
*
*
*
π₯πΉΒ Actually Only You πΉπ₯
Terkadang
Aku merasa hubungan ini sangat hambar
π¦ Stephanie Leeusaebio π¦
****
Winwin Pov
Sudah 30 menit lamanya aku menunggu di depan gerbang sekolah Bio. Namun dia tak kunjung keluar. Aku mulai resah. Tidak mungkin dia pulang secepat itu.
Aku masih merancang kata-kata untuk membuatnya nyaman. Agar tidak ada ke salah fahaman antara aku dan dia.
Aku mulai memikirkan kata-kata untuk menyambutnya. Tapi dia bukan type yang suka dengan kata-kata manis.
Lalu sepasang netraku menangkap sosok yang sudah kurindukan sejak tadi. Melihatnya berjalan di bopong oleh Lusi dan Winda temannya.
Dengan celananya yang di gulung keatas sebatas bawah paha. Dan ada perban yang melilit di kedua lututnya.
Aku dengan cepat mengejar dan menghampiri mereka.
"Loh ada tiang PLN rupanya.."
Aku tidak menjawab pertanyaan dari Winda aku langsung meraih tangan Bio. Dan membantu dia untuk berjalan.
"Win aku nggak bisa naik. Kakiku susah diangkat.. " Katanya setelah kami sampai di depan motorku.
"Aku gendong ya?"
Dia menggeleng pelan. Melihat telapak tangan dan lututnya yang terluka aku mengerti. Pasti sangat susah untuk naik keatas motor tinggi seperti punya ku.
"Pake taxi aja ya? Sini biar aku gendong, biar aku pesan."
Dia hanya tersenyum. Lalu mengadahkan tangan.
"Coklat." Pintanya.
**
Setelah beberapa saat berdiskusi, kami memutuskan untuk pulang tetap menggunakan motor.
Kami tidak langsung pulang kerumah. Kami berencana pergi kepantai. Sepanjang perjalanan dia hanya diam. Tidak mengeluarkan kata-kata apapun.
Kami memilih pondok yang paling dekat kearah lautan. Disana kami bisa langsung memandang kearah laut lepas.
Dia hanya memandang lurus ke arah laut. Es kelapa yang kami pesan itupun dari tadi tidak ia sentuh sama sekali.
Aku memandang wajahnya lekat. Sampai aku sendiri tak tahu harus berkata apa sekarang. Semua Kata-kata yang ku persiapkan hilang begitu saja.
"Kantung mata kamu."
Aku membuka pembicaraan ragu-ragu. Dia melirik sekilas kearah ku.
"Insomnia."
"Apa ada sesuatu yang mengganggu fikiran mu akhir-akhir ini? " Tanyaku.
"Banyak tugas, jadi terpaksa aku harus bergadang."
"Ponselmu rusak?" Tanyaku lagi. Dia tidak menjawab hanya menganggukkan kepala.
Aku meraih tangannya yang berbalut perban. Lalu mengusap puncak kepalanya. Aku meraih dan menempatkan kepalanya ke dadaku.
Lalu ia melingkarkan ke-dua tangannya ke pinggang ku erat, tanpa bicara apapun. Aku pun mengeratkan pelukanku ketubuhnya. Sampai akhirnya ia terlelap. Mengecup ringan puncak kepalanya.
Kami benar-benar saling membisu disaksikan deru ombak dan cicitan burung. Tenggelam dengan fikiran masing-masing.
***********
Bio POV
ppallippalli pihae right
cherry bomb feel it yum
ppallippalli pihae right
cherry bomb feel it yum
ppallippalli pihae right
cherry bomb feel it yum
__ADS_1
ppallippalli pihae right
cherry bomb feel it yum
Kakak.
Oh iya.
Aku harus memberitahu kabar bagus untuk kakak. Aku bergegas pergi ke kamar kakakku di sebelah.
I'm the biggest hit
I'm the biggest hit on this stage
I'm the biggest hit
I'm the biggest hit on this stage
I'm the biggest hit
I'm the biggest hit on this stage
I'm the biggest hit
I'm the biggest hit on this stage
"Kaaaaaakkk!!!! "Β
Kakakku yang sedang heboh didepan kaca terkejut mendengar ku meneriakinya.
"Tuhan!!Β Retak masker abang ganteng." Katanya sambil mengelus pipinya.
"Pergi konser yuk.. "
"Konser siapa?" Kakakku mematikan lagu dari pc-nya.
"Jangan dimatiin Mr... Konser NCT Wayv... Nonton yuk.. "
"Seriusan demi upilnya kudanil?! "
"Iya tanggal 20 bulan ini."
"Sekarang tanggal berapa Dek?"
Aku mengangkat bahu tidak tahu. Lalu dia berjalan kearah kalender yang terpajang di sisi tempt tidurnya.
"Tanggal 5 Dek!Β Bentar lagi dong. Udah War tiket? "
"Ashiap... Bentar lagi Stevan Jefri Eusaebio akan bertemu kembarannya di Jung Jaehyun. Kita siapkan dari sekarang oke Sister.. "
Kakak ku gila. Dia malah bergoyang tidak jelas membuat ku mual ingin tertawa sekarang dengan tingkah abstraknya.
