Actually Only You

Actually Only You
Episode 23


__ADS_3

***


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


***


Happy reading ๐Ÿ“–


Suasana hati Dejun sungguh kacau hari ini, karena Lusi. Lusi yang sedari tadi sibuk bertanya dan mengganggu ketenangannya dengan pernyataan menggoda dirinya.


Dejun merasa jenggah dengan ini. Wajahnya terlihat berlipat-lipat, sehingga tidak enak dipandang saja walaupun ia amat tampan.


"Bentar lagi masuk loh Dejun, sini duduk ama Lusi," rengek Lusi yang sedari tadi menarik-narik tas Dejun diatas meja. Kilatan mata Dejun sudah tidak ia perdulikan.


"Berarti Dejun naksir Bio ya?" goda Lusi sambil menunjuk wajah Dejun dengan gaya centil khasnya.


Dejun memutar bola mata malas, itu saja yang ia lakukan dari tadi pada Lusi. Baginya gadis satu ini persis seperti orang yang kecacingan. Lebih tepat lagi seperti cacing liat kepanasan. Menggelepar tidak tentu pasal, merengek seperti anak kecil berusia empat tahun.


"Ayo duduk sini, mumpung Bio nggak ada ya kan? Janji nggak aku apa-apain deh."


Lusi mengacungkan dia jari tengah dan telunjuk membentuk V. Ia letakan diantara mata dan hidung. Dejun bersikukuh menahan tasnya dengan satu tangan. Ia yakin Lusi tidak akan mampu menarik lebih kuat lagi dari ini.


Tenaga Lusi tidak seimbang dan sekuat Dejun memang. Lusi kan seorang gadis bukan binaragawan.


"Ayo Dejun, nggak Lusi apa-apain janji, nggak bakal Lusi perk*sa kok."


"Eeey ...ย  Cewek sableng emang. Udah dia bilang nggak mau yaudah, jangan maksa." Sahut Ardi yang duduk di bangkunya, dia baru datang. Melihat tingkah Lusi yang menyebalkan ingin rasanya Ardi giveaway ke pulau komodo sekalian.


"Apasih Ar? Ganggu aja!" ketus Lusi cemberut. "Terus kenapa bisa kamu subuh-subuh kerumah Bio?" lanjut Lusi yang membuat Dejun menggerutu di dalam hati. Dejun malu barusan Ardi yang mendengar merespon seperti itu.


Ardi menutup mulutnya dengan tangan kiri karena terkejut. Bagaimana mungkin Dejun seorang anak baru yang dingin dan pendiam bisa kerumah seorang gadis subuh kapat? Aneh.


"Serius Lus?!" tanya Ardi tidak menyangka. Karena disekolah Dejun sangat judes pada Bio. Setiap Bio ajak bicara anak laki-laki ini selalu merespon dengan ketus dan kasar.

__ADS_1


"Serius lah. Sampe dia bikinin surat izin sakit juga." Jawab Lusi mantap dengan ekpresi kemenangan melawan Dejun. Baginya ini senjata ampuh agar Dejun mau duduk di sampingnya.


"Wuih bro! Naksir bintang kelas kau?" tanya Ardi pada Dejun yang semakin memajang wajah jengkel.


"Nggak tau ceritanya kalian diem aja. Bisa?!" kata Dejun dengan nada kalimat dingin dan penuh penekanan. Tidak Ardi tidak Lusi sama-sama menyebalkan baginya.


"Kan aku nanya Mas Bro."


"Tau tuh. Makanya sini, Lusi mau nanya-nanya. Kalo nggak Lusi kasih tau anak sekelas loh nih." Ancam Lusi dengan menyipitkan matanya, mencoba terus merayu Dejun.


"Terserah." Jawab Dejun malas, pergi dari bangkunya dan keluar kelas.


"Yah Dejun ...ย  Nggak ada bakteri di badan ku tau nggak. Susah amat sih jadi cowok. Padahal cuma mau nanyain Bio, bukan mau pelak-peluk juga." Kesal Lusi menghentak-hentakan kakinya.


