
***
🥀🌹 Actually Only You 🌹🥀
***
Untuk sementara aktivitas dan kegiatan dihentikan. Para guru pembimbing merasa khawatir dengan kondisi laut yang tidak stabil. Mereka tidak ingin kehilangan para murid-murid mereka. Daripada itu, ini berbicara soal nyawa.
Seperti yang sudah direncanakan oleh Lusi dan teman-temannya. Mereka dengan sengaja membuat jadwal atau memantau keberadaan Bio.
Winwin dan teman-temannya memutuskan untuk mencari restoran untuk makan siang, ah lebih tepatnya makan sore. Kerena sekarang sudah pukul 15:20 WITA.
Mereka pergi tanpa Winda dan Lusi, mengingat kondisi Winda yang masih lemah paska tenggelam tadi pagi.
Mereka bertujuh memasuki sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari hotel dimana mereka menginap. Restoran mewah ini pun tidak terlalu jauh dari pantai maka dari itu mereka pun bisa menikmati desis angin laut.
Winwin pergi bersama kedua teman-temannya yaitu Deki, Tony. Juga bersama empat orang lainnya dari sekolah yang sama. Sandy, Megan, Ita, dan Rani. Mereka teman sekelas Winwin.
Dan disini ada Megan dan Rani yang memang sudah lama menyukai Winwin. Bahagia sekali mereka diajak makan bersama seperti ini. Jarang-jarang Winwin seperti. Oh ralat, Rani memang seangkatan dengan mereka tetapi berbeda kelas saja.
Dejun keheranan, melihat Bio yang berjalan mengendap-endap layaknya kalik di siang bolong, yang siap mencuri makanan di restoran mewah ini.
Dia mengikuti gadis ini dari belakang, takut-takut gadis ini nekat mencuri karena kelaparan. Tapi dilihat dari rumahnya dan penampilannya, gadis ini bukannya gadis yang kekurangan. Maka itu Dejun heran dengan tingkahnya.
Bio menggunakan kaos hitam bertuliskan NEO ZONE dipunggungnya. Dibawah tulisan besar Neo Zone ada tulisan angka dan tulisan kecil di setiap angkanya. Lalu menggunakan celana jeans hitam pekat, lalu dipadu dengan sepatu kets berwarna merah. Tidak lupa gadis ini menggunakan topi berwarna hitam juga.
"Persis tunggul terbakar, panas-panas pakai seragam serba hitam."
__ADS_1
Bio terperanjat kaget. Hampir saja jantungnya los dari tempat bersangkutnya.
Dejun meniliki detail penampilan gadis ini. Disisi kiri topi itu terpampang sebuah pin hitam kuning bertuliskan I'm Certified NCTEZEN NCT, NEO ZONE. Disini kanannya juga ada sebuah bordiran berwarna putih dengan pinggiran merah istri Sah Xiaojun, Selingkuhan Sicheng, masa depan Jaehyun yang tertunda.
Di dadanya juga bertuliskan I'm NCTZEN, SIJEUNI, WAYZENI. Istri sah Oppa yang tertunda, Masa depan Onichan yang tersisihkan, Istri kesekiannya GEGE-gege Tamvan. Yang membuat Dejun paling geli dan tidak bisa menahan tawanya adalah tulisan bordir di dada kanan gadis ini yang di tulis kecil seperti pintu nama yaitu S3 Jurusan Halu Internasional.
"Apasih ngangetin tau nggak?!" sergah Bio kesal, namun volume suaranya diperkecil.
Bio melihat gelagat aneh Dejun yang memandangi dirinya dari atas hingga bawah merasa kikuk jadinya.
"Apaan gausah ketawa ya."
"S3 Jurusan halu Internasional? Ternyata selain bawel dan cerewet kamu juga lucu ya?" kata Dejun tertawa remeh.
"Udah ah liatinnya." Protes Bio dengan wajah memerah yang menyebar hingga ke daun telinga.
Dejun melihat kearah yang sedari tadi Bio intip. Melihat Winwin dan teman-temannya tertawa dan berbahagia. Mereka menuju ke dalam restoran, dan Dejun mengerti maksud ini.
"Emang ya, cewek itu pandai dalam hal men-stalker?"
"Ssssttt, nanti ketauan." Bio membungkam mulut Dejun yang suaranya sengaja ia nyaringkan. Bio sedari tadi sengaja bolak-balik, kesana-kemari pergi hanya untuk mengintai Winwin dari jauh.
Hatinya selalu berkobar panas setiap melihat interaksi Winwin dengan teman perempuannya. Sebenarnya ini memang kebiasaan Winwin dari dahulu kala. Namun Bio baru bisa merasakan sakit ini setelah akhir-akhir ini terlebih setelah mereka putus.
Dulu Bio hanya bersikap biasa saja, jika Winwin berinteraksi dengan teman perempuannya. Menurutnya menjadi pacar itu harus pengertian, tidak boleh overthinking dan overprotective. Itu yang selalu tercatat didalam kamusnya.
Sejak jam sepuluh tadi matanya selalu saja di suguhkan pemandangan yang tidak mengenakan mata. Selalu sukses membuatnya bar-bar didalam hati.
__ADS_1
Terkadang melihat Winwin tersenyum, disentuh, perhatian pada lawan jenis orang itu membuat mata Bio memanas. Untung saja dia tidak membawa ketapel/panahan. Kalau tidak entah itu Winwin atau si perempuan yang akan menjadi sasaran penahannya.
"Jun," katanya serius dengan nada ala-ala tokoh antagonis di film action.
"Apa?"
"Ikuti aku."
"Kemana? Ogah ah."
"Ikut aku pup," katanya lagi menatap Dejun dengan horor. Akhirnya setelah dipaksa oleh Bio Dejun mengalah dan juga mengikuti kerjaan konyol ini.
Ingin rasanya Dejun menjitak kening Bio. Namun ia tidak akan bisa, karena gadis ini baru saja mencak-mencak tidak jelas. Membuat Dejun gemas sekalian risau.
***
🥀🌹 Actually Only You 🌹🥀
***
#Miss_Lyr97
🦇
***
Para readers pasti sudah mengerti bagaimana cara menghargai sebuah karya 💚💚
__ADS_1