
Mereka keluar dari ruangan secara bergantian, mulai dari hawa terlebih dahulu kemudian 5 menit kemudian baru Adam menyusul. Sebenarnya Adam tidak masalah keluar bersama tapi hawa yang menolak. Alasannya dia tidak mau di gosipkan dengan Adam. Ada-ada saja pikiran Hawa.
Ada gitu yah perempuan seperti hawa? Padahal biasanya perempuan lain berebut ingin di gosipkan dengan Adam, tapi ini hawa malah menolak. Sebenarnya hawa itu waras atau tidak?
Sebenarnya yang Artis itu hawa apa dirinya? Kok sepertinya malah Adam yang ngebet banget bisa tertangkap kamera bersama Hawa.
Sudahlah itu tidak penting.
Sebelum meninggalkan ruangan Adam sudah berpesan kepada Hawa untuk menunggunya di parkiran, tapi memang dasarnya Hawa.
Fans mana yang tega membohongi idolanya? Tidak lain dan tidak bukan, Hawa seorang pelakunya.
Saat Adam sampai di parkiran, dia tidak melihat batang hidung Hawa di manapun.
"****!! Tuh cewe pinter amat ngibulin gue? Emang salah yah Artis nganterin fans nya pulang?" Tanpa sadar Adam mengumpat saking gemasnya ia kepada hawa.
"Sudahlah dari pada gue ngomel Mulu. lebih baik gue susulin dia sekarang!! Gue yakin dia belum jauh dari sini." Adam pergi meninggalkan parkiran restoran menuju alamat tempat hawa bekerja. Ia yakin hawa belum terlalu jauh dari sini.
Beruntung jalanan hari ini lancar hingga membuat Adam bisa leluasa menambahkan kecepatan laju mobilnya. Sambil fokus menyetir ,Adam juga mencari keberadaan Hawa di jalan. Bermodalkan baju yang dikenakan hawa tadi, Adam mencari di antara para pengendara lain.
Matanya menyipit saat melihat seseorang yang berpakaian sama dengan yang di kenakan hawa tadi. Adam langsung mencoba mendahului mobil yang ada di depannya dengan cara menyalip agar ia bisa melihat dengan jelas.
Saat mobilnya sudah dekat dengan jarak pengendara motor itu Adam langsung tersenyum. Dan ternyata benar, dia adalah hawa.
"Ternyata gue punya Bakat jadi seorang Stalking. hehehe" Adam mengikuti motor yang di kendarai oleh Hawa dengan santai. Seolah Alam sedang mendukungnya, tiba-tiba rintik hujan mulai turun dan lama kelamaan hujan mengguyur membuat para pengendara motor pontang panting menepikan motornya.
Ada yang berteduh karena tidak membawa mantol hujan, dan ada pula yang berteduh terus pergi lagi setelah mengenakan mantolnya.
Adam menepikan mobilnya tidak begitu jauh dari tempat berteduh hawa dan orang-orang tadi. Adam melihat ke arah belakang mobilnya, dimana hawa kini sedang mengelap baju dan tasnya dengan tisu yang ada di tangannya.
"Ckckck. Seandainya kamu tadi tidak menolak saya antar, kamu tidak akan basah kehujanan seperti ini Hawa."
...__________...
Sementara itu di depan sebuah toko pinggir jalan banyak orang yang menepikan kendaraan bermotor nya di tepi jalan. Sedangkan orangnya berlindung di bawah Atap toko yang cukup besar. Termasuk Hawa.
Bibirnya mengerucut sebal karena harus kehujanan. Padahal jarak kantornya masih setengah jalan lagi.
__ADS_1
"Kasihan banget sih gue. Tau gitu tadi gue nggak usah sok jual mahal dan Nerima aja di antar sama Oppa. huhuhuhu. Basah kan sekarang baju gue.!!"
"Untuk rambut gue nggak ikut basah, alamat masuk angin nanti. Kayaknya gue kualat gara-gara ninggalin Oppa duluan. Tuhkan..!! gue emang nggak boleh jahat sama Oppa , Oppa mianhae! Hawa tau hawa salah. jadi maafin hawa yah Oppa!" orang-orang di sekitar menatap hawa dengan aneh. Bagaimana bisa ada perempuan cantik tapi tingkahnya seperti orang gila.berbicara sendiri,hingga menangis tidak jelas.
Mungkin mereka pikir nih cewek lagi akting, jadi mereka tidak memperdulikan hawa sama sekali.
Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan mendekati hawa dan menarik tangan hawa agar berdiri. Hawa yang sedang merenungi nasib langsung terkejut saat melihat seseorang yang mengenakan masker berdiri di depannya menatap dirinya dengan datar.
Hawa yang tahu orang di depannya adalah adam , ia langsung menunduk. Teringat jelas kesalahan apa yang dia perbuat kepada lelaki di depannya.
"Mianhae Oppa. Saya tadi sudah meninggalkan Oppa. Saya hanya merasa tidak pantas di antar oleh Oppa. Sekali lagi maaf kan saya Oppa." Adam melihat ke arah hawa dengan perasaan campur aduk, dia marah kepada hawa tapi juga tidak tega karena melihat hawa yang kedinginan. Baju dan celananya basah, bersyukur rambutnya kering karena hawa mengenakan helm,kalau tidak Adam yakin hawa akan sakit.
