Adam & Hawa

Adam & Hawa
Chapter XXII


__ADS_3

Adam mengedarkan pandangan mencari keberadaan Hawa di antara para fans nya tapi Adam tidak menemukan keberadaan gadis itu. Adam mencoba santai dan memilih mencarinya nanti setelah ia duduk.


"Boleh saya ikut bergabung dengan kalian?"


"Tentu!! Tentu Oppa boleh bergabung dengan kami, silahkan Oppa duduk di sini. Tapi tunggu sebentar, kami akan memperkenalkan seseorang kepada Oppa. Eonni..Eonni...!" Jawab salah satu gadis yang berada dekat dengan keberadaan Adam dan Bima. Gadis yang bernama Bina itu mempersilahkan Adam untuk duduk di sofa yang memang di sediakan.


Bina memanggil ketua mereka yang ternyata adalah Hawa alias hawa.


Sementara tersangkanya kini sedang bersembunyi di belakang punggung Intan, berharap dia tidak terlihat. Tapi sayang di sayang, Bina yang sangat bersemangat mencarinya langsung menunjuknya saat bina melihat kepala hawa menyembul di antara meja yang sedang hawa tempati.


"Hawa eonni, apa yang sedang eonni lakukan di sana? Sini temui Oppa.!".


Hawa langsung mengutuk gadis itu, bagaimana bisa dia menemukan keberadaan nya di saat ia sedang bersembunyi dari Adam.


Adam tersenyum manis saat menemukan keberadaan Hawa, Adam yakin hawa sedang mencoba main petak umpet dengannya.


"Oppa kenalkan dia itu Hawa eonni alias ketua dari kita semua. Eonni sudah berjasa banyak buat kita semua. Dia yang tidak pernah lelah mengikuti semua kegiatan Oppa. Eonni sini dong jangan disitu terus."


Dengan tidak tahu situasi bina memanggil hawa untuk berjalan mendekatinya. Dengan polosnya Bina memperkenalkan hawa kepada Adam sebagai ketua fansbase Adam.


Adam hanya mengangguk mengerti seolah-olah diantara dia dan hawa tidak pernah bertemu sama sekali. Sebenarnya kalau sebagai idol dan ketua fans darinya, memang baru pertama kali bertemu. Tapi kalau untuk pertemuan yang lain, bisa di bilang itu tidak di sengaja.


Jujur Adam lebih suka jika mereka bertemu hanya berdua saja.


Tapi untuk pertemuan kali ini justru hawa yang memintanya.


Seharusnya kalian berterima kasih kepada ketua kalian, karena berkat dia...saya ada disini.


Setelah di dorong-dorong oleh intan dan lainnya, hawa keluar dari persembunyian nya dan berjalan mendekat ke arah Adam dan Bima sang manajer yang kini ikut berdiri menyambut kedatangan hawa.


Bima tersenyum hangat saat matanya melihat betapa cantiknya Hawa hari ini. Baju yang di kenakan hawa sangat sederhana tapi tetap tidak melunturkan kecantikannya.


"Hai hawa. Kita bertemu lagi. Bagaimana kabarmu?" Tanya Bima saat jarak mereka sudah dekat. Bima mengulurkan tangan dan di sambut dengan hangat oleh Hawa.


Senyum manis hawa berikan saat Bima melepaskan jabat tangan mereka.


"Hai kak. Kabar saya baik. kabar kakak gimna?" Tanya balik hawa sambil berusaha santai saat pandangan matanya tidak sengaja bersinggungan dengan mata Adam yang menatapnya dingin.


" Kabar saya juga baik. Wah...! makin cantik aja kamu hawa." Puji Bima jujur. Tidak perduli Artinya menatapnya tajam, Bima tetap tersenyum ke arah Hawa.


"Makasih kak."


"Ehm ehm..." Orang yang berada di sekitar mulai merasa suasana berubah menjadi canggung saat melihat tatapan dingin Adam yang di berikan kepada hawa.


"Ckckck, nggak sabar banget sih." Gerutu Bima pelan saat mendengar Adam berdehem mengintruksi perbincangan singkatnya dengan Hawa. Bima yakin kalau Adam merasa terabaikan.

__ADS_1


"Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan pemimpin dari fans terbesar saya." Ucap Adam sambil mengulurkan tangannya ke arah hawa. Hawa sendiri cukup terkesiap melihat Adam yang begitu formal padanya. Hawa melihat kearah bina dan yang lainnya, mereka merasa iri bisa berjabat tangan langsung dengan idola mereka.


"Jangan seperti itu Oppa! Seharusnya saya yang beruntung karena bisa menjadi bagian dari keluarga ini." sekali lagi hawa melihat ke arah yang lain, mereka meminta hawa untuk menjabat tangan adam.


Dengan tangan gemetar ,hawa menjabat tangan Adam.


greeb


Jabat tangan mereka terlepas setelah Bina menyenggol hawa untuk di berikan kesempatan untuk berjabat tangan dengan Adam. Adam yang mengerti langsung tersenyum dan menyalami fans nya yang ada di sana.


"Oppa-Oppa tahu nggak? eonni sangat loyal loh Oppa! Demi merayakan kemenangan Oppa hari ini eonni rela menyewa satu ruangan ini hanya untuk kita semua loh. Iya kan guys?" Bina semakin bersemangat menceritakan tentang Hawa kepada Adam.


"Iya betul itu Oppa. Pokoknya eonni yang terbaik ."


"hawa eonni Saranghaeyeo." Ucap semua para fans Adam sambil memberikan finger heart kepada hawa yang di balas langsung oleh hawa dengan melakukan hal yang sama kepada semuanya.


Adam tersenyum bahagia saat menikmati kebersamaan nya dengan para fans, apalagi dia dapat bonus bisa tahu seluk beluk keluarga Hawa. Dari kebiasaan hawa yang selalu menggunakan masker sampai kebiasaan Hawa yang ceroboh suka lupa waktu jika sudah berurusan dengan Adam.


Hawa merasa tidak punya muka lagi ,saat teman-temannya menceritakan tentang kebiasaan hingga kecerobohan hawa kepada orang tercintanya. Hawa ingin mengubur dirinya sendiri sekarang.


Sementara Adam berkali-kali melirik ke arah hawa yang kini duduk berhadapan dengannya. Adam terkikik geli saat hawa berkali-kali menyikut temannya yang sedang membongkar aibnya padanya.


"Awas kalian semua yah!! Eonni nggak bakalan lagi bantu kalian jika kalian butuh bantuan!!" Ancam hawa saat dirinya sudah tidak kuat lagi menjadi bahan gunjingan.


"Jangan dong eonni!! Maaf deh maaf, anggap saja kita tadi khilaf eonni. Eonni jangan marah lagi yah? Please..!!!!!"


Dalam hati hawa sudah tidak memperdulikan lagi tentang harga dirinya yang sudah jatuh di depan orang tercinta. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya dia menghadapi Adam nanti.


Gila..Nih cewek marah aja gemesin banget. Apalagi kalau dia ketawa? Sumpah gue iri banget Adam punya fans kaya dia.


Pengin gue karungin bisa nggak sih nih cewek?


...________...


"Kakak lagi dimana?"


"Masih di kafe. Kenapa?"


"Ayah udah nanyain Mulu. Buruan pulang! Gue udah di luar?"


"Ckckck. iya bawel banget sih kamu."


"Satu menit Kakak nggak turun gue bakalan bilang sama Ayah kalau kakak lagi ngluyur ke club' malam."


"Dasar adek kurang ngajar. Gue bakalan timpuk kepala kamu pakai tas kakak."

__ADS_1


Klik.


Hawa langsung berdiri dari kursi yang di tempatinya setelah berhasil mematikan panggilan telepon dari adiknya. Adiknya memang paling tidak bisa melihat kakaknya senang sebentar saja.


"Maaf sepertinya saya harus duluan karena saya ada urusan. Buat kalian semua eonni masih marah sama kalian." Ucap hawa sambil menunduk minta maaf kepada Adam dan Bima, kemudian menatap temannya dengan berpura-pura marah sambil beranjak dari kursinya.


Adam menatap Hawa yang terburu-buru meninggalkan kursinya dengan pandangan tidak rela.


"Hawa..."


"Iya Oppa?"


"Kamu tidak perlu membayar, biar saya yang mentraktir kalian semua sebagai ucapan terimakasih ku kepada kalian semua." Adam menatap wajah hawa dengan lembut, sementara hawa terdiam mendengar perkataan Adam. Sesaat dirinya seperti tersihir saat mata Adam menatapnya dengan lembut .


Drrttt drrttt


Hawa langsung tersadar saat ponsel di tangannya bergetar menandakan ada panggilan dan ternyata dari adiknya yang tidak sabaran. Hawa langsung menekan tombol merah dan menatap kembali Adam dan yang lainnya.


"Apa tidak apa-apa?"


"Saya justru yang merasa bersalah saat ada seseorang mengadakan pesta demi merayakan kemenangan album saya tapi bukan saya yang bayar justru orang lain. Jelas hati saya terluka." Adam membuat raut wajah sedih sambil menunduk.


"Eonni,, kasihan Oppa!"


"Udah nggak apa-apa eonni, biarkan kali ini Oppa yang bayar. Nanti eonni kan bisa traktir kita lain kali. iya nggak teman-teman?"


"Iya eonni. Betul itu. Masih ada banyak waktu eonni "


Adam tersenyum kecil saat banyak yang mendukungnya. Fans nya memang yang terbaik.


Ayo hawa katakan iya!


Hawa menggigit bibir bawahnya. Dia berpikir apa tidak masalah seorang Artis besar mentraktir fans nya?


Setelah terdiam beberapa saat akhirnya hawa mengangguk, memperbolehkan Adam membayar tagihannya.


"Baiklah . Terima kasih Oppa buat hari ini. Dan maaf jika ada kata-kata atau kelakuan kami yang menyinggung Oppa. Tolong maafkan kami.!" Ucap hawa tidak enak. Adam langsung tersenyum semringah. Setelah itu Adam menyuruh Bima untuk mengurus pembayarannya.


Adam menatap Hawa yang sedang bersiap-siap untuk meninggalkan cafe dengan tidak ikhlas. Adam merasa waktu berlalu begitu cepat, padahal baru saja ia bertemu hawa tapi Hawa sudah mau pergi lagi.


Adam mengambil ponsel dan mengetikkan sesuatu di ponselnya kemudian ia mengirimnya langsung dan senyumnya merekah saat sang penerima menatapnya balik.


My wife


mau saya antar?

__ADS_1


TBC


__ADS_2