Actually Only You

Actually Only You
Episode 13


__ADS_3

***


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


Sulit


Dan teramat Sulit


Memperjuangkan yang Notabene


Masih Menjadi Hak "Orang Lain"


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


๐Ÿ•Š Chelsea Charoline ๐Ÿ•Š


X


๐Ÿ‰ Alvaredra Dejun ๐Ÿ‰


***


PRANG!!!


"Ah!!! "


Seorang gadis yang tadi disamping Ku berlarian kearah sumber suara. Yang ku yakin suara tanung kaca yang pecah.


"Lusi!ย  Are you okay?! " Tanyanya panik. Semua anak di dalam Laboratorium ini panik. Guru Kami juga.


Gadis itu memeluk gadis yang bernama Lusi. Aku dengan cepat menepis tangannya yang hendak menjangkau serpihan beling.


"Apa?!" Tanyanya tak suka.


"Itu cairan Asam Nitrat Nanti tanganmu bisa ikutan terkena luka bakar, sepertinya." Tunjuk Ku pada singkapan lengan gadis yang tubuhnya ia pangku.


Dia menatapku dengan tatapan tak suka, tapi syukurlah Dia menurut apa yang Aku perintahkan.


Aku meraih jepitan untuk mencapit beling yang berserakan di lantai. Gadis yang bernama Lusi itu sudah diangkat dengan beberapa anak laki-laki yang lain. Mungkin menuju UKS.


Setelah membereskan kerjaan Ku, Aku berniat pergi ke ruang UKS. Karena pelajaran tidak dilanjutkan kembali setelah ada kecelakaan.


Guru serta siswa-siswi kelasku berbondong-bondong pergi ke UKS. Semoga luka gadis bernama Lusi itu tidak terlalu serius.


Setelah berganti pakaian Aku menuju kelas dahulu sebelum pergi ke UKS. Tidak sengaja Aku mendengar anak-anak bergosip.


"Iya kasian sama mereka."


"Sebangku senasib."


"Bio terlalu panik kayaknya sampe dia lupa kalo sampul tangannya itu sendiri sensitif karena zat Asam Nitrat itu."


"Si Lusi juga nggak sengaja lah."


"Aku mungkin udah nangis kalo jadi Lusi."


Aku masa bodo dengan ocehan mereka.


"Dejun?! "


Aku melihat kearah suara yang memanggil nama Ku. Mengangkat Alis kearah Mereka.


"Tangan Kamu nggak kenapa-kenapa kan?"


Aku hanya menggeleng pelan kearah Mereka, lalu bergegas pergi keluar kelas.


Sampai ke ruang UKS Aku mendengar suara rengekan. Aku mencoba masuk dan meminta izin pada petugas UKS untuk masuk dan menjenguk teman sekelas Ku tadi.


"Pasti panas kan, Bi? "


"Udah nggak apa-apa. Lengan Kamu itu lebih parah."


"Sakit, Bi. Perih."


"Permisi." Kataku sambil menyingkap tirai pembatas.


Mereka bertiga melihat kearah Ku. Jujur Aku merasa tidak enak, karena laki-laki sendiri disini.

__ADS_1


"Duduk sini." Kata gadis berambut pendek yang duduk di samping Gadis berambut lurus.


Aku mengangguk ragu, dan mulai duduk di samping mereka. Kulihat tangan Lusi melepuh, luka bakar karena cairan zat kimia yang berasal dari Lab tadi.


"Udah mendingan? " Tanyaku.


"Sakit Dejun.. " Rengeknya manja.


"Kenapa nggak diantar pulang aja? " TanyaKu lagi.


Mereka menatapku frustasi. Bahkan gadis yang bernama Winda itu menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku.


"Kita nggak ada yang bawa kendaraan." Jawab Winda frustasi sambil memonyongkan bibirnya.


Aku berfikir sejenak. Merotasikan bola mata Ku.ย  Bagaimana?ย  Aku sendiri tidak membawa kendaraan juga.


"Orang Tuanya, udah dikasih tau belum? " Tanyaku lagi.


Aku tidak bisa mengantarnya, setidaknya Aku bisa memberi solusi..


"Ayah masih kerja, nanti keganggu." Jawab Lusi mengalihkan pandangannya.


Aku membisu. Aku melihat jemari tangan kanan putihย  mungil di tepian tempat tidur itu. Tiga jari sukses diperban rapi. Ku yakin ini juga yang jadi bahan gosip dikelas tadi.


"Aku antar pake taksi mau?" Tawarku.


Mereka membulatkan mata terkejut. Bahkan Winda menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"MAHAL!! " Ucap mereka kompak dan bersamaan. Entah itu di sengaja atau hanya reflek.


Aku menatap Mereka satu persatu tak mengerti.


"Dejun. RumahKu tuh jauh!ย  Pake taksi, itu bikin Aku nggak jajan berbulan-bulan tau." Gerutu Lusi kesal dan frustasi.


"Terus maunya gimana? " Tanyaku lagi, datar.


"Gatau. Huuu" Jawab Lusi pura-pura menangis.


Aku pun menjadi ikut menatap Mereka frustasi.


Aku memutuskan untuk pergi saja. Percuma. Serba salah. Diberi solusi pun Mereka keras kepala.


***


Setelah berpisah di halte buss dengan kedua orang temanku, Aku memutuskan jalan kaki menuju rumah.


Aku menengadah ke awan. Menghirup udara penuh polusi dengan meraup sebanyak-banyaknya udara.ย 


Bukan awan biru,ย  namun kali ini awan nan sawang.ย  Awan putih yang perlahan mulai tertutup kabut indah, jika tidak ada suara petir atau guntur yang menyambar.