"Oii nyai. Abis situ agresif sih." Ejek Ardi dengan nada culas. Dan berakhir dengan pelototan mata dari Lusi. Ardi hanya tertawa garing melihat ekspresi Lusi.


Dejun pergi berjalan menyusuri selasar sekolah. Dia amatlah mengantuk. Dia tidur pukul satu dini hari dan terbangun pukul tiga dini hari.


Ia bergidik, mengingat tentang dua orang yang bersamanya tadi subuh. Pantas aja Stephanie kayak gitu, biasa bergaul sama bxb sih. Kakaknya juga hiii, batinnya.


Semalam ia mengerjakan tugas amatlah banyak. Fikirannya sudah lelah memikirkan tugas, di tambah dengan kurangnya waktu tidur membuat ia semakin jenggah.


Menurutnya teman-teman di kelasnya amat aneh semua. Mereka ingin berteman dengannya hanya karena dia tampan. Tidak ada orang yang memandang dirinya sebagai seorang Dejun, tidak ada.


Gadis-gadis yang mendekatinya hanya karena ia pergi ke sekolah dengan motor yang keren, rapi dan tampan. Dejun tidak menyukai hal semacam ini. Apalagi harus dipaksa ini membuat moodnya hancur berkeping-keping.


Hanya satu orang yang bisa melihat dirinya sebagai seorang Dejun, yaitu Chelsea Caroline.


Setiap ia bersama dengan gadis itu selalu ada rasa yang membuatnya takut akan waktu yang cepat berlalu. Dejun menyukai semangat gadis itu.


Membayangkan senyumnya membuat Dejun tersipu malu sendiri.


Dia belum lama mengenal gadis itu baru sekitar dua tahun. Dipertemukan pada sebuah acara relawan di sebuah panti.

__ADS_1


Pertemuan singkat itu mampu membuat mereka menjalin pertemanan sampai hingga saat ini. Dejun merasa nyaman saat bersama gadis itu. Dia amat menyukainya. Sangat.


Dikelasnya juga ada yang hampir sama dengan gadis itu. Dejun memanggilnya dengan panggilan nama depannya Stephanie. Yang subuh tadi membuat mimpi indahnya buyar, dan kepalanya sakit karena terkejut.


Menurut Dejun gadis itulah yang paling tidak normal.


Gadis itu sesekali pendiam, terkadang juga banyak bicara, terkadang banyak tingkah terkadang juga amat kalem.


Terkadang gadis itu bersikap ramah pada Dejun, namun terkadang bersikap seolah Dejun hanyalah hiasan kelas. Disaat orang lain tidak ada yang peduli pada dirinya pasti gadis itu selalu datang membantu dan membuat dirinya diakui oleh teman sekelasnya.


Tapi sebaliknya jika Dejun banyak teman untuk berbicara dan banyak teman gadis itu sangat tidak peduli dengan keberadaan dirinya.


Bukan seperti Lusi dan teman sekelas lainnya. Bukan seperti adik kelas dan anak-anak kelas tetangga lainnya yang mengejar Dejun terang-terangan. Membuat Dejun amat bingung dan dipermainkan.


Tapi seadanya gadis itu punย  mampu membuat Dejun sedikit tertarik. Pulang sekolah nanti ia memutuskan untuk tidak langsung pulang kerumah melainkan menjenguk gadis itu.


"Apa dia udah punya pacar?" gumamnya. Namun ia tersadar bahwa Lusi sudah berada didepannya dengan senyuman menggoda danย  lirikan mata mengejek.


"Cie ...ย  Kepikiran." Ejek Lusi nakal dengan sebuah smirks yang entah apa maksudnya.


"Apasih ulet nangka." Dengus Dejun mendorong wajah seram Lusi pelan. Membuat wajah gadis itu condong ke kanan dengan gerakan slow motion.


***


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


Ttd Author


#Miss_Lyr97 ๐Ÿฆ‡๐Ÿฆ‡


*


***

__ADS_1


*


***


__ADS_2