Adam & Hawa

Adam & Hawa
Diam-diam Cinta X


__ADS_3

"Sayang, maaf yah aku tinggal dulu. Kasihan mereka harus segera di bawa ke rumah sakit. Kamu hati-hati yah yank !! Nanti aku kabarin lagi kalau aku sudah mengantar mereka ,ok.!" Terang Adam kepada kekasihnya yang bernama Aurora. Mereka baru saja jadian kemarin. Dan niatnya mereka akan menghabiskan hari libur mereka dengan berpacaran di rumah Aurora. Tapi sepertinya acara mereka harus batal terlaksana karena Adam akan pergi mengantar Hawa serta Andres kerumah sakit.


Aurora sendiri merasa cemburu dengan sosok perempuan tadi, dia melihat sendiri Adam begitu khawatir saat menyadari orang yang akan di tolong nya adalah sosok perempuan yang dia kenal. Aurora tau kalau sosok pacarnya itu adalah orang yang baik dengan siapapun, tapi melihat raut wajah pacarnya yang begitu mengkhawatirkan perempuan lain di depannya secara langsung membuat hatinya merasa cemburu.


Tapi Aurora juga tidak mungkin memperlihatkannya langsung, dia ingin Adam menilainya sebagai gadis yang baik hati dan tidak cemburuan. Dia takut Adam akan pergi meninggalkan nya karena tahu sifat aslinya yang begitu posesif.


Gila aja gue di tinggalin sama dia. Secara gue baru jadian sama dia masa langsung di putusin , bisa jatuh pamor gue.


Gerutu Aurora dalam hati, kemudian dia mencoba memasang wajah baik-baik saja di depan Adam. Dia mencoba tersenyum manis dan berjalan mendekati Adam yang berada di depannya. Dia mengusap lengan Adam dengan lembut.


Dia harus bisa mengambil hati Adam seutuhnya, karena dia sudah mengincar Adam sejak dirinya menginjakkan kakinya di dunia entertainer. Adam sudah mencuri hatinya sejak dahulu, jadi ketika dia sudah jadian dengan Adam dia tidak mau melepaskan Adam dengan begitu saja.


"Kamu tenang saja sayang. Aku akan baik-baik saja disini, dan kamu juga hati-hati yah ! Aku tunggu kabar dari kamu yah yank.! Ya udah sana !! kasihan mereka pasti sudah kesakitan sekali. Bye bye sayang. I love you sayang."


"I love you too yank."


Setelah berpamitan dengan pacarnya, Adam pergi meninggalkan TKP menuju mobilnya. Adam membuka pintu mobil samping kemudi dan setelah duduk dia menutup pintunya kembali lalu menghadap ke arah belakang kursi penumpang.


"Jalan Bim !! Kita kerumah sakit terdekat saja." Saat itulah pandangan mata Adam membola terkejut ,saat matanya menemukan wajah asli di balik masker serta topi yang selalu gadis itu kenakan.


Wajahnya yang cantik serta hidung yang sedikit mancung, bibirnya yang mungil tanpa lipstik tapi berwarna pink makin membuat jantung Adam bergetar. Jangan lupakan matanya yang begitu memikat hati siapapun orang yang melihatnya.


Jujur..!! Adam tidak pernah berekspetasi kalau wajah penggemar misteriusnya akan secantik ini. Adam pikir wajahnya akan biasa-biasa saja, tapi setelah melihat langsung wajah cantik dari penggemarnya itu membuat hati Adam menjadi ketar-ketir.


"Oppa? Apa ada yang aneh dengan wajah saya?" Pertanyaan dari hawa membuat Adam tersadar dari keterpanaan nya. Bahkan hawa sampai memalingkan wajahnya malu karena melihat Adam terdiam setelah melihat wajah aslinya tanpa masker. Hawa memang tidak sepercaya diri itu bila Adam sampai melihat wajahnya, karena hawa pikir wajahnya tidak begitu menarik jika di bandingkan dengan perempuan yang sering di gosipkan dekat dengan Adam. Apalagi setelah melihat kejadian tadi, hawa semakin Insecure melihat kecantikan Aurora yang begitu cantik.


Padahal menurut author biasa-biasa saja.


"Hah ? Apa ?" Adam langsung salah tingkah,karena dia tidak begitu jelas mendengar pertanyaan hawa padanya. Adam sampai menggaruk belakang kepalanya yang menang tidak gatal, dia hanya mencoba menutupi rasa salah tingkahnya dengan berdehem.


