
*
***
*
๐ฅ๐น Actually Only You๐น๐ฅ
Happy reading ๐น
Winwin POV
Hari ini aku pulang lebih awal dari hari biasanya. Aku memutuskan untuk segera ke sekolah kekasihku, menjemputnya. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk mengganggunya lagi.
Menunggunya di sebuah kedai tepat berada didepan sekolahnya pilihan yang tepat. Sehingga aku bisa melihatnya keluar melalui pintu gerbang sekolah ini.
"Nunggu siapa, Dek?" Tanya seorang ibu-ibu penjaga kedai yang meletakkan gelas berisikan ice strawberry milk. "Nunggu pacar, ya?" lanjutnya.
"Hehe, iya buk," Jawabku sambil tersenyum kaku.
Butuh waktu 30 ternyata menunggu para siswa disini untuk keluar dari pintu gerbang. Manikku mengabsen satu-persatu siswa yang keluar, hingga ku temukan siluetnya.
Aku bisa melihat dia dan kedua temannya berjalan seraya tertawa dan saling dorong, ntah apa yang mereka bicarakan.
Aku mengeluarkan ponselku berniat menelponnya, tak butuh waktu lama dia mengangkat panggilanku.
"Hmmm ...? "
"Aku di kedai depan gerbang."
"Mana? "
Aku melambaikan tanganku kearah dia yang terlihat sedikit bingung mencari keberadaan ku. Terlihat dia menunjuk ke arah ku dan berbicara pada kedua temannya. Aku bergegas menghampiri dia yang masih di seberang jalan.
"Kita duduk disana dulu," Ajakku.
"Aku padahal mau pulang bareng Lusi, sama Winda juga." Jawabnya kalem menggandeng lengan kedua temannya.
"Kamu lupa hmm? Nanti Jeffrey ngomel mau?" Tanyaku sambil meletakkan tanganku pada puncak kepalanya.
"Si, Win, sorry ya, nggak bisa bareng huhuuu. Terlanjur dijemput pangeran." Ujarnya sembari merengek dan memeluk kedua temannya yang sedari tadi hanya senyam-senyum melihat kami.
"Iya-iya nggak apa-apa kok, kasian juga si Winko udah jemput." Jawab Winda tangannya membentuk fingerheart.
"Tau tuh, pacar ganteng gaboleh dianggurin, nanti ada yang rebut. Ya nggak Win?! " Ejek Lusi yang mengedipkan kedua matanya. Aku hanya mengeluarkan cengiran andalan ku.
"Bye ... "
Aku melambaikan tanganku pada kedua temannya dan dia mendorong pinggang ku petanda menyuruhku cepat melangkah ke seberang.
__ADS_1
"Kamu pesan minum dulu gih." Suruhku padanya yang sibuk memainkan ponselnya setelah duduk di bangku dimana aku duduk tadi.
"Aku mau punya kamu aja."
Aku membulatkan kedua mataku terkejut mendengar jawabnya. Sedangkan dia masih cuek fokus pada layar ponselnya.
"Udah aku minum, kamu pesen lagi yang baru gih." Tolak ku halus.
"Kenapa? Takut?" Jawabnya kalem sambil meminum-minuman milikku sembari mengeluarkan smirk.
"Kenapa mukanya kok gitu? Nervous? " Godanya sambil menunjuk wajahku yang kini menghangat.
Benar-benar anak ini, belajar dari mana dia cara menggoda seorang pria seperti ku? Memang ini bukan pertama kalinya dia menggoda ku, tapi ini terlalu brutal, menurut ku. Sepertinya dia benar-benar menantang ku sebagai seorang pria. Baik aku akan ikuti jalan mainnya. Walau aku sedikit gugup.
"Sore ini sibuk? " Tanyanya.
"Nggak."
"Hutan kota, ya? " Pintanya.
"Jam 3 ku jemput," Jawabku pasti.
"Ah! 20 menit lagi ini iiih." Dengusnya kesal. "Yuk buruan pulang, anter aku mau siap-siap ganti baju juga. "
Tanpa persetujuan ku dia langsung meninggalkan ku menuju motor. Setelah aku membayar minuman ku tadi, kami langsung pulang.
***
Namun ada satu hal yang membuatku merasa kurang nyaman. Sepanjang perjalanan menyusuri hutan ini dia hanya diam, dan berjalan mendahului ku.
Ini tidak biasanya dia bersikap seperti itu padaku. Dari ekspresi yang ia tunjukkan tampak seperti tidak menikmati keindahan alam ini. Dia yang biasanya terlihat exited, dan menyukai suasana hutan kota ini nampak sangat jenuh. Bahkan seperti malas.
Kami sampai di tengah hutan dan jalan geretak ini harus melewati sungai sepanjang 100m di bawah. Di tepi jalan geretak ini di sediakan tempat duduk dan post untuk berteduh dan istiraha.
Kita bisa melihat keindahan sungai yang di design bagaikan danau buatan ini, terlihat berbagai macam teratai dan eceng gondok yang mengapung di atas permukaan air sini. Serta berbagai tanaman lainnya yang nampak memperindah suasana disini.
Dia duduk disalah satu post yang terletak di sisi kanan geretak, di pinggiran sungai karena kami telah sampai di seberang. Tempat itu memang tempat favorit kamu setiap berkunjung kesini.
Aku berdiri di luaran post sambil sesekali memotret keindahan alam sini.
"Win." Panggilnya pelan, aku menghentikan aktivitas ku dan langsung menghampirinya.
Cekrekk
Cekrekk
Aku tersenyum lalu dengan cepat mengambil gambarnya dengan camera ku. Jujur saja ekspresi wajahnya amat lucu dan menggemaskan, dengan poni yang basah karena keringat serta mata yang menyipit dan bibir yang manyun.
"Win ...ย Kenapa nggak bilang mau foto iih. Pasti jelek." Protesnya merebut camera ku, aku pasrah dan menyerahkan camera milikku padanya.
__ADS_1
"Kapan kamu cantik?"
"Oke." Jawabnya singkat, karena fokus melihat-lihat hasil gambarku.
"Nggak apa-apa jelek, udah ada yang punya juga kok."
"Dih."
"Apa sayangku? " Tanyaku mengacak-acak poninya yang basah.
"Duduk sini! Jangan berdiri terus." Perintahnya. Aku menurut untuk duduk disampingnya.
Setelah aku duduk tepat disampingnya pantas ia menghentikan aktivitas yang ia kerjakan barusan. Menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan.
"Win .... " Lirihnya.
"Iya apa sayang?"
"Aku lupa, apa yang buat kita jadi pacaran seperti yang sekarang ini. Kamu inget?"
"Hmmm ...ย Aku juga lupa gimana dong? "
"Aku lagi serius Winwin. Kita temenan dari umur 5 tahunan, kamu, aku dan Kak Jeffrey. Kita temenan akrab banget. Kamu inget? "
"Iya aku ingat sayang."
"Aku lupa apa yang bikin kita jadi pacaran seperti yang sekarang ini. Boleh kamu ingatkan aku?" Tanyanya menatapku.
"Karena kita saling sayang. Aku sayang kamu, begitu juga kamu." Jawabku mantap.
"Apa kamu pernah bosan?"
"Bosan? Sama kamu? "
***
๐ฅ๐น Actually Only You ๐น๐ฅ
Ttd Author
#Miss_Lyr97
*
***
*
Berikan cinta dan dukungan kalian pada author ๐
__ADS_1