
.
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
Aku terlalu bergairah
Sedangkan Kau
Hanya berdiam diri
π£ Winston Wyn π£
X
π¦ Stephanie Leeusebio π¦
.
"Orang tuh Dek, tusuk pake garpu matanya."
"Perhatian? " tanyaku sinis.
"Ini bocah.. Kalau di gangguin orang seperti itu kamu teriak, atau nggak ambil apakek untuk mukul mereka." Nasehat kakakku.
"Iya." Jawabku singkat beralih mengompres Wajah Winwin.
"Eh Winwin biar kakak aja."
Serobot kakaku. Mengapa Aku bergidik melihat mereka?!
"Untung Winwin ngeliat, kalo nggak gimana tadi, coba? "
Tanyanya sambil mengompres wajah Winwin.
Alah..
Mereka saja yang terlalu sibuk tadi sampai aku di ganggu.
"Iya Bi, lain kali Waspada.! " Ujar Winwin masih tanpa dosa.
"Ngomong lagi kalian!! Ku siram dengan air baskom ini!! "
Tajam ku berdiri sambil memegang baskom berisi air cucian wajah mereka. Berancang-ancang menyirami mereka.
"Salah kami apa?! " Tanya Kakakku pura-pura terkejut.
Aku sudah tidak tahan dengan drama kalian.
"SALAH KALIAN BANYAK!!! KALIAN CUEKIN AKU!! KALIAN TINGGALIN AKU!! KALIAN BERDUA LUPAIN AKU!!! AKU JADI KAYAK BABYSITTER YANG LAGI MOMONG KALIAN BERDUA TAU!!! AKU JADI KAYAK PATUNG TRANSPARAN!!! KALIAN TERLALU ASYIK SAMPAI NGGAK SADAR AKU DIGANGGUIN PADAHAL UDAH SELAMA ITU!! KALIAN TERLALU ASYIK BERDUA!!! KALIAN JAHAAAAAAAAATTT!!!!!!! "
Byur!!!
Aku pergi keatas. Meninggalkan ruang tengah yang basah, licin karena air cucian yang kusiramkan ke mereka.
Bukannya minta maaf mereka hanya menertawakan aku. Makanya aku menyiram mereka reflek karena saking kesalnya.
Weekend bersama kedua orang yang kusayang. Ralat. Dua orang yang menyebalkan ini sungguh membuang waktu ku.
*********
Waktu yang kutunggu akhirnya tiba. Aku dan kakakku sudah ada di podium. Kakakku sangat jago dalam hal war tiket. Jadi kami mendapatkan tempat yang bagus. Didepan.
Aku mengenakan Hoodie bertuliskan NCT Wayv. Dengan perlengkapan dari camera, lighstick, dan berbagai macam perlengkapan kami bawa.
Penampilan ku memang boys. Tidak sefeminim namaku.
Sepanjang konser aku berjingkrak happy, sedangkan kakakku sibuk dengan kedua cameranya. Aku mengangkat 4 lighstick. Karena kakakku jelas tidak bisa memegang Lighstick.
Oh nanana gao su wo ma
Oh nanana zhen shi de hua
Oh nanana gao su wo ba
Oh nanana zhen shi de huang
Saking semangatnya Aku melompat-lompat sampai tak sadar menginjak-injak kaki orang di belakang ku.
Ku lihat. Oh itu Dejun. Anak baru yang...
"Haii Dejun.. Nonton konser juga kamu? " Tanyaku di sela-sela lompatan.
Dia hanya mengangguk pelan.
"Kamu sama siapa kesini? " Tanya ku lagi.
Dia menunjuk gadis cantik, dengan rambut blonde bermata bulat. Aku melempar senyum.
"Pacarnya Dejun? " Tanya ku pada gadis itu.
"Bukan. Cuma temen," Jawabnya.
__ADS_1
"Oh suka Wayv NCT juga? " Tanya ku lagi.
"Iya aku suka Jisung, Nana, sama Yuta. Kamu sendiri? " Dia menunjuk kearah ku.
"Suka semuanya. Tapi bucinnya Dong si Cheng, Jaehyun, Taeyong, Xiaojun, Jungwoo ahh semuanya aku suka.."
"Kamu temennya Dejun? "
"Iya aku temen sekelasnya. Nikmati konsernya ya.. "
"Iya."
Wah temannya Dejun cantik. Bule.
Aku datang hanya berdua dengan kakakku. Karena Winwin hari ini diharuskan menginap di kota sebelah, untuk lomba katanya.
Dia memberitahu dimana tempat dia menginap dan mengikuti lomba. Winwin selalu mengabari ku selama dua hari di sana.
Drippin drippin love love
Kurasa tinggal beberapa lagu lagi konser ini berakhir. Aku merogoh saku jeans ku. Mengambil ponselku untuk memotret gambar untuk di kirimkan ke Winwin.
Ku lihat ada lima pesan yang belum terbalas. Aku tersenyum, melihat satu pesan darinya. Dia mengirim foto dia bersama teman-teman seperjuangan.
Tapi tiga pesan ini dari nomor yang tak kukenal. Nomor yang biasanya menelpon tapi tidak menjawab panggilan ku.
Kulihat.
Bagai disayat sembilu. Hatiku pedih. Hampir saja ponselku terlepas dari genggaman, karena melihat foto ini.