"Oppa..kenapa ngelihatin wajah saya seperti itu? Apa ada yang aneh di wajah saya?" Tanya hawa kembali sambil meringis sakit saat lengannya terbentur pintu di sampingnya. Ringisan hawa membuat orang di sekitarnya menjadi ikut panik, bahkan Andres yang duduk di sampingnya tidak bisa memalingkan pandangannya dari Hawa.


Adam yang menyadari tatapan Andres terhadap hawa menjadi tidak suka. Kalau seperti ini jadinya,lebih baik tadi dia menyuruh Andres untuk duduk di depan sedangkan dia yang akan duduk di belakang bersama hawa.


Bima yang hafal dengan sifat Adam langsung bisa menebak kalau ada suatu ketertarikan dari Adam terhadap wanita cantik di belakangnya. Jujur Bima juga cukup terkejut saat matanya melihat kecantikan alami dari gadis yang bernama hawa.


Selama ini dia sering bertemu dengan wanita cantik di dunia entertainment tapi kali ini gadis itu berbeda. Wajahnya yang tanpa polesan make up tapi begitu cantik. Hatinya tidak bisa menolak pesona dari hawa, dia merasa kalau gadis di belakangnya adalah orang yang baik. Tapi tunggu dulu....


"Apa..kalian saling mengenal?" Tanya Bima sambil sesekali melirik ke arah spion yang memperlihatkan wajah cantik hawa di belakangnya. Dia juga melirik ke arah Adam.

__ADS_1


"Lo tanya sendiri sama orangnya Bim ! " Adam berbicara sambil menunjuk ke arah hawa dengan dagunya, membuat hawa menjadi salah tingkah. Sambil menahan sakit, hawa melihat ke arah Adam dan saat pandangan mata mereka bertemu, hawa langsung menurunkan pandangannya dan berpura-pura melihat ke arah kakinya.


"Saya hanya seorang penggemar yang beruntung bisa di tolong oleh idolanya kak.!!" Jujur hawa.


"Woowww, beruntung sekali Adam bisa di sukai oleh gadis secantik kamu."


"Maksud Lo gue nggak pantes gitu mempunyai fans seperti hawa !! gitu maksud Lo!!"


"Jadi nama kamu Hawa?" Bima berusaha tidak menggubris Adam yang kini sedang memandangnya seakan-akan ingin menguburnya hidup-hidup.


"Benar kak. Nama saya Hawa."


"Waahhh cocok sekali dengan kepribadian kamu yang sopan dan baik." Puji Bima dengan tulus kepada hawa, membuat Adam merasa geram. Selama ini Bima tidak pernah dengan terang-terangan memuji cewek yang dekat dengan mereka. Bahkan dengan Aurora,Bima diam saja. Tapi kenapa dengan hawa, Bima langsung memujinya dengan terang-terangan.


Hawa sendiri bersikap biasa-biasa saja saat di puji langsung oleh manajer dari idolanya, saat ini dia berharap untuk segera lekas sampai di rumah sakit karena tangannya sudah mulai kebas. Hawa juga tidak memperdulikan pertanyaan yang terlontar dari Andres serta Adam , yang di inginkan oleh hawa sekarang adalah beristirahat di rumah.


Hawa berpikir apa yang harus dia katakan kepada keluarganya nanti? ayahnya pasti akan khawatir, apalagi luka yang dia dapatkan saat ini cukup serius. Beruntungnya wajahnya tidak tergores oleh aspal, hanya kepalanya yang sedikit pusing karena helm yang dikenakannya tadi membentur aspal cukup keras.


Saat mereka telah sampai di rumah sakit terdekat , hawa berusaha membuka pintu mobilnya tapi dia harus mengurungkan niatnya karena tangannya benar-benar sudah tidak bisa di ajak kerja sama. Andres sendiri sudah keluar dari mobil dan Bima serta Adam juga sudah mengenakan topi serta maskernya untuk menutupi jati dirinya.


Adam mencoba menghentikan Bima yang akan membukakan pintu untuk hawa, dia merasa tidak suka saat Bima memberi perhatian kepada hawa.


"Baiklah. kalau gitu gue panggil perawat sekalian buat merawat mereka berdua " Bima mengalah kepada Adam yang kini sudah membukakan pintu untuk hawa, Bima melihat hawa yang sudah memakai masker untuk menutupi wajahnya. Bima yakin pasti hawa sedang merintih kesakitan, sejujurnya sedari tadi dia mendengar hawa yang merintih kesakitan.


"Kamu tunggu disini, sebentar lagi Bima akan membawakan kursi roda buat kamu. Karena aku yakin kamu tidak akan setuju kalau aku menggendong dirimu sekarang."


