Adam & Hawa

Adam & Hawa
Diam-diam Cinta Xll


__ADS_3

"Tumben hubungan Lo sama yang ini awet? Apa Lo di pelet sama dia?"


"Gue ngrasa cocok aja sama dia. Asal Lo tau ! Dia tuh kayaknya udah ngerti banget sama apa yang gue suka dan nggak suka." Senyum manis terukir indah dari bibir lelaki yang kini sedang duduk di sofa apartemen nya.


"Ya syukur deh kalau dia bisa ngertiin Lo. Semoga aja dia emang jodoh lo." Ucap Bima sambil mengangsurkan minuman kaleng. Mereka baru saja pulang dari acara perhargaan dan bisa di tebak sang penyanyi terkenal kita yang bernama Adam Alditri baru saja membawa pulang trofi kemenangannya untuk kategori Artis of the Year tahun ini.


"Oh iya Lo nggak pengin ngrayain kemenangan Lo sama cewek Lo dam?"


"Tadi gue udah ngajak dia,tapi dia lagi syuting,jadi terpaksa dia nggak bisa ikut ngrayain. Tapi kita udah janjian besok mau makan di restoran , jadi besok Lo tolong reservasi tempat yang terbaik buat gue yah?"


"Oke gampang kalau masalah itu. Oh iya ngomong-ngomong Maslah cewek, gue jadi inget sama fans Lo yang cantik itu. Gimana kabar dia yah?" Secara tiba-tiba Bima mengganti topik pembicaraan mereka mengenai perempuan lain membuat Adam menjadi linglung sendiri.


Adam memiringkan wajahnya seolah-olah sedang berfikir , cewek mana yang sedang manajernya bicarakan.


"Maksud Lo siapa sih Bim? Gue bingung?"


"Ya ampun dam ! Mentang-mentang Lo udah nyaman sama si Aurora , Lo sampai lupa sama fans Lo yang cantiknya ngalahin Irene red Velvet."


Setelah di singgung sedemikian rupa Adam baru ngeh kalau selama ini,dia melupakan fans favorit nya. Setelah menolong fans nya yang kecelakaan empat bulan yang lalu, Adam belum bertemu kembali dengan dia. Setelah di ingat-ingat, Adam juga jarang melihatnya sekarang.


"Gue juga udah lama nggak lihat dia di antara fans yang lain. Apa dia lagi di luar kota kali bang? Soalnya dia dulu pernah bilang kalau semisal dia nggak hadir di setiap kegiatan gue disini, berarti dia lagi kerja bang di luar kota."


"Cie...tau banget sih jadwal fans nya sendiri...!!"


"Apa sih bang? nggak usah gitu deh! Lagian ngapain coba gue mikirin cewek lain kalau selama ini gue udah punya yang lebih dari segalanya."


"Dasar bucin lo ! Sekarang aja Lo puji-puji,giliran nanti kalau udah putus aja,Lo denger namanya aja ogah.!!"


"Hahahaha....kayaknya nggak deh bang. Gue udah ngerasa cocok banget sama Aurora. Udah cantik, baik, pokoknya tipe gue banget deh."


"Iya iya...terserah Lo aja deh. Gue mah apa, cuma remahan biskuit doang mah nggak laku."


Adam yang sedang berkirim pesan dengan pacarnya tidak menggubris perkataan Bima. Sepertinya Adam sudah cinta mati sama Aurora hingga melupakan segalanya. Bahkan Adam juga sudah memperkenalkan Aurora dengan kedua orang tuanya, dan sepertinya orangtuanya juga menyukai Aurora tapi untuk menuju jenjang yang lebih serius Adam belum sanggup karena dia masih ingin berkarier di dunia entertainment.


...-------------...


"Hawa. Can you help me?"

__ADS_1


"Yes madam. Apa yang bisa saya bantu?"


" Please ..! Kamu tolong ke bagian editing sekarang, dan berikan ini kepada mereka dan jangan lupa sampaikan kepada mereka juga, untuk segera menyelesaikannya. Karena saya membutuhkannya besok. Understand ?"


"Mengerti madam. Kalau begitu saya permisi madam." Hawa keluar dari ruangan atasannya yang bernama Madam Serena, dia kini sedang di pindahkan ke kantor cabang di Jogja. Hawa merasa senang-senang saja,karena dia jadi bisa mendapatkan pengalaman lebih banyak lagi.


Dia kini akan ke bagian editing di lantai 2, beruntung gedung ini hanya berlantai 4 saja dan kini dia berada di lantai 3. Sayangnya lift hari ini sedang rusak dan dalam masa perbaikan. Jadi mau tidak mau hawa harus menggunakan tangga darurat.


Hawa tersenyum menyapa para karyawan yang berpapasan dengannya. Selama hawa bekerja di kantor ini, sudah dari 3 bulan tapi hawa masih belum mendapatkan teman yang cocok dengannya. Entah salah apa dengan dirinya, setiap kali karyawan perempuan yang berpapasan dengannya selalu memandangnya seakan-akan hawa adalah manusia yang menjijikan. Padahal selama dia bekerja disini hawa tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat orang infil tapi ada saja yang membuat mereka tidak menyukai hawa.


