
Hubungan Adam dan Hawa sudah memasuki bulan ke sembilan. Ibarat orang hamil itu anak sudah siap mbrojol. Suka duka sudah mereka lalui bersama.
Dari Hawa yang harus menahan cemburu di saat sang kekasih di isukan dengan artis lain, hingga waktu kebersamaan mereka yang kurang banyak. Karena pekerjaan hawa yang menuntutnya pergi ke luar kota hingga beberapa Minggu atau bulan.
Sekarang saja gadis itu baru pulang dari pulau Lombok, setelah mengintili artis NK yang sedang berlibur dengan selingkuhannya.
Sedangkan Adam sendiri, dia sedang di sibukkan dengan drama terbarunya. Jadi membuat quality time mereka tertunda terus. Bersyukur mereka masih rutin komunikasi, walaupun cuma chat doang. Seengganya, di antara mereka ada yang selalu mengingatkan satu sama lain.
Hari ini Hawa berencana datang ke lokasi syuting sang kekasih. Namun kedatangan ia kesana bukan sebagai pacar, tetapi sebagai fans yang ingin bertemu dengan fans lainnya.
Mereka sudah janjian di sini.
Hawa datang menggunakan outfit serba hitam, baju kebesaran dia sebagai ketua fansclub Adam Alditri.
"Sore Eonni," sapa Bina, saat melihat kedatangan Eonni kesayangannya.
Eonni tersenyum di balik masker. Ia juga melambaikan tangan ke teman-teman yang lain.
"Sore, chagiya," balasnya. "Udah pada makan, lom?" imbuhnya.
"Udah, kok. Eonni udah makan?"
"Belum. Tadi pulang gawe langsung kesini, makanya ini eonni udah bawa makan sama cemilan buat kita semua." Hawa menaruh dua kantong kresek, berisi makanan ringan serta dua nasi box untuk ia dan sang kekasih.
"Daebak, Eonni emang paling the best. Saranghaeyeo eonni." Seru mereka bersama.
Hawa yang langsung memberikan finger heart untuk mereka semua.
"Kkkk, Eonni mau ke sana. Ada yang mau nemenin?" tawarnya, Bina langsung mengangkat tangan dengan semangat.
"Yang alin nggak ada yang mau ikut? Masa cuma berdua aja,"
"Kita udah sedari tadi, Eonni di sini. Jadi kita memberikan waktu yang banyak untuk Eonni, karena baru datang."
"Oke. Ayo, Bina! Kajja," ajak Hawa sambil membawa satu kantong kresek berisi makanan.
"Berangkat,"
Hawa serta Bina berjalan ke set area, dimana sang idola sedang beradu akting dengan lawan mainnya di drama terbaru. Ia belum sempat menonton dramanya di TV. Biarlah, ia sudah cukup mempunyai laki-laki itu di dunia nyata, jadi tidak perlu melihat lagi di TV.
"Eonni, itu, Oppa ada di sana! Yuk, mumpung Oppa lagi istirahat." Ajak Bina, sambil menyeret gadis itu ke arah di mana sang kekasih sedang duduk di kursi santai.
__ADS_1
Hawa pasrah saja di seret-seret oleh Bina.
Bima yang menyadari kedatangan kekasih si artis langsung menyenggol bahu Adam. "Apaan?" tanya Adam.
Ia belum sadar keberadaan sang kekasih di belakangnya. Bima langsung menunjuk ke arah belakang dan membuat Adam mengikuti arah tunjuk sang manajer.
Bibirnya melengkung indah.
Adam langsung menaruh kertas itu di meja kecil di sampingnya. Ia menyambut kedatangan sang kekasih dengan bahagia. Sudah lebih dari tiga minggu sang kekasih pergi meninggalkan dia ke pulau lain.
Setelah penantian panjangnya, kini sang kekasih sudah berada di hadapan dia. Walaupun wajah sang kekasih tertutupi oleh masker, ia yakin bibir gadis itu ikut tersenyum melihatnya.
Bima menggelengkan kepalanya melihat si artis yang berubah semangat setelah kedatangan sang pujaan hati.
"Hai, Oppa, hai juga kak Bim." Sapa hawa. Bina yang berada di sana, menjadi salah tingkah saat melihat sang idola yang tersenyum begitu lebar saat kedatangan mereka.
Padahal ia yakin, sebelumnya ia melihat Adam yang cukup merasa bosan berada di sini. Namun ...
"Hai," sapa balik Adam.
