkan alat masak didapur. Dari caranya merajang bawang, sosis, pentol daging, sayuran sawi, serta bumbu dan campuran yang lain, terlihat seperti seorang chef muda. Bagi Bio nasi goreng buatan kakaknya lebih enak daripada nasi goreng jualan di simpang empat dekat tugu.


Karena kakaknya memasak dengan cinta dan kasih sayang, maka dari itu semua masakannya terasa nikmat dan sempurna. Walaupun terkadang ada kalanya masakan kakaknya tidak seenak biasa.


Srenggg


Sronggg


Srenggg


Suara spatula yang beradu dengan wajan penggorengan nasi, aroma yang semerbak memenuhi rongga hidung, ini jelas sekali enak. Bioย  yang sudah selesai membuat 2gelas susu panas kini ikut bertengger di tepian dapur melihat aksi heroik kakaknya sambil memegang dua piring.


"Sini piringnya Dek," Suruhnya sambil mematikan kompor.


"Wah ... Enak." Komentar Bio sambil mencicipi nasi goreng buatan kakaknya yang tersisa di tepian wajan dengan cara menjumputnya dengan tangan.


"Dek! Dipiring ada malah makan yang di pinggir kuali." Protes Jeffrey.


Bio hanya mengeluarkan cengiran sambil berjalan ke meja makan mengekori Jeffrey.


"Timun yang kamu iris mana? Bawa sinilah."


"Oke, mau."


Bio meletakkan piring yang berisikan irisan toman dan irisan mentimun. Jeffrey melahap makanannya dengan amat semangat empatlima. Bio menggigit irisan mentimun dan toman serta menyesap susu coklat hangat miliknya.


Tak butuh waktu lama. Nasi goreng panas buatan Jeffrey sudah ludes habis disantap dengan kenikmatan yang HQQ.


Di suapan terakhir Jeffrey melihat Bio yang mengerjapkan matanya seperti merasa tidak enak di masakannya.


"Kenapa Dek? Nggak enak nasi gorengnya? Kurang pedes?" Tanyanya heran.


"Enak. Enak banget kak. Tapi nggak tau, kok Bio setiap makan beberapa bulan ini rasanya mual aja ya."


Bio menelan paksa nasi goreng buatan kakaknya, di kerongkongannya terasa ada sesuatu yang mengganjal dan ingin keluar. Rasa mual dan enek setiap dimasukin makanan, padahal dia baru makan 4sendok.


"Kamu abisin nggak?" Tanya Jeffrey, matanya menelusuri setiap jengkal tubuh dan wajah aneh adiknya, seperti ada sesuatu yang di sembunyikan, tapi Jeffrey tidak cukup tahu apa itu.


"Kak Bio ke toilet bentar."


Jeffrey menarik piring milik adiknya dan melahap sisa nasi goreng yang di piring itu. Masih sangat banyak, mubazir fikir Jeffrey jika dibuang kan sayang.


Namun fikiran Jeffrey terasa tidak tenang dan menyusul adiknya ke toilet. Dia tahu adiknya memuntahkan semua makanan yang mengisi lambungnya barusan. Ini bukan pertama kali, Jeffrey sudah tiga kali memergoki Adiknya muntah setiap lepas makan.


Mengingat tubuh Bio yang semakin hari semakin kurus, mudah lemah dan lesu akhir-akhir ini. Jeffrey langsung berbalik lagi duduk pada kursinya dan pura-pura menikmati makanan sisa adiknya tadi, pura-pura tidak tahu kegiatan adiknya di dalam toilet.


Bio kembali dan duduk di kursinya lagi, dan menatap kakaknya melahap habis nasi goreng yang di piringnya.


"Susunya abisin dan piringnya besok aja baru di cuci kita langsung keatas."


"Iya. Bio taroh ini ke wastafel dulu."

__ADS_1


Setelah selesai membereskan meja makan mereka naik keatas wilayah kamarnya. Jeffrey memutuskan untuk ikut masuk kekamar adiknya.


"Dek, kamu kenapa akhir-akhir ini ga mau makan?" Tanyanya setelah sampai di kamar Bio dan duduk begitu saja pada tempat tidur adiknya.


"Gatau."


"Mual? Kamu sering nggak enak badan? Sering insomnia? Kepanasan? Kecapean? Dehidrasi? Atau yang lainnya?"


"Hampir semua yang kakak sebut__"


"Kita besok ke dokter ya?! "


"Loh kok ke dokter kak? Nggak ah Bio nggak mau berurusan sama dokter lagi!"


"Kamu takut?"


"Bukan gitu. Tapi pokoknya jangan kedokter. Bio nggak mau pokoknya. "


"Yaudah. Duduk sebelah kakak sini sebentar." Kata Jeffrey sambil menepuk pelan tempat tidur adiknya, berharap adiknya mau duduk dan bicara padanya.


Bio menurut, dia duduk di sebelah kakaknya. Jeffrey sudah tidak tahan lagi dengan fikiran yang mengganggunya selama beberapa hari ini. Ini waktunya dia bertanya. Dia tidak ingin terus-terusan mencurigai adiknya sendiri, maka dari itu dia kan bertanya memastikan sendiri setelah selesai menanyai Bio adiknya dia akan menanyakan hal ini juga pada Winwin.


"Apa kak?"


Jeffrey merangkul pundak adiknya kaku.


"Jawab yang jujur ya pertanyaan kakak." Ujarnya lembut.


"Oke."


"Dek kamu sama Winwin pernah ngapain aja?"


"Banyak hal. Seperti yang kakak lihat." Sahut Bio enteng dia belum mengerti arah pertanyaan Jeffrey.


"Bukan itu maksut kakak." Bio menatapnya heran dengan kening berkerut. "Maksud kakak kamu udah pernah di apa-apain Winwin? Emmm ...ย  Lebih tepatnya kamu pernah di apain aja? Pernah begitu?"


Tangan Jeffrey terangkan keduanya membentuk tanda kutip.


"Hah?!! "


Seperti yang di duga Jeffrey ekpresi Bio sangat terkejut mendengar dan mengerti apa yang di maksud kakaknya barusan.


"Kamu nggak sedang hamil anak Winwin kan?" Sekali lagi Jeffrey memastikan dengan nada terbilang hati-hati.


"KAK!!! "


Kedua mata Bio membulat terkejut seakan tak percaya dengan pertanyaan kakaknya. Terkejut sekaligus syok dengan pertanyaan kakaknya yang amat frontal. Hatinya terasa tercabik-cabik perih dan jantungnya berdegup kencang. Bingung bercampur takut dengan pertanyaan ekstrim yang keluar dari mulut kakaknya. Dia sendiri bingung harus menjawab apa. Bahkan sendirinya tidak mengerti harus bagaimana sekarang.


*


***


*


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


Ttd Author


#Miss_Lyr97


***


**Mungkin ada yang readers bingung dan bertanya-tanya, kenapa part per-episode ada yang panjang ada yang pendek, bukan?


Jadi, part aslinya itu panjang banget, sekitar 2700-3000 kata. Karena part pertama terlalu panjang dan membosankan jadi saya memutuskan untuk membagi setiap part.


Satu part, yang berisi 2700-3000 an kata ini saya bagi 3. Biasanya bagian ini pun saya tambah lagi.

__ADS_1


Terlalu panjang episodenya takut para readers bosan ๐Ÿ’š


Berikan cinta dan dukungan kalian pada author ๐Ÿฆ‡๐Ÿ’š**


__ADS_2