Haahhhhh
"Kita ke mobil dulu. Di sana kamu bisa mengganti bajumu yang basah dengan bajuku yang kering.!"
"Tapi-..."
"Jangan membantah lagi. Dari pada nanti kamu sakit? terus nggak bisa bekerja. Emang kamu mau?"
"Tidak Oppa. Baiklah saya akan ikut dengan Oppa. tapi motor saya bagaimana?"
"Biar kita taruh di sini saja. Lagian sepertinya hujannya akan lama,jadi lebih baik kita bergegas ke mobil dan mengganti pakaian kamu.!!"
"Maaf merepotkan Oppa?"
"Tidak perlu sungkan kepada saya. Ayo!"
Adam mengajak hawa untuk berjalan bersisian karena mereka harus berbagi payung di bawah guyuran hujan serta kilat yang menyambar dari langit. Lengan mereka yang saling bersentuhan membuat gelenyar di hati mereka.
Hawa menggigit bibir bawahnya gugup, perasaan nya semakin tidak karuan. Ingin rasanya ia memeluk lengan lelaki yang ada di sampingnya sekarang.
Sesekali hawa mencuri pandang ke arah wajah Adam dan kembali melihat ke arah depan saat Adam memergokinya.
Hawa meremas pakaian bagian depannya untuk menutupi rasa gugupnya. Saking dekatnya, hawa juga bisa mencium wewangian dari tubuh Adam yang menguar dari tubuhnya.
Ya Allah tolong hawa, jangan biarkan hawa pingsan disini.
__ADS_1
Adam membuka pintu bagian penumpang dan mempersilahkan hawa untuk masuk terlebih dahulu.
"Kamu ganti baju dulu dan saya akan menunggu kamu di luar." Adam memandang Hawa dengan lembut seakan-akan ia tidak ingin hawa tidak nyaman dengan keberadaan nya.
"ehm...baiklah. Saya akan bergegas agar Oppa tidak terlalu lama menunggu di luar." Hawa yang sudah merasa kedinginan hanya mengiyakan perkataan Adam dan menutup kembali pintu nya.
Pertama-tama hawa melihat sekitar, siapa tahu ada yang mencurigakan atau ada kamera di mobil Adam. Secinta-cintany hawa kepada Adam, dia tidak akan bertingkah konyol dan membahayakan keselamatan dirinya.
"Mianhae Oppa." Setelah di rasa aman hawa langsung melepaskan baju bagian atasnya dan menaruhnya di atas kakinya dan memakai kaos yang sudah ia ambil asal dari dalam koper yang ada di bagian belakang.
Hawa sengaja tidak melepaskan celananya karena hawa pikir ia baik-baik saja, walaupun basah itu tidak masalah. Lagian kok mobil Adam terbuat dari kulit jadi tidak mungkin basah, kalaupun basah nanti hawa akan mengelapnya dengan tisu.
Hawa mengetuk kaca mobil untuk memberitahukan Adam bahwa dia sudah selesai berganti baju. Adam langsung mengitari mobil agar bisa masuk ke dalam mobil bagian kemudi.
"Oppa, maaf yah saya jadi meminjam baju Oppa. Nanti setelah kering dan sudah di di setrika akan saya kembalikan kepada Oppa."
"Tidak perlu Hawa. Kamu bisa menyimpan baju itu sebagai permintaan maaf saya karena telah membiarkan kamu kehujanan."
Hawa mengira Adam menolak karena ia tidak sudi bajunya ia pakai, ternyata ....
Pipi hawa langsung memanas, bahkan semburat merah mulai terlihat samar di wajah hawa.
"Kalau begitu saya akan antar kamu. Sekarang kita akan kemana? "
"Ke kantor saja. Kerjaan saya belum selesai, saya harus mengantarkan kontrak tadi ke atasan saya. Lagian ini juga belum jam pulang kerja, tidak mungkin saya bolos."
"Tapi...kamu benar tidak apa-apa? itu celana kamu bukannya basah? kenapa tidak di ganti juga?" Adam merasa khawatir karena hawa hanya mengganti baju atasnya saja, Sedangkan bawahannya tidak di ganti.
"Saya tidak masalah Oppa. Lagian kaya gini doang tidak akan membuat saya sakit Oppa. Oppa tenang saja." Senyum manis terukir di wajah hawa membuat perasaan Adam menghangat. Padahal di senyumin doang, hati Adam sudah luluh duluan.
Adam langsung meminta hawa untuk pindah ke depan, dan di setujui oleh hawa. Hawa juga sadar diri ,tidak mungkin seorang Superstar menyusuri dirinya yang hanya rakyat jelata.
Padahal pikiran Adam tidak seperti itu. Adam meminta hawa untuk pindah duduk di kursi depan karena dia ingin duduk dekat dengan hawa.
Emang dasarnya Hawa yang suka berpikiran sendiri.
**TBC
__ADS_1
Maaf atas keterlambatan update cerita saya. Saya benar-benar minta maaf kepada kalian yang masih setia menunggu kelanjutan cerita saya. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏**