
"Eonni kok lama banget sih di depan? padahal tadi kita-kita aja nggak selama eonni ngobrolnya? Apalagi tadi kita lihat ,tatapan Oppa ke eonni kok rada beda yah? Kayak bahagia banget ketemu eonni."
"Masa sih? Itu cuma perasaan kalian aja kali. Eonni ngobrol biasa aja kok sama Oppa."
"Ckckck awas yah kalau sampai eonni bohong! kita nggak akan maafin eonni!"
"Terserah kalian aja lah. Oh iya.. eonni masih ada perlu, jadi sampai jumpa lain waktu. Annyeong..!!"
Setelah mengambil ponselnya yang di titipkan ke panitia, hawa pergi meninggalkan lokasi jumpa fans Adam Alditri. Tadi hawa sudah menanyakan keberadaan Vivi temannya lewat telfon ,dan kini dia sedang menuju lokasi temannya berada. Saat sudah sampai tujuan, hawa mencari keberadaan Vivi di sebuah resto dalam mall yang menyediakan makanan korea.
"Sorry Vi...nunggu lama yah?"
"Santai Wa, gue juga baru selesai keliling kok. Nih lihatin makanan gue juga belum datang. Gimana tadi acara jumpa fans sama suami Halu Lo?"
"Lo pasti nggak akan percaya dengan apa yang akan gue ceritakan."
"Ckckck. Cerita dulu baru Lo ngomong gitu. Cepetan deh! Bikin penasaran aja Lo !"
"Ckck. Nggak sabar banget sih Lo Vi. Oke..!! Tadi waktu gue sodorin album ke dia buat ditanda tangani, dia langsung nglihat wajah gue dan Lo tau nggak apa yang dia katakan saat dia nglihat wajah gue?" cerita hawa menggebu-gebu saat dia akan menceritakan kejadian tadi sore.
"Emang apa yang dia katakan sama Lo?" Ucap Vivi ogah-ogahan.
"Lo nggak asik banget sih Vi.!" Bibir hawa memberengut manja melihat Vivi yang seakan-akan tidak ikut bahagia melihat temannya bahagia.
"Makanya kalau cerita jangan putus-putus. Cepetan deh gue males kalau Lo cerita tapi setengah-setengah.!" Sembur Vivi tidak sabar sambil menyeruput minumannya.
"Ish..iya..iya..!! Tadi saat dia nglihat wajah gue yang ke tutup masker ini, dia ternyata ngenalin gue Vi. KYAAAA.....!!! Gimana nggak serseran jantung gue Vi. Nggak tau bener apa nggak, tadi waktu dia tanda tangani album gue,dia tuh seakan-akan ngulur-ngulur- waktu gitu. Dia sampai di tegur sama manajernya karena waktunya sudah habis. Kkkkkk."
"Itu cuma perasaan Lo aja kali Wa?" Vivi mengerutkan dahinya bingung, dia seperti tidak percaya dengan cerita hawa.
"Enggak Vi.! Beneran.!!" Hawa mencoba menyakinkan temannya .
"Wah..!! selamat deh kalau gitu. Ikut seneng gue dengernya." Akhirnya Vivi memilih percaya dengan hawa,dan memberikan tepukan selamat di pundak temannya itu.
__ADS_1
"Makasih yah Vi. pokoknya gue nggak nyesel banget bisa Dateng ke acara ini . Semoga suatu saat gue bisa bertemu dengannya lagi.hehehe" Ungkap hawa sambil menangkupkan kedua tangan di wajahnya, seakan-akan dia membayangkan dirinya sedang berdua dengan Adam Alditri.
"Aamiin. Ya udah Lo pesen makan dulu gih.!! Nih pesenan makanan gue udah sampai." Vivi mengaminkan doa temannya, entah Allah akan mengabulkannya atau tidak itu urusan nanti. Yang penting dia akan bahagia jika melihat temannya bahagia,itu sudah cukup.
"Ehm. mba saya pesen makanan yang sama kaya punya temen saya yah? Tapi minumnya air putih aja. Makasih." Hawa menyebutkan pesanannya kepada pramusaji yang baru saja menaruh makanan pesanan Vivi di meja mereka.
"Baik di tunggu yah mba." Ucap sang pramusaji kepada hawa.
Hawa sendiri memilih mengecek ponselnya siapa tahu orang tuanya menghubungi dirinya. Dan benar saja,,, sang ayah sudah menanyakan keberadaan nya. Hawa langsung membalas pesan dari ayahnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam, mereka kini sudah berada di dalam bioskop . Hawa dan Vivi akan menonton film film Komedi romantis yang di bintangi oleh artis yang sedang naik daun, tapi yang jelas bukan Adam alditri.
Banyak pasangan kekasih yang datang ke bioskop, sedangkan hawa dan Vivi malah seperti gadis yang tidak mempunyai pasangan. Sebenarnya Vivi sudah menyuruh Hawa untuk mencari pasangan hidup yang nyata , tapi hawa selalu menolak karena belum ingin.
Kadang Vivi heran dengan temannya ini, Hawa adalah gadis yang cantik dan juga banyak di sukai oleh cowok di kantornya. Bahkan manager bagian lain pernah dengan terang-terangan menyatakan cinta pada nya, tapi di tolak oleh Hawa. Padahal orangnya lumayan ganteng, yah walaupun umurnya sudah lebih dari kepala tiga tapi perawakan nya tidak mencerminkan umurnya yang sudah berkepala tiga. Wajahnya masih terlihat lebih muda dari umurnya. Tapi kembali lagi kepada Hawa, dia memang belum ingin berkomitmen dengan lelaki manapun katanya takut dia tidak bisa melakukan kesenangannya dan hawa juga tidak suka di atur-atur oleh orang lain.