Ku lihat detail jam pengiriman pesannya. Winwin mengirim pesan jam enam sore tadi.
Pesan ini masuk sekitar 30menit barusan.
Aku menarik kakakku paksa. Memaksanya mengemaskan barang-barang miliknya.
Kami segera keluar vanue. Meninggalkan konser idamanku setiap harinya. Terpaksa.
Aku menyuruh kakakku mengemudi dengan cepat. Kami buru-buru.
"Apasih mendadak banget? " Omelnya sambil memukul stir.
"Udah kak cepet! "
"Ya gitu besok bisakan nyusulnya? Ini malem sis! "
"I don't care, what you say now! "
"Kenapa harus malam ini coba?! Padahal baru aja ketemu kembaran kakak.. Kamu ini.. "
Setelah memarkirkan mobil, aku buru-buru keluar dan berusaha menelpon Tony.
"Halo Ton.. Dimana? "
"Toilet sister."
"Kalian kamar berapa Ton? "
"Kamar 306 B. Kenapa? "
"Nanya doang."
Bip..
Aku mematikan sambungan telponku cepat. Aku berlari ke arah tempat para Resepsionis berada.
"Bisa antar saya ke kamar 306B? " Tanya Ku.
"Dek apaan sih?! Kita nanti disangka aneh-aneh loh!"
Aku tidak memperdulikan kakakku. Perasaan ku saat ini sangat berkecamuk.
Fikiran ku sangat kacau.
Aku galau setengah mati sekarang. Gara-gara gambar itu aku menghancurkan mood kakakku juga.
"Dek kamu kenapa? "
Aku dan kakak berlarian menuju lantai lorong kamar. Sampai aku menemukan sebuah pintu kamar bertuliskan 306B.
Segera ku gedor.
Aku tidak peduli jika penghuninya marah. Aku hanya ingin memastikan.
Clek.
Pintu terbuka dari dalam.
Segera Aku masuk tanpa permisi. Aku sudah tidak tahan. Aku tahu ini tidak sopan.
Entah setan mana yang merasuki ku hingga aku nekat seperti ini.
__ADS_1
"Mana Winwin?! " Teriak ku.
Kamar hotel ini sangat besar didalam sini bukan hanya satu kamar los atau bagaimana.
Disini sangat banyak ruangan.
"Dikamar sebelah sana! "
Tunjuk anak laki-laki tanpa pakaian itu. Kakakku meminta maaf dengan tingkah laku ku pada mereka yang menatap ku aneh.
Sampai netra ku menemukan sosok yang kucari. Di ruang tengah. Bukan di kamar yang dimaksud anak itu.
Winwin menatap mataku dengan dahi berkerut. Aku menatapnya tajam.
Segera saja aku memasuki setiap ruangan yang ada di kamar hotel ini. Tidak peduli dengan pandangan mereka.
Walaupun kakakku menghentikan ku. Aku tetap tidak peduli. Aku mencari yang harus ku cari.
Setiap pintu ku buka dan melihat seluruh isinya. Sampai kamar mandi dan ruang apapun ku jelajahi.
Lalu aku kembali ke ruang tengah.
Winwin masih dengan tatapannya yang seolah bertanya ada apa?
Aku memutuskan keruang depan dikejar kakakku.
"Dek?! Kenapa?! " Tanyanya mulai khawatir melihat ku yang melangkah gontai.
Winwin merengkuh tubuhku. Tidak peduli sekarang dihadapkan dengan beberapa pasang mata. Termasuk kakakku.
"Kamu kenapa? " Tanyanya lembut.
Kristal bening yang sedari tadi kutahan pun lolos begitu saja. Tangisan ku pecah.
Aku menutup kedua mataku yang basah dengan lengan kananku. Agar mereka disana tidak bisa melihat airmata kesedihan ini.
Winwin membawa tubuhku kepelukannya. Membuatku menangis tersedu-sedu.
"Ada apa Bi? Ini sudah jam satu malam. Ada yang mengganggu fikiran mu? Bagaimana konsernya?"
Nadanya sangat lembut. Sehingga membuat hatiku semakin terenyuh. Aku menangis sejadi-jadinya.
Menyesali kecerobohan dan kebodohan ku saat ini. Tapi ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak mau itu terjadi.
Gadis itu.
Foto itu membuatku sangat sakit.
"M-maaf." Lirih ku sembari memeluk erat tubuhnya.
Aku berusaha melupakan sesuatu yang membuat fikiran ku kacau. Winwin tidak berbicara apapun. Dia hanya memelukku dalam diam.
Disaksikan pasangan mata nyamuk yang memandang kami tidak nyaman. Termasuk kakakku.
*****
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
Kehadiran mendung di otak Ku
Hujan deras mengaliri hati
Prasangka menghujam jiwa
Serta bibir yang enggan bergetar
Selimut kalbu
Melilit seluruh sebagian hidupku
Mengguncang
Tak tersenatkan
Tenang dengan sebuah pelukan
π₯πΉ Actually Only You πΉπ₯
π£ Winston Wyn π£
X
π¦ Stephanie Leeusaebio π¦
Ttd Author
π¦ #miss_lyr97 π¦
.
.
__ADS_1
.
Berikan cinta dan dukungan kalian pada author ππ¦