Tapi hawa tidak pernah mempermasalahkan nya karena menurut hawa selama hawa tidak melakukan kesalahan hawa santai-santai saja. Biarlah orang memandang rendah dirinya, yang penting hawa tidak pernah membuat rugi siapapun.


Tok tok tok


"Masuk!!"


Ceklek


"Permisi Pak. Maaf Pak saya mengantarkan file dari madam Serena untuk di tinjau, dan madam juga menginginkan file ini selesai besok pagi " Ucap hawa to the point setelah dia sampai di ruangan editing. Hawa memberikan Map berisi file-file dan juga flashdisk kepada pak Angga sebagai kepala bagian editing.


"Baik Pak. Kalau begitu saya permisi dulu Pak Angga. " Hawa pergi dari ruangan pak angga menuju lantai 3 lagi karena ruangannya memang ada di lantai 3. Hawa mendesah lelah, sudah berapa kali dirinya hari ini bolak-balik dari lantai 3 ke lantai dua hingga ke lantai satu


Semoga saja betisnya baik-baik saja dan tidak kram nanti. Alamat hari ini dia harus memasang koyo di kedua betisnya yang sudah terasa pegal.


Jam pulang kerja akhirnya tiba, hawa beserta para karyawan lain yang tidak lembur mulai bergegas pergi meninggalkan kantor. Wajah mereka sudah terlihat lelah karena harus berurusan dengan begitu banyak kertas serta komputer.


Hawa sendiri memilih pulang ke kontrakannya yang terletak tidak jauh dari kantornya, dia hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari kontrakannya menuju kantor. Jadi dia bisa menghemat ongkos naik taksi .


Saat hawa sedang berjalan menuju kontrakannya, sepanjang jalan hawa jadi memikirkan kegiatannya nanti setelah dia sampai di kontrakan.


Drrrtt drrttt


Hawa memeriksa ponselnya yang bergetar, sepertinya ada yang menghubunginya. Setelah melihat id caller nya hawa langsung tersenyum.


"Annyeong haseyeo Eonni."


"Annyeong Lala. Tumben telfon, ada apa nih?"

__ADS_1


"Eonni~ masa kemarin Lala ngelihat Oppa lagi jalan bareng sama cewek barunya."


Deg


Jantungnya terasa sakit saat mendengar kabar dari idolanya yang sedang Dating dengan pacarnya, padahal dia sudah tau tapi tetap saja hatinya masih merasakan sakit saat mendengar dari orang lain.


Hawa yang sudah sampai di depan pintu kontrakan nya langsung membukanya dan masuk kedalam. Hawa menempati kursi santai yang memang di sediakan di kamarnya, air matanya mendesak ingin keluar saat hawa merasa begitu merindukan idolanya.


"Eonni..eonni gwencanha?"( Kakak... kakak baik-baik saja kan?)


"Ah.. nde gwencanha. Eonni baru saja pulang kerja,jadi eonni ngerasa cape aja."


"mianhae eonni...Lala ganggu yah?" (Maaf kak)


"Nggak kok. Oh iya gimana kabar Oppa?"


"Sepertinya baik eon. Apalagi kemarin Lala pergokin mereka lagi jalan bareng, walaupun wajahnya tertutup masker tapi tetep aja aura bahagia masih terpancar di wajah mereka." Hawa membiarkan temannya berbicara sendiri, hawa meneteskan air matanya sambil mengusap bingkai foto kecil yang dia taruh di samping kursi santainya.


Foto Adam yang sedang tersenyum terbingkai indah di figura kecil, yang memang sengaja hawa cetak fotonya agar dia bisa bawa kemana-mana jika dia pergi jauh dari idolanya.


Saking sibuknya di Jogja hawa sampai jarang bisa stalking tentang Adam, pekerjaannya selalu mengambil alih pikirannya. Bahkan di waktu istirahat pun ada saja tugas yang di berikan atasannya hingga membuat hawa lupa dengan idolanya.


Saking sibuknya menangis hawa sampai lupa jika waktu sudah maghrib, dia langsung menghapus air matanya yang mengalir di pipi. Hawa langsung memutuskan untuk membersihkan diri dan sholat setelah nya.


Hawa mengirim pesan kepada Lala untuk meminta maaf karena tadi sudah mematikan telfonnya terlebih dahulu, dan beruntung Lala tidak mempermasalahkannya.


Tok tok tok


"Assalamualaikum hawa". Hawa yang baru saja akan keluar di kejutkan dengan kedatangan teman kontrakannya yang berada di sebelahnya bernama Anggun.


"Wa'alaikumsalam. Ada apa nggun?"


"Gue mau ke alun-alun, Lo mau ikut nggak? Sekalian kita ke pendopo lawas ,nongkrong. Mau nggak?" Anggun yang sudah berdandan rapih langsung mengajak temen satu kontrakannya. Anggun memang sering mengajaknya untuk kuliner saat malam hari. Jadi beruntungnya hawa tidak menjadi orang yang tersiksa di kota orang karena tidak pernah jalan-jalan di kota orang.


Dan lebih serunya lagi anggun ini adalah cewek yang sangat suka ngobrol jadi pasti ada saja yang topik yang mereka bicarakan, seperti orang yang tidak pernah kehabisan obrolan lah ibaratnya. Jadi hawa cukup terhibur dengan keberadaan anggun disini.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2