Jadi dari pada di kekang ,lebih baik hawa memilih hidup menjomblo sampai sekarang. Apalagi dengan pekerjaannya yang selalu menyita waktu dan pikirannya,. membuatnya semakin ogah mencari pasangan. Bagi Hawa, Adam saja sudah cukup baginya.
"Sumpah film nya kocak banget yah Wa? Gue juga pengin punya pasangan yang kaya gitu. Kayaknya hidup gue bakalan awet muda gara-gara selalu ketawa . kkkkkk" Ucap Vivi sambil berjalan menggandeng lengan hawa menuju pintu keluar bioskop.
"Iya Vi. gue juga berharap bisa dapet pasangan seperti itu, kita nyari dimana yah Vi? Apa perlu kita seleksi dulu cowo yang deketin kita baru nanti kita tentuin apa mereka pantas buat jadi pendamping kita." Jawab hawa , mereka kini sudah sampai di lantai bawah Mall yang sudah mulai sepi karena jam operasional Mall sudah habis. Bahkan sudah banyak toko yang sudah tutup dan di tinggalkan oleh sang pemilik. Membuat suasana menjadi sedikit menyeramkan bagi siapapun yang melewatinya.
"Kalau gitu Cowok gue yang sekarang nggak masuk kriteria itu dong?" Tanya Vivi setelah mengingat-ingat karakter pacarnya yang sangat berbeda jauh dengan sifat humoris yang di inginkan oleh Vivi.
"Lo pasti tau jawabannya tanpa perlu gue jawab Vi." Seakan membalas ucapan Vivi tadi , hawa meledek temannya dengan menaik turunkan kedua alisnya dengan sengaja.
"Sial*n Lo wa. Nih Mall sepi amat yah kalau jam segini wa? udah kaya di kuburan aja sepi banget."
"Beruntung di sekitar kita masih ada beberapa orang. Besok Lo libur kan Vi?"
"Iya . Emang kenapa? Jangan bilang Lo ada kerjaan tambahan?"
"Haahhhh sialnya Lo bener." Hembusan nafas pasrah keluar dari bibir hawa.
__ADS_1
"Hahahaha,,kasihan banget sih temen gue. Sekarang artis mana lagi yang Lo ikutin?" Vivi menertawakan nasib temannya yang sudah seperti gelandangan jika sudah berurusan dengan pekerjaan di luar.
"Gue berharap gue bisa ngikuti Adam. Tapi kenyataannya gue harus berlapang dada buat ngikutin arti perempuan lagi. Dan gue bersyukur kali ini yang gue ikutin artisnya terkenal nggak neka-neko. "
"Halah kita mah orang awam mah nggak tau kelakuan mereka yang sebenarnya."
"Ya gue juga tau ,udah sering banget gue nemuin yang kaya gitu. "
"Ya kaya suami Halu Lo itu! Mungkin didepan banyak orang dia baik, tapi dalam hatinya dia sudah mengumpati semua orang. "
Hawa meringis kecil mendapatkan tudingan seperti itu terhadap idolanya. Hawa tidak bisa menampik atas perkataan Vivi tentang Adam, dia juga sadar dia hanya fans yang hanya bisa mencintai dari jauh dan tidak boleh memiliki .
"Lo mah seneng banget bikin gue down deh Vi."
"Gue cuma berkata jujur wa. Lo harus siapin mental dan hati Lo saat nanti Adam sudah menemukan belahan jiwanya sendiri. Lo juga harus mencari pendamping hidup buat diri Lo sendiri. "
"Iya nanti gue pikirin lagi Vi. Lagian kita juga masih muda,buat apa mikirin masalah pasangan hidup. Yang penting sekarang gue pengin bahagiain kedua orang tua gue dulu baru setelah itu gue nyari pasangan hidup."
"Good. Gue suka gaya Lo!! Kkkkk...Ya udah sampai jumpa Minggu depan yah Wa. Bye bye sayang. emmuuach."
Hawa dan Vivi berpisah menaiki sepeda motor menuju rumah mereka masing-masing. Hawa berbelok ke arah kiri menuju rumahnya , selama perjalanan hawa memikirkan masa depannya nanti, dengan siapa dia akan menjalani masa tuanya? dan dia akan mempunya anak berapa nanti?
Sebelum sampai rumahnya ,tadi sang ibu berpesan untuk membeli martabak manis kesukaan orang tuanya, jadi kini hawa berhenti di tempat gerobak penjual martabak langganan keluarganya.
"Bang biasa yah?"
"Siap neng." Sang penjual yang sudah hafal dengan hawa langsung membuat pesanan nya. Hawa sendiri memilih duduk di kursi sambil melihat-lihat Instagr*m nya, dia mencari info tentang targetnya besok. Saat Hawa sedang fokus stalker IG targetnya, tiba-tiba ada notifikasi dari IG nya yang memberitahukan bahwa dia di tag oleh temannya tentang acara tadi sore.
Senyum lebar terukir di bibirnya yang mungil, pipinya bersemu merah saat mengingat kejadian tadi sore. Hawa masih belum bisa percaya bahwa Adam masih mengingat dirinya. Bahkan tadi Adam juga menanyakan namanya.
Hawa mengipasi pipinya yang tiba-tiba terasa panas karena kejadian tadi, perutnya bahkan terasa melilit hanya mengingat wajah dari Adam Alditri.
"Semoga orang yang berjodoh denganmu nanti akan menjagamu dengan baik,dan mencintai dirimu melebihi cintaku padamu Oppa. Saranghae Oppa."
__ADS_1
TBC