We?re so young
We?re so freaky
urideureun teure gachin chae jinjjareul ilchi
We be screaming GO
GO GO
We be screaming GO
GO GO
Kakak ku selalu saja bisa membalikkan mood ku. Aku tidak ingin kembali ke kamarku sejujurnya.
Aku masih ingin bercanda bersama kakakku sebenarnya. Tapi dia juga butuh istirahat setelah seharian kuliah.
Tapi ujung-ujungnya aku pun pulang ke kamarku. Kembali dengan kehampaan.
*********
Aku merotasikan mataku. Sambil memandang sebuah foto yang tertera di layar ponselku.
Tidak mudah bermain tarik-ulur dengan ku Tuan Winston.
Jika kau mulai mempermainkan perasaan ku maka, kau juga harus siap menerima semuanya.
Tidak mudah bagiku untuk menyerah. Melihat penolakan mu yang terang-terangan.
Membuatku semakin berhasrat untuk mendapatkan mu. Walaupun itu harus merendahkan harga diri sendiri.
Perlahan namun pasti. Aku bisa menaklukkan benteng yang kokoh ini.
Aku akan membuat permainan yang sangat menyenangkan untuk mu. Merusak dan mengacak-acak fikiran mu.
Jika cara satu gagal.Β Maka, masih ada seribu cara lainnya.
"Apa kalian semua sudah mengerti dengan penjelasan ku?"
__ADS_1
Aku bertanya pada ke-empat gadis yang sekarang berada tepat didepanku.
Di sebuah cafe bernuansa klasik.
"Lakukan senatural mungkin. Jika berhasil, aku akan bayar 5x lipat. Asal namaku bersih dan kalian pun tidak cacat."
Glek..
Aku meneguk coladrink.Β Menatapnya secara licik.
"Aku dengar anak itu jarang keluar rumah, jika pun keluar dia akan pergi bersama seseorang."
"Aku tidak mau tahu. Kalian sudah ku bayar."
"Baik. Kami bisa melakukannya."
"Bagus. Ini untuk kalian."
Aku memberikan amplop berisikan uang cash, dengan nominal yang menggiurkan.
Mudah saja bagiku melakukan semuanya.
Seperti rencanaku sebelumnya. Aku harus merusak mereka dari dalam dulu.
Jika hati dan fikiran mereka sudah berantakan, maka itu semua akan mudah.
Aku harus tetap terlihat tak berdosa. Untuk menarik simpati orang ini di butuhkan tenaga ekstra.
Aku akan bersabar seberapa lama pun itu.
***********
Minggu depan sudah dekat waktu konser. Lukaku sudah mengering. Tidak ada kejadian aneh baru-baru ini.
Ini sudah seperti hari biasanya. Tidak ada yang menarik untuk di ceritakan.
Seperti biasa aku di antar dan di jemput dia. Anak ayamku.
Tapi akhir-akhir ini reaksi tubuhku yang sedikit menurun. Aku selalu saja menolak apapun yang masuk ketubuh ku.
Apapun yang aku makan aku segera ingin memuntahkan semua makanan itu.Β Terkadang akupun mengeluarkan gas asam dari perutku melalui kerongkongan ku.
Ini membuat ku tidak nyaman sebenarnya. Setiap harinya aku hanya menghabiskan susu kotak saja.
Itupun biasanya akan ku muntahkan setelah beberapa menit masuk kedalam tubuhku.
Aku lebih sering insomnia. Gangguan tidur sudah hampir sebulanan ini terus menghantui ku.
Sampai kepala sakit. Berat dan ingin pecah rasanya. Aku sedikit kehilangan konsentrasi. Dan sering tak nyambung jika diajak berbicara.
Aku melihat sebuah amplop besar seukuran 35x25 cm. Di luarnya tertulis sebuah catatan *Lihatlah kejutan ini ketika kau sendirian* aku sedikit penasaran.
Aku mengambil amplop itu dan meletakkan tas ku di meja. Aku pergi ke toilet. Buru-buru aku masuk.Β Aku ingin segera melihat kejutan apa yang ada dibalik amplop formal ini?
Aku mulai membuka talinya. Dari luar ini terlihat betisikan sebuah dokumen atau kertas tebal.
Aku sempat tertawa melihat aku membukanya terbalik. Ini kertas foto.
"ASTAGA!!! "
Setelah ku balikan foto itu aku melihat gambarnya. Hingga membuatku reflek melemparkan kertas-kertas foto tersebut.
Aku terlonjak sangat terkejut. Aku mengurut dada ku agar memberikan sedikit ketenangan.
Ku raih kembali lembaran foto-foto itu. Ku lihat satu-persatu.
Aku menahan nafasku sejenak lalu melanjutkan kegiatan ku kembali. Dengan berat hati aku harus melihat keseluruhan lembar foto ini.
Salah satu foto itu di belakangnya bertuliskan.
"Bagaimana menurut mu sekarang?Β Renungkan!!"
π₯πΉΒ Actually Only YouΒ πΉπ₯
Seiring berjalannya sebuah hubungan
Aku mulai merasakannya
Tekanan
π£Β Winston WynΒ π£
X
π¦Β Stephanie Leeusaebio π¦
Ttd Author
π¦π£ππΉπ₯#Miss_lyr97π₯πΉππ£π¦
.
__ADS_1
Berikan cinta kalian untuk author π