ย  Suara berisik guntur perlahan mulai merasuki gendang telinga Ku. Aku tersenyum cerah menatap Awan hitam ini.


Jujur Aku sangat menyukai Hujan. Dari kecil Aku sangat gemar bermain hujan-hujanan.


Namun Aku menatap lesu kearah celana seragam hitam milikku. Besok masih akan digunakan.


Aku melangkah gontai sepanjang blok yang sepi ini..


Hingga Ku rasakan rintik kristal menyentuh seluruh tubuh serta permukaan tanah. Aku bisa menghirup aroma tanah yang berbenturan dengan rintik hujan.


Aroma khasnya tidak bisa Ku ukuran dengan kata-kata bodoh Ku.ย  Haha.


Buru-buru Aku memasukkan tas Ku kedalam mantel agar buku pelajaran Ku tidak basah dan rusak jika terkena hujan.


Hingga Ku rasakan tubuhku di dorong sangat keras dengan sentuhan kasar beberapa pasangan jemari.


Membuatku tersungkur hebat dan masuk melompati dalam got.


Tubuhku tidak lagi bersih, kotor dan bau terkena air comberan di got. Aku menatap satu-persatu wajah gadis yang tertawa diatas got.


Susah payah Aku mencapai tepian untukย  naik kedaratan dan melanjutkan perjalanan. Namun lagi-lagi rambutku di tarik kasar, hingga Aku duduk bersimpuh dihadapan Mereka.


Aku menengadah ke atas. Berusaha mengenali wajah mereka satu-persatu. Walaupun tidak begitu jelas akibat rintik-rintik hujan deras yang menerpa wajahku.


Mereka. Aku tidak mengenal Mereka satu pun. Wajahnya tampak asing, sepertinya mereka bukan berasal dari sekolah Ku.


Salah satu kaki menendang perutKu dengan kasar. Membuatku mual dan sesak.

__ADS_1


Mereka tak berhenti sampai disitu. Mereka menjambak rambutKu, menampar pipiKu, dan menghujani tubuhKu dengan pukulan.


"Rasain!"


"Enak kan?! "


Author::ย  Ya engga lah sis๐Ÿ˜‘ Enakan Bakso Ranjau di simpang 4 Muara Jekak itu.


Lanjut.


Sebisa mungkin Aku menahan tangis, Aku hanya melindungi wajahku. Memeluk erat tubuhku bagian depan.


Tapi karena oleng dengan pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi menghantam setiap jengkal tubuhkuย  akhirnya Aku terlukai lemah.ย  Salah satu dari Mereka menginjak tangan kanan Ku yang masih mengepal. Membuat jemari Ku di paksa menghimpit aspal.


Krak.


Itu suara berasal dari jemari Ku.


"Hei!!ย  Pembullyan bisa terancam masuk penjara untuk beberapa tahun!!! "


Seruan suara itu mampu menghentikan aksi dari mereka bertiga. Aku melihat kearah belakang, tidak begitu jelas siapa Dia. Yang jelas Dia seorang Malaikat yang menolong Ku.


Gadis-gadis itu langsung meninggalkan Ku begitu saja.


"Urusan Kita belum selesai!" Ancam salah satu dari Mereka menunjuk kearah Ku.


"Siapa Mereka? " Tanya Gadis di hadapan Ku.


"Aku pun tidak mengenal Mereka. Terimakasih untuk ini." JawabKu sembari berdiri dengan dibantu olehnya.ย 


Dia memayungi Ku sampai keteras toko pakaian. Dia menyuruh Ku untuk berganti pakaian. Aku menurut apa yang Dia katakan.


Aku sedikit kecewa melihat isi dompet Ku yang semuanya basah. Karena dompet kusimpan di saku celana sekolah Ku.


Setelah berganti pakaian dengan oversized T-shirt berwarna hitam serta celana training murah dengan warna senada Kami memutuskan untuk mampir di cafe.


Dia membantu Ku membalut luka dengan beberapa plaster dengan warna senada dengan kulitku.


"Terimakasih, telah membantu Ku tadi." UcapKu meremas jemari lentiknya.


"It's Okay. Aku sangat membenci perundukan dan penindasan. Mereka itu siapa?" Tanyanya kesal.


"Aku sendiri, juga tidak tahu siapa, Mereka?" Kataku sambil mengaduk jus alpukat milikku,ย  dan menyesapnya.ย 


"Hem.. Bolehkah Aku menyimpan ID Line, Mu?" Tanyanya ragu-ragu sembari menyodorkan ponselnya kearah Ku.


Aku tersenyum dan mengetik beberapa digit di layar ponselnya. Dia sangat cantik dan ramah.


"Stephanie? " Tanyanya melihat Layar ponselnya.


"Iya. Bagaimana dengan namamu?" TanyaKu. Dia menyebutkan namanya dengan sangat lucu. Kami menghabiskan waktu hujan dengan meminum, minuman ringan dan mengobrol. Menceritakan tentang hal-hal kecil.


๐Ÿฅ€๐ŸŒนย  Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


โ˜”๐Ÿ’ฆ๐ŸŒ‚


*


Tidak selamanya Rintik Hujan


ย  Menandakan Hal-hal buruk


Em..


Bukankah Menangis


Dikala Bahagia itu Memang Ada?


๐Ÿฅ€๐ŸŒน Actually Only You ๐ŸŒน๐Ÿฅ€


Ttd


Author


๐Ÿฆ‡ย ย  #Miss_Lyr97ย  ๐Ÿฆ‡


***

__ADS_1


Berikan cinta dan dukungan kalian pada author ๐Ÿ’š๐Ÿฆ‡


__ADS_2