"Terima kasih Oppa. Oppa maaf juga karena saya sudah mengotori mobil oppa dengan darah ini. Saya benar-benar merasa tidak enak kepada oppa serta manajer Oppa karena sudah merepotkan kalian semua."


"Saya tidak merasa di repotkan oleh kamu. justru saya merasa khawatir melihat keadaan kamu sekarang. Dan kamu juga tidak perlu merasa sungkan seperti itu kepada saya. Lebih baik kamu sekarang diam, karena aku yakin kamu pasti lelah." Adam khawatir dengan kondisi hawa yang sudah lemas bersandar di jok mobilnya. Dia tidak memperdulikan keadaan mobilnya yang sudah di kotori oleh darah hawa serta Andres.


"Kamu bertahan yah Hawa !! kamu pasti bisa..!!" Adam memberikan semangat kepada hawa. Adam melihat kedatangan beberapa suster yang mendorong kursi roda kearahnya, dia langsung meminta ijin kepada hawa untuk mengangkat tubuh hawa dan di pindahkan ke arah kursi roda. Adam mengangkat tubuh lemas hawa dengan pelan, dia seperti bisa merasakan apa yang sedang di rasakan hawa.


Setelah memindahkan tubuh hawa ke kursi roda dia meminta suster yang berniat mendorong kursi roda hawa untuk menunjukan dimana letak UGD kepada mereka karena dia yang akan mengantarkan langsung hawa ke UGD.


Sesekali suster yang berjaga melirik ke arah Adam, dia seperti mengenal Adam tapi lebih memilih diam karena mereka kini sedang bertugas.


"Gue urus administrasi dulu yah dam? Lo tunggu disini, sekalian gue beliin minuman di kantin. gue yakin Lo butuh minum sekarang."


"Air mineral aja bang. Makasih yah bang."

__ADS_1


"hmm..santai aja." Kini Adam sedang berdiri di luar ruang UGD, tadi Andres serta hawa sudah di tangani oleh dokter yang bertugas. Dia meremas kedua tangannya cemas menunggu bagaimana keadaan hawa.


Satu jam kemudian pintu ruang UGD di buka oleh suster , mereka mendorong ranjang yang di tempati hawa. Sedangkan Andres di dorong dengan kursi roda.


"Bagaimana keadaan mereka dok?"


"Buat saudara Andres ,dia hanya mengalami luka di tangannya tapi dia butuh istirahat sebentar dan nanti sore sudah bisa pulang."


''Terus keadaan hawa bagaimana dok?" Cecar Adam yang sudah tidak sabar .


"Kalau untuk saudara hawa, keadaannya cukup kritis. Dia kehilangan cukup banyak darah, tap Alhamdulillah stock golongan darah saudara hawa disini banyak jadi keadaan nya sudah tidak masalah. Kami tadi menyuntikkan obat tidur kepada saudara hawa supaya dia bisa beristirahat dengan baik ."


"Syukurlah dok. Terima kasih dok atas pertolongannya."


"Itu memang sudah jadi tugas saya. Kalau begitu saya permisi dulu."


"Baik dok. Sekali lagi terima kasih dok."


Setelah kepergian dokter adam berjalan bersama bima menuju kamar rawat hawa. Hawa menempati Kamar VIP yang sengaja di pesan oleh Adam buat menjaga privasi mereka, dia juga tidak mau hawa merasa tidak nyaman jika menempati ruang rawat yang kamarnya banyak. Takutnya hawa terganggu dan jadi tidak bisa beristirahat dengan baik.


"Lo udah berusaha menghubungi keluarga hawa dam?"


"Ponsel hawa rusak bang. Jadi gue nggak tahu harus menghubungi keluarga mereka dengan apa."


"Kalau begitu Lo bisa pulang dan beristirahat di rumah dam . Biar gue aja yang jaga hawa. Nanti kalau hawa sudah bangun gue bakalan hubungin Lo."


"Nggak usah bang. biar gue aja. Lebih baik bang Bima aja yang pulang, nanti kalau gue butuh apa-apa gue hubungin."


"Baiklah. Kalau gitu gue pulang dulu. Inget yah Lo nggak boleh asal main keluar ruangan !! Di luar banyak banget penggemar Lo. "


"Siap bang "


Adam memperhatikan manajernya yang kini sudah pergi menghilang dari ruang rawat hawa. Kini dia sedang menatap wajah hawa yang kini sedang terlelap tidur di atas ranjang rumah sakit. Wajahnya yang begitu cantik membuat Adam tidak bosan berlama-lama memandangnya.


Seakan teringat sesuatu, Adam menggelengkan kepalanya.


"Ingat dam !!! Lo itu udah punya pacar !! Lo nggak boleh khianatin pacar Lo !!"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2