"Hai juga, Hawa." Timpal Bima. Dia kemudian bangun dari duduknya, dan mempersilahkan hawa serta gadis di samping Hawa untuk duduk di kursi dia.
Hawa menolaknya.
"Tidak perlu, Kak. Saya kesini hanya ingin memberikan nasi box ini buat Adam Oppa. Tapi maaf, kak Bim, saya hanya membawa satu," sesal gadis itu. Ia lupa kalau ada si manajer, jadi ia hanya beli satu buat Adam.
Bima tersenyum. "Santai saja. Lagian kami juga di sini sudah disediakan katering, jadi saya akan makan itu saja." Jawabnya.
Adam sendiri, sedari tadi tidak bisa melepaskan pandangannya dati wajah sang kekasih. Ia begitu merindukan gadis itu.
Di balik maskernya, gadis itu tersenyum kecil. Ia sangat tahu, kalau sang kekasih sedari tadi melihat ke arahnya.
"Ini, Oppa. Semoga suka. Jangan lupa di makan yah, Oppa!" Ucap Hawa malu-malu.
Adam berdiri dari kursi, dan menerima pemberian sang kekasih. Dengan sengaja ia menyentuh tangan si gadis, saat mengambil kantong plastik itu.
Pipi gadis itu langsung merona malu. Ia langsung menarik tangannya, karena hatinya tiba-tiba berdesir hangat.
"Terima kasih. Pasti nanti akan saya makan." Ujar Adam. "Apa kamu baru saja pulang bekerja?" imbuhnya
"Iya, Oppa. Kalau begitu kami pergi dulu. Semangat yah, Oppa!" Pamit gadis itu.
__ADS_1
"Semangat, Oppa!" Imbuh Bina kemudian
Senyum Adam Langsur luntur saat melihat sang kekasih akan pergi, lagi.
"Terima kasih buat kalian. Apa kalian akan langsung pulang, atau, gimana?" tanya Adam ragu.
Bina melihat ke arah Adam kemudian ke arah Hawa. Entah kenapa ada yang mencurigakan di antara mereka berdua. Namun ia tidak bisa menjelaskannya. "Kami akan di sini, Oppa. Itu, tuh, di sana. Rumah yang tidak jauh dari sini. Kami tidak mungkin langsung pergi, karena Eonni membawa begitu banyak makanan untuk kami tadi. Kkkkk," sahutnya sambil terkekeh.
Adam yang mendengarnya langsung lega. Ia kemudian melihat ke arah sang kekasih yang masih terdiam di depannya.
"Baiklah, kalau begitu. Terima kasih lagi karena sudah datang kesini untuk mendukung saya."
"Itu sudah jadi kewajiban kami, buat mendukung setiap kegiatan, Oppa. Karena kami adalah penggemar Oppa yang paling setia denganmu. Iya nggak, Eonni?"
"Hah ... apa?"
" Diih, malah ngelamun. Tuh lihat Oppa, semenjak eonni udah punya kekasih, dia jadi suka menduakan Oppa dan melupakan kita-kita," Rajuk Bina. Sementara Adam yang mendengarnya langsung menatap sang belahan jiwa.
Ia ingin sekali memeluk gadis itu, sekarang juga. Namun apalah daya, tempatnya sangat tidak mendukung.
"Ssttt, jangan bilang seperti itu dong. Eonni kan jadi malu," timpal gadis itu dengan malu.
Bagaimanapun kekasih yang sedang Bina bicarakan, dia berada tepat di depan mereka sekarang.
Jujur ia juga sangat merindukan sang kekasih. Makanya ia bela-belain pulang kerja langsung ke sini. Ia baru saja tiba di rumah tadi pagi, dan harus ke kantor untuk memberikan laporan hari itu juga.
Walaupun ia di kantor cuma sebentar, karena habis itu ia di berikan dispensasi oleh Pak Rahmat untuk bisa istirahat di klinik di kantor
Saat hawa sedang sibuk dengan pikiran dia, tiba-tiba ponselnya bergetar, menandakan ada pesan masuk.
From: My Hubby
I Miss you, sayang.
Ia membacanya, dan bibirnya langsung melengkung indah. Ia lalu menatap lelaki di depannya dengan penuh rindu.
TBC
Jangan lupa like komen dan hadiahnya yah Kaka. kalau ada. kkkkk
Sambil menunggu cerita ini up, kalian bisa mampir ke karya teman aku. Ceritanya keren loh kak. Yok kepoin.
__ADS_1