Actually Only You

Actually Only You
Episode 12


__ADS_3

***


πŸ₯€πŸŒΉ Actually Only You 🌹πŸ₯€


*Sulit


Dan teramat Sulit


Memperjuangkan yang Notabene


Masih Menjadi Hak "Orang Lain*"


πŸ₯€πŸŒΉ Actually Only You 🌹πŸ₯€


πŸ•Š **Chelsea Charoline πŸ•Š


X


πŸ‰ Alvaredra Dejun πŸ‰**


***


Carol POV


Aku memegang lipstik dan menatap wajahku di depan cermin.Β  Sekali lagi Aku melirik foto yang tertera di galeri ponselku.


Aku meletakkan lipstik yang biasanya Aku gunakan, memilih jenis lipstik lain yang kemarin baru Aku beli di Jasa layanan online terkenal.


Aku memilih lipstik bermerek Dior, dengan warna dalam coral pink. Lebih tepatnya Nude mungkin.


Baik.


Mulai hari ini Aku akan menggemparkan sekolah, dengan tampilan yang sedikit berbeda. Tidak.Β 


180Β° Berbeda, huh...


Tidak dengan lipstik merah dan rambut bergelombang lagi.


Aku meraih catokan pink yang bersandar di ujung meja riasku. Aku mulai memotong rambut depan Ku sedikit sebatas hidung.


Tipis.


Cukup.


Aku memutuskan untuk meluruskan rambut saja hari ini. Dengan tampilan natural kebanyakan wanita Asia.


"Huh.. Lumayan cocok." Aku tersenyum kagum didepan cermin.


Aku mengenakan rok yang sedikit lebih panjang dari bisanya Aku pakai. Sedikit dibawah lututku, namun masih tetap dengan tampilan modis.


Aku pun mengenakan Almamater yang ukurannya sedikit lebih besar ketimbang biasanya. Jika biasanya Aku mengenakan almamater berukuran "S" maka hari ini Aku mengenakan ukuran yang sedikit lebih besar.


Sedikit menyembunyikan ukuran tubuhku dari biasanya. "Culun?! " desisku pelan menatap cermin.


Selesai dengan penampilan, Aku berangkat dengan di antar supir pribadi Ku.


"Nanti sore dijemput nggak, Non? " Tanya supirku setelah sampai gerbang sekolah.


"Nggak usah, Pak. Saya pulang diantar temen aja." Sahutku sopan.


"Oh, Temen China yang ganteng itu ya, Non." Goda supirku. Aku mengangguk pelan. Dan meninggalkan orang tua paruh baya itu.


Aku tidak langsung pergi ke kelas. Aku menuju kelas incaran Ku yang selama setahun ini. Berada di seberang kelasku.


Aku harus berkeliling untuk mengitari koridor dahulu, agar bisa sampai di kelas yang Ku maksud.


Aku melihat tubuh berisi dengan kulit kecoklatan, sedang membaca buku. Komik.


Emansipasi Wanita, judul komik-nya. Aku terkekeh pelan hingga menghampiri pemuda ini.


"Eh, Deki! " Panggilan Ku mengagetkan remaja ini.


"Charol?! kaget sister." Dengusnya mengusap dada.


"Hehehe.. Winston udah dateng? " Tanyaku sambil menendang tungkainya, pelan.


"Udahlah, Dia mah biasanya jam 6 subuh juga udah parkir di kelas."


Pandangan Deki turun, kearah kotak bekal yang Ku peluk sedari tadi. Serta memandangi Ku dari atas hingga bawah secara berulang-ulang.


"Ngapain, Ki? " Tegurku pada Deki yang masih tercengang dengan penampilan baru Ku.

__ADS_1


"Bule, berasa Indo-China sumpah." Ucapnya takjub.


"Yaelah, yaudah Charol ke kelas dulu, ya... " UjarKu sambil melambaikan tangan.


Aku berlari kecil menuju kelasnya. Tidak peduli dengan pandangan aneh pasang mata Mereka. Toh, Aku tidak merugikan Mereka.


Dia duduk menghadap ke arah tembok. Tangannya berada di telinga kanannya seraya menekankan ponsel.


"Aku juga nggak tau, Jef."


"Aku juga awalnya mau nanya sama Kau. Akhir-akhir ini Aku jarang pulang bareng Dia."


Entah siapa yang Dia hubungi, hingga tampak seserius itu. Dia belum menyadari keberadaan Ku.


Bagus.


Itu artinya Aku bisa mendengarkan apa yang ia bicarakan. Walaupun Aku tidak bisa mendengar suara lawan bicaranya.


"Kau kan tau Dia juga orangnya introvert."


"Oke. Iya oke."


Setelah sambungan telepon terputus, ia mengusap wajahnya kasar. Dikelas ini sepi. Hanya ada Aku dan Dia.


Tidak seperti remaja laki-laki kebanyakan, Dia lebih sering duduk dikelas, perpustakaan, ataupun diruang musik.


Sendirian.


Terkadang dengan dua orang teman karibnya. Tapi itu sangat jarang sekali.


Aku berpura-pura baru masuk ke dalam kelas. Dengan suara lembut pun Aku menyapanya. Gatal rasanya kerongkongan Ku membiarkannya menganggur seperti ini.


"Morning, Winston?" Sapaku ramah, dengan senyuman manis terukir indah.


Dia memalingkan wajahnya kearahku bingung, lalu tersenyum simpul.


"Winwin udah sarapan?" Tanyaku duduk di kursi depan bangkunya. Dia mengangguk pelan. "Ini." Aku menyodorkan kotak berisi Rollcake pandan kearahnya.


"Terimakasih, Charol."


Dia menyambutnya dan memasukkan kotak bekal itu kedalam tasnya.


"Eh__" Suaraku membuatnya membulatkan kedua manik coklatnya, membentuk huruf "O."


"Tapi Aku udah sarapan." Jawabnya lembut dan tersenyum canggung.Β  Membuat wajah babyface-nya tampak makin imut.


"Satu potong aja kali, Win. Nggak bikin begah kali." Kesalku.


Dia pun mengeluarkan kotak itu dan membukanya, karena tidak tega dengan rajukan Ku.


Dia mengambil satu potongan Rollcake pandan yang Ku buat semalaman. Aku membuatnya dengan 3x percobaan, 2x gagal.


Dia mulai mengunyah pelan rollcake bikinan Ku, dengan senyuman imutnya yang khas. Membuat semburat tonjolan tulang pipi nya sedikit lebih jelas.


"Enak? " Tanyaku penasaran sambil menumpukan wajahku pada kedua telapak tangan membentuk bunga.


"Eum..." Dia yang sedang mengunyah menganggukkan kepala, sambil tersenyum lucu menikmati makanannya.


"Charol, Kamu bikin sendiri cake-nya?" Tanyanya sembari melahap satu keping potongan Rollcake pandan itu lagi.


"Iya. Aku bikin sendiri dengan resep yang Aku copas di Google. " Jawabku apa adanya.


"Wah, hebat. Enak Charol, lembut, selai strawberry nya pun nggak kaku, nggak kayak yang Aku beli di Mini-minimarket." Komentarnya, masih dengan ekspresi lucu.


"Selay-nya, itu Aku beli di Mall, belum ngerti gimana bikin selay Akumah."


"Wah, enak serius." Katanya antusias bertepuk tangan ria seperti anak bayi.


Laki-laki ini sangat polos dan kekanak-kanakan. Pintar, terlalu beruntung gadis yang bisa mendampingi laki-laki ini.


Aku bahagia. Melihat Dia menikmati makanan yang ku bikin dengan senyuman cerah.


**


Dejun POV


Sial!


Hari ini Aku terlambat masuk kelas. Karena motor yang harusnya menjadi kendaraan Ku ke sekolah tiba-tiba ban-nya bocor.


Terpaksa Aku menunggu Buss. Setelah menitipkan motor Ku di bengkel terdekat.

__ADS_1


Dengan langkah tergopoh-gopoh Aku menyusuri koridor sekolah. Aku tidak ingin harus di hukum di depan kelas. Menjadi pusat perhatian anak-anak dikelas.


Semoga belum ada Guru masuk.


Aku membuka pintu kelas hanya ada dua orang dengan pakaian serba putih.


"Kamu telat?" Tanya seorang gadis dengan rambut panjang lurusnya.


Aku segera menaruh tas Ku pada kolongan bangku.


"Kita hari ini praktek, cepatlah berganti pakaian." Lanjutnya.


Membuatku menatapnya malas. Sedetik kemudian Aku melebarkan kedua mataku.


"Apa?!Β  Praktek?!Β  Semendadak ini?" Tanya Ku panik.


"Iya, Dejun.Β  Kamu semalam nggak buka Groupchat ya?" Tanyanya lagi. Gadisnya satunya pergi keluar kelas.


"Terus Kamu?" TanyaKu panik.


"Nggak. Yaudah Kamu tinggal pake Jass aja, daripada telat."


"Oke."


Aku menarik tangannya menuju ruang ganti pakaian.


"Dejun!Β  Why?! " Tanyanya sambil menyentak tangannya.


"Biar Aku ada temen sesama telat." Jawabku datar.


Setelah mengambil setelan jass putih di loker. Kembali Aku menarik lengan dengan balutan sampul tangan dan jass putih ini, agar cepat sampai ke ruangan Laboratorium.


"Permisi, Pak. Maaf Kami terlambat." Kata Kami hampir bersamaan.


Guru itu hanya menunjuk jari telunjuknya ke arah meja yang masih kosong. Aku dan gadis ini langsung menuju meja masing-masing.


"Cieee... Telat barengan nih."


"Pegangan tangan juga."


"Cocok kok. Bio cantik, Dejun ganteng."


"Apa kabar hati guys?"


"Retak seribu nih. Minder."


"Sudah-sudah, mari Kita lanjutkan." Kata Pak Guru menginterupsi.


Aku mengikuti pelajaran dengan seksama.Β  Karena kali ini harus berhubungan dengan zat-zat yang aktif. Aku berusaha dengan cekatan dan hati-hati. Agar tidak mencelakai kulit Ku sendiri.


PRANG!!!


"Ah!!! "


Seorang gadis yang tadi disamping Ku berlarian kearah sumber suara. Yang Ku yakin suara tanung kaca yang pecah.


"Lusi!Β  Are you okay?! " Tanyanya panik. Semua anak di dalam Laboratorium ini panik. Guru Kami juga.


πŸ₯€πŸŒΉΒ  Actually Only You 🌹πŸ₯€


β˜”πŸ’¦πŸŒ‚


*


*Tidak selamanya Rintik Hujan


Β  Menandakan Hal-hal buruk


Em..


Bukankah Menangis


Dikala Bahagia itu Memang Ada*?


πŸ₯€πŸŒΉ Actually Only You 🌹πŸ₯€


Ttd


Author


πŸ¦‡Β Β  #Miss_Lyr97Β  πŸ¦‡

__ADS_1


***


Berikan cinta dan dukungan kalian pada author, πŸ’šπŸ¦‡